Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Selasa, 30 September 2014 23:42

Warga Kampung Serui Laut Keluhkan Pasokan Air Bersih

Ditulis oleh

Kepala kampung serui laut,Pieter Worabai ketika dimintai keterangan SERUI - Kepala Kampung Serui Laut, Pieter Worabay menegaskan sampai saat ini pipa yang telah dipasang oleh PDAM Serui masih ada. Hanya saja pipa-pipa tersebut tidak mengalirkan air bersih sehingga warga saat ini kesulitan memenuhi kebutuhan air yang layak minum.

“Saya sendiri bingung dengan keadaan ini, kenapa sampai sekarang tidak ada pasokan air bersih padahal pipa sudah dipasang sekian tahun, tetapi air belum juga mengalir,”tuturnya kepada Bintang Papua, Selasa (30/9).

Untuk itu selaku kepala kampung, dirinya berharap agar anggaran yang telah disiapkan pemerintah bagi PDAM guna memasok air kepada warga, dapat dipergunakan dengan baik. “Kami harap secepatnya masalah air bersih di Kampung Serui Laut bisa teratasi, mengingat air merupakan prioritas utama bagi manusia,”terangnya.

Selasa, 30 September 2014 03:12

Disperindakop dan Satpol-PP Tertibkan Pedagang

Ditulis oleh

Khusus yang Berjualan di Kanopi Pasar Aroro-Iroro

Dalam Sepekan, Polisi Amankan 6 Motor Curian Foto/moe : Sejumlah motor hasil curian yang berhasil diamankan aparat Polres Merauke MERAUKE – Hampir dalam sepekan saja, petugas Kepolisian Resor Merauke mengamankan 6 unit sepeda motor, yang diduga merupakan barang hasil curian. Keenam sepeda motor itu diamankan dari beberapa tempat berbeba di kota Merauke. Demikian disampaikan Kapolres Merauke, AKBP. Sri Satyatama, S.Ik., melalui Kasat Reskrim, Iptu Agus Siswanto, S.H., mengatakan pihaknya mengamankan 6 unit sepeda motor yang diduga merupakan barang curian. “Sebelumnya ada 5 motor yang kami amankan, itu dua unit didapat dari Pasar Baru Mopah, satu unit di Jalan Aru dan duanya lagi di Pantai Lampu Satu Merauke. Motor-motor ini diparkirkan begitu saja, istilahnya tak bertuan. Warga melapor, jadi kami amankan,” katanya kepada media ini, Senin (29/9). 5 sepeda itu diamankan petugas sambil menunggu pemilik-pemiliknya melapor atau mengadu ke Polres Merauke. “Sampai saat ini belum ada yang mengaku atau melapor, jadi kami amankan. Masyarakat Merauke yang merasa kehilangan motornya bisa datang cek di Polres. Diduga motor curian, motornya ditinggalkan begitu saja,” katanya.   Selanjutnya, kata Agus, pada Jumat (26/9) kemarin, petugas berhasil mengamankan 1 unit sepeda motor lagi, yakni Zusuki Satria dari tangan FM (21), warga Jalan Dom Merauke. Yang bersangkutan mengaku membeli motor Satria dari seorang warga Asiki, berinisial H. “FM ditangkap di Jalan pemuda, menurut dia beli dari orang yang di Asiki dengan harga Rp12 juta. Statusnya tersangka, pencurian dan atau penadahan,” tandasnya. Ditambahkan, pemilik motor Zusuki Satria Capung itu bernama Wawan Sudiro, warga perumahan BTN Merauke. Karena motornya hilang, yang bersangkutan melapor ke Polres Merauke pada 4/8/2014 lalu. “Motornya hilang tanggal 4/8/2014 sekitar jam 2 di depan terasnya. Dia sudah melapor, jadi kami tunggu yang bersangkutan ambil kembali motornya ini,” tandasnya. (moe/aj)SERUI - Menindaklanjuti surat edaran pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen tentang penertiban dan pembebasan areal berjualan di sepanjang Kanopi, maka pagi tadi Dinas Perindakop bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja(Satpol-PP) melakukan pembersihan pedagang kaki lima, pedagang sayur serta pedagang buah-buahan yang seharinya berjualan di areal tersebut. 

Kepala Dinas Perindakop Kepulauan Yapen, Ir. Eddy Noca Mudumi, M.Si, kepada Bintang Papua seusai melakukan penertiban mengungkapkan, apapun alasannya para pedagang harus berjualan di pasar yang telah dibangun pemerintah daerah sehingga fungsi dan status jalan di sepanjang kanopi bisa dipakai sebagaimana mestinya, dan menghindari terjadinya kecelakaan akibat pedagang berjualan di bahu jalan.

“Kita rencanakan untuk areal Kanopi akan dijadikan sebagai tempat wisata Kuliner khusus masakan khas Papua sehingga para pengunjung bisa menikmati kuliner tersebut. Sementara di dalam draft yang ada, kuliner tersebut akan dibuka sore hingga malam hari hingga jelang subuh, areal Kanopi sudah harus dibersihkan untuk difungsikan kembali sebagai ruas jalan,”tuturnya kepada Bintang Papua, Senin (29/9).

Selasa, 30 September 2014 03:03

Ones Wayoi : Banyak Caleg Dirugikan Akibat Suara Dicurangi

Ditulis oleh

Pemerintah Diingatkan untuk Waspada Jelang Pelantikan Caleg Terpilih 

SERUI - Tokoh Adat Kabupaten Kepulauan Yapen, Ones Wayoi, mengungkapkan kembali soal pelaksanaan Pemilu Legislatif di daerah itu yang menurut pengamatannya sarat kecurangan dan banyak Caleg yang dirugikan. Untuk itu, ia mengingatkan pemerintah dan unsur Muspida Kepulauan Yapen untuk waspada dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan ketika pelantikan Caleg Terpilih nanti. 

“KPU, pemerintah daerah serta para Muspida sebaiknya bisa memikirkan persoalan yang dimaksud sekaligus mengambil langkah positif agar nantinya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bersama,”ucapnya. 

Sabtu, 27 September 2014 01:30

Pedagang Tak Boleh Berjualan di Bawah Kanopi

Ditulis oleh

Blusukan Wabup Frans Sanadi di Pasar Inpres Serui

Usai memimpin adpel gabungan Jumat (26/9) pagi kemarin, Wabup Yapen, Frans Sanadi, B.Sc., S.Sos., M.B.A., di dampingi Asisten I Setda, Drs. Marthen Rerey, Staf Ahli Bupati, Drs. Titing Pasodung, Kadis Perindagkop dan UKM, Ir. Edy noca Mudumi, M.Si., serta berbagai pejabat pada Perindagkop melakukan blusukan ke Pasar Tradisional Serui dan Pasar Baru. 

Laporan : Tamrin Sinambela-Serui

Usai memimpin adpel gabungan Jumat pagi kemarin, Bupati Yapen, Frans Sanadi di dampingi, Asisten, Staf Ahli Bupati, dan Kadis Perindagkop blusukan ke Pasar Tradisional. SEKITAR pukul 08.00 WIT, iring-iringan sejumlah mobil yang membawa Wabub Sanadi dan para pejabat di Kabupaten Kepulauan Yapen keluar dari halaman Kantor Bupati, usai pelaksanaan adpel gabungan Jumat pagi kemarin. Blusukan Wabup bersama rombongan, bermaksud untuk melihat langsung kondisi pedagang sekaligus menyerap aspirasi di pasar stimulan, pasar tradisional dan pasar Aroro Iroro yang baru diresmikan. Setelah menempuh waktu kurang lebih 10 menit perjalanan dari halaman kantor Bupati, iring-iringan mobil dan motor langsung menuju kawasan parkir di halaman Pasar Baru Aroro Iroro.

Sabtu, 27 September 2014 01:20

Wabup : Pedagang Musiman Harus Ditertibkan

Ditulis oleh

SERUI – Wakil Bupati kabupaten kepulauan Yapen, Frans Sanadi, B.Sc., S.Sos., M.B.A., menegaskan yang membuat kawasan pasar terkesan sembraut adalah para pedagang musiman yang tidak beraturan menjajakan barang jualannya bukan pada tempatnya. Oleh karena itu, pedagang musiman harus ditertibkan, dengan cara melarang berjualan di luar bangunan pasar apalagi di bawah kanopi.

“Pemerintah begitu memperhatikan pedagang supaya bisa berjualan dengan nyaman, tanpa kuatir panas dan hujan lewat pembangunan pasar. Tetapi kok mereka masih berjualan di luar bangunan pasar. Kalau memang masih ada yang perlu di perhatikan pemerintah lewat bangunannya yaitu tempat duduk dan MCK, pedagang harus bersabar, karena kekurangan itu tetap jadi komitmen kami untuk dibangun,”akunya kepada Bintang Papua, Jumat (26/9). 

Disamping itu, apabila bangunan pasar masih kosong, pemerintah lewat instansi teknis akan sulit mengetahui apakah pasar ini sudah cukup menampung semua para pedagang. “Untuk itulah, kami akan terus mendorong para pedagang masuk ke dalam pasar untuk berjualan,”terangnya.

Kamis, 25 September 2014 00:57

Pemkab Yapen Lakukan Penghijauan di Kawasan Pelabuhan

Ditulis oleh

Penanaman pohon di kawasan pelabuhan di lakukan Bupati Yapen, Tonny Tesar, Wabup, Frans Sanadi. SERUI - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen, pada Rabu (24/9), melakukan penghijauan di kawasan pelabuhan Serui. Dalam kesempatan itu, Bupati Yapen, Tonny Tesar, S.Sos, bersama Wakil Bupati (Wabup), Frans Sanadi, B.Sc, S.Sos, M.B.A, Waket II DPRD, Hermanus Wariori, SE., Sekda, Ir. Alexander Nussy, MM., menanam 5 batang bibit pohon secara bersamaan. 

Dengan harapan semua bibit pohon itu akan tumbuh dan setelah besar nanti, pohon itu akan

mampu memberikan kesegaran dan suasana hijau di kawasan pelabuhan. Oleh karena itu, Bupati Tesar meminta agar kelima bibit pohon itu harus dijaga dan dirawat.

“Saya minta agar bibit pohon yang sudah ditanam, harus dijaga, sehingga bisa tumbuh besar nanti,” pinta Bupati usai melakukan penanaman pohon lindung di kawasan pelabuhan.

Kamis, 25 September 2014 00:50

Disperindagkop Tegur Pedagang

Ditulis oleh

Supaya  Berjualan di Dalam  Areal Pasar

Suasana tempat jualan para pedagan di  pasar baru tidak di tempati, justru pedagang menjajakan jualannya di luar gedung. SERUI - Para pedagang yang berjualan di depan kanopi pasar baru diperingatkan untuk tidak berjualan di lokasi itu. Sebab, gedung pasar baru yang dipersiapkan pemerintah sudah mengakomodir semua pedagangan, yang dalam artian semua los dan lapak didalam pasar sudah dibagi merata kepada pedagang sesuai dengan jenis barang dagangan.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Kepulauan Yapen, Ir. Edi Noca Mudumi kepada Bintang Papua, Rabu (24/9), mengungkapkan, kosongnya tempat jualan yang disediakan pemerintah bagi pedagang, jauh-jauh hari telah disikapi oleh pihaknya. 

“Memang benar, tempat lapak jualan masih banyak yang kosong, karena pedagang masih banyak berjualan di luar gedung pasar baru, sehingga ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami, guna mendorong pedagang masuk berjualan di pasar baru,” katanya.

Kamis, 25 September 2014 00:44

Pemerintah Rencana Bentuk Pokja

Ditulis oleh

SERUI - Asisten I Sekda Kabupaten Kepulauan Yapen, Drs. Marthen Rerei menegaskan, pembentukan kelompok kerja (pokja) oleh pemerintah didasarkan pada surat Mendagri untuk pembahasan lebih lanjut terhadap hasil pemilu legislatif 9 april 2014, yang nantinya akan dikirim ke gubernur guna proses pelantikan. 

“Bahwa pemerintah dalam hal ini bupati, memiliki kewenangan membentuk pokja guna verifikasi dan validasi untuk selanjutnya dikirim ke Gubernur guna proses pelantikan,”ucapnya kepada Bintang Papua, Rabu (24/9).

Kepala kantor kebersihan, pertamanan dan pemadam kebakaran Yapen, C.H Marany, S.Sos, M.SiSERUI - Kepala kantor kebersihan, pertamanan dan pemadam kebakaran Yapen, C.H. Marany, S.Sos, M.Si, menegaskan selain penyediaan taman kota di kawasan jalan Hasanuddin, tepatnya di pinggiran Bandara Serui, ditempat yang sama juga, pihaknya turut akan menyediakan tempat bermain yang akan dilengkapi jaringan internet nirkabel atau Wi-Fi. Sehingga kawasan jalan Hasanuddin ke depan, bakal menjadi pusat tempat bermain bagi masing-masing keluarga nantinya, khususnya pada waktu jam-jam santai.

“Saya pastikan, ketika kawasan taman kota dan tempat bermain sudah selesai sarana dan prasananya di bangun, maka kelak kawasan ini akan ajang rekreasi yang di gunakan warga masyarakat, dan para pengguna internet,” kata Marany saat berbincang-bincang dengan Bintang Papua baru-baru ini, terkait penataan taman kota dan tempat bermain yang sementara dibenahi dan dikerjakan.

Lebih jauh Marany mengemukakan, gencarnya pembangunan peningkatan ruas jalan di Kota Serui, tentu akan lebih mempercepat penataan dan keindahan wajah kota. Sehingga dampaknya bagi kantor kebersihan sebagai instansi yang menangani kebersihan Kota Serui, yakni kota akan lebih terlihat bersih dan indah.

Halaman 1 dari 115