Tolikara Wilayah Rawan Bencana

0
0

BPBD Kabupaten Tolikara Gelar  Seminar Daerah Rawan Bencana

FOTO: Kepala BPBD Kabupaten Tolikara Ferry Kogoya SH, didamingi pemateri dari BPBD Provinsi Papua sedang memberikan materi seminar rawan bencana daerah kepada peserta seminar di Aula GIDI Karubaga Tolikara 23/8 lalua. Peserta Seminar  rawan bencana daerah sedang menerima materi  di Aula GIDI Karubaga Tolikara 23/8 lalu. (humas)
FOTO: Kepala BPBD Kabupaten Tolikara Ferry Kogoya SH, didamingi pemateri dari BPBD Provinsi Papua sedang memberikan materi seminar rawan bencana daerah kepada peserta seminar di Aula GIDI Karubaga Tolikara 23/8 lalua. Peserta Seminar  rawan bencana daerah sedang menerima materi  di Aula GIDI Karubaga Tolikara 23/8 lalu. (humas)

KARUBAGA- Bupati Tolikara Usman G, Wanimbo SE,M.Si  diwakili Assisten III Oktovianus Yeimo,SE membuka kegiatan seminar rawan bencana daerah yang di gelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tolikara selama sehari di Aula GIDI Karubaga Tolikara belum lama ini (23/08/2016). Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tolikara Ferry kogoya,SH dalam sambutannya mengatakan,  seminar daerah rawan bencana ini digelar guna memberikan pemahaman secara luas kepada masyarakat tentang penanggulangan bencana dini di lapangan yang meliputi bencana tanggap darurat,bencana,dan pasca bencana.

 Sedangkan dasar pelaksanaan seminar daerah rawan bencana ini mengacu pada undang – undang no.24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana,dan peraturan pemerintah RI no.21 tahun 2008 tentang penyelenggaraan penanggulangan bencana daerah,Peraturan menteri dalam negeri RI tentang pedoman organisasi badan penanggulangan bencana daerah,serta Peraturan kepala badan penanggulangan nasional no. 10 tentang pendoman komando penanggulangan tanggap darurat,peraturan daerah Kabupaten Tolikara no. 4 tahun 2013 tentang organisasi dan tata kerja penanggulangan bencana Kabupaten Tolikara.

Menurutnya,  wilayah Tolikara memiliki topografi sangat berat dimana gunung dan lembah dengan dataran kemiringan rata – rata sangat terjal antara satu daerah dengan yang lainnya. Sesuai data geologi Tolikara bahwa potensi rawan bencana sangat tinggi untuk seluruh wilayah Tolikara, apabila terjadi gempa dengan kekuatan besar tentu akan menimbulkan bencana sangat besarpula. Karena itu dengan kekuatan dan kopetensi yang dimiliki BPBD Tolikara terus berusaha memberikan pemahaman secara menyeluruh kepada masyarakat tentang pentingnya rawan bencana.

“Sesuai kekuatan yang kami miliki,kami terus berusaha memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk memahami secara baik pentingnya rawan bencana. Kita tidak bisa memastikan kapan akan terjadi bencana longsor atau banjir bandang,pohon tumbang,dan bencana serupa lainnya. Karenanya pengetahuan sianga rawan bencana tentu di ketahui semua pihak baik anak kecil,dewasa,maupun orang tua karena bencana bisa ditimbah kapanpun dan siapapun juga tanpa memandang usia dan waktu”,Ujar Ferry kogoya.

 Sementara itu Bupati Tolikara Usman G.Wanimbo,SE,M.Si dalam sambutannya yang di bacakan Assisten III Setda Kabupaten Tolikara Oktovianus yeimo,SE mengatakan dalam rangka memberikan perlindungan dan pemenuhan hak dasar secara nyata kepada masyarakat. Sehingga penyelenggaranya harus melaksanakan secara cepat,tepat,dan nyata,serta terencana dan terpadu. Karena itu Pemerintah daerah Kabupaten Tolikara telah membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah agar melaksanakan fungsi dan tanggungjawabnya di lapangan mengingat wilayah Tolikara memiliki topografi sangat berat.

Diakuinya pemahaman tentang peringatan dini rawan bencana patut di ketahui semua pihak,karena daerah tolikara memiliki potensi rawan bencana sangat besar. Karena itu semua peserta seminar  harus mengikuti materi seminar rawan bencana ini dari awal hingga selesainya dengan baik sehingga bisa membantu kondisi rawan bencana di daerahnya masing – masing.

Bupati Usman g. wanimbo,SE,M.Si memberikan apresiasi tinggi kepada pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tolikara terus berupaya melakukan berbangai kegiatan untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya siaga dini rawan bencana. Pemerintah daerah berharap Langkah serupa patut di lakukan kedepan untuk kebaikan kita semua.

Materi seminar rawan bencana daerah tersebut di sampaikan dua orang pemateri dari BPBD Provinsi papua dan BPBD Kabupaten Tolikara satu orang. Peserta yang mengikuti seminar rawan bencana yang berlangsung sehari tersebut berjumlah 70 orang berasal dari TNI/POLRI,masing – masing SKPD Lingkungan Pemkab Tolikara tiga orang,dan juga diikuti tokoh masyarakat,tokoh pemuda,dan tokoh agama dan lainnya. (humas/don)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR


*