Industri Berbasis SDA Daerah Perlu Ditingkatkan

JAYAPURA – Saat ini diperlukan peningkatan pengembangan industri berbasis Sumber daya Aalam (SDA)  [ ... ]


1.500 ekor Labi-Labi Moncong Babi Dilepasliarkan

SENTANI - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dengan menggandeng pihak PT Freepor [ ... ]


Dewan : Di Sentani Timur Banyak Guru SD Malas

SENTANI - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jayapura Frangklin Wahey, S.Sos menemukan sejumlah guru di D [ ... ]


Jumat, 18 Mei 2012
Home Supiori
SUPIORI
MK Putuskan Pemilukada Tolikara Selasa Pekan Depan PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh redaksi binpa   
Kamis, 17 Mei 2012 22:07

Wenda : Semua Pihak Harus Bisa Menjaga Ketentraman di Tolikara

SUPIORI—Ketua Koalisi Parpol Pengusung Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tolikara Usman Wanimbo dan Amos Jikwa, Yotham Wenda meminta kepada seluruh masyarakat Tolikara di Tolikara maupun Jayapura agar tidak terprovokasi dengan isu-isu yang sementara berkembang di masyarakat. “Belum ada putusan yang final dari Mahakam Konstitusi, kami sangat berharap kepada semua komponen masyarakat Tolikara di Toilikara dan Jayapura agar tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang sengaja dihembuskan, oleh mereka yang tidak ingin melihat Tolikara damai,” tegas Yotham Wenda kepada media ini, Kamis (17/5) malam kemarin dari Jakarta via telephon.
Yotham menyebutkan masa Pemilukada Kabupaten Tolikara yang cukup panjang dan melelahkan, bahkan telah merenggut banyak korban jiwa di masyarakat Tolikara, kiranya tidak perlu dan tidak harus terjadi lagi.
“mari kita bersatu membangun Tolikara, telah banyak korban, ayah berpisah dari anak, anak jadi yatim piatu, keluarga bercerai berai, istri menjadi janda, harta benda hilang dan terbar, ini tidak usah terulang lagi,” pinta Yotham.

Selanjutnya...
 
«MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir»

halaman 1 dari 311

Editorial

Bual – Bualan Poli”Tikus”

Perdasus Pilgub masih menjadi pertentangan, masing – masing pihak bertahan dalam asumsi dan pandangan hukum masing – masing, yang menurut mereka adalah kebenaran dan atas nama rakyat, namun semuanya bermuara pada satu ajang perebutan kekuasaan demi mempertahankan kepentingan diri,  kelompok dan golongan masing – masing.
Konsekuensi dari pertentangan tersebut sudah pasti molornya pelaksanaan Pilgub di Provinsi Papua, dan sudah molor 8 bulan lamanya, tidak dapat dipungkiri akar masalah molornya itu adalah karena masih adanya pihak yang sangat berambisi untuk menjadi penguasa di atas Tanah Papua ini, demi obsesi pribadi dengan berlindung di balik nama hak warga negara, dengan memanfaatkan celah hukum dan kesemrawutan tata hukum di negara bernama Republik Indonesia ini.
Penafsiran – penafsiran hukum untuk serangkaian kosa kata yang jelas, terkadang dipelintir sedemikian rupa sehingga masyarakat dianggap tidak mengetahui apa niat dan maksud yang tersembunyi di balik itu semua.
Tapi it [ ... ]


Opini

ANEKSASI, POLITISASI DAN EKSPLORASI JARGON USANG TANPA DASAR

Anggota Kongres Amerika Serikat Eni Faleomavaega menegaskan pihaknya tidak mendukung kemerdekaan Papua, tetapi menyetujui otonomi khusus bagi provinsi itu sebagaimana Republik Indonesia memberlakukannya di Aceh. “Eni Faleomavaega, berharap pemberlakuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua secara serius dan konsisten oleh pemerintah RI,” demikian, dilaporkan anggota Kaukus DPR RI-AS Eva Kusuma Sundari dari Washington D.C. kepada ANTARA di Semarang, Kam [ ... ]


Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul