STIH Biak Buka Klinik Bantuan Hukum Mahasiswa

0
36

Biak – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Kabupaten Biak Numfor, Papua, membuka pos klinik bantuan hukum untuk membekali mahasiswa dalam mengaplikasi ilmu hukum dalam mendampingi masyarakat memperoleh keadilan.

Ketua penjamin mutu STIH Biak Muslim Lobubun, Kamis mengatakan, pembentukan klinik bantuan hukum mahasiswa sebagai bagian pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi yakni pendidikan akademik, penelitian serta pengabdian masyarakat.

“Tujuan lain dibentuknya Klinik bantuan hukum STIH untuk mendidik pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa dalam beracara di lembaga peradilan,” ujar Muslim Lobubun menanggapi pembentukan klinik bantuan hukum STIH.

Ia mengatakan, STIH sebagai perguruan tinggi swasta di Kabupaten Biak Numfor berkomitmen mendukung peningkatan tenaga sumber daya manusia khususnya mencetak calon praktisi hukum profesional.

Dia berharap, dengan dibentuknya klinik bantuan hukum STIH diharapkan keberadaan lembaga pendidikan tinggi swasta makin berkarya nyata di tenga masyarakat yang membutuhkan pendampingan untuk mencari keadilaan.

“Kehadiran klinik bantuan hukum STIH untuk meningkatkan peran dan kapasitas perguruan tinggi dalam penguatan program layanan hukum bagi pencari keadilan melalui kemitraan Klinik Bantuan Hukum Universitas,” ungkap advokat senior Biak.

Muslim mengakui, eksistensi lembaga pendidian tinggi swasta STIH hingga tahun akademik 2016/2017 telah menjadi perguruan tinggi swasta pilihan bagi lulusan SMA/SMK dan aparatur sipil negara hingga anggota TNI/Polri.

Sementara itu, guru besar Fakuktas Hukum Universitas Hasanuddin Makassar Prof Dr Andi Suryawan Mustari Pide mengakui, adanya rencana pembentukan klinik bantuan hukum STIH Biak sangat tepat untuk mendidik moral calon praktisi hukum di tanah Papua.

“Melalui penyediaan klinik bantuan hukum akan memberikan bekal pengetahuan khusus bagi setiap mahasiswa dalam memperaktekan ilmu pengetahuan hukum tentang beracara di lembaga peradilan dalam menangani kasus pidana atau perdata,” ujarnya.

Guru Besar Unhas Andi Suryawan berharap, adanya pembentukan klinik bantuan hukum mampu menjadikan eksistensi mahasiswa STIH lebih bermoral, integritas serta memiliki kompetensi ilmu hukum yang profesional.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR


*