Industri Berbasis SDA Daerah Perlu Ditingkatkan

JAYAPURA – Saat ini diperlukan peningkatan pengembangan industri berbasis Sumber daya Aalam (SDA)  [ ... ]


1.500 ekor Labi-Labi Moncong Babi Dilepasliarkan

SENTANI - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dengan menggandeng pihak PT Freepor [ ... ]


Dewan : Di Sentani Timur Banyak Guru SD Malas

SENTANI - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jayapura Frangklin Wahey, S.Sos menemukan sejumlah guru di D [ ... ]


Jumat, 18 Mei 2012
Home Sarmi
SARMI
Dishub Sarmi Diminta Segera Sikapi Persoalan Transportasi PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh redaksi binpa   
Selasa, 15 Mei 2012 21:17

SARMI -  Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Sarmi, Benny Imbiri dalam menyampaikan harapan masyarakat terkait persoalan transportasi darat di Kabupaten Sarmi hingga saat ini kepada Bintang Papua, Selasa (15/5) kemarin mengatakan, bahwa kepada pimpinan SKPD Dinas Perhubungan yang baru dilantik, agar bagaimana melakukan terobosan pertama dengan menyediakan sarana transportasi darat seperti angkutan kota dan pedesaan yang bisa mempermudah jangkauan masyarakat, seperti taksi ataupun mini bus.
“Pemerintah Daerah Kabupaten Sarmi melalui Dinas Perhubungan sudah harus menyediakan sarana transportasi yang dimaksud, sehingga masyarakat yang hendak berpergian dari kampung ke kota maupun yang dikota yang hendak berpergian ke pasar merasa mudah,” tuturnya.
Menurutnya,  memasuki periode kedua yang hampir kurang lebih dua belas tahun, di Sarmi tidak ada taksi (angkutan kota), dan ini membuat masyarakat resah.
Contoh konkritnya adalah apabila seorang ibu yang dari kampung ke pasar di kota dengan membawa jualannya dengan membayar ojek misalnya 50 sampai 150 ribu,tapi dari hasil jualannya tidak mencukupi bahkan kurang sekali dari uang yang digunakan untuk membayar ojek,akibatnya tidak bisa membeli kebutuhan rumah tangga seperti beras, garam, vetsin, minyak goreng, dan lain sebagainya.

Selanjutnya...
 
«MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir»

halaman 1 dari 287

Editorial

Bual – Bualan Poli”Tikus”

Perdasus Pilgub masih menjadi pertentangan, masing – masing pihak bertahan dalam asumsi dan pandangan hukum masing – masing, yang menurut mereka adalah kebenaran dan atas nama rakyat, namun semuanya bermuara pada satu ajang perebutan kekuasaan demi mempertahankan kepentingan diri,  kelompok dan golongan masing – masing.
Konsekuensi dari pertentangan tersebut sudah pasti molornya pelaksanaan Pilgub di Provinsi Papua, dan sudah molor 8 bulan lamanya, tidak dapat dipungkiri akar masalah molornya itu adalah karena masih adanya pihak yang sangat berambisi untuk menjadi penguasa di atas Tanah Papua ini, demi obsesi pribadi dengan berlindung di balik nama hak warga negara, dengan memanfaatkan celah hukum dan kesemrawutan tata hukum di negara bernama Republik Indonesia ini.
Penafsiran – penafsiran hukum untuk serangkaian kosa kata yang jelas, terkadang dipelintir sedemikian rupa sehingga masyarakat dianggap tidak mengetahui apa niat dan maksud yang tersembunyi di balik itu semua.
Tapi it [ ... ]


Opini

ANEKSASI, POLITISASI DAN EKSPLORASI JARGON USANG TANPA DASAR

Anggota Kongres Amerika Serikat Eni Faleomavaega menegaskan pihaknya tidak mendukung kemerdekaan Papua, tetapi menyetujui otonomi khusus bagi provinsi itu sebagaimana Republik Indonesia memberlakukannya di Aceh. “Eni Faleomavaega, berharap pemberlakuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua secara serius dan konsisten oleh pemerintah RI,” demikian, dilaporkan anggota Kaukus DPR RI-AS Eva Kusuma Sundari dari Washington D.C. kepada ANTARA di Semarang, Kam [ ... ]


Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul