Rakyat Tolikara Dukung Jhon  Kembali Maju

0
362

Statemen Penolakan John Tabo Dinilai Sebagai Provokasi

 foto: Tampak massa pendukung Jhon Tabo pada acara syukuran di   Post 7 Sentani (ecius/Binpa)
foto: Tampak massa pendukung Jhon Tabo pada acara syukuran di   Post 7 Sentani (ecius/Binpa)

SENTANI-Masyarakat  Kota Jayapura mendukung  Jhon Tabo maju calon Bupati pada pemilihan serentak yang berlansung pada bulan Februari 2017 mendatang. Dukungan masyarat tersebut ditanda dengan acara syukuran bakar batu di post 7 Sentani

Ketua Tim Sukses Patinus  Wanimbo menyatakan,  dukungan  dari partai politik sudah  siap, kini kita menunggu tanggal main sehingga rakyat tetap mendukung dalam doa.

Wanimbo menyatakan hasil survei masing-masing partai politik Jhon Tabo adalah sosok pemimpin yang pemerhati  pembangunan Tolikara, sehingga pertarungan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah  besok tetap merai kemengan.

Ia menyatakan berita Bintang Papua tetang penolakan  Jhon Tabo maju kembali itu hanya provokator saja. “Karena karmin itukan pendukungnya Usman tapi usman tidak ada perhatian jadi berita itu tidak  pengaru kepada masyarakat Tolikara,”ucapnya

“Kalau Partai pemang  meminta menjadi wakil bupati berarti jelas-jelas kita ambil dari partai pemenang, tetapi kalau kita ambil kader maka Lenas Gire atau Barnabas Weya  jadi wakil Bupati di Tolikara,”kata dia

Sementara itu, Calon Wakil Bupati Lenas Gire menyatakan semua calon Bupati adalah putra terbaik Tolikara dan kami tidak mau korbankan rakyat dan rakyat sudah menilai kami sehingga saatnya untuk Jhon Tabo pimpin. “Kami buat syukuran ini Beliau minta saya melengkapi berkas-berkas dan berkas tersebut sudah tiba di tangan Jhon Tabo sehingga kami adakan acara syukuran,”kata Lenas.

Wakil Ketua Partai Hanura Provinsi Papua  Wekis Wenda menyatakan masyarat Tolikara sangat merindukan Jhon Tabo sehingga  pemilihan besok dengan optimis tetap menang karena melihat dukungan dari masyarakat dari duluh hingga sekarang masih kuat, “Jhon Tabo adalah Pilihan Rakyat,”kata dia

“Jhon tetap menang karena dukung partai politik sudah kuat apalagi masa itu lebih parah untuk itu ia meminta semua calon bupati yang maju pada Februari mendatang harus berpolitik  sehat,”  Kata Mantan Ketua Panwas Tolikara Yakobus Kogoya.

Kepala Suku Tawingga Bembok menyatakan  Jhon Lenas bisa membangun Tolikara lebih mandiri dan sejahtera oleh karena itu masyarakat Distrik Kanggime tetap mendukung Tabo Gire ,sebab kepemimpin Usman dan Amos  pembangunan Tolikara sudah sarang laba-laba dan rakyat pun menderita sangat luar biasa.

Statemen Penolakan John Tabo Dinilai Sebagai Provokasi///

Sementara itu, Statamen yang dikeluarkan salah satu tokoh masyarakat asal Tolikara, Karmin Jikwa (Bintang Papua, edisi Jumat (19/8), mendapat tanggapan keras dari sejumlah elemen masyarakat asal Tolikara.

Sekedar diketahui, bahwa Karmin Yikwa menyatakan bahwa masyarakat Kabupaten Tolikara menolak keras John Tabo mencalonkan diri sebagai Bupati dalam Pilkada serentak yang akan berlangsung pada bulan Februari, 2017 mendatang.

Sejumlah elemen masyarakat pegunungan tengah papua, terutama dari Kabupaten Tolikara, saat bertandang ke redaksi Bintang Papua, Minggu (21/8) menyatakan bahwa, apa yang diungkapkan Karmin Yikwa tersebut sebagai upaya memprofokasi dan tidak ada dasarnya.

Sejumlah elemen masyarakat pegunungan tengah Papua tersebut, masing-masing Andi Kogoya (perwakilan intelektual Tolikara), Paulus Kogoya (kepala suku wilayah pegunungan tengah di Jayapura),  Esap Bogom (Kepala Suku Kabupaten Tolikara), Kriston Yikwa (Tokoh Pemuda Tolikara), Ruben Yanengga (Tokoh Agama Tolikara) dan Koge Yikwa (perwakilan mahasiswa asal Tolikara), dan sejumlah tokoh lainnya.

“Kami melihat saudara karmin dan beberapa orang yang melatarbelakangi dia, bahwa ini dia ada memprofokasi masyarakat Kabupaten Tolikara,” ungkap Andi Kogoya.

Dikatakan, masyarakat Tolikara tidak pernah memberi keterangan pers atau melakukan deklarasi tentang penolakan. “Itu tidak ada buktinya. Dan gambar itu sudah kadaluarsa. Dia buat itu dimana, kapan, itu tidak jelas,” ungkapnya.

Dikatakan juga, bahwa pihaknya bersama semua komponen masyarakat menginginkan Pilkada serentak di Kabupaten Tolikara mendatang dapat berlangsung baik dan bertanggungjawab.

“Itu kita lakukan dan kita akan dorong bersama. Tidak ada yang mau Pilkada jadi konflik di Tolikara,” tegasnya.

Sehingga, menurutnya, Pilkada serentak nanti  dapat menghasilkan pemimpin yang  mengayomi seluruh elemen masyarakat, dan pemimpin yang mempunyai wawasan nusantara.

Proses menuju Pilkada yang ada sekarang, menurutnya sedang bersjalan dan dengan situasi dan kondisi yang baik dan aman. Sehingga ia meminta untuk tidak ada pihak-pihak yang berupaya memprofokasi situasi. “Jangan memprofokasi siatuasi,” tegasnya lagi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Suku Wilayah Pegunungan Tengah Papua di Jayapura, Paus Kogoya menegaskan hal senada, bahwa apa yang diungkapkan Karmin Jikwa tidak benar.

“Rakyat sendiri banyak yang datang kepada saya untuk mengadu bahwa berita ini tidak benar,” tegasnya.

Karena, menurutnya, semua anak daerah, siapapun yang maju untuk Kabupaten Tolikara, termasuk John Tabo yang juga sebagai anak daerah atau anak Tolikara punya hak untuk mencalonkan diri sebagai calon Bupati Tolikara pada Pilkada serentak mendatang.

“Masing-masing punya hak untuk maju. Hak mereka ini kita jaga. Siapapun yang terpilih jadi bupati itu tergantung masyarakat,” ujarnya.

Dikatakan, proses menuju Pilkada masih dalam tahapan-tahapan verifikasi partai dan belum ada deklarasi untuk pencalonan.

“Kalau memang terjadi penolakan itu dari segi mana, memang  saya juga tidak terima hal ini, karena ini profokasi. Ini sifatnya memprofokasi dan membangun konflik yang tidak baik,” ungkapnya.

Ia pun mengimbau kepada semua masyarakat dan tokoh masyarakat Tolikara, baik yang ada di Tolikara maupun dimanapun dia berada, semuanya untuk menahan diri dan diajak melihat rakyat.

“Rakyat jalan kemana ikuti mereka. Tidak boleh yang sudah pintar memprofokasi masyarakat untuk membuat profokasi mereka untuk perang, membangun konflik dan segala macam,” tandasnya lagi.

“Semua kembali kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat  dan pemerintah. Jadi saya minta tidak boleh terulang hal seperti ini (profokasi). Biarkan mereka jalan. Semua berhak untuk mendaftar untuk dipilih menjadi bupati. Karena masyarakat ada mata, ada telinga,” tuturnya.

Sementara itu, Ruben Yanengga selaku Tokoh Agama Tolikara, mengungkapkan bahwa pihaknya selaku unsur gereja juga mengimbau agar masalah Pilkada untuk diserahkan kepada rakyat dan mekanisme yang berlaku.

“Kami di pihak gereja, kami tidak mau ada kerusakan di Kabupaten Tolikara. Kasih kesempatan kepada masyarakat, masyarakat sendiri pilih, masyarakat sendiri jalan,” ungkapnya masih dalam kesempatan bersama sejumlah elemen masyarakat Tolikara di kantor Redaksi Bintang Papua, kemarin.

Ditegaskan, bahwa jangan hanya kepentingan satu atau dua orang, mengakibatkan Tolikara hancur.

“Kami tidak mau. Kami gereja mau pulihkan kembali jalannya Pilkada ini. Ini langkah-langkah untuk ikuti aturan itu dengan baik,” ungkapnya.

Dikatakan, bahwa pihaknya mengiginkan adanya kedamaian, keamanan dan ketentraman di tengah masyarakat Tolikara.

“Kami dari gereja tolong, tolong apapun yang mereka buat ini harus kasih yang baik, supaya pihak manapun puas,” harapnya.(ek/aj/don)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR


*