Pratinjau Atletico Madrid vs Bayern Munich

0
14

Bertahan dan Menyerang Membosankan

LONDON – Pertahanan kuat Atletico Madrid dan permainan menyerang Bayern Munich akan sama-sama mendapat ujian berat pada laga semifinal leg pertama Liga Champions. Pertandingan nanti akan berlangsung di Vicente Calderon, Kamis (28/4/2016) dinihari WIB. Seperti yang kita tahu, Atletico hanya kalah dua kali sepanjang musim ini di segala kompetisi (29 pertandingan) jika mereka bermain di kandang.

Selain itu juga pertahanan kokoh Atletico membuat mereka hanya kebobolan lima kali di Liga Champions musim ini. Berkebalikan dengan Atletico, Bayern adalah kesebelasan yang paling subur di Liga Champions dengan 28 gol dari 10 pertandingan yang sudah mereka mainkan.

Pelatih Bayern asal Spanyol, Pep Guardiola, memuji Atletico sebagai kesebelasan besar di Spanyol. “Pencapaian terbesar untuk Atletico adalah sekarang mereka sudah bisa dibandingkan dengan Barcelona dan Real Madrid,” kata Guardiola.

“Atletico memiliki hati yang besar dan mental yang sangat bagus. Ini adalah tim yang sangat top. Mereka sangat, sangat berbahaya. Saya sangat tahu seberapa spesialnya tim Atletico dan determinasi dalam permainan mereka,” tutup mantan pelatih Barcelona ini seperti dikutip dari BBC.

Tidak heran Guardiola berkata demikian, karena sampai saat ini poin Atletico dan Barcelona berjumlah sama di La Liga Spanyol, sementara Real Madrid berada di bawah mereka dengan perbedaan satu poin.

 Berbeda gaya

Di atas kertas, pertandingan dini hari nanti akan berlangsung dengan seimbang. Tapi mungkin akan banyak mengingatkan kita pada pertandingan Atletico melawan Barcelona di perempatfinal leg kedua.”Ini akan menjadi pertandingan yang seimbang,” kata gelandang Bayern, Xabi Alonso.

“Pertahanan mereka jelas kekuatan utama mereka, tapi tidak hanya itu. Atletico tahu bagaimana cara memainkan sepakbola dan mereka sangat berbahaya dalam penyerangan. Mereka memenangkan penguasaan bola dengan pressing yang agresif dan mereka memainkan bola dengan sangat direct, cepat, dan vertikal menuju ke gawang. Kami harus pintar [dalam menghadapi cara bermain Atletico].”

Sejak ditangani Diego Simeone, Atletico memang sudah menjelma menjadi salah satu kesebelasan yang paling sulit ditaklukkan.Mereka adalah tipikal kesebelasan yang sangat solid dalam bertahan namun mematikan dalam serangan balik cepat, persis seperti yang Xabi jelaskan.

Atletico baru kebobolan 26 gol dari 51 pertandingan mereka di segala kompetisi di musim ini. Mereka juga baru kebobolan lebih dari dua gol dalam satu pertandingan hanya sebanyak satu kali, yaitu saat mereka disingkirkan secara mengejutkan oleh Celta de Vigo dari perempatfinal Copa del Rey.”Anda dapat memainkan sepakbola dengan berbagai gaya permainan.Bayern memiliki gaya mereka sendiri, begitupun kami,” kata gelandang Atletico Augusto Fernandez.

“Kami bermain untuk menang di setiap laga, dan akan semakin mudah bagi kami (untuk mencapai kemenangan tersebut) jika kami tidak kebobolan,” sambungnya.

Bermain di Vicente Calderon juga akan membuat atmosfer pertandingan lebih memihak kepada Atletico. Ini yang membuat bayern harus tetap fokus, apalagi jika mereka terlalu terlena karena terus-menerus menyerang.Guardiola pastinya sudah belajar banyak dari pertandingan perempatfinal yang membuat Barcelona tersingkir.

Bekerja Ekstra Keras

Simeone pastinya sedang kepusingan sekarang. Salah satu pemain andalannya di lini belakang, Diego Godin, diperkirakan harus absen karena cedera otot hamstring. “Saya mengharapkan pertandingan yang sulit melawan kesebelasan dengan kemampuan penyerangan yang potensial, melawan seorang pelatih yang bisa melakukan perubahan dari pertandingan ke pertandingan,” kata Simeone dikutip dari detikSPort.
“Kami memiliki pelatih dan pemain dengan karakteristik yang berbeda.Tapi dalam sebuah peperangan, pemenang bukan ditentukan dengan jumlah prajurit, melainkan pihak mana yang bisa menggunakan prajuritnya dengan lebih baik.”

Pelatih asal Argentina ini sepertinya menganggap jika ia bisa “menggunakan prajuritnya dengan lebih baik” yaitu dengan permainan menekan, mencuri satu gol, untuk kemudian bertahan dan mengandalkan serangan balik. Persis seperti yang ia lakukan saat menyingkirkan Barca yang permainannya 11-12 dengan Bayern.

Namun tanpa Godin dan juga Tiago, Simeone praktis hanya bisa mengandalkan duet bek tengah Jose Maria Gimenez dan Lucas Hernandez yang masih muda. Ini kemungkinan besar akan membuat penjaga gawang mereka, Jan Oblak, bekerja ekstra keras terutama saat menghadapi Robert Lewandowski dan Thomas Mueller yang keduanya sudah mencetak gol lebih banyak dari satu kesebelasan Atletico di Liga Champions musim ini.

Sementara di lini depan, Simeone bisa kembali mengandalkan Fernando Torres untuk berduet bersama dengan Antoine Griezmann.

Ketat Diawal

Kedua kesebelasan ini hanya pernah bertemu di final Piala Eropa (Liga Champions) 1974.Saat itu Bayern berhasil memenangkan Piala Eropa pertama mereka.Atletico sendiri belum pernah berhasil menjuarai “Si Kuping Besar”. Saat terdekat mereka adalah pada final 2014 saat mereka kalah dari Real Madrid, di musim yang sama ketika mereka menjuarai La Liga dengan mengejutkannya.

Bayern memang salah satu kesebelasan raksasa di Eropa, tapi Atletico adalah kesebelasan yang tidak pernah membuat kita berhenti mengagumi mereka.Bayern sendiri harus kehilangan beberapa bek mereka (Jerome Boateng dan Holger badstuber) karena cedera, ini bisa menjadi masalah serius ketika mereka harus menghadapi kecepatan penyerangan Atletico.

Guardiola biasa memainkan Juan Bernat dan Philipp Lahm sebagai bek sayap, kemudian Javier Martinez dan David Alaba sebagai bek tengah di Liga Champions. Mereka semua bukan lah pemain bertahan murni, ini juga yang menjadikan mereka bisa mengolah bola dari belakang dan menyerang dengan baik.

Namun saat menghadapi Atletico, Guardiola mungkin akan melakukan sedikit perubahan. Ia bisa saja mengandalkan Joshua Kimmich atau Serdar Tasci sebagai bek tengah jika tidak ingin direpotkan oleh serangan balik Atletico. Begitu juga Lahm yang berpotensi akan kalah cepat dengan para pemain sayap Atleti.

Pertandingan nanti hampir dipastikan akan lebih ketat di awal ketika Atletico akan menekan Bayern sampai ke wilayah pertahanan mereka sendiri. Jika pressing ini berhasil membuat satu gol untuk Atletico, setelah itu baru mereka akan bermain lebih defensif dan mengandalkan serangan balik.

Sementara Bayern yang harus kehilangan Arjen Robben karena cedera, jangan sampai terlalu terlena dalam menyerang jika mereka tidak mau bernasib sama dengan Barcelona. Hal ini akan menjadi pelajaran berharga karena Atletico akan jauh bermain lebih membahayakan ketika menghadapi kesebelasan yang bertipe menyerang seperti Bayern.(binpa/ari)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR


*