Pengusaha Keerom Juga Anggap LPSE Formalitas

0
13

KEEROM – Giliran dari pengusaha yang mengeluhkan terkait Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemda Kabupaten Keerom yang dianggapnya hanya formalitas.Hal itu setelah beberapa waktu lalu Ketua Gapensi Kabupaten Keerom, Yusak Apnawas mengatakan hal yang sama.Yang mana, sejumlah proyek yang dimasukkan melalui LPSE Pemda Kabupaten Keerom hanya formalitas saja. Karena pekerjaan yang ada dilakukan dengan sistem tunjuk.

Yakni, Donatus Sadifun, yang salah satu pengusaha Keerom, yang mengatakan hal tersebut.“Jadi benar apa yang dikatakan Ketua Gapensi Kabupaten Keerom, bahwa proyek- proyek yang dimasukka ke LPSE Kabupaten Keerom hanya formalitas saja dan proyek dilakukan dengan sistem tunjuk,” ujar Donatus Sadifun, kepada Bintang Papua melalui telepon selulernya, Rabu (25/5) kemarin.Dikatakan, dirinya sebagai pengusaha Keerom sejak Tahun 2007 dibawah naungan Gapensi tetapi tidak pernah mendapatkan proyek melalui Gapensi Keerom.

Dikatakan, pihaknya hanya mencari proyek di SKPD-SKPD di lingkungan Pemda Keerom.Padahal menurutnya, sebagai pengusaha, kontraktor di bidang jasa fisik dan pengadaan adalah mitra dari Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom, ternyata pengusaha Keerom hanya mendapat proyek GEL (Golongan Ekonomi Lemah) dan pengusaha dari luar Keerom yang mendapat bekerjaan yang besar.

“Habis kerja uang dibawa keluar, sehingga Pengusaha Keerom menjadi penonton,” jelasnya.Ia pun sangat berharap agar Ketua Gapensi Kabupaten Keerom, yang juga sebagai Anggota DPRD Keerom agar benar-benar memperjuangkan nasib pengusaha demi anggota Gapensi.“Kerana setiap tahun anggota Gapensi membayar pajak maupun Kartu Tanda Anggota (KTA), tapi tidak mendapatkan pekerjaan. Jangan perjuangan untuk pribadi,” ungkap Donatus Sadipun.

Dijelaskan, jika diikuti jalanya sebuah organisasi himpunan pengusaha atau Gapensi, Ardin, Kadin dan lain sebagainya, setiap tahun pengusaha mendaftarkan diri untuk mendapatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai persyaratan untuk mendapatkan perkerjaan, dengan membayar mencapai Rp. 2 juta hingga Rp 3 juta.Tapi kenyataan di lapangan, menurut Donatus Sadipun,  meski telah mengikuti lelang di LPSE dengan peryaratan lengkap, tapi perusahaan yang lain yang tidak lengkap dinyatakan lolos.“Hal itu terjadi di Tahun 2014 lalu, kami menang dalam tender, tapi perusahaan lain yang tidak lengkap dinyatakan lolos. Makanya kami juga menganggap pelelangan melalui LPSE hanya formalitas saja,” pungkasnya. (rhy/aj)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR


*