Pemkot Palu Tetapkan Masa Tanggap Darurat Bencana

0
8
Foto: Banjir di Palu. (ist)
Foto: Banjir di Palu. (ist)

PALU – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah, menetapkan 11-18 Oktober 2016 sebagai masa tanggap darurat bencana sehubungan dengan banjir yang melanda beberapa wilayah kecamatan.

Wali Kota Palu, Hidayat mengatakan, pihaknya menetapkan tanggap darurat bencana dikarenakan adanya bencana banjir bandang yang menimpa beberapa wilayah Kota Palu yang perlu menjadi perhatian masyarakat.

Banjir dan banjir bandang terjadi di Kecamatan Ulujadi khususnya di Kelurahan Tipo, Silae dan Watusampu, di Kecamatan Tavaeli yang meliputi Kelurahan Baiya, Pantoloan Boya dan Pantoloan, serta di Kecamatan Mantikulore terutama di Kelurahan Tondo dan Kelurahan Layani.

Bencana tersebut kata dia, telah mengakibatkan kehidupan masyarakat terganggu sebab banyak rumah warga terendam lumpur, dan banjir merusak jalan, jembatan, dan jaringan air bersih.

“Mengacu pada kondisi ini maka kami menilai perlu dikeluarkan atau dinyatakan darurat bencana, yang diharapkan masyarakat harus waspada dengan situasi cuaca akhir-akhir ini,” ujarnya, Jumat (14/10).

Ia menambahkan, penetapan darurat bencana berupa bencana alam, berlandaskan pada hasil kajian dan analisis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, serta SKPD teknis lainnya.

Dilansir okezone Hidayat mengatakan Pemkot Palu akan melakukan pembenahan dan pembersihan terhadap kerusakan infastruktur, serta peemukiman dan lingkungan masyarakat sesuai dengan waktu tanggap darurat yang telah ditetapkan.

Jika sampai dengan waktu yang telah ditentukan pembenahan belum rampung atau belum terselesaikan, maka tanggap darurat akan diperpanjang tujuh hari berikutnya.(binpa/tis)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR


*