Pasar Mama Papua Butuh Manajemen Moderen

0
12

Manokwari- Pengelolaan pasar khusus mama-mama Papua di samping pasar Sanggeng, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, membutuhkan manajemen moderen.

Koordinator Jaringan Kerja Hak Asasi Manusia (HAM) Perempuan Papua wilayah Papua Barat Edison Baransano di Manokwari, Selasa, mengatakan tugas pemerintah daerah belum selesai dalam membina dan memberdayakan mama Papua melalui sektor usaha perdagangan.

“Dari sisi fisik memang bangunan sudah berdiri dan pembagian los pasar pun sudah dilakukan. Namun ini belum cukup, yang juga menjadi begian yang sangat penting adalah bagaimana pasar ini dikelola agar bisa memberi manfaat yang lebih besar kepada mama-mama Papua,” katanya.

Dia menyebutkan, persoalan di pasar sangat kompleks. Bukan tidak mungkin hal tersebut terjadi di pasar ini, mengingat setiap pedagang memiliki latar belakang dan cara berfikir yang saling berbeda.

Mengantisipasi agar persoalan tersebut tidak memuncak dan berdampak pada stabilitas aktivitas pasar, katanya, pemerintah harus bergerak lebih cepat membaca setiap persoalan pasar. Petugas dinas dituntut untuk bekerja lebih aktif dan pandai melakukan pendekatan dengan para pedagang.

“Seperti pembagian los yang dilakukan hari ini, persoalan tidak akan terjadi jika petugas mendata pedagang secara baik. Ada mama-mama yang sudah berjualan hampir 15 tahun tapi mereka tidak kebagian los, justru yang belum lama malah dapat,” ujarnya.

Menurut dia, ada beberapa hal yang harus diketahui dan disikapi secara serius antara lain, menyangkut modal usaha. Sebagian besar mama-mama Papua yang berdagang sayur di pasar khusus tersebut memiliki modal sangat kecil.

“Jika hasil penjualan tidak stabil, mereka bisa gulung tikar karena merugi, dan akhirnya mereka menjual los kepada orang lain. Ini akan menjadi persoalan,” katanya.

Selain sebagai pusat perputaran uang, Edison berharap, pasar khusus ini menjadi wadah pembinaan bagi mama – mama Papua. Ia menyadari kemampuan pemerintah daerah terutama Dinas Perindustrian dan Perdagangan terbatas untuk mengoptimalkan pelayanan.

Ia menyarankan, pemerintah daerah merangkul lembaga sosial masyarakat agar beban berkurang. Di sisi lain ia berharap beberapa SKPD terkait terlibat secara sinergis dalam mengembangkan usaha mikro. “Seperti Dinas Pertanian, Badan Pemberdayaan Perempuan, Dinas Perikanan dan beberapa SKPD terkait lainya. Mereka harus bekerja secara sinergis, karena jika kita mengharap Perindagkop tidak akan mampu, sebab kemampuan dan kewenanganya terbatas,” ujarnya.

Dia menambahkan, sejumlah fasilitas masih harus dilengkapi di pasar khusus tersebut. Antara lain fasilitas air bersih dan fasilitas keamanan.

Edison berharap, seluruh fasilitas ini segera dilengkapi agar pedagang menjalankan aktivitas jual beli dengan nyaman. (ant/don)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR


*