Papua Barat Targetkan Bebas Malaria 2030

0
13

Manokwari – Pemerintah Provinsi Papua Barat menargetkan daerah tersebut terbebas dari penyakit malaria pada tahun 2030 mendatang.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Papua Barat Victor Eka Nugraha di Manokwari, Jumat, mengatakan, Program Keluarga Bebas (Kebas) malaria yang dilaksanakan, terus mendapat dukungan dari sejumlah lembaga, baik pemerintah maupun nonpemerintah.

Selain Kementerian Kesehatan, Gerakan Kebas Malaria pun mendapat dukungan dari British Petrolium LNG Tangguh, Tim Penggerak PKK dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Belum gerakan ini pun memperoleh dukungan dari Unicef dan Kompak.

“Dukungan yang diberikan Unicef dan Kompak diberikan secara teknis dan finansial untuk akselerasi modeling Kebas Malaria di beberapa daerah Papua Barat. Terima kasih kepada seluruh lembaga yang sudah mendukung gerakan ini, termasuk media massa,” kata Victor.

Dia menjelaskan, gagasan Kebas Malaria saat ini sedang dikonkritkan melalui upaya-upaya yang lebih nyata, melalui penyusunan pedoman, petunjuk teknis, modul pelatihan, instrumen monitoring serta pengembangan media KIE yang bersifat lokal.

Menurut dia, sejak digulirkan pada awal Juni 2016 oleh enam orang alumni Australia Awards Indonesia yang mengikuti Malaria Shortcourse di Melbourne pada bulan Mei 2016 gagasan Kebas Malaria pada awal Juni 2016 terus memperoleh dukungan.

Program ini telah bergulir secara perlahan menjadi sebuah gerakan kesadaran masyarakat. Bahwa Papua Barat masih menghadapi ancaman akibat malaria, khususnya bagi kelompok rentan, yaitu ibu hamil, bayi dan anak.

“Mimpi kita bersama adalah Papua Barat terbebas dari malaria pada tahun 2030. Mendatang. Bahkan kalau bisa sebelum tahun itu, malaria tinggal kenangan, karena malaria sudah bisa dieliminasi sejak sekarang,” ujarnya.

Gema Kebas Malaria terus didengungkan melalui lagu atau yel Kebas Malaria agar masyarakat mudah mengingat apa yang menjadi pesan utamanya dalam gerakan ini.

Yel kebas malaria dicipta dengan nada lagu A Ram Sam Sam dari Maroko. Yel Kebas Malaria ini telah menyemangati anak-anak di Distrik Testega, Kabupaten Pegunungan Arfak saat Tim Pelayanan Kesehatan Berbasis Masyarakat Dinkes Papua Barat melakukan pelayanan kesehatan di daerah itu.

“Dua pekan lalu, lagu Kebas Malaria digaungkan dari Ketinggian Pegunungan Arfak. Besok, (8 Oktober 2016), akan kita gaungkan di kepulauan Ayau Raja Ampat,” katanya.(ant/don)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR


*