Papua Barat Bersiap Jadi Pemasok Daging Sapi

0
7172
/2016_06_16_IKLAN-BINPA-ramadhan
2016_06_06_IKLAN IMG-20160605-WA0001

MANOKWARI  – Provinsi Papua Barat menyiapkan diri untuk menjadi daerah pemasok daging sapi untuk memenuhi kebutuhan daging ke seluruh wilayah di Indonesia.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Peternakan Papua Barat Hendrikus Fatem, mengatakan bahwa Papua Barat memiliki padang gembala yang cukup luas di tiga lokasi, yakni Padang Gembala Bomberai di wilayah Kabupaten Fakfak, Sorong, dan Tambrauw.

Dia menyebutkan, tiga lokasi itu mampu menampung ratusan ribu ekor ternak sapi. Seluruhnya, saat ini sudah terisi dan akan terus dikembangkan.

Menurut dia, tahun ini Papua Barat akan mendapat bantuan 3.000 ekor sapi dari Kementerian Pertanian. Diperkirakan pada Juni mendatang sapi indukan itu sudah dikirim ke daerah tersebut.

“Sapi indukan jenis Brahman cross awalnya akan didatangkan dari Australia, namun karena stok kurang sehingga kemungkinan akan didatangkan dari beberapa negara lain,” kata dia lagi.

Sebanyak 3.000 ekor sapi itu akan dilepas di padang penggembalaan Fakfak dan Sorong, 2.000 ekor untuk Fakfak, dan sisanya untuk Sorong.

Gubernur Papua Barat Abraham O Atururi sebelumnya mengatakan, peningkatan jumlah populasi sapi potong di Papua Barat mencapai 17,47 persen.

Menurutnya, peningkatan populasi sapi Papua Barat tertinggi di Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik, kata Gubernur, populasi sapi pada tahun 2012 mencapai 29.000 ekor. Peningkatan terus terjadi hingga akhir 2015 yang mencapai 62.000 ekor.

Pada sisi lain, lanjutnya, Papua Barat memiliki padang penggembalaan terbesar di Indonesia. Luas lahan penggembalaan sapi yang dikembangkan Fakfak mencapai 3.300 hektare.

Belum lagi ladang penggembalaan di Kabupaten Sorong dan Tambrauw. Pada tiga lokasi ini, rumputnya tumbuh subur.

“Rumput pakan ternak Bracharia humicoides dari Darwin Australia, serta rumput Bracaria decumbens dari padang rumput Damanganatas Sumatera Barat di Bomberai sudah menyerupai padang ranch sapi potong di Darwin, Autralia,” ujar Gubernur lagi. (ant/tis)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR