Industri Berbasis SDA Daerah Perlu Ditingkatkan

JAYAPURA – Saat ini diperlukan peningkatan pengembangan industri berbasis Sumber daya Aalam (SDA)  [ ... ]


1.500 ekor Labi-Labi Moncong Babi Dilepasliarkan

SENTANI - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dengan menggandeng pihak PT Freepor [ ... ]


Dewan : Di Sentani Timur Banyak Guru SD Malas

SENTANI - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jayapura Frangklin Wahey, S.Sos menemukan sejumlah guru di D [ ... ]


Jumat, 18 Mei 2012
Home Papua Barat
PAPUA BARAT
Masyarakat Adat Harus Sikapi PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh redaksi binpa   
Kamis, 17 Mei 2012 21:59

MANOKWARI - Perusahaan Multi Nasional yang bergabung dalam LNG Tangguh di kawasan Teluk Bintuni-Propinsi Papua Barat telah menyampaikan pengumuman resmi tentang Rencana Kegiatan Pengembangan Fasilitas Tangguh LNG. BP Berau Ltd [BP Berau] sebagai operator fasilitas Tangguh LNG yang saat ini berlokasi di Kabupaten Teluk Bintuni, Propinsi Papua Barat dengan memiliki fasilitas meliputi 2 [dua] train beserta fasilitas pendukungnya, termasuk anjungan lepas pantai, sumur produksi gas dan jaringan perpipaan bawah laut.
Sehingga untuk meningkatkan kapasitas produksi dari Tangguh LNG, maka BP Berau dan mitra usahanya sedang merencanakan untuk melakukan pengembangan fasilitas Tangguh LNG yang meliputi pembangunan Kilang LNG Train 3, dan tran tersebut dimaksudkan untuk mengakomodir pasokan gas dari lapangan-lapangan yang berada di Teluk Berau-Bintuni di Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Teluk Bintuni.
Hal itu disampaikan Direktur Eksekuti LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy, SH kepada wartawan kemarin.
“Sebagai Pekerja Hak Asasi Manusia dan Direktur LP3BH Manokwari, saya menghimbau masyarakat adat di kawasan Teluk Berau, baik yang berada di wilayah Kabupaten Fakfak maupun Kabupaten Teluk Bintuni agar segera menyimak dengan baik isi pengumuman tersebut dan dalam 10 hari kerja ke depan harus segera memberikan tanggapan, saran dan/atau masukan terhadap rencana kerja tersebut,” tegasnya.

Selanjutnya...
 
«MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir»

halaman 1 dari 868

Editorial

Bual – Bualan Poli”Tikus”

Perdasus Pilgub masih menjadi pertentangan, masing – masing pihak bertahan dalam asumsi dan pandangan hukum masing – masing, yang menurut mereka adalah kebenaran dan atas nama rakyat, namun semuanya bermuara pada satu ajang perebutan kekuasaan demi mempertahankan kepentingan diri,  kelompok dan golongan masing – masing.
Konsekuensi dari pertentangan tersebut sudah pasti molornya pelaksanaan Pilgub di Provinsi Papua, dan sudah molor 8 bulan lamanya, tidak dapat dipungkiri akar masalah molornya itu adalah karena masih adanya pihak yang sangat berambisi untuk menjadi penguasa di atas Tanah Papua ini, demi obsesi pribadi dengan berlindung di balik nama hak warga negara, dengan memanfaatkan celah hukum dan kesemrawutan tata hukum di negara bernama Republik Indonesia ini.
Penafsiran – penafsiran hukum untuk serangkaian kosa kata yang jelas, terkadang dipelintir sedemikian rupa sehingga masyarakat dianggap tidak mengetahui apa niat dan maksud yang tersembunyi di balik itu semua.
Tapi it [ ... ]


Opini

ANEKSASI, POLITISASI DAN EKSPLORASI JARGON USANG TANPA DASAR

Anggota Kongres Amerika Serikat Eni Faleomavaega menegaskan pihaknya tidak mendukung kemerdekaan Papua, tetapi menyetujui otonomi khusus bagi provinsi itu sebagaimana Republik Indonesia memberlakukannya di Aceh. “Eni Faleomavaega, berharap pemberlakuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua secara serius dan konsisten oleh pemerintah RI,” demikian, dilaporkan anggota Kaukus DPR RI-AS Eva Kusuma Sundari dari Washington D.C. kepada ANTARA di Semarang, Kam [ ... ]


Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul