Orang Mabuk Masuk Kelas, Siswa SMA Tolikara Ricu

0
145
foto: Tampak puluhan siswa sedang mendengar arahan dari anggota Polres Tolikara (ecius/Binpa)
foto: Tampak puluhan siswa sedang mendengar arahan dari anggota Polres Tolikara (ecius/Binpa)

TOLIKARA – Gara-gara orang mabuk, ratusan Siswa SMA dan SMP Negeri Karubaga, terpaksa tidak melakukan ujian semester di ruang kelas,Sabtu kemarin (4/6/2016). Ini akibat adanya seseorang yang belakangan diketahui bernama Joko Kogoya sedang dipengaruhi MIras (mabuk) masuk di rung kelas untuk mengagu aktifitas proses belajar. Kontan saja sikap Joko yang mabuk ini tidak diterima baik oleh siswa tersebut dan langsung melakukan pemukulan di bagian bibir korban hingga berdarah-darah

Setelah itu korban melarikan diri ke arah tribun tetapi masih tetap dikejar puluhan siswa sampai ke Lapangan Merah Putih Ampere, namun keluarga Joko tidak terima sikap siswa tersebut dan langsung melakukan serangan balik dengan membawa alat tajam, beruntung tidak ada korban dalam insiden tersebut, kecuali kaca sekolah di bagian depan dan bagian belakang terkena lemparan.

Mendapat laporan adanya kericuhan ini, polisi langsung ke tempat kejadian untuk mengamankan puluhan siswa dan mengarahkan mereka ke halaman sekolah guna mencari akar masalah yang terjadi.

Salah seorang saksi mata yang juga seorang guru SMA Main Yigibalom menyatakan awalnya, saudara Joko Kogoya sedang dipengaruhi miras
masuk di ruang sekolah untuk menganggu proses belajar, namun siswa meminta dia keluar dari ruangan, tetapi justru dia melawan sehingga siswa langsung memukulnya di bagian bibir. “ Dan mengenai motifnya joko masuk kelas ini apa, kami tidak tahu karena kami sedang ujian kok bisa diganggu,”katanya.

Sementara itu Kepala Suku Teyus Wandik menyatakan gubernur sudah mencabut ijin peredaran miras di Papua, kalau Tolikara masih ada miras lagi kami meminta pihak aparat tangkap mereka dan harus diproses hukum karena hal ini merusak kesehatan dan juga merusak rumah tangga, sehingga kami minta pelaku ini harus diproses,. “Pendidikan sangat penting namun ia melakukan sengaja atau tidak sengaja harus diposes kami kepala suku juga mendukung kepada siswa apabila ada orang mabuk masuk menggu siswa kamu langsung bunuh kami siap bayar ,”katanya.

Akibat Insiden itu sejumlah siswa pendatang dan putra asli Tolikara melarikan diri ke gelimbatu,Kogome,Ampere dan juga terpencar ke mana-mana,sehingga Main Yigibalom meminta ketua Osis SMA dan Ketua Osis SMP sama membawa alat bukti satu parang berukuran panjang, anak panah 8 buah untuk memperlihatkan kepada pihak kepolisian daerah (ecius/don)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR


*