Operasi Mantap Praja Matoa LIbatkan 9 Ribu Personil Gabungan

0
137

Untuk Amankan Pilkada Serentak  11 Kabupaten di Papua

Foto : Suasana Simulasi pengamanan Pilkada di 11 kabupaten yang diperagakan di SPN Jayapura, Sabtu (15/10/2016) akhir pekan kemarin. (Loy/Binpa)
Foto : Suasana Simulasi pengamanan Pilkada di 11 kabupaten yang diperagakan di SPN Jayapura, Sabtu (15/10/2016) akhir pekan kemarin. (Loy/Binpa)

JAYAPURA – Sebanyak 9.054 personel gabungan Polri, TNI dan Linmas dilibatkan dalam Operasi Mantap Praja Matoa guna pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Papua tahun 2017 mendatang.

Demikian disampaikan Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw dalam sambutannya, saat membuka gelar pasukan dan simulasi sistem pengamanan kota dalam rangka Operasi Mantap Praja Matoa 2017 di Lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Jayapura, Sabtu (15/10/2916) akhir pekan kemarin.

Data yang diperoleh bahwa pengamanan yang diterjunkan sebanyak 9.054 ini terdiri dari, 5.246 personel Polri, 285 TNI dan 3.523 Linmas (pelindung masyarakat).

“Mereka akan disiagakan selama 180 hari untuk pengamanan Pilkada serentak. Kekuatan yang terpusat di Garnisun Kota Jayapura dan Sentani,” tegas waterpauw.

Kapolda menandaskan, pihaknya akan segera menyusun perencanaan pengamanan di 11 Kabupaten Kota, termasuk menyiapkan sarana dan prasaranan yang akan digunakan dalam Operasi Mantap Praja Matoa 2017.

“Persiapan ini dilakukan sebagaimana intruksi Kapolri Jenderal Tito Karnavian, sehingga kami  akan segera menyusun perencanaan sistem pengamanan,” katanya.

Perencanaan awal pengamanan yang dilakukan, kata Kapolda, pihaknya telah menyiapkan mobil, tim pemadam kebakaran dan lain sebagainya.

“Alat ini untuk mendukung rangkaian pelaksanaan Pilkada serentak,” terangnya.

Lebih lanjut dismapaikan Kapolda, bahwa dalam waktu dekat akan melakukan upaya cipta kondisi secara rutin di seluruh wilayah hukumnya, baik melalui kegiatan sosialisasi kamtibmas, sweeping maupun kegiatan operasional lainnnya.

“Kegiatan cipta kondisi akan dilakukan secara rutin untuk memeriksa mereka yang membawa sajam, atau mungkin senpi, bahkan bahan peledak,” tuturnya.

Waterpauw mengharapkan masyarakat dapat memberikan dukungan dengan tidak membawa barang yang dilarang oleh kepolisian. Pihaknya pun tak segan memproses masyarakat yang melanggar atau tertangkap membawa barang berbahaya. (Loy/don)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR


*