OJK: Perbankan Harus Lakukan Inklusi Keuangan

0
6

JAYAPURA – Otoritas Jasa keuangan (OJK) Provinsi Papua dan Papua Barat mengharuskan setiap perbankan melakukan inklusi keuangan untuk meningkatkan jumlah masyarakat yang mengakses layanan perbankan.

“Presiden Jokowi telah mencanangkan gerakan inklusi keuangan, dan OJK telah menetapkan Oktober ini sebagai bulan inklusi keuangan. Kebetulan di Papua, Bank Papua menjadi salah satu mitra sehingga kita mendorong untuk melaksanakan ini,” ujar Kepala Sub Bagian Pengawasan Bank OJK Provinsi Papua dan Papua Barat Mikael Kato Parantean.

“Ke depan OJK juga akan mendorong industri jasa keuangan lainnya untuk melaksanakan ini dengan inisiasi dari OJK,” sambungnya.

Ia menyatakan tujuan dari inklusi keuangan yakni ingin meningkatkan akses masyarakat ke lembaga keuangan tidak semata-mata menjadi tugas perbankan, tetapi semua pihak yang berkepentingan untuk menjaga stabilitas moneter bangsa dan daerah.

“Sasarannya, kita ingin membuat masyarakat memiliki akses ke industri jasa keuangan,” kata Mikael.

OJK dan beberapa lembaga keuangan lainnya, telah memiliki produk tabungan yang bisa menjadi pilihan bagi masyarakat untuk menyimpan dananya.

“Kita mendorong produk OJK, seperti Simpel, Lakupandai, kemudian produk dari industri jasa keuangan sendiri dalam rangka meningkatkan akses seluruh masyarakat terhadap industri jasa keuangan,” ujarnya lagi.

Dia menyebut hingga kini persentase masyarakat yang telah mengakses layanan perbankan di Papua dan Papua Barat tergolong rendah, dan dengan program inklusi keuangan diharapkan jumlahnya bisa terus meningkat.

“Kalau berdasarkan survei 2013, tingkat literasi inklusi hanya 57 persen, kita haapkan ke depannya akan terus meningkat. Di 2017 kita akan melakukan survei kembali,” kata Mikael.(ant/tis)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR


*