Industri Berbasis SDA Daerah Perlu Ditingkatkan

JAYAPURA – Saat ini diperlukan peningkatan pengembangan industri berbasis Sumber daya Aalam (SDA)  [ ... ]


1.500 ekor Labi-Labi Moncong Babi Dilepasliarkan

SENTANI - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dengan menggandeng pihak PT Freepor [ ... ]


Dewan : Di Sentani Timur Banyak Guru SD Malas

SENTANI - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jayapura Frangklin Wahey, S.Sos menemukan sejumlah guru di D [ ... ]


Jumat, 18 Mei 2012
Home Mimika Mulai Jumat Lalu Freeport Hentikan Produksi
Mulai Jumat Lalu Freeport Hentikan Produksi PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh (hdm/roy/LO1)   
Minggu, 30 Oktober 2011 22:39

TIMIKA—Sejak Jumat (21/10/2011) pekan lalu, PT Freeport Indonesia (PTFI) telah menghentikan produksi pengiriman konsentrat tembaga dan emas kesejumlah negara di dunia. Persediaan di gudang Pelabuhan Amamapare Portsite saat ini tidak menvukupi untuk pengiriman ke luar negeri.

“ Seiring dengan molornya perundingan PKB, manajemen PTFI juga diperhadapkan dengan menurunya produksi pasir tembaga dan emas yang dipasok dari pabrik konsentrat Mil 74 Tembagapura, ke Pelabuhan Amamapare, Portsite. Sejak beberapa minggu belakangan ini kami nyatakan force mayor dengan menhentikan pengiriman ke sejumlah negara di dunia,” kata Direktur/CAO PTFI, Shinta Sirait dalam pertemuan di Aula Hotel Rimba Papua, Sabtu (29/10/2011).

Shinta mengatakan kondisi  force mayor disebabkan karena pipa-pipa tambang (pipa pengirim konsentrat) bocor, pipa BBMjenis solar juga bocor. Intinya kejadian ini ada dimana-mana. Karyawan maintenance melakukan perbakian kebocora pada satu titik, hari berikutnya bocor pada titik yang lain. Begitu pula di tambang juga mengalami hal demikian. Dalam kondisi force mayor ini manajemen memutuskan untuk menghentikan produksi agar tidak terjadi masalah yang lebih besar lagi.

Shinta mengatakan kondisi saat ini, PTFI tidak mampu melayani pasar-pasar tetap yang selama ini membeli konsentrat dari Freeport. “ Jadi kalau masyarakat bilang itu benar atau tidak, kami manajemen katakan itu benar, dan saat ini kami tidak mampu menerima permintaan dari luar negeri dalam jumlah yang begitu besar, karena persediaan kami sangat terbatas,” kata Shinta.

Hal senada juga dikatakan Vice President PTFI, Sony Kosasih bahwa dalam kondisi Force Mayor pihaknya hanya mampu menjawab pasaran domestik (dalam negeri). Freeport tidak mampu melayani pembeli dari luar, yang selama ini sudah menjadi mitra tetap PTFI. “ Kami harus umumkan dan beritahukan keadaan ini kepada para pembeli kami di luar negeri maupun dalam negeri. Kondisi seperti ini kami tidak tutup-tutupi, karena memang sudah terjadi dan tidak lagi produksi. Dalam pertemuan ini kami sampaikan kepada seluruh masyarakat agar tahu bahwa PTFI telah menghentikan produksi, dengan alasan pipa tambang bocor dimana-mana, pipa minyak BBM bocor dimana., ada gangguan keamanan, teror, ancaman, penembakan hingga menewaskan karyawan mitra FI, dan warga sipil lainnya,” kata Sony Kosasih.

Sony mengatakan kelanjutan produksi tidak mengungtungkan semua pihak yang ada di sini. produksi terhenti, yang  ada hanya pemeliharaan tambang, pipa tambang dan BBM bocor, pemblokiran jalan ada dimana-mana, persediaan logistik dan makanan bagi ribuan karyawan dan keluarga di Tembagapura tinggal 1 minggu. Kalau logistik dan makanan habis warga diatas akan menderita. “ Ini butuh kesadaran kita bersama, Marik kita bangun kembali kebersamaan kita dengan memmulai terus dialog hingga mencapai sebuah kesepakatan. Kami manajemen PTFI sangat berterima kasih kepada Pemda Mimika dan DPRD Mimika yang dari awal setiap mendampingi kami tanpa mengenal lelah. Kami menyadari masalah ini terjadi sebetulnya antara anak dengan bapak yang mestinya kami harus selesaikan sendiri, tapi kami beterima kasih sekali pemda sudah membantu kami dari awal. Hanya satu kata Pemerintah Daerah dan DPRD mengharapkan masalah ini cepat selesai dan karyawan bisa naik kerja kembali,” pinta Sony.

Sementara Bupati Mimika, Klemen Tinal, SE.MM mengatakan kepada seluruh masyarakat Mimika, masyarakat Papua dan masyarakat Indonesia terhitung sejak Jumat lalu, tambang PTFI tidak berproduksi lagi. PTFI tidak lagi mengirim konsentrat keluar negeri karena cadangan yang ada di gudang hanya sedikita. “ Kalau karyawan bilang itu tidak benar, saya katakan itu benar dan betul. Siapa bilang manajemen tipu. Produksi benar-benar terhenti karena pipa bocor dimana-mana, diatas juga ada gangguan ke areal tambang.

“ Saya minta SPSI memahami kondisi ini  dengan mempercepat perundingan. Selasa kami akan bicara lagi dan saya akan minta mereka  cepat beruding dan cepat selesai. Karena kondisi tidak mengungtungkan bagi kita semua di daerah ini. Keluarga-keluarga menderita, perbankan mulai mengeluhkan kredit macet, dealer-dealer mulai ancang untuk menarik kendaraan mereka. Jadi tolong SPSI dan manajemen dapat memahami kondisi dengan mempercepat perundingan,” tekan Bupati.

Klemen juga mengajak kepada seluruh pekerja yang saat ini masih mogok untuk kembali bekerja dan percayakan kepada tim perunding untuk meneyelesaikan agenda perundingan. Pemerintah yakin, tim perunding akan melihat hal ini dari hati termasuk memutuskan angka-angka dengan hati dan pikiran yang jernih. (hdm/roy/LO1)

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Editorial

Bual – Bualan Poli”Tikus”

Perdasus Pilgub masih menjadi pertentangan, masing – masing pihak bertahan dalam asumsi dan pandangan hukum masing – masing, yang menurut mereka adalah kebenaran dan atas nama rakyat, namun semuanya bermuara pada satu ajang perebutan kekuasaan demi mempertahankan kepentingan diri,  kelompok dan golongan masing – masing.
Konsekuensi dari pertentangan tersebut sudah pasti molornya pelaksanaan Pilgub di Provinsi Papua, dan sudah molor 8 bulan lamanya, tidak dapat dipungkiri akar masalah molornya itu adalah karena masih adanya pihak yang sangat berambisi untuk menjadi penguasa di atas Tanah Papua ini, demi obsesi pribadi dengan berlindung di balik nama hak warga negara, dengan memanfaatkan celah hukum dan kesemrawutan tata hukum di negara bernama Republik Indonesia ini.
Penafsiran – penafsiran hukum untuk serangkaian kosa kata yang jelas, terkadang dipelintir sedemikian rupa sehingga masyarakat dianggap tidak mengetahui apa niat dan maksud yang tersembunyi di balik itu semua.
Tapi it [ ... ]


Opini

ANEKSASI, POLITISASI DAN EKSPLORASI JARGON USANG TANPA DASAR

Anggota Kongres Amerika Serikat Eni Faleomavaega menegaskan pihaknya tidak mendukung kemerdekaan Papua, tetapi menyetujui otonomi khusus bagi provinsi itu sebagaimana Republik Indonesia memberlakukannya di Aceh. “Eni Faleomavaega, berharap pemberlakuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua secara serius dan konsisten oleh pemerintah RI,” demikian, dilaporkan anggota Kaukus DPR RI-AS Eva Kusuma Sundari dari Washington D.C. kepada ANTARA di Semarang, Kam [ ... ]


Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul