| Penerbangan Perintis ke Pedalaman Timika Terhenti Sejak 15 Oktober |
|
|
|
| Ditulis oleh (hdm/roy/LO1) | ||||||
| Jumat, 28 Oktober 2011 14:10 | ||||||
Pasokan Avtur Terbatas
TIMIKA—Sejak aksi pemblokiran jalan poros Timika-Portsite oleh para pekerja PTFI yang berdampak pada minimnya pasokan avtur ke Bandara Timika, menyebabkan 5 opereter penerbangan perintis yang bermarkasa di Bandara Internasional Mozes Kilangin menghentikan rute penerbangan mereka. Penghentian ini mendapat reak si keras dari sejumlah bupati dan tokoh masyarakat di 9 kabupaten tetangga yang sehari-hari mendapat suplai kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya dari Timika. “ Saya harus umumkan secara terbuka kepada masyarakat, sejak tanggal 15 Oktober lalu, penerbangan kepedalaman sudah terhenti atau lumpuh total. Masyarakat perlu memahami mandeknya penerbangan perintis kepedalaman lebih disebabkan terhentinya pasokan minyak avtur ke Bandara Moses Kilangin seama pekerja memblokir jalan di Mile 27 dan Mile 28,” ujar Kabid Perhubungan Udara, dinas Perhubungan dan Infokom Kabupaten Mimika, Dpl. Ing. John Rettob, S.Sos. MM kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (28/10/2011). John mengakui telah mendapat telpon dari sejumlah bupati di daerah pedalaman yang menanyakan kondisi terakhir tentang penerbangan ke daerah-daerah pedalaman. Menurut para bupati cadangan bahan makanan, minuman, dan jenis sembako lainnya, bahan bangunan, obat-obatan dan barang medicine, bahan bakar sudah menipis. Para bupati di pedalaman meminta agar Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika (Bupati dan Wakil Bupati) berupaya mencari jalan keluar terbaik agar pihak karyawan dan manajemen PTFI dapat sepakat untuk menyelesaikan kemelut dinatara mereka, dan jangan mengorbankan masyarakat yang ada di Kabupaten Mimika sendiri maupun masyarakat di 9 kabupaten di pedalaman yang selama ini mendapat pasokan sembako dan kebutuhan lainnya dari Timika. Menurut John, para bupati meminta bantuan kepada SPSI PTFI (karyawan) serta manajemen PTFI dengan hati dingin dan pikiran bijak dapat membuka palang jalan dan memberikan kesempatan kepada mobil angkutan avtur melayani penerbangan di Bandara Timika. Terus terang kalau pesawat dari Timika tidak lagi melayani kebutuhan makanana bagi masyarakat dipedalaman, maka masyarakat kami akan mati kelaparan,” terang sejumlah pejabat daerah di pedalaman, seperti yang disampaikan lagi oleh John.John mengakui, dirinya tidak bisa menjawab beberapa permintaan para bupati di pedalaman karena dirinya bukan pengambil keputusan, terlebih soal avtur. Avtur milik Freeeport, jadi dia yang atur semua mau kasih ke penerbangan mana dia yang atur. Meski tidak bisa menjawab permintaan para bupati, namun dia paham tentang kondisi di pedalaman, dan dirinya terus berkoordinasi dengan pengelola bandara, Manajemen PTFI, pimpinan daerah untuk melaporkan perkembangan terbaru mengenai kondisi di sekitar bandara. ” Mereka di pedalaman selalu telpon kapan kondisi ini mulai normal. Saya bilang tidak tahu persis karena mogok dan pemalangan jalan masih berlanjut. Kami terus melakukan pendekatan dengan semua pihak supaya kondisi ini cepat pulih dan aktifitas penerbangan dapat berjalan seperti biasa lagi,” jelas John. Dia mengakui , sejak mogok berlangsung Sembilan bahan pokok di pedalaman naik begitu tinggi dan cukup memberatkan warga, seperti beras satu karung harganya Rp 1,5 juta, semen satu sak Rp 1,2 juta, rokok satu bungkus Rp40 ribu 0Rp50 ribu, minyak goring 50 ribu sampai 60 ribu rupiah. ” Biar mahal mau tidak mau harus beli untuk makan,” terang John. Melihat kondisi ini, laporan yang mereka terima dari pedalaman, bahwa warga mulai gelisah dan ketakutan, jangan-jangan penerbangan terhenti dalam waktu yang cukup lama dan membuat pasokan makanan mereka habis. Sejak 15 Oktober lalu, daerah pedalaman benar-benar terisolasi, tidak bisa lagi ke kota Timika. Warga yang sakit tidak bisa dibawah ke Timika dan mendapat perawatan secara tradisional di rumah. Bahkan semua logistic ke pedalaman masih menumpuk di gudang-gudang karena tidak bisa diangkut. ” Tidak ada lagi pesawat-pesawat kecil yang terbang semua terganggu. Semua pelayanan rute-rute biasa lumpuh total,” ujar ungkap. (hdm/roy/LO1)
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved." |



