Industri Berbasis SDA Daerah Perlu Ditingkatkan

JAYAPURA – Saat ini diperlukan peningkatan pengembangan industri berbasis Sumber daya Aalam (SDA)  [ ... ]


1.500 ekor Labi-Labi Moncong Babi Dilepasliarkan

SENTANI - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dengan menggandeng pihak PT Freepor [ ... ]


Dewan : Di Sentani Timur Banyak Guru SD Malas

SENTANI - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jayapura Frangklin Wahey, S.Sos menemukan sejumlah guru di D [ ... ]


Jumat, 18 Mei 2012
Home Mimika Warga Tinggalkan Kampung Nayaro
Warga Tinggalkan Kampung Nayaro PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh (hdm/roy/LO1)   
Rabu, 26 Oktober 2011 20:48

TIMIKA—Sejak  insiden penembakan merebak di areal kerja PTFI, warga Kampung Nayaro, Distrik Mimika Baru merasa ketakutan , bahkan seluruh warga telah meninggalkan rumah mereka dan bermukim di sekitar pinggir sungai endapan tailing.  Selain itu sejak aksi tersebut berlangsung selama 3 kali dalam beberapa minggu terakhir ini kendaraan angkutan penumpang tidak lagi masuk ke Nayaro, yang menyebabkan pasokan kebutuhan warga mulai menipis.

“ Selain alasan ketakutan jangan-jangan aksi tersebut bisa masuk ke kampong Nayaro, masyarakat Nayaro tidak bisa turun naik ke Timika. Bahkan anak sekolah tidak bisa sekolah sejak aksi penembakan mulai terjadi. Kampung Nayarao saat ini kosong, warga kebanyakan bermukim di tenda-tenda di pinggir sungai endapan tailing dan sebagian sudah menyeberang ke Timika,” kata Kepala Kampung Nayaro, Herman Apoka kepada wartawan di depan Kantor DPRD Mimika, Rabu (26/10/2011).

Herman menjelaskan tempat kejadian dari tiga kali peristiwa penembakan tepatnya ada di jalan poros Timika-Nayaro yang terletak disekitar  tanggul  timur, mile 39 dn mile 40. Kampung Nayaro sebetulnya letaknya masih di areal konsesi PT Freeport Indonesia (PTFI), dan jalan satu-satunya melalui daerah yang sering terjadi penembakan ini.

Herman menjelaskan, saat ini mesin genset  listrik sudah tidak bisa menyala karena tidak ada solar. Warga akan meminta    Sosial Local Development (SLD) PTFI dapat  mengantar solar dari tanggul timur hingga daratan sekitar Nayaro.

Menyikapi hal tersebut, Aparat Kampung Nayaro bersama tokoh-tokoh datang menyampaikan  keluhan ke Pimpinan dan Anggota DPRD Mimika agar segera menyikapi dan penuntaskan aksi penembakan aksi mogok karyawan, dan membuka kembali semua akses jalan agar tidak menganggu pelayanan umum kepada masyarakat. “ Hari ini kami sampaikan surat keluhan secara resmi kepada Ketua DPRD Mimika, Trifena M Tinal, BSc. Warga minta DPRD segera mengundang pemerintah daerah, Polres, dan kesatuan TNI yang ada di daerah ini agar segera membahas keamanan dan ketertiban daerah ini dalam beberapa minggu belakangan ini,” ujar Herman.

Selain warga tinggalkan kampung,  anak sekolah diliburkan, genset tidak berfungsi, Herman menjelaskan sejak penembakan terjadi bus angkutan penumpang  tidak lagi masuk ke Kampun Nayaro, petugas kesehatan dari  Malcon PHMC juga tidak lagi melayani  masyarakat, dan petugas-petugas lainnya tidak berani datang ke Nayaro.

Untuk itu, warga Nayaro mengharapkan ada sikap tegas dari pemerintah dan otoritas PTFI untuk segera menyelesaikan berbagai permasalahan yang sudah berbulan-bulan belum ada penyelesaian antara karyawan dan Manajemen PTFI.

Terpisah Ketua DPRD Mimika, Trifena M Tinal, BSc , meminta kepada warga kampung Nayaro bersabar karena DPRD Mimika pasti akan membahas keluhan yang disampaikan masyarakat ke DPRD.  DPRD kata Trifena, melihat masalah ni sangat serius  perlu ada penanganan secepatnya oleh semua pihak yang ada di daerah ini mulai dari pemda, dewan, muspida dan muspida plus, pihak Polri/TNI dan PTFI sendiri. “ Kasihan sekali kalau kampong kosong, warganya berlarian dan bermukim di pinggir-pinggir sungai karena takut dan cemas terhadap insiden penembakan yang tidakk pernah berhenti,” ujar Trifena. (hdm/roy/LO1)

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Editorial

Bual – Bualan Poli”Tikus”

Perdasus Pilgub masih menjadi pertentangan, masing – masing pihak bertahan dalam asumsi dan pandangan hukum masing – masing, yang menurut mereka adalah kebenaran dan atas nama rakyat, namun semuanya bermuara pada satu ajang perebutan kekuasaan demi mempertahankan kepentingan diri,  kelompok dan golongan masing – masing.
Konsekuensi dari pertentangan tersebut sudah pasti molornya pelaksanaan Pilgub di Provinsi Papua, dan sudah molor 8 bulan lamanya, tidak dapat dipungkiri akar masalah molornya itu adalah karena masih adanya pihak yang sangat berambisi untuk menjadi penguasa di atas Tanah Papua ini, demi obsesi pribadi dengan berlindung di balik nama hak warga negara, dengan memanfaatkan celah hukum dan kesemrawutan tata hukum di negara bernama Republik Indonesia ini.
Penafsiran – penafsiran hukum untuk serangkaian kosa kata yang jelas, terkadang dipelintir sedemikian rupa sehingga masyarakat dianggap tidak mengetahui apa niat dan maksud yang tersembunyi di balik itu semua.
Tapi it [ ... ]


Opini

ANEKSASI, POLITISASI DAN EKSPLORASI JARGON USANG TANPA DASAR

Anggota Kongres Amerika Serikat Eni Faleomavaega menegaskan pihaknya tidak mendukung kemerdekaan Papua, tetapi menyetujui otonomi khusus bagi provinsi itu sebagaimana Republik Indonesia memberlakukannya di Aceh. “Eni Faleomavaega, berharap pemberlakuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua secara serius dan konsisten oleh pemerintah RI,” demikian, dilaporkan anggota Kaukus DPR RI-AS Eva Kusuma Sundari dari Washington D.C. kepada ANTARA di Semarang, Kam [ ... ]


Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul