Industri Berbasis SDA Daerah Perlu Ditingkatkan

JAYAPURA – Saat ini diperlukan peningkatan pengembangan industri berbasis Sumber daya Aalam (SDA)  [ ... ]


1.500 ekor Labi-Labi Moncong Babi Dilepasliarkan

SENTANI - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dengan menggandeng pihak PT Freepor [ ... ]


Dewan : Di Sentani Timur Banyak Guru SD Malas

SENTANI - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jayapura Frangklin Wahey, S.Sos menemukan sejumlah guru di D [ ... ]


Jumat, 18 Mei 2012
Home Mimika Freeport Akui Terima Karyawan dari Luar
Freeport Akui Terima Karyawan dari Luar PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh redaksi binpa   
Rabu, 12 Oktober 2011 19:33

TIMIKA - Manajemen PT Freeport Indonesia mengakui telah melakukan penerimaan karyawan dari sejumlah kontraktor dari luar Timika untuk bekerja di tambang under ground.  Karyawan kontraktor tersebut, menurut Presdir/CEO PTFI, Armando Mahler tidak menggantikan karyawan yang mogok,  tetapi merupakan program PTFI yang telah dibuat sejak tahun-tahun sebelumnya.
“ Terus terang  kami memang melakukan penerimaan karyawan pada sejumlah kontraktor, yang bukan untuk menggantikan karyawan yang mogok. Karyawan yang diterima itu didatangkan secara rutin untuk diperkerjakan di arela tambang terlebih di under ground,” ungkapnya kepada Wartawan dalam acara video teleconference.
Selain itu, karyawan-karyawan ini dtempatkan pada sejumlah departemen-departemen yang ada di PTFI. Dari pada menerima karyawan, ada baiknya manajemen memanfaatkan karyawan yang sudah ada yang punya pengalaman, kemampuan dan keahlian. Berkaitan itu, menurut Armando penerimaan karyawan dari luar yang tahu persis itu, Ny Shinta Sirait, karena beliau yang menangani masalah sumber daya manusia (man power). “Mungkin kurang lebih sekitar 2.000 tenaga kerja yang dibutuhkan lebih-lebih untuk kebutuhan di under ground,” jelasnya. (hdm/aj/LO2)

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Editorial

Bual – Bualan Poli”Tikus”

Perdasus Pilgub masih menjadi pertentangan, masing – masing pihak bertahan dalam asumsi dan pandangan hukum masing – masing, yang menurut mereka adalah kebenaran dan atas nama rakyat, namun semuanya bermuara pada satu ajang perebutan kekuasaan demi mempertahankan kepentingan diri,  kelompok dan golongan masing – masing.
Konsekuensi dari pertentangan tersebut sudah pasti molornya pelaksanaan Pilgub di Provinsi Papua, dan sudah molor 8 bulan lamanya, tidak dapat dipungkiri akar masalah molornya itu adalah karena masih adanya pihak yang sangat berambisi untuk menjadi penguasa di atas Tanah Papua ini, demi obsesi pribadi dengan berlindung di balik nama hak warga negara, dengan memanfaatkan celah hukum dan kesemrawutan tata hukum di negara bernama Republik Indonesia ini.
Penafsiran – penafsiran hukum untuk serangkaian kosa kata yang jelas, terkadang dipelintir sedemikian rupa sehingga masyarakat dianggap tidak mengetahui apa niat dan maksud yang tersembunyi di balik itu semua.
Tapi it [ ... ]


Opini

ANEKSASI, POLITISASI DAN EKSPLORASI JARGON USANG TANPA DASAR

Anggota Kongres Amerika Serikat Eni Faleomavaega menegaskan pihaknya tidak mendukung kemerdekaan Papua, tetapi menyetujui otonomi khusus bagi provinsi itu sebagaimana Republik Indonesia memberlakukannya di Aceh. “Eni Faleomavaega, berharap pemberlakuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua secara serius dan konsisten oleh pemerintah RI,” demikian, dilaporkan anggota Kaukus DPR RI-AS Eva Kusuma Sundari dari Washington D.C. kepada ANTARA di Semarang, Kam [ ... ]


Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul