| Manajemen PTFI Tawarkan 7 Paket Dalam PKB |
|
|
|
| Ditulis oleh redaksi binpa | ||||||
| Selasa, 06 September 2011 16:35 | ||||||
|
TIMIKA—Perundingan PKB antara Manajema PTFI dengan PUK FSP SPSI PTFI yang berlangsung pada Juli hingga Agustus lalu, manajemen PTFI mengajukan 7 paket tawaran kepada SPSI PTFI. Tawaran manajemen sesuai penjelasan beberapa tim perunding PTFI sesuai dengan kondisi riil yang ada dalam perusahaan saat ini. Perusahaan telah menawarkan berbagai paket bonus yang cukup besar nilainnya. Tujuh paket tawaran menurut Kadinsostenakertrans Kabupaten Mimika, Dionisius Mameyao, SH.M.Si kepada wartawan usai pertemuan dengan manajemen dan tim perunding PTFI di Aula Otomona Hotel Grand Tembaga, antara lain, penyesuan upah pokok bagi karyawan non staf sebesar 11 persen ditambah 11 persen. Artinya, tahun 2011 ada kenaikan 11 persen, yang diikuti dengan kenaikan 11 persen pada tahun 2012 mendatang. Tawaran kedua, perusahaan PTFI memberikan bonus metal bulanan sebagai peningkatan bonus tembaga kuatara sebesar kurang lebih 230 persen, ketiga, tabungan hari tua, sebagai peningkatan pemanfaatan setelah pension, sebesar 4 persen dengan tawaran 1 persen dari karyawan, 3 persen dari perusahaan. Tawaran ke empat, peningkatan nilai pinjaman perumahan yang ada saat ini sebesar 25 persen menjadi 125 persen deng subsidi sebesar 25 persen. Kelima, peningkatan pelayanan kesehatan kepada karyawan kepada karyawan dan keluarga diarea Timika melalui rumahsakit rujukan. Tawaran keenam, peningkatan nilai bantuan pendidikan karyawan 75-100 persen. Perusahaan akan bekerjasama dengan pihak ketiga untuk mendirikan sekolah berkualitas di Kabupaten Mimika. Ketujuh, peningkatan bonus SIM (Shift) di lokasi kerja sebesar 25 persen sampai 33 persen. Dion mengatakan, gambaran singkat mengenai gambaran singkat pertemuan bersama manajemen PTFI soal tawaran mereka yang hingga akhir pertemuan PKB tidak diterima oleh tim perunding SPSI. Meskipun dengan 7 tawaran yang bekelimpahan bonus dan bentuk kesejahteraan bagi karyawan hingga akhir perundingan tidak diterima oleh SPSI, hingga sampai pada pengajuan surat mogok kerja jilid dua yang akan berlangsung selama 12 bulan kedepan nanti. Sementara tawaran dari PUK FSP SPSI PTFI dalam perundingan antara lain dengan tawaran terendah 43 dollar per jam dan tawaran tertinggi sebesar 200 dollar per jam. Selama perundingan, SPSI berbuka diri untuk tawar menawar hingga angka terendah sampai 17 dollar per jam. Angka terendah inipun tidak diterima tim perunding manajemen PTFI hingga akhir perundingan tanpa ada hasil apapun. (hdm/roy/lo2)
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved." |



