Marthinus Werimon Dimintai Keterangan

0
55

Teror BOM

Jayapura – Aparat Kepolisian Sektor Abepura masih terus melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus teror Bom rumah milik Sekretaris DPD Golkar Provinsi Papua, Marthinus Anton Werimon, yang terletak di Kompleks Perumahan BTN Skyland Kotaraja, Distrik Abepura-Kota Jayapura, Kamis (13/10/2016) subuh.

Kapolres Jayapura Kota, AKBP Tober Sirait ketika dikonfirmasi melalui Paur Humas Polres Jayapura KotaN Iptu Jahja Rumra menegaskan, kasus teror Bom tersebut kini masih ditangani Polsek Abepura untuk melengkapi berkas administrasi.

Meski dalam proses pemberkasan, ujar Jahja, Polres Jayapura Kota tetap melakukan penyelidikan. “Hasil olah TKP pun masih dalam pengembangan. Sebab, teror itu dilakukan pada subuh dan tidak diketahui oleh warga setempat,” katanya.

Menurutnya, untuk pemeriksaan saksi baru satu orang yakni, pemilik rumah yaitu Marthinus Werimon. Namun untuk hasil pun masih didalami. “Motif kita bisa mereka-reka karena belum ada bukti yang kuat,” ujarnya.

Disinggung apakah ada indikasi pilkada di Papua, lanjut Jahja, pihak kepolisian belum memastikan. “Yang jelas, kami mintain keterangan untuk mengungkap pelaku teror Bom tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Brimob Polda Papua Kombes Pol Mathius Fakihiri menduga bahwa serpihan bom yang ditemukan di depan rumah petinggi Golkar Papua berupa pipa dan berupa tali plastik, tidak mempunyai daya ledak kuat.

“Kalau ada isian itu bisa (merusak), tapi kalau ini tidak ada isian. Ini hanya menggunakan daya untuk menakuti dengan media pipa, kalau ada isian pasti banyak yang jebol,” katanya.

“Kami akan periksa bekas bolongan di pintu pagar, ambil media luarnya. Dan pasti Pak Kapolres Jayapura akan kirim serpihannya ke Labfor di Makasar. Jadi, itu hanya digunakan untuk ledakannya, cuma medianya pipa makanya sebagian kena pagar,” sambungnya.

Mathius juga menduga bahwa bom itu sejenis ‘dopis’ atau bom ikan yang medianya dari kaca dan biasa digunakan oleh oknum-oknum nelayan di pesisir pantai Papua saat mencari ikan.

“Iya, sering digunakan sebagai bom ikan, kalau di Papua biasa disebut dopis. Kalau bom sebenarnya, punya daya ledak besar, ada isian dan merusak, kalau ini tidak,” katanya.

Sebelumnya, Plt Sekretaris DPD Partai Golkar Papua, Marthinus Werimon menegaskan, aksi terror bom itu merupakan ancaman bagi dirinya, sehingga terpaksa melaporkan ke pihak kepolisian sector Abepura.

“Teror ini sangat serius kepada saya sebagai Sekretaris Golkar Papua. Bahkan, sebelumnya juga banyak ancaman sejak saya dilantik sebagai Plt Sekretaris DPD Golkar Papua. Jadi, kejadian saya sudah serahkan kepada pihak berwajiba untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Sekedar diketahui, teror bom yang dilakukan di rumah Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPD Golkar Papua, yang terletak di Kompleks Perumahan BTN Skyland Kotaraja, Distrik Abepura-Kota Jayapura, di Bom dengan menggunakan Dopis (Bom Ikan), pada Kamis (13/10/2016) subuh sekitar pukul 02.00 WIT.

Beruntung teror bom di rumah, Marthinus Anthon Werimon ini tidak menelan korban. Hanya saja, kerugian materil mencapai belasan juta akibat pagar rumah dan mobil mengalami kerusakan ringan. (Loy/ant/don)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR


*