Lupakan Konflik Masa Lalu, KPU Tolikara Harus Maksimal

0
54

JAYAPURA-Calon Wakil Bupati Tolikara, Lenas Gire meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Kabupaten Tolikara harus independen,sebab terjadinya konflik Pilkada pada tahun 2010 menjadi guru terbaik.Proses tahapan ini harus disosialisasikan kepada masyarakat,Jika tidak hal ini bisa menimbulkan konflik

“Tahapan Pemilihan serentak pada Februari 2017 mendatang KPU harus memberikan pemahaman kepada masyarakat guna mencegahnya terjadi rawan konflik,” kata calon Wakil Bupati Lenas Gire di Abe Kamis (01/09)

Dikatakan, rakyat Tolikara siap mendukung masing-masing calon kandidat pada pemilihan serentak, namun mekanisme tahapan ini harus dijalankan secara baik sebab Tolikara adalah daerah rawan konflik. Ooeh sebab itu KPU harus kerja keras untuk menciptakan suasana lebih aman lagi.

Menurut Lenas lupakan masa lalu benahi saran konflik pada pemilihan kepala tahun 2017 tersebut, konflik pada tahun 2010 wajar karena KPU tidak mensosialisasikan secara spesifik kepada masyarakat sehingga muda memprovokasih rakyat jika tahapan ini berjalan baik pasti rakyat paham.

Lenas meminta daerah rawan konflik pemerintah harus kerja sama dengan pihak gereja, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama guna mencipatakan daerah aman, nyaman,dan tertib.

Pemilihan tahun ini KPU harus cerdas untuk memberikan pelatihan kepada PPD,TPS,KPS, apabila kadidat tersebut berkuasa tentu daerah bisa menimbulkan personal dan resiko pun berat kata mantan ketua DPR yang juga anggota DPR dr.Demus kogoya dalam bincang-bincang di hotel horizon beberapa waktu lalu

Wacana 4 calon kandidat bertarung pada pemilihan 2017 diantara Beni Kogoya, Jhon Tabo, Sem Kogoya,Usman Wanimbo,Amos Yikwa,(ek/don)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR


*