Legislator Me-Warning Mahasiswa Tolikara Tetap Netral

0
12

SENTANI – Sekretaris Komisi B bidang pembangunan dan pendidikan, Mendarmin Weya Selasa kemarin (30/06/2016) menegaskan agar para mahasiswa asal Tolikara tetap netral dalam menyongsong Pemilukada serentak 2017 mendatang.

Sebab kondisi bargaining politik pada pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah semakin seru. Hal itu bisa mengangu bagi mahasiswa sedang menyusun tugas akhir.

Mendarmin meminta mahasiswa sedang menyusun tugas akhir harus serius menyelesaikan pendidikan yang baik, karena calon kandidat akan memanfaatkan mahasiswa untuk maju.

Tetapi ketika sang calon kalah, tidak ada yang tangung jawab. Dan pastinya mahasiswa jadi korban politik. Sehingga ia menekankan agar para mahasiswa berpikir secara professional.

Terbukti banyak janji-janji politik kepada mahasiswa tetapi realita di lapangan tidak ada buktinya. Beberapa kota study di Jawa dan Bali belum ada asrama, biaya kontrak pun meningkat apalagi dana study akhir pasti sama.

Ia meminta sosialisasi masing-masing calon kadidat harus di Tolikara. Jangan membangun politik di Kota Jayapura dan Jakarta, karena yang memilih mereka adalah rakyat Tolikara.

“Siapa bekerja jujur dia akan mendapatkan hasil banyak, jika tidak kerja jujur dia akan memperoleh hasilnya sedikit,” tandasnya lagi.

“Jangan korbankan mahasiswa mahasiswa adalah ujung tombak pembanggunan daerah dan asset untuk masa depan Papua dan,” sambungnya.

Ia tetap mendorong anggaran untuk pembangunan asrama di beberapa kota study yang belum dibangun, terutama astrama mahasiswa Jawa, Bandung, dan Jagjakarta.

Tahun 2016 sidang perubahan DPR tetap mendorong dan pengalaman tahun kemarin materi sidang tidak pernah lihat, sebab acara sidang itu hanya dibuka beberapa menit langsung ditutup. Sehingga isi matateri siding dan besar anggaran ia belum tahu. (ecius/aj)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR


*