Industri Berbasis SDA Daerah Perlu Ditingkatkan

JAYAPURA – Saat ini diperlukan peningkatan pengembangan industri berbasis Sumber daya Aalam (SDA)  [ ... ]


1.500 ekor Labi-Labi Moncong Babi Dilepasliarkan

SENTANI - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dengan menggandeng pihak PT Freepor [ ... ]


Dewan : Di Sentani Timur Banyak Guru SD Malas

SENTANI - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jayapura Frangklin Wahey, S.Sos menemukan sejumlah guru di D [ ... ]


Jumat, 18 Mei 2012
Home Keerom Banyak Investor Akan Masuk Keerom
Banyak Investor Akan Masuk Keerom PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh redaksi binpa   
Minggu, 19 Februari 2012 20:48

Bupati : Investasi yang masuk itu harus benar-benar tidak ada masalah

Yusuf Wally,SE,MMARSO - Bupati Keerom, Yusuf Wally,SE,MM, mengatakan, kedepannya banyak investor akan melirik Kabupaten Keerom untuk menanamkan modalnya, terutama di bidang pertanian, perkebunan dan peternakan.
Tentunya saja akan berkaitan dengan hak ulayat milik masyarakat adat, sehingga hal ini perlu disosialisasikan baik kepada masyarakat adat, supaya perilaku masyarakat adat yang suka palang memalang tidak terjadi lagi, melainkan setiap persoalan diselesaikan secara baik pula.
“Ini baru saya terapkan di Keerom dan daerah lain belum. Kami akan terus bangun pemahaman yang baik bagi masyarakat, mengenai betapa pentingnya sebuah investasi masuk ke Keerom, karena turut memberikan andil besal dalam pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat,” ungkapnya saat ditemui  di ruang kerjanya, pekan lalu.
Ia mengatakan,  perlunya penguatan kapasitas masyarakat adat, sebab investasi akan berjalan di atas hak-hak masyarakat adat.
“Dan bila masyarakat adat, tidak dihargai hak-haknya itu, maka jelas masyarakat adat akan menjadi penghalang didalam proses pembangunan itu dan investasi itu untuk menuntut hak-haknya. Nah hal itu tidak boleh terjadi,” ujarnya.
Terkait dengan itu, pihaknya telah mengeluarkan kebijkan bahwa, apabila investor mau menanamkan modalnya di Keerom, sebaiknya investor jangan menghadap Bupati dulu melainkan terlebih dahulu bertemu dengan pemerintah distrik dan instansi teknis yang kaitannya dengan bidang usahanya itu.   Setelah itu baru mencari lahan kosong untuk melaksanakan kegiatan usahanya itu, tapi sebelumnya harus diselesaikan secara baik dengan pemilik hak ulayat yang sebenarnya, supaya tidak menimbulkan persoalan di kemudian harinya. Jika semua proses selesai, barulah bertemu dengan bupati, untuk membicarakannya lebih lanjut.
“Misalnya usaha kelapa sawit, investor bertemu dengan dinas perkebunan dan mempertanyakan, apakah masih ada lahan kosong yang memenuhi tata ruang yang ada ataukah bukan dan kepala dinas menyatakan ada lahan yang kosong, tapi ada disini, nah setelah itu bicara dengan masyarakat yang punya lahan disitu,” jelasnya.
Maka dengan cara seperti itu, menurut Bupati masyarakat yang punya lahan itu tahu bahwa ada investor untuk masuk di lahan ini untuk berinvestasi. Dan sudah pasti suku-suku yang memiliki dapat diketahui dengan jelas, karena hal ini seringkali menyebabkan masalah didalam pemberian kompensasi bagi pemilik tanah adat. Sebagai contoh saja, yang punya lahan itu suku A, tapi yang kumpul dan mengaku juga suku B,C dan suku D, hal ini kadang membingungkan.
“Di lahan itu yang kita undang siapa kepala sukunya yang sebenarnya. Investasi yang masuk itu harus benar-benar tidak ada masalah. Makanya masyarakat adat perlu diberikan pemahaman. Dalam penanaman investasi kita harus menghitungnya dengan baik sebab tata ruang wilayah sudah dibagi-bagi sesuai peruntukannya, jadi setiap usaha harus sesuaikan dengan tata ruang yang ada,” tandasnya.
Ia menambahkan, dalam penanam modal investasi, tanah adat tidak boleh dibeli, melainkan menggunakan sistem kontrak. Misalnya, kontrak 30 tahun, maka apa yang bisa dibayarkan pengusaha sebagai rekonsisi/kompensasi atas pengusahaan lahan itu, tapi selebihinya masyarakat adat dilibatkan sebagai pemilik modal meski berupa lahan itu. (rhy/aj/lo2)

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Editorial

Bual – Bualan Poli”Tikus”

Perdasus Pilgub masih menjadi pertentangan, masing – masing pihak bertahan dalam asumsi dan pandangan hukum masing – masing, yang menurut mereka adalah kebenaran dan atas nama rakyat, namun semuanya bermuara pada satu ajang perebutan kekuasaan demi mempertahankan kepentingan diri,  kelompok dan golongan masing – masing.
Konsekuensi dari pertentangan tersebut sudah pasti molornya pelaksanaan Pilgub di Provinsi Papua, dan sudah molor 8 bulan lamanya, tidak dapat dipungkiri akar masalah molornya itu adalah karena masih adanya pihak yang sangat berambisi untuk menjadi penguasa di atas Tanah Papua ini, demi obsesi pribadi dengan berlindung di balik nama hak warga negara, dengan memanfaatkan celah hukum dan kesemrawutan tata hukum di negara bernama Republik Indonesia ini.
Penafsiran – penafsiran hukum untuk serangkaian kosa kata yang jelas, terkadang dipelintir sedemikian rupa sehingga masyarakat dianggap tidak mengetahui apa niat dan maksud yang tersembunyi di balik itu semua.
Tapi it [ ... ]


Opini

ANEKSASI, POLITISASI DAN EKSPLORASI JARGON USANG TANPA DASAR

Anggota Kongres Amerika Serikat Eni Faleomavaega menegaskan pihaknya tidak mendukung kemerdekaan Papua, tetapi menyetujui otonomi khusus bagi provinsi itu sebagaimana Republik Indonesia memberlakukannya di Aceh. “Eni Faleomavaega, berharap pemberlakuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua secara serius dan konsisten oleh pemerintah RI,” demikian, dilaporkan anggota Kaukus DPR RI-AS Eva Kusuma Sundari dari Washington D.C. kepada ANTARA di Semarang, Kam [ ... ]


Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul