Industri Berbasis SDA Daerah Perlu Ditingkatkan

JAYAPURA – Saat ini diperlukan peningkatan pengembangan industri berbasis Sumber daya Aalam (SDA)  [ ... ]


1.500 ekor Labi-Labi Moncong Babi Dilepasliarkan

SENTANI - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dengan menggandeng pihak PT Freepor [ ... ]


Dewan : Di Sentani Timur Banyak Guru SD Malas

SENTANI - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jayapura Frangklin Wahey, S.Sos menemukan sejumlah guru di D [ ... ]


Jumat, 18 Mei 2012
Home Keerom Pemerataan Guru Jadi Persoalan Klasik
Pemerataan Guru Jadi Persoalan Klasik PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh redaksi binpa   
Minggu, 19 Februari 2012 20:48

Jayapura - Direktur Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Kabupaten Keerom, Silvester Lobya,S.Sos menyatakan bahwa, pemerataan jumlah guru menjadi masalah klasik dalam pembangunan pendidikan di Kabupaten Keerom.
Karena menurutnya, terjadi banyak kekurangan guru pada daerah tertentu, terutama daerah pedalaman, sementara di daerah lain terjadi penumpukan guru. 
“Fakta membuktikan bahwa, yang terjadi didalam penyelenggaraan pendidikan sampai saat ini, masih diperhadapkan pada persoalan klasik pendidikan, yakni, masalah kekurangan tenaga guru di wilayah tertentu, terutama di daerah terpencil, dan terjadi penumpukan guru di wilayah tertentu,” ungkapnya kepada Wartawan baru-baru ini.
Sehingga ia mempertanyakan niat baik Pemerintah, terutama Dinas Pendidikan dan Pengajaran Keerom dalam memajukan pendidikan guna meningkatkan sumber daya manusia di Kabupaten Keerom. “Ini berarti tidak ada niat baik bagaimana mengevaluasi tentang program pendidikan gratis itu sendiri. Sebab kondisi yang ada adalah masih banyak sekolah-sekolah yang kekurangan didalam anggaran operasional pendidikan, terutama terbatasnya perhatian Dinas Pendidikan dan Pengajaran di Kabupaten Keerom terhadap sekolah-sekolah swasta yang ada di Kabupaten Keerom, padahal sama-sama sekolah negeri di dalam melaksanakan kegiatan penyelenggaraan pendidikan, dan anak-anak yang didik adalah umumnya anak-anak asli Papua,” ungkapnya. (rhy/aj/lo2)

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Editorial

Bual – Bualan Poli”Tikus”

Perdasus Pilgub masih menjadi pertentangan, masing – masing pihak bertahan dalam asumsi dan pandangan hukum masing – masing, yang menurut mereka adalah kebenaran dan atas nama rakyat, namun semuanya bermuara pada satu ajang perebutan kekuasaan demi mempertahankan kepentingan diri,  kelompok dan golongan masing – masing.
Konsekuensi dari pertentangan tersebut sudah pasti molornya pelaksanaan Pilgub di Provinsi Papua, dan sudah molor 8 bulan lamanya, tidak dapat dipungkiri akar masalah molornya itu adalah karena masih adanya pihak yang sangat berambisi untuk menjadi penguasa di atas Tanah Papua ini, demi obsesi pribadi dengan berlindung di balik nama hak warga negara, dengan memanfaatkan celah hukum dan kesemrawutan tata hukum di negara bernama Republik Indonesia ini.
Penafsiran – penafsiran hukum untuk serangkaian kosa kata yang jelas, terkadang dipelintir sedemikian rupa sehingga masyarakat dianggap tidak mengetahui apa niat dan maksud yang tersembunyi di balik itu semua.
Tapi it [ ... ]


Opini

ANEKSASI, POLITISASI DAN EKSPLORASI JARGON USANG TANPA DASAR

Anggota Kongres Amerika Serikat Eni Faleomavaega menegaskan pihaknya tidak mendukung kemerdekaan Papua, tetapi menyetujui otonomi khusus bagi provinsi itu sebagaimana Republik Indonesia memberlakukannya di Aceh. “Eni Faleomavaega, berharap pemberlakuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua secara serius dan konsisten oleh pemerintah RI,” demikian, dilaporkan anggota Kaukus DPR RI-AS Eva Kusuma Sundari dari Washington D.C. kepada ANTARA di Semarang, Kam [ ... ]


Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul