| Pemerataan Guru Jadi Persoalan Klasik |
|
|
|
| Ditulis oleh redaksi binpa | ||||||
| Minggu, 19 Februari 2012 20:48 | ||||||
|
Jayapura - Direktur Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Kabupaten Keerom, Silvester Lobya,S.Sos menyatakan bahwa, pemerataan jumlah guru menjadi masalah klasik dalam pembangunan pendidikan di Kabupaten Keerom. Karena menurutnya, terjadi banyak kekurangan guru pada daerah tertentu, terutama daerah pedalaman, sementara di daerah lain terjadi penumpukan guru. “Fakta membuktikan bahwa, yang terjadi didalam penyelenggaraan pendidikan sampai saat ini, masih diperhadapkan pada persoalan klasik pendidikan, yakni, masalah kekurangan tenaga guru di wilayah tertentu, terutama di daerah terpencil, dan terjadi penumpukan guru di wilayah tertentu,” ungkapnya kepada Wartawan baru-baru ini. Sehingga ia mempertanyakan niat baik Pemerintah, terutama Dinas Pendidikan dan Pengajaran Keerom dalam memajukan pendidikan guna meningkatkan sumber daya manusia di Kabupaten Keerom. “Ini berarti tidak ada niat baik bagaimana mengevaluasi tentang program pendidikan gratis itu sendiri. Sebab kondisi yang ada adalah masih banyak sekolah-sekolah yang kekurangan didalam anggaran operasional pendidikan, terutama terbatasnya perhatian Dinas Pendidikan dan Pengajaran di Kabupaten Keerom terhadap sekolah-sekolah swasta yang ada di Kabupaten Keerom, padahal sama-sama sekolah negeri di dalam melaksanakan kegiatan penyelenggaraan pendidikan, dan anak-anak yang didik adalah umumnya anak-anak asli Papua,” ungkapnya. (rhy/aj/lo2)
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved." |



