Industri Berbasis SDA Daerah Perlu Ditingkatkan

JAYAPURA – Saat ini diperlukan peningkatan pengembangan industri berbasis Sumber daya Aalam (SDA)  [ ... ]


1.500 ekor Labi-Labi Moncong Babi Dilepasliarkan

SENTANI - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dengan menggandeng pihak PT Freepor [ ... ]


Dewan : Di Sentani Timur Banyak Guru SD Malas

SENTANI - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jayapura Frangklin Wahey, S.Sos menemukan sejumlah guru di D [ ... ]


Jumat, 18 Mei 2012
Home Kab. Jayapura Sepanjang 2011, 18 Balita Dinyatakan Positif Terinfeksi HIV/AIDS
Sepanjang 2011, 18 Balita Dinyatakan Positif Terinfeksi HIV/AIDS PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh redaksi binpa   
Selasa, 17 Januari 2012 21:41

SENTANI—Sepanjang tahun 2011, tercatat sebanyak 18 orang balita di Kabupaten Jayapura, dinyatakan positif terinfeksi HIV/AIDS. Hal ini diungkapkan Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kabupaten Jayapura Drs. Purnomo kemarin di Sentani kepada wartawan.
“Ke-18 balita tersebut masing-masing berusia mulai dari satu hingga empat tahun,” tandasnya.
Disebutkannya, balita yang mengidap HIV/AIDS ditularkan melalui ibunya. Dimana sang ibu sebelum mengandung sudah terinfeksi oleh HIV/AIDS. Masih adanya balita yang ditemukan terinfeksi HIV/AIDS disebabkan karena masih adanya rasa ketakutan bagi masyarakat termasuk ibu yang sedang mengandung untuk memeriksakan diri ke rumah sakit atau puskesmas terdekat yang sudah dilengkapi dengan alat VCT (Voluntary Counseling and Testing).
Padahal, lanjutnya, seandainya pada saat sedang mengandung para ibu hamil memeriksakan diri secara lengkap termasuk HIV/AIDS, anak yang terinfeksi bisa diminimalisir dengan penanganan khusus dari tenaga medis dengan berbagai langkah, seperti operasi pada saat melahirkan karena penularan dari ibu ke anak bukan pada saat didalam kandungan tetapi pada saat dilahirkan.
“Untuk itu, pihak kami sangat menghimbau kepada seluruh masyarakat di daerah ini termasuk ibu rumah tangga agar secara sadar memeriksakan diri ke rumah sakit atau puskesmas yang terdekat,” tukasnya.
Menurutnya, seluruh puskesmas yang tersebar di 19 distrik di kabupaten yang terkenal dengan pemberdayaan kampung ini telah dilengakapi alat VCT. “Masyarakat tidak perlu takut, justru lebih baik karena bisa dilakukan perawatan sejak dini terutama bagi ibu rumah tangga karena jika terinfeksi tidak hanya menggerogoti tubuh sang ibu tapi juga menular ke anak,” urainya.
Diterangkannya, hingga November 2011 jumlah kasus HIV/AIDS telah mencapai 796 kasus masing-masing HIV 335 kasus dan AIDS 461 kasus. Dari jumlah tersebut, lanjut Purnomo, laki-laki sebanyak 330 kasus atau 41,5 persen, perempuan 466 kasus atau 58,5 persen. Dengan golongan umur yang terinfeksi HIV/AIDS adalah, usia 1-4 tahun 18 kasus atau 2,3 persen, 5-14 tahun 3 kasus atau 0,4 persen, 15-19 tahun 60 kasus atau 7,5 persen, 20-29 tahun 367 kasus atau 46,1 persen, 30-39 tahun 251 kasus atau 31,5 persen, 40-49 tahun 69 kasus atau 8,7 persen, 50-59 tahun 20 kasus atau 2,5 persen, 60 tahun 3 kasus atau 0,4 persen, tidak diketahui lima kasus atau 0,6 persen. (dee/roy)

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Editorial

Bual – Bualan Poli”Tikus”

Perdasus Pilgub masih menjadi pertentangan, masing – masing pihak bertahan dalam asumsi dan pandangan hukum masing – masing, yang menurut mereka adalah kebenaran dan atas nama rakyat, namun semuanya bermuara pada satu ajang perebutan kekuasaan demi mempertahankan kepentingan diri,  kelompok dan golongan masing – masing.
Konsekuensi dari pertentangan tersebut sudah pasti molornya pelaksanaan Pilgub di Provinsi Papua, dan sudah molor 8 bulan lamanya, tidak dapat dipungkiri akar masalah molornya itu adalah karena masih adanya pihak yang sangat berambisi untuk menjadi penguasa di atas Tanah Papua ini, demi obsesi pribadi dengan berlindung di balik nama hak warga negara, dengan memanfaatkan celah hukum dan kesemrawutan tata hukum di negara bernama Republik Indonesia ini.
Penafsiran – penafsiran hukum untuk serangkaian kosa kata yang jelas, terkadang dipelintir sedemikian rupa sehingga masyarakat dianggap tidak mengetahui apa niat dan maksud yang tersembunyi di balik itu semua.
Tapi it [ ... ]


Opini

ANEKSASI, POLITISASI DAN EKSPLORASI JARGON USANG TANPA DASAR

Anggota Kongres Amerika Serikat Eni Faleomavaega menegaskan pihaknya tidak mendukung kemerdekaan Papua, tetapi menyetujui otonomi khusus bagi provinsi itu sebagaimana Republik Indonesia memberlakukannya di Aceh. “Eni Faleomavaega, berharap pemberlakuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua secara serius dan konsisten oleh pemerintah RI,” demikian, dilaporkan anggota Kaukus DPR RI-AS Eva Kusuma Sundari dari Washington D.C. kepada ANTARA di Semarang, Kam [ ... ]


Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul