Industri Berbasis SDA Daerah Perlu Ditingkatkan

JAYAPURA – Saat ini diperlukan peningkatan pengembangan industri berbasis Sumber daya Aalam (SDA)  [ ... ]


1.500 ekor Labi-Labi Moncong Babi Dilepasliarkan

SENTANI - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dengan menggandeng pihak PT Freepor [ ... ]


Dewan : Di Sentani Timur Banyak Guru SD Malas

SENTANI - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jayapura Frangklin Wahey, S.Sos menemukan sejumlah guru di D [ ... ]


Jumat, 18 Mei 2012
Home Kab. Jayapura
Kab. Jayapura
1.500 ekor Labi-Labi Moncong Babi Dilepasliarkan PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh redaksi binpa   
Kamis, 17 Mei 2012 22:19

Tampak Menteri Lingkungan Hidup RI ketika menandatangi berkas serah terima  Labi-labi Moncong Babi dengan disaksikan oleh pihak PTFI dan Pemerintah Provinsi Papua serta BBKSDA Rabu (16/05) bertempat di VIP ROOM Bandara SentaniSENTANI - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dengan menggandeng pihak PT Freeport Indonesia (PTFI) melakukan pelepasliaran 1.500 ekor Labi-labi Moncong Babi.
Labi-labi Moncong Babi yang memiliki nama ilmiah Carettochelys Insculpta sejenis kura-kura ini termasuk dalam kategori satwa endemik Papua yang terancam punah. Dimana nantinya PTFI akan memfasilitasi pelepasliaran satwa endemik Papua tersebut di kawasan Taman Nasional Lorentz.
Presiden Direktur PTFI Rozik B. Soetjipto mengatakan bahwa kebijakan lingkungan PTFI melingkupi komitmen untuk berkontribusi dalam konservasi keanekaragaman hayati Papua.
“Sebagai kontraktor Pemerintah di bidang pertambangan, kami sangat menyadari pentingnya kekayaan keanekaragaman hayati di tempat kami beroperasi,” tandasnya kepada wartawan ketika ditemui di VIP ROOM Bandara Sentani Rabu siang (16/05) usai acara pelepasliaran satwa langka endemik Papua berupa 1500 ekor Labi-labi Moncong Babi secara simbolis dari Menteri Lingkungan Hidup kepada BBKSDA lalu diserahkan ke PTFI.
Dijelaskannya, pihaknya mengucapkan banyak terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada BBKSDA Papua yang untuk kesekian kalinya mempercayakan PTFI untuk memfasilitasi pelepasliaran satwa langka endemik Papua.

Selanjutnya...
 
«MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir»

halaman 1 dari 1656

Editorial

Bual – Bualan Poli”Tikus”

Perdasus Pilgub masih menjadi pertentangan, masing – masing pihak bertahan dalam asumsi dan pandangan hukum masing – masing, yang menurut mereka adalah kebenaran dan atas nama rakyat, namun semuanya bermuara pada satu ajang perebutan kekuasaan demi mempertahankan kepentingan diri,  kelompok dan golongan masing – masing.
Konsekuensi dari pertentangan tersebut sudah pasti molornya pelaksanaan Pilgub di Provinsi Papua, dan sudah molor 8 bulan lamanya, tidak dapat dipungkiri akar masalah molornya itu adalah karena masih adanya pihak yang sangat berambisi untuk menjadi penguasa di atas Tanah Papua ini, demi obsesi pribadi dengan berlindung di balik nama hak warga negara, dengan memanfaatkan celah hukum dan kesemrawutan tata hukum di negara bernama Republik Indonesia ini.
Penafsiran – penafsiran hukum untuk serangkaian kosa kata yang jelas, terkadang dipelintir sedemikian rupa sehingga masyarakat dianggap tidak mengetahui apa niat dan maksud yang tersembunyi di balik itu semua.
Tapi it [ ... ]


Opini

ANEKSASI, POLITISASI DAN EKSPLORASI JARGON USANG TANPA DASAR

Anggota Kongres Amerika Serikat Eni Faleomavaega menegaskan pihaknya tidak mendukung kemerdekaan Papua, tetapi menyetujui otonomi khusus bagi provinsi itu sebagaimana Republik Indonesia memberlakukannya di Aceh. “Eni Faleomavaega, berharap pemberlakuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua secara serius dan konsisten oleh pemerintah RI,” demikian, dilaporkan anggota Kaukus DPR RI-AS Eva Kusuma Sundari dari Washington D.C. kepada ANTARA di Semarang, Kam [ ... ]


Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul