Jokowi Lantik Jonan-Arcandra Sebagai Menteri dan Wamen ESDM

0
16
Foto: Presiden Joko Widodo bersama Menteri ESDM Ignatius Jonan dan Wamen ESDM Arcandra Tahar di Istana Negara, kemarin. (ist)
Foto: Presiden Joko Widodo bersama Menteri ESDM Ignatius Jonan dan Wamen ESDM Arcandra Tahar di Istana Negara, kemarin. (ist)

JAKARTA — Presiden Joko Widodo melantik Ignasius Jonan sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, sementara Arcandra Tahar sebagai Wakil Menteri ESDM.

Dilansir kompas, pelantikan Jonan – Archandra berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10) siang.

Tak ada pengumuman pengangkatan Jonan dan Arcandra sebelumnya. Keduanya langsung memasuki ruang pelantikan pukul 13.15 WIB. Jokowi lalu masuk ke ruangan pukul 13.30.

Setelah itu, keppres langsung dibacakan. Presiden langsung memimpin sumpah dan janji keduanya sebagai menteri dan wakil menteri.

Presiden Joko Widodo meyakini, Ignasius Jonan dan Arcandra Tahar mampu bekerja sama dalam menyelesaikan masalah pada sektor energi di Indonesia.

Jokowi menilai, keduanya memiliki kompetensi untuk memimpin Kementerian ESDM dan melakukan reformasi besar-besaran.

Bagi Jokowi, keduanya memiliki karakter berani. “Saya tahu dua-duanya keras kepala, tetapi suka terjun ke lapangan,” kata Jokowi

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengingatkan bahwa pelantikan ini merupakan isu manajemen. Ia meminta, hal ini tidak ditarik ke isu personal atau politik.

Ignasius Jonan adalah mantan Menteri Perhubungan yang dicopot Jokowi dalam reshuffle Kabinet Kerja jilid II pada akhir Juli lalu.

Sementara itu, Arcandra adalah mantan Menteri ESDM yang dilantik Jokowi saat reshuffle Kabinet Kerja jilid II.

Namun, baru 20 hari menjabat, Arcandra dicopot Jokowi karena masalah kewarganegaraan. Ia diketahui memegang paspor Amerika Serikat.

Hampir dua bulan tugas menteri ESDM dipegang pelaksana tugas, yakni Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Belakangan, setelah melakukan analisis, pemerintah memutuskan bahwa Arcandra berstatus warga negara Indonesia.

Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri Hukum dan HAM tanggal 1 September 2016. Dalam nomenklatur sebelumnya, sebenarnya tidak ada posisi wakil menteri ESDM. Namun, posisi ini mendadak muncul.(binpa/tis)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR


*