|
Calon Tidak Lolos Massa ‘Bentrok’ dengan Aparat |
|
|
|
|
Selasa, 08 Juni 2010 15:56 |
Dari Simulasi PAM Pemilukada di Merauke
Merauke- Puluhan warga berusaha menerebos pagar Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Merauke, yang dijaga ketat ratusan aparat keamanan Polres Merauke. Mereka berkoar-koar dan mendorong pagar betis pihak aparat, karena merasa tidak puas pasangan kandidat yang diusung tidak lolos seleksi penetapan bakal calon (balon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Merauke. Lantas, sempat terjadi bentrok antara petugas pengaman, tetapi aksi menerebos pagar Kantor KPU itu berhasil dihalau. Tak hanya itu saja, akibat ketidakpuasan warga juga berlakon anarkhis dengan melempar batu ke arah petugas.
Aksi tersebut berlangsung dalam simulasi pengamanan Pemilukada Kabupaten Merauke 2010, yang berlangsung di pelataran Mapolres Merauke, Jalan Brawijaya, Selasa (8/6) pagi. Dalam simulasi yang mengerahkan hampir seluruh personel aparat Polres Merauke, pengamanan ditunjukkan dalam dua format, yaitu format anak panah dan format berkaitan.
Dari pantauan Harian Bintang Papua, prosesi simulasi dibuat sangat dramatis, termasuk ketika aparat bentrok dengan para pengunjuk rasa, aksi lempar air pun terjadi. Polisi juga sempat menembakkan gas air ke arah para pengunjuk rasa yang notabene diperankan anggota polres sendiri. Bahkan yang menarik dari aksi kemarin, para personil yang terlibat cukup menghayati peran dalam simulasi tersebut.
Selanjutnya, dijelaskan Kapolres Merauke melalui Kabag Ops Kompol JR Siagian SIK, simulasi ini adalah bentuk strategi kesiapan aparat jika nantinya memang terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam pesta demokrasi nanti. “Sebagai aparat keamanan, kami wajib mengawal jalannya Pemilukada 2010 ini sehingga dapat berjalan dengan baik dan kondusif,” kata mantan Kasat Reskrim Polresta Sorong ini, kepolisian selalu melakukan preventif dan preentif. (cr-14)
|