Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081298338027, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

SERUI - Penyelenggaraan ibadah haji bertujuan memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan yang sebaik-baiknya bagi jamaah haji sehingga jamaah haji dapat menunaikan ibadahnya sesuai dengan ketentuan ajaran agama Islam sesuai UU No 13 Tahun 2008 pasal 3.

Demikian hal itu dikatakan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten kepulauan Yapen Pdt. Amsal Yowei, S.E., M.Pdk., ketika membuka Rapat Koordinasi Peyelenggaraan Haji Daerah di aula Kantor kementerian agama Yapen baru-baru ini di Serui.

Dikatakan Amsal Yowei, tugas pemerintah secara umum dalam pasal 6 undang-undang tersebut menyebutkan bahwa Pemerintah berkewajiban melakukan pembinaan, pelayanan dan perlindungan dengan menyediakan layanan administrasi, bimbingan Ibadah haji, akomodasi, transportasi, pelayanan kesehatan, keamanan dan hal-hal yang diperlukan oleh jamaah haji dan untuk terlaksananya kegiatan dimaksud secara maksimal. 

“Maka Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Yapen menyelenggarakan Rapat Koordinasi Haji Daerah Tahun 2013 M/1434 H dengan beberapa Instasi yang terkait dalam hal ini Bank Penerima Setoran (BPS), BPIH Bank Rayat Indonesia (BRI) Serui, Bank Mandiri Cabang Serui, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen, Kementerian HAM (Kantor Imigrasi) Biak, Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen selaku Koordinator Penyelenggara Haji Daerah, Ketua Regu dan Ketua Kloter Haji Tahun 2013 yang telah menjalankan Ibadah Haji Di Tanah Suci Mekah yang telah kembali ketanah air atau daerah asalnya dan lebih khusus Kabupaten Kepulauan Yapen,” tandasnya.

SERUI - Peringatan HUT PGRI ke-68 tahun dan hari Guru, merupakan momen yang tepat kepada para Guru sebagai pelaku pendidikan untuk mengintrospeksikan diri, karena melihat perjalanan pendidikan di kabupaten kepulauan Yapen terutama mengenai kinerja para guru yang menjadi sorotan masyarakat. 

demikian ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten kepulauan Yapen Rony Theo Ayorbaba, AP. M.Si., dalam sambutannya pada acara peringatan HUT PGI dan hari guru yang di langsungkan di Kampus PGRI Serui Senin (25/11) kemarin pagi.

“Perjalanan pendidikan di Yapen sedang mengalami peningkatan, namun para guru perlu melakukan introspeksi dan merefleksikan kembali apa yang telah dikerjakan selama akhir-akhir ini masyarakat sering menyoroti mengenai tugas dan tanggung jawab guru yang kurang profesional,” tandasnya.

Dengan tema HUT PGRI tahun 2013 yakni “Upaya meningkatkan profesionalisme, kesejahteraan dan perlindungan” maka Kepala Dikpora Yapen menghimbau kepada para guru untuk meningkatkan mutu guru dan pendidikan sesuai dengan program dan kegiatan kementerian pendidikan sebagai upaya menjawab tema tahun 2013 yakni peningkatan profesionalisme.

Kepala Kantor Kementrian Agama Yapen,Pdt.Amsal Yowei, S.E., M.Pdk. (tengah) ketika berpose bersama pengurus KKG dan MGMP yang baru di bentuk.SERUI - Memperhatikan UU No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengamanatkan untuk memiliki kualifikasi akademik minimal S1/D4, memiliki kompetensi sebagai agen pembelajaran sebagaimana yang diamanatkan pada undang undang tersebut, maka guru harus meningkatkan kompetensinya melalui berbagai upaya antara lain melalui pelatihan, penulisan karya ilmiah, dan berbagai pertemuan dikelompok kerja profesi.
Kepala Kantor kementerian agama Yapen,Pdt.Amsal Yowei, S.E., M.Pdk., ketika ditemui seusai acara pembentukan KKG dan MGMP kepada Bintang Papua menjelaskan,kelompok kerja profesi yag di bentuk diantaranya Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) dan lain lain, hal ini sebagai wujud keseriusan pemerintah melalui peran Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dalam rangka peningkatan mutu pendidikan.
“Maka Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Yapen lebih serius untuk memperhatikan wadah wadah profesi dimaksud untuk didorong dan difasilitasi agar melaksanakan tugas tugas dibidang pendidikan Agama seperti KKG/MGMP Pendidikan Agama Kristen dengan lima tugas utamanya yaitu: Menyusun program pembelajaran PAK, Mengembangkan materi dan metode pembelajaran, menciptakan terobosan baru dalam pembelajaran, membimbing siswa dalam meningkatkan potensi dan memecahkan masalah yang dihadapi disekolah masing masing,” tandas Yowei.

Rabu, 27 November 2013 08:38

Generasi Muda Dipersiapkan Hadapi Tahun 2045

Ditulis oleh

Sekda Kabupaten Kepulauan Yapen, Ir. Alex Nussy,M.M., ketika bertindak sebagai Pembina Upacara pada peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 68 di lapangan Trikora Serui.SERUI - Menuju Indonesia tahun 2045 dan 100 tahun Indonesia merdeka, pemerintah secara dini dan mutlak harus menyadari tantangan pendidikan berikut persoalan yang semakin rumit dan kompleks.demikian sambutan tertulis menteri pendidikan kebudayaan Republik Indonesia yang di bacakan sekertaris Daerah kabupaten kepulauan Yapen Ir. Alex Nussy,M.M., di lapangan Trikora Serui pada peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI.
Menurut Mendiknas, struktur pendidikan tahun 2010 tercatat 406 juta anak usia 0-9 tahun dan 44 juta anak usia 10-19 tahun harus dipersiapkan sedini mungkin bagi memperkuat generasi di tahun 2045 mendatang yang pemantapannya harus ditempuh dengan pendidikan bermutu dari jenjang pendidikan usia dini hingga tingkat perguruan tinggi.

Rabu, 27 November 2013 08:38

Pemda Harus Perhatikan Kesejahteraan Guru

Ditulis oleh

SERUI - Menyambut Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 68 tahun 2013 Wakil ketua DPRD Herman Woriori, S.E., atas nama rakyat dan pemerintah daerah mengapresiasi para pengabdi pendidikan di Daerah ini, sekaligus menyampikan terima kasih atas kerja dan karyanya untuk memanusiakan manusia secara nyata. Dan untuk itu pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan guru.
Herman Woriori ketika di temui Wartawan seusai upacara Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI menegaskan, Negara tanpa guru bagai kapal tidak berkemudi, untuk itu kepada seluruhGuru dan tenaga pendidikan yang tersebar di kabupaten ini.
Woriori mengajak keseriusannya untuk terus bekerja memanusiakan manusia sebagai modal pembangunan bangsa dan Negara, sementara pihak pemerintah daerah dan semua pengambil kebijakan dirinya juga mengharapkkan agar selalu memberikan dukungan penuh dengan menyiapkan Infrastruktur yang layak.

Kepala Kantor Kementrian Agam Kabupaten Kepulauan Yapen Pdt. Amsal Yowei, S.E., M.Pd.K. ketika memberikan bantuan Buku pelajaran.SERUI - Mendukung dan membantu proses belajar dan mengajar di distrik Angkaisera,  Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Yapen memberikan bantuan berupa buku-buku pelajaran agama Kristen untuk dua sekolah di distrik Angkaisera. 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Yapen Pdt. Amsal Yowei, S.E., M.Pd.K kepada Bintang Papua, Sabtu (23/11) kemarin mengatakan kegiatan belajar yang efektif selalu diperlukan media atau alat bantu pembelajaran. Media ini sering diartikan sebagai alat penolong dalam kegiatan belajar mengajar dan biasanya meliputi orang, bahan, peralatan atau kegiatan yang menciptakan kondisi guna memungkinkan peserta didik memperoleh pengalaman belajar, pengetahuan, spritualitas, moralitas, sikap dan keterampilan.

“Salah satu media pembelajaran yang merupakan kebutuhan mendasar bagi sebuah lembaga pendidikan adalah buku-buku pelajaran dan buku pegangan guru, maka hal ini menjadi kebutuhan bagi SD, SMP dan SMA/ SMK yang ada di Kabupaten Kepulauan Yapen demikian,” ujarnya.

Selasa, 26 November 2013 08:42

Ketua DPRD Klarifikasi Kehadiran TNI di Pantura

Ditulis oleh

Ketua DPRD Yapen, Yotam Ayomi ketika dimintai keterangan.SERUI - Kabar miring atas kehadiran  sejumlah pasukan TNI dari Satuan  Zipur kodam IV Diponegoro di Wilayah Pantai Utara (pantura) yang diasumsikan masyarakat sebagai tindakan pengamanan Kamtibnas, membuat sebagian masyarakat  merasa terganggu dan bahkan nyaris mengungsi karena ketakutan. Melihat kondisi yang salah paham itu Ketua DPRD Yapen, Yotam Ayomi mengatakan bahwa kedatangan pasukan TNI ke Wilayah Pantura bertujuan membantu pengerjaan proyek jalan Trans Yapen.

“Jika ada kabar yang sampai kepada masyarakat itu untuk pengamanan itu sangat salah dan cuma isu murahan, yang betul kedatangan 150 personil TNI hanya untuk membantu proses pengerjaan jalan trans lingkar pulau Yapen yang merupakan Proyek dari UP4B,” tandas Yotam Ayomi ketika ditemui di kediamannya Minggu (24/11) kemarin. 

Di katakan Yotam sesaat setelah tiba di Kampung Rosbori Kawasan Pantura dalam kunjungannya Jumat (22/11) lalu bersama Danramil, dirinya langsung melakukan pertemuan dengan masyarakat untuk menjelaskan keberadaan personil yang ditanggapi keliru oleh masyarakat. 

SERUI - Ketua Yayasan Anak Adat Papua, Elisa Merani mengungkapkan Yayasan Anak Adat Dusun Anak Adat Papua di kabupaten Kepulauan Yapen telah melakukan kegiatan pengembangan peran serta masyarakat adat Papua seperti yang dilakukan di Kampung Ambaidiru, Mambo, Kontiunai, Waniwon, Sarwandori, Armarea Tatui serta Turu dan Ariepi.

“Kehadiran Yayasan Anak Dusun Papua merupakan keinginan dan tindakan strategis dari  yayasan sendiri sebagai pengembangan pemberdayaan, serta peran serta masyarakat adat Papua dalam program pengembangan berkelanjutan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat adat yang berbasis pada pembinaan pengembangan dan kelestarian nilai-nilai pengetahuan dasar dan budaya asli,” ungkapnya kepada Bintang Papua ketika ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. 

Lanjut Elisa Merani, Yayasan ini bergerak pada bidang commudity development pengembangan Kapasitas Masyarakat program lingkungan dan Pogram Beasiswa yang di peruntukan bagi anak adat Papua.

Selasa, 26 November 2013 08:30

Pemkab Biak Numfor Masih Tunggu Perubahan APBD

Ditulis oleh

BIAK - Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua masih menunggu kelanjutan pembahasan sidang perubahan APBD 2013 hingga Sabtu pagi masih terhenti pasca “walk out”-nya Bupati Yusuf Melianus Maryen beberapa hari lalu.

Pejabat pelaksana tugas Sekretaris Daerah (Sekda) Abdul Kahar di Biak, Sabtu (23/11), mengatakan, ia bersama jajaran Pemkab Biak Numfor sangat berharap materi pembahasan sidang perubahan APBD 2013 bisa dilanjutkan dewan.

“Sampai kapan sidang pembahasan APBD perubahan tahun 2013 akan rampung belum bisa diprediksi karena tugas ini menjadi kewenangan lembaga legislatif,” kata Sekda Abdul Kahar.

Ia mengakui, jika sidang perubahan APBD diskor hingga batas waktu yang belum jelas maka sangat mempengaruhi kinerja SKPD dalam melaksanakan kegiatan tahun 2013.