Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081298338027, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Buntut Dari Tidak Tersedianya Dokter Spesialis

SERUI - RSUD Serui tahun ini akan meningkatkan pembayaran insentif dokter spesialis sebagai cara untuk menarik pada dokter untuk datang bertugas di Serui. Hal ini dilakukan, pasalnya di RSUD Serui sampai saat ini masih terkendala dengan minimnya insentif yang diterima dokter di sana, sementara di daerah lain di Papua, insentif yang diterima oleh dokter bahkan ada yang mencapi hingga Rp45 juta. 

“Tahun ini kita sudah mengajukan dana untuk menarik Dokter spesialis bertugas di RSUD Serui dengan insentif Rp7,5 juta rupiah perbulan,” tandas Direktur RSUD Serui dr.Widianto Pratikto, Selasa (28/1).

Diterbitkan di Kab. Waropen

SERUI - Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) memilik 2 bidang pelayanan masing-masing pelayanan kesehatan dan pelayanan bidang Ketenagakerjaan. Demikian dikatakan Direktur RSUD Serui dr. Widianto Pratikto, di ruang kerjanya, Jumat (24/1).

“ BPJS sudah di berlakukan sejak  1 Januari kemarin, dimana untuk bidang kesehatan terangkum dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang meliputi kesertaan yang lama yakni PNS, TNI/Polri aktif, Pensiunan, BUMN, dan peserta Jamkesmas yang terdaftar sebagai data base,” ungkapnya.

Dijelaskan dr. Widianto, dari 126 ribu Penduduk di Kabupaten Kepulauan Yapen, yang terdaftar sebagai peserta Askes berjumlah 6.000 orang. Sementara, terakomodir pada BPJS untuk dilayani sebanyak 96 ribu orang yang mana sisanya akan di tanggung oleh Pemda melalui program Jamkesdis/Jamkesda.

Diterbitkan di Kab. Waropen
Jum'at, 25 Januari 2013 09:02

Herman: Gedung RSUD Serui Tak Layak Pakai

Wakil Ketua II DPRD Yapen Herman Woriori,SE  bersama ketua dan Anggota DPRD saat melakukan sidak di RSUD SeruiSerui - Kunjungan kerja Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kepulauan Yapen, Herman Woriori,SE ke RSUD Serui dalam rangka meninjau layak tidaknya fasilitas dan pelayanan pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serui, banyak mendapat persoalan. Antara lain dikatakan, kondisi RSUD Serui sudah tidak layak digunakan dalam hal ini menyangkut kasur lemari penyimpanan pakaian, dan makanan. Untuk itu selaku wakil rakyat sudah mengingatkan sekaligus menyampaikan kepada pemerintah daerah mulai dari penjabat bupati, Sekertaris Daerah bahkan Direktur RSUD tentang putusan DPRD tahun APBD 2012 kemarin yang seharusnya RSUD Serui sudah harus dipindahkan di Wainakawini, namun sampai dengan saat ini belum juga dipindahkan. Demikian diungkapkan kepada Bintang Papua di lokasi tersebut,Jl. Ratulangi Serui (24/1)

Diterbitkan di Kab. Waropen