Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081298338027, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

BIAK - Manajemen Perusahaan Listrik Negara segera membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Kampung Urfu Distrik Yendidori, Kabupaten Biak Numfor, Papua, berkapasitas 2X7 MW yang digarap melalui kerja sama dengan pemerintah kabupaten setempat.

Manager PLN area Biak Salmon Kareth dihubungi di Biak, Rabu (26/3), mengakui rencana pengerjaan bangunan fisik PLTU Urfu yang dijadwalkan dilakukan dalam tahun 2014.

“Diperkirakan pada 2015 proyek pembangunan PLTU Urfu bisa tuntas pekerjaan fisiknya sehingga dapat beroperasi melayani kebutuhan listrik warga,” ungkap Salmon.

Ia mengatakan, jika PLTU Urfu bisa beroperasi tepat waktu diharapkan dapat menambah ketersediaan kekuatan daya cadangan listrik di lingkup manajemen PLN area Biak.

Diterbitkan di Papua Tengah
Kamis, 10 Oktober 2013 06:20

PLN akan Tertibkan Sambungan Liar

Manajer PT. PLN Rayon Serui, Darwis.SERUI - Manajer PT. PLN Rayon Serui Darwis mengungkapkan, masalah Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) merupakan program  kerja PLN, hasil evaluasi yang dilakukan secara lokal dan nasional untuk Kabupaten Kepulauan Yapen, KWH yang dipakai oleh pelanggan kedapatan banyak yang tidak terukur atau pemakaian liar.

“Karena diduga ada banyak kebocoran KWH melalui sambungan liar, kami akan melakukan penertiban liar dengan cara razia ke rumah-rumah,” ujarnya kepada Bintang Papua. 

Di temui Wartawan di ruang kerjanya Rabu (9/10) siang kemarin, Darwis menjelaskan dari permasalahan pemakaian liar tersebut seluruh PLN Indonesia terkhususnya di kabupaten Kepulauan Yapen mengalami kerugian yang sangat besar setiap bulannya, sehingga ini harus dilakukan dengan cepat dan tepat. 

“Masalah Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik yang kita kenal dengan P2TL merupakan satu rencana kerja dimana hasil evaluasi kerugian termasuk KWH yang digunakan oleh pelanggan-pelanggan pada semester pertama menemukan masih banyak KWH yang digunakan pelanggan, tapi tidak terukur dan tidak tercatat seperti menyala tanpa meter dan sambungan liar, sehingga kami melakukan satu program untuk mencari KWH yang tidak tercatat,” terangnya.

Diterbitkan di Kab. Waropen

JAYAPURA — Walikota Jayapura Drs. Benhur Tommy Mano, MM secara khusus meminta kepada pihak PLN untuk tidak melakukan pemadaman listrik selama masa Ujian Nasional (UN) berlangsung.
Walikota mengaku pada Minggu (21/04) malam pada saat PLN melakukan pemadaman listrik, banyak masyarakat yang menghubungi dirinya melalui pesan singkat, dan seluruhnya mengeluhkan pemadaman yang terjadi karena disaat itu anak-anak mereka sedang belajar untuk mempersiapkan diri menghadapai UN.
“Kepada pihak PLN saya minta pada saat ujian ini saya minta lampu (listrik) tidak boleh dipadamkan karena anak (siswa) dalam proses belajar,” tuturnya kepada wartawan pada Senin (22/04) siang di Kantor Walikota Jayapura.

Diterbitkan di Port Numbay
Senin, 08 April 2013 05:32

PLN: Tunggakan Listrik di Biak RP1,9 M

BIAK - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengungkapkan tunggakan listrik di wilayah pelayanan Kabupaten Biak Numfor, hingga awal April 2013 mencapai Rp1,9 miliar.
Manager Area PLN Biak Syaifuddin dihubungi di Biak, Minggu, mengatakan tunggakan listrik Rp1,9 miliar itu berasal dari pelanggan masyarakat, instansi pemerintah daerah dan instansi vertikal dengan besaran tunggakan bervariasi.
"Tunggakan listrik yang terjadi di wilayah kerja PLN Biak meliputi Biak dan Yapen Kepulauan sementara untuk Kabupaten Supiori dan Kabupaten Waropen sudah 100 persen menggunakan sistem pra bayar," ungkapnya.

Diterbitkan di Ekonomi & Bisnis

Nabire – PLN Nabire mengalami kerugian tunggakan pelanggan listrik sebesar Rp. 3,5 M tunggakan itu terhitung sejak 31 Desember 2012 tahun lalu.
Manajer PLN Cabang Manokwari Ranting Nabire, Papua. Manihar Hutagalung mengatakan, kebanyakan pelanggan yang nunggak tersebar di daerah perkotaan yaitu di Distrik Nabire, Teluk Kimi, Wanggar, Uwapa dan distrik Makimi.
“Jadi tunggakan kita khususnya untuk PLN rayon Nabire ini per 31 Desember ini tidak mencapai target. Target kita kemarin adalah 800 juta ternyata realisasinya 3,5 milyar. Ya, ini sangat mengganggu kinerja kita di PLN ranting Nnabire ini.   Dan akhirnya penilaian dari PLN pusat dan wiayah dianggap kita elum maksimal dalam menurunkan tunggakan.” Ujar Manihar.

Diterbitkan di Papua Tengah

PANIAI – Lampu Perusaahan Listrik Negara (PLN) di Kabupaten Paniai, Papua menyala secara bergiliran. Sebelumnya, lampu di daerah itu padam sejak awal Januari hingga kemarin. Lampu mati menyebabkan layanan publik, seperti Rumah Sakit dan Sekolahan di daerah itu terganggu.
Seorang warga Paniai. Ofni Yeimo megatakan, lampu PLN di daerahya menyala hanya beberapa jam saja, dan bergiliran dengan daerah lainnya.
 “Ya, saat ini lampu sudah nyala kenbali tetapi dengan giliran, jadi ada dua giliran. Giliran yang pertama dari jam 6 sore sampai jam 9 malam seperi biasa nyala trus mati, trus ganti lagi ke giliran yang lain dari jam 9 malam sampai pagi jam 6. Pagi juga seperti itu kembali mati, trus nyala lagi,” Jelas dia.

Diterbitkan di Papua Tengah
Rabu, 16 Januari 2013 08:45

PLN Mulai Tertibkan Penyambungan Liar

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Waropen Nelson Sasarary, ST ketika melakukan sosialisasi meter prabayar di waropen belum lama iniWaropen - Setelah melakukan MoU antara Pemkab Waropen dan PLN Biak pada medio agustus 2012 lalu, penanganan kelistrikan di waropen belum sepenuhnya ditangani perusahaan listrik Negara tersebut. Berdasarkan surat permohonan yang dikirimkan kepada Pemda setempat, kelistrikan diwaropen masih ditangani pihal ketiga hingga January 2013, odan selanjutnya akan ditangani  oleh PLN.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Waropen Nelson Sasarary, ST, MMT kepada Bintang Papua via telephon selulernya selasa 15/1 kemarin. Menurut Nelson bahwa.
’’Sesuai surat permohonan dari PLN kepada Pemda, penanganan kelistrikan sementara ditangani pihak ketiga sampe januari, selanjutnya akan ditangani PLN sepenuhnya dan sudah kami sampaikan ke DPRD, Polres dan semua pihak yang ada diwaropen,’’ jelas Nelson

Diterbitkan di Kab. Waropen