Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Senin, 25 Februari 2013 04:19

Bupati Puncak Jaya Diminta Lepas Distrik Fawi Gabung ke Lembah Roufaer

Ditulis oleh  redaksi binpa
Taksir item ini
(4 pilihan)

Sekretaris Komisi A DPRP Yulius Miagoni dan Ketua MRP Timotius Murib ketika berkunjung ke Distrik Fawi belum lama ini. Bupati Puncak Jaya diminta melepas distrik Fawi ke Lembah Roufaer. WAROPEN - Bupati Kabupaten Puncak Jaya Drs. Henock Ibo diminta melepaskan distrik Fawi untuk bergabung ke calon kabupaten pemekaran Lembah Roufaer, pasalnya selama ini masyarakat yang berada didistrik Fawi untuk menjangkau Kabupaten Puncak Jaya cukup sulit, sehingga mereka memilih bergabung denga Lembah Roufaer untuk dimekarkan menjadi daerah otonom baru di Papua agar jangkauan pelayanan pemerintahan, pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat.
Hal ini disampaikan Ketua Tim Pemekaran Lembah Roufaer wilayah Kabupaten Mamberamo Raya Yakobus Bakay kepada Bintang Papua via telephon selulernya Minggu (24/2) malam kemarin.
Menurut Yakobus yang juga anggota DPRD Mamberamo Raya ini bahwa semestinya Bupati Puncak Jaya dengan besar hati melepas distrik Fawi bergabung ke Lembah Roufaer, bukan calon pemekaran Kabupaten Yamo karena keinginan masyarakat akar rumput di distrik Fawi lebih memilih bergabung ke Lembah Roufaer.
’’ saya minta dengan hormat kepada Bupati Puncak Jaya untuk mendatangi peta batas wilayah dan memberikan rekomendasi pelepasan distrik fawi bergabung ke lembah roufaer, karena masyarakat didistrik Fawi sendiri berkeinginan gabung ke lembah roufaer dari pada Yamo,’’ jelas Yakobus
Dikatakan, dirinya sebagai anak adat dan anak asli di Lembah Roufaer meminta kepada DPRP Papua untuk tidak serta menyetujui distrik Fawi bergabung ke Yamo tetapi harus turun dan bertanya kepada masyarakat Fawi apakah ingin bergabung ke Lembah Roufaer atau ke Yamo.

’’ Yamo silahkan mekar menjadi kabupaten, tapi jangan ambil distrik Fawi hanya karna kepentingan elit politik saja. Selama ini masyarakat Fawi berkeinginan untuk masuk ke lembah roufaer karena selama ini mereka lebih mudah ke Mamberamo raya dari pada kabupaten puncak jaya. Jadi kami berharap DPRP harus melihat persoalan ini baik,’’ jelas Yakobus
Senada juga disampaikan Kepala Suku Besar Distrik Fawi Jahya Gawa kepada Bintang Papua Minggu (24/2) kemarin, bahwa Bupati Puncak Jaya Henock Ibo harus menepati janjinya kepada masyarakat Fawi pada Pemilukada kemarin.
Bupati berjanji berjanji kepada masyarakat harus memberikan suaranya kepadanya, dan jika terpilih menjadi Bupati Puncak Jaya, maka dirinya akan melepas distrik Fawi untuk bergabung ke Lembah Roufaer untuk menjadi satu daerah otonom baru.
’’ kami sangat menderita didistrik fawi, kami mau ke ibu kota puncak jaya saja susah. Lebih mudah kita turun ke Mamberamo saya. Jadi kami minta Bupati harus tepati janjinya bahwa kita masyarakat pilih dia, jika terpilih maka distrik fawi akan dilepas gabung ke lembah roufaer,’’ jelas Jahya.
Ia bahkan menyebut, Bupati Puncak Jaya telah berjanji kepada Majelis Rakyat Papua (MRP) dalam hal ini ketua MRP Timothius Murib untuk melepas distrik Fawi bergabung ke lembah roufaer namun ternyata tidak ditepati juga.
’’ masyarakat didistrik fawi hanya mau gabung ke lembah roufaer, dan ini harus diperhatikan Bupati karna kami sudah cukup menderita selama ini,’’ harapnya. (es/achi/lo1)

Baca 440 kali

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.


Anti-spam: complete the task