Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081298338027, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Papua Selatan

TIMIKA - Kerusakan lingkungan yang terjadi di Mimika, Timika, Papua, sebagai akibat dari limbah tailing PT Freeport Indonesia semakin bertambah parah.

Ketua Panitia Kerja (Panja) DPRD Mimika untuk Pelaksanaan UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara, Luther Wakerkwa di Timika, Rabu (2/4), mengatakan, limbah tailing Freeport yang selama puluhan tahun dialirkan melalui sungai ke laut telah mengakibatkan terjadinya pendangkalan alur sungai di dataran rendah Mimika, pendangkalan muara sungai bahkan menyebabkan tiga pulau di Distrik Mimika Timur Jauh hilang.

“Akibat dari limbah tailing ini menyebabkan terjadi kerusakan lingkungan yang sangat luar biasa di Kabupaten Mimika. Dari laporan masyarakat Kamoro, ada tiga pulau hilang karena tertutup material tailing yaitu Pulau Yapero, satu dari tiga pulau di Pulau Tiga, dan Pulau Bidadari. Sebentar lagi Pulau Puriri juga akan hilang,” ucap Luther.

Menurut politisi PAN itu, PT Freeport harus bertanggung jawab penuh terhadap berbagai kerusakan lingkungan yang terjadi akibat limbah tailingnya tersebut.

Masyarakat, aparatur kampung dan distrik Naukenjerai tatap muka dengan bupati Meruake terkait persiapan pilegMERAUKE – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif 9 April dan Pemilihan Presiden Juni 2014, Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, M.T., memantau persiapan pemilu 2014 di distrik dan kampung-kampung di Kabupaten Merauke.

Rabu (2/4) kemarin, Bupati Romanus memantau persiapan Pileg 2014 di Distrik Naukenjerai. Menurutnya, pemerintah pada dasarnya ingin pelaksanaan Pemilu 2014 dapat berjalan baik, aman, tertib dan bermartabat.

“Setelah rapat dengan Gubernur, melalui rapat di Merauke, pada dasarnya kita ingin pemilu berjalan dengan baik. Ini harapannya. Para kepala kampung dan kepala distrik, harap laksanakan tugas sesuai dengan arahan, amanat dan perintah untuk mengawasi jalannya pemilu 2014 nanti, pada tanggal 9 nanti,” kata Romanus kepada para kepala kampung dan Kepala Distrik Naukenjerai, Koman Sitorus.

Menurut Bupati, hal utama adalah keamanan dan ketertiban masyarakat pada saat pelaksanaan dan sesudah pemilu berjalan aman dan tertib. Kedua, masyarakat pemilih wajib datang ke TPS guna memberikan hak pilihnya dan ketiga, masyarakat harus jeli memilih wakil rakyat yang berkualitas.

Para pedagang korban kebakaran pasar ampera tatap muka dengan BupatiMERAUKE – Eks pedagang korban kebakaran Pasar Ampera Tahun 2003 lalu, mengadukan nasibnya ke Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, M.T., lantaran mereka tidak terakomodir (kebagian) tempat kios dan los di Pasar Wamanggu, Rabu (2/4).

Eks pedagang pasar Ampera, Naume mengungkapkan bahwa Ia korban kebakaran pasar Ampera tahun 2003, kemudian dipindahkan di pasar Mopah. Pada tahun 2010, pasar Mopah kebakaran, lalu tahun 2013 kemarin, pasar Wamanggu (pasar Ampera sebelumnya) diresmikan, namun Ia tidak terakomodir.

“Saya termasuk korban kebakaran dua kali. Dari Ampera kebakaran, pindah di Mopah. Mopah kebakaran, kita masih jual juga. Sekarang, saya gak dapat tempat, saya sudah berusaha juga, keluar masuk menghubungi kepala pasar, tapi sampai sekarang tidak dapat,” ungkapnya seraya menangis.

Pedagang lainnya, Ali menuturkan cukup banyak eks pedagang pasar Ampera yang tidak kebagian tempat. Ketika mendaftarkan diri, mereka diminta SK penempatan, namun mereka tidak memiliki SK itu, karena hanya pedagang kecil-kecilan.

Oknum Mahasiswa yang diduga membobol peralatan ATM diperiksa penyidikMERAUKE – Oknum mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Merauke, inisial YM akhirnya digelandang ke Polres Merauke, Rabu (2/4). Lantaran yang bersangkutan diduga terlibat melakukan pencurian alat-alat (sparepart) pendukung dalam bilik ATM BNI yang terletak di kompleks Bandara Mopah Merauke, sekitar pukul 02.30 WIT, Rabu kemarin. 

Kapolres Merauke AKBP Sri Satyatama, S.IK., melalui Paur Humas Iptu Richard Nainggolan ketika dikonfirmasi, membenarkan hal itu.  

Kata Nainggolan, berdasarkan laporan yang diterima oleh Polres Merauke, pelapor (karyawan BNI) mendapat informasi dari salah satu security Bank BNI bahwa ATM di Bandara Mopah dibobol. 

Dan petugas kepolisian sudah mengamankan seorang warga yang diduga adalah pelaku.

MERAUKE – Warga Kampung Kuler, Onggaya dan Tomer Distrik Naukenjerai Kabupaten Merauke meminta agar Pemerintah Daerah setempat menindak tegas para penggali pasir di pesisir pantai Ndalir. Pasalnya, akibat penggalian secara terus menerus, jalan dan jembatan terkena abrasi.

“Sampai saat ini kayu sasi (simbol adat) masih ada, tapi mereka masih tetap menggali pasir. Kami minta Pak Bupati ketemu dengan masyarakat lokal, supaya menyampaikan dengan tegas. Karena bapak distrik sampaikan, aparat kampung, tokoh masyarakat adat sampaikan sama saja, mereka keras kepala,” pinta salah seorang warga mewakili masyarakat Distrik Naukenjerai kepada Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka ketika berkesempatan tatap muka bersama warga di aula distrik, Rabu (2/4).

Menurutnya, akibat penggalian itu, jalan, jembatan dan sawah-sawah milik masyarakat setempat rusak parah, karena air laut pasang sampai di pemukiman dan perkebunan masyarakat.

“Kalau air besar dia masuk, sawah-sawah terendam semua, jembatan Ndalir hancur, jalan dan perumahan. Itu yang maksud kami, kalau ada pertemuan bisa bapak tegaskan kepada mereka ini,” ujarnya.

Kamis, 03 April 2014 07:32

Mangkal di THM, Prajurit Pasti Disanksi

Ditulis oleh

MERAUKE – Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) XI, Letkol (Marinir) M Azrin menegaskan bahwa setiap prajuritnya yang mangkal di tempat hiburan malam (THM) pasti akan ditindak tegas. Apalagi sampai membuat keributan, sanksi akan diberikan,  

Menurutnya, pukul 22.00 WIT seluruh prajurit tidak boleh lagi berada di luar kesatriaan. Penekanan kepada para prajurit marinir ini sesuai aturan dan amanah pimpinan.

“Kalau ternyata  masih ada yang diluar maka akan diberikan sanksi yang sangat jelas, mungkin sampai ke proses hukum. Apabila itu kedapatan intel atau POMAL pasti diproses,” terang Danyonmarhanlan XI, Rabu kemarin.

JAYAPURA - Sekitar 20- 30 lebih  pengurus Koperasi di Kabupaten Jayapura mengikuti pelatihan Koperasiyang berlangsung 22 Maret lalu. Pelatihan Perkoperasian itu menyajikan materi tentang  manajemen Koperasi serta hal hal teknis terkait pembenahan Koperasi. Penyajian materi Koperasi ini  secara khusus memberikan pemahaman lebih bagi pengurus Koperasi serta Kepala Kepala Kampung yang hadir dalam pelatihan tersebut. “ Bagaimanapun Koperasi merupana bentuk usaha ekonomi bersama. Ketika digeluti dnegan baik akan memberikan kesejateraan ekonomi kepada anggotanya terutama  pada masyarakat kampung dimana  Koperasi ada disana,”ungkap Kepala Dekopin Provinsi Papua Sulaiman Hamzah, Rabu ( 2/4).

Menurut Sulaiman Hamzah, Pelatihan Koperasi bagi aparat Kampung yang usai dilakukan ini   bermula setelah DEKOPIN Melihat  ada kejenuhan dari masyarakat selama  mereka berbisnis melalui Koperasi namun tak ada kemajuan berarti, secara khusus di Kabupaten Jayapura. 

Danau Sentani memiliki potensi besar, berikut potensi tanaman Kakao yang sudah dikembangkan masyarakat. Kedua potensi ini menjanjikan, sementara perkembangan Kakao sendiri makin hari merana, bukan karena tak adanya penambahan areal atau luas lahan Kakao melainkan komoditas Kakao yang dikembangkan masyarakat itu tak ada panduan teknisnya dari instansi terkait, Ujar Sulaiman Hamzah.

Kamis, 03 April 2014 05:50

Potensi Wisata Rawa Biru Perlu Diangkat

Ditulis oleh

MERAUKE – Rawa Biru di Kampung Rawa Biru Distrik Sota Kabupaten Merauke merupakan daerah berpotensi wisata yang perlu diangkat. Setiap tahunnya, selalu ada peningkatan kunjungan turis mancanegara maupun domestik. 

Namun meskipun sering dikunjungi, ada banyak faktor lain yang menjadi kendala pengelolaan potensi wisata itu. Demikian diutarakan Kepala Kampung Rawa Biru, Marwan Hamid Maywa, kemarin. 

Dia mengutarakan, peningkatan kunjungan cukup luar biasa jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya. Faktor utama kendala tersebut dikarenakan jalan yang hingga saat ini belum teraspal. Kendala lainnya, yakni minimnya fasilitas pariwisata.

“Misalnya turis-turis datang pada bulan Januari, Februari, kadang-kadang saya tunda, nanti saya tunda sampai bulan Mei dan Juni baru saya bisa silahkan masuk. Karena akses jalan ini yang tidak bagus. Hal itu juga akan menjadi perosalan bagi mereka,” kata Marwan. 

Kepala Kampung Rawa Biru, Marwan Hamid Maywa MERAUKE – Rawa Biru, yang terletak di Kampung Rawa Biru, Distrik Sota Kabupaten Merauke, saat ini merupakan satu-satunnya sumber air minum bagi ribuan jiwa masyarakat Kota Merauke. 

Eksistensi Rawa Biru apabila tidak dijaga kelestariannya, maka otomatis ekosistem dari sumber air minum masyarakat itu akan terancam rusak. 

Kepala Kampung Rawa Biru, Marwan Hamid Maywa ketika bincang-bincang dengan Bintang Papua, membeberkan bahwa saat ini sumber air minum itu dikhawatirkan akan tercemar oleh perusahaan yang mengelola sumber air itu.

“Kalau untuk rawa, tidak ada, aman-aman saja. Kalau dari segi pengelola, saya pikir saya masih melihat persoalan limbah yang dikelola ini dari perusahaan ini masih berhamburan. Terutama pada musim hujan begini, banjir, solar kebanyakan masuk ke aliran rawa bersih,” ungkapnya, kemarin.

Dikatakan, ia sudah berkoordinasi dengan WWF wilayah selatan Papua-Merauke, juga dengan pihak peneliti. 

SD Inpres Rawa BiruMERAUKE – Kekosongan tenaga guru di beberapa daerah pedalaman di Kabupaten Merauke bukan hal yang baru. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa ketiadaan guru di sekolah-sekolah dasar di pedalaman adalah karena mengikuti sertifikasi.

Namun, berbeda dengan di SD Inpres Rawa Biru, Kampung Rawa Biru Distrik Sota Kabupaten Merauke. Hingga saat ini ketidakhadiran 3 guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di sekolah tersebut menyisakan tanda tanya bagi masyarakat setempat, para guru dan murid di sekolah tersebut. 

Ironisnya lagi, menurut pengakuan guru setempat, Yoka Novita Letsoin kepada Bintang Papua, kepala sekolahnya sudah empat bulan tidak datang bertugas, tanpa alasan yang pasti.

Halaman 7 dari 143