Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Papua Selatan
Kamis, 09 Oktober 2014 00:39

Seorang Napi Ditikam Mantan Pacarnya

Ditulis oleh

MERAUKE – Seorang narapidana (napi) Lapas Kelas II B Merauke, Angga Hutapea (22) ditikam oleh T, seorang wanita warga Mopah Merauke di tempat pencucian motor Lapas Kelas II B Merauke, Rabu (8/10) sekitar pukul 11.30 Wit.

Akibat penikaman itu, Angga Hutapea mendapat luka lebar 2 cm dan dalam 4,5 cm di punggung sebelah kanannya. Dia dilarikan petugas Lapas Merauke ke UGD RSUD Merauke guna mendapat tindakan medis.

Napi yang mendapat asimilasi dari Lapas Kelas II B Merauke itu mengaku bahwa penikaman oleh T terhadap dirinya diduga akibat sakit hati karena diputuskan.

“Tadi kan lagi cuci motor, tiba-tiba dia datang, tanpa saya sadar dia langsung nikam begitu saja. Saya kenal pelakunya, saya langsung lari ke dalam dan dapat perlindungan petugas. Dia juga masih kejar terus, padahal saya sudah kena tikam. Untung cepat diamankan petugas,” tutur Angga Hutapea kepada wartawan, kemarin.

Kamis, 09 Oktober 2014 00:36

Eksploitasi SDA Harus Mengacu Pada AMDAL

Ditulis oleh

MERAUKE – Komponen pendukung lingkungan hidup yang perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh oleh para pelaku usaha dalam mengeksploitasi sumberdaya alam (SDA) harus mengacu pada dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Demikian disampaikan Kepala Badan Lingkungan Hidup Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Merauke, Fermensius Obe, Rabu (8/10). 

Kata Obe, beroperasinya sejumlah perusahaan perkebunan di Merauke dalam skala besar, tentu lahan yang dimanfaatkan cukup luas. Maka perlu kajian secara tepat dan benar dalam penyusunan AMDAL itu sendiri.  

Kamis, 09 Oktober 2014 00:30

SK Gubernur Sudah Ada, Anggota DPRD Baru Segera Dilantik

Ditulis oleh

MERAUKE – Pelantikan 30 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke periode 2014-2019 yang direncanakan pada 15 Oktober 2014 mendatang dapat berjalan. Gubernur Papua sudah menandatangani SK pelantikannya.

Demikian disampaikan Sekretaris Dewan DPRD Kabupaten Merauke, Sugiyanto, M.Si., Rabu (8/10). Kata Sugianto, saat ini SK tersebut tengah diproses pengambilannya oleh Bagian Pemerintah Setda Merauke di Jayapura. 

“Terakhir dari kepala bagian pemerintahan, hari ini ada staf dari pemerintahan ke Jayapura untuk ambil SK. Informasinya pak Gubernur sudah tandatangan. Mudah-mudahan hari Jumat sudah sampai disini,” terangnya.

Menurutnya, sekretariat DPRD Kabupaten Merauke sudah siap untuk melaksanakan acara pelantikan itu yang dikemas dalam bentuk Rapat Paripurna Dewan. untuk kelengkapan teknis dan administrasinya berupa undangan, surat-surat keluar pun sudah disiapkan.  

Kamis, 09 Oktober 2014 00:30

Warga Tembagapura Dambakan Perhatian Pemkab Mimika

Ditulis oleh

TIMIKA – Warga dari sejumlah kampung di wilayah Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, mendambakan perhatian dari Pemkab setempat, karena selama ini mereka mendapat pelayanan hanya dari PT Freeport Indonesia.

Kepala Distrik Tembagapura, Slamet Sutedjo di Timika, Rabu, mengatakan, aspirasi warga Tembagapura telah disampaikan secara terbuka kepada Bupati Mimika, Eltinus Omaleng saat meresmikan pengoperasian gedung SD-SMP Negeri Banti pada 2 Oktober lalu.

Berbagai kebutuhan mendasar yang mendesak untuk segera dibangun oleh Pemkab Mimika di wilayah Distrik Tembagapura antara lain penyediaan fasilitas balai kampung (balai desa), pembangunan jalan beraspal (hotmix) dari Kampung Waa-Banti hingga Kota Tembagapura, pembangunan akses jalan raya dari Waa-Banti-Aroanop ke Timika dan juga akses jalan raya dari Tsinga ke Timika di luar akses jalan poros tambang PT Freeport.

Selain itu, warga Tembagapura juga mendesak dilakukan pemekaran Distrik Tembagapura menjadi beberapa distrik baru, pembangunan gedung SD enam kelas di beberapa kampung, pembangunan gedung SMP Negeri di Aroanop dan Tsinga serta SMP dan SMA/SMK.

”Kami berharap selama lima tahun ke depan di bawah kepemimpinan Bupati Eltinus Omaleng dan Wakil Bupati Yohanis Bassang ada perhatian yang sungguh-sungguh dan serius dari Pemkab Mimika terhadap masyarakat yang ada di wilayah pegunungan mengingat selama puluhan tahun mereka kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah,” ujar Slamet.

Ia mengatakan, wilayah Distrik Tembagapura saat ini terdiri atas satu kelurahan dan 13 kampung (desa). Masyarakat asli setempat yang didominasi Suku Amungme bermata pencaharian sebagai petani dengan kondisi hidup yang masih sangat memprihatinkan dan selama ini bergantung sepenuhnya dari perhatian PT Freeport.

Menurut Slamet, dari belasan kampung di Distrik Tembagapura itu, baru terdapat empat balai kampung.

Akibat jangkauan pelayanan yang sangat luas dengan medan yang bergunung-gunung terjal dan hanya bisa dijangkau dengan transportasi udara dari kampung ke kampung, warga di wilayah itu telah meminta Pemkab Mimika untuk melakukan pemekaran Distrik Tembagapura.

”Dari dua tahun lalu masyarakat meminta agar Distrik Tembagapura dimekarkan menjadi tiga distrik. Selain Distrik Tembagapura, distrik baru yang diusulkan yaitu Distrik Aroanop dan Distrik Tsinga,” tutur Slamet.

Kesulitan lain yang dihadapi masyarakat Distrik Tembagapura sampai saat ini yaitu tidak adanya akses jalan raya yang langsung menghubungkan kampung-kampung di wilayah itu dengan Timika, ibukota Kabupaten Mimika.

Masyarakat dari kampung-kampung sekitar Tembagapura seperti Waa-Banti, Aroanop, Tsinga dan lainnya yang hendak bepergian ke Timika ataupun sebaliknya harus melalui jalan poros tambang PT Freeport dengan berbagai macam aturan, pemeriksaan dan lainnya.

”Sepanjang pemerintah tidak membangun jalan raya ke kampung-kampung itu dan hanya mengharapkan akses mobilitas melalui jalan Freeport maka selama-lamanya masyarakat akan mengalami kesulitan,” ujar Slamet yang sudah bertahun-tahun mengabdikan hidupnya untuk melayani masyarakat pegunungan di Distrik Tembagapura itu.

Ia mengatakan, keberadaan SMP dan SMA/SMK di Kampung Aroanop dan Tsinga, termasuk Waa-Banti sangat prioritas mengingat selama ini anak-anak tamatan SD di wilayah itu hanya sedikit yang dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

”Kasihan anak-anak kami di sini. Setelah tamat SD dan SMP, mereka tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena tidak ada sekolah SMP apalagi SMA/SMK. Akibatnya, mereka terpaksa pergi mendulang butiran emas di Kali Kabur,” ujar Slamet.

Rabu, 08 Oktober 2014 01:07

TNI Gandeng Bupati Mimika Bujuk Kelompok Separatis

Ditulis oleh

TIMIKA - Aparat TNI di wilayah Timika, menggandeng Bupati Mimika, Eltinus Omaleng untuk membantu membujuk anggota kelompok yang masih berseberangan paham dengan NKRI untuk turun gunung kembali ke tengah masyarakat.

Komandan Kodim 1710 Mimika, Letkol Inf Rafles Manurung di Timika, Selasa mengakui bahwa Bupati Mimika Eltinus Omaleng sangat serius untuk memediasi agar anggota kelompok yang masih berseberangan paham dengan NKRI itu bisa kembali ke tengah masyarakat.

”Pak Bupati sangat serius. Malah beliau akan menjadi yang terdepan untuk mengajak rekan-rekan kita yang masih di dalam hutan untuk kembali ke tengah masyarakat,” ungkap Rafles.

Ia mengakui sampai saat ini masih terdapat kelompok yang berbeda idiologi dengan NKRI di wilayah Timika, seperti Kelompok Kali Kopi dan Kelompok Wini Tembagapura.

Rabu, 08 Oktober 2014 01:06

ADK Rp15 Juta Sektor Peningkatan Peran Perempuan

Ditulis oleh

Kepala Kampung Kuler Marthen Alolang MERAUKE  – Kampung Kuler distrik Naukenjerai akan memanfaatkan Alokasi Dana Kampung (ADK) tahap pertama tahun 2014 untuk pelatihan jahit menjahit dan pengadaan kelengkapan PKK kampung.

Kepala kampung Kuler, Marthen Alolang mengatakan, pelatihan jahit menjahit dan pengadaan kelengkapan bahan PKK itu dialokasikan dari dana sektor peningkatan peran perempuan sebesar Rp15 juta. Namun dananya masih dalam proses pencairan di Kabupaten.

“Ada sekitar 20-an ibu PKK yang ikut dalam pelatihan jahit menjahit. Nanti setelah mereka bisa, harus mengajari kepada perempuan-perempuan lainnya di kampung. Supaya semua bisa tau,”kata Alolang kepada bintang Papua baru-baru ini.

Rabu, 08 Oktober 2014 00:58

Polisi Belum Terima Laporan Teror Kejari Timika

Ditulis oleh

TIMIKA - Kepolisian Resor Mimika, belum menerima laporan baik secara lisan maupun tertulis soal adanya aksi teror dan intimidasi terhadap jajaran Kejaksaan Negeri Timika oleh oknum-oknum tertentu.

Kapolres Mimika, AKBP Jermias Rontini yang ditemui usai mengikuti upacara HUT ke-69 TNI di Lapangan Timika Indah, Selasa, mengatakan belum mengetahui kejadian tersebut.

”Saya belum tahu. Saya juga belum mendapat pemberitahuan secara lisan dari Pak Kajari (Johnny William Pardede) untuk permintaan bantuan pengamanan di Kantor Kejari Timika maupun pengamanan perumahan staf kejaksaan,” kata Jermias Rontini.

Ia mengatakan jika memang ada aksi teror ataupun intimidasi yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu kepada jajaran Kejari Timika maka sebaiknya hal itu dilaporkan secara resmi.

Rabu, 08 Oktober 2014 00:55

Pertemuan di Kampung Harus Gencar Dilakukan

Ditulis oleh

MERAUKE  – Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Merauke, Drs. Nicholaus Freddy Talubun, M.Pd, menghimbau kepada seluruh aparatur pemerintah kampung gencar melakukan pertemuan dengan masyarakat membahas kegiatan dan program yang turun di kampung. Karena pelaku program pembangunan bukan hanya milik aparat saja, tetapi masyarakat memiliki andil yang besar.

Terutama dalam mengaspirasikan kebutuhan-kebutuhan yang dihadapi baik secara individual maupun umum. Namun tentunya, program kegiatan yang dilaksanakan nantinya tetap harus mengedepankan kebutuhan masyarakat secara luas (umum).

Rabu, 08 Oktober 2014 00:54

Defile Panzer-Atraksi Bela Diri Meriahkan HUT TNI

Ditulis oleh

TIMIKA - Defile sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) jenis panzer dan atraksi bela diri prajurit Batalyon Infanteri 754 Eme Neme Kangasi mewarnai peringatan HUT ke-69 TNI yang berlangsung di Lapangan Timika Indah, Selasa.

Bertindak selaku inspektur upacara pada peringatan HUT ke-69 TNI di Timika yakni Komandan Kodim 1710 Mimika, Letkol Inf Rafles Manurung.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Mimika Eltinus Omaleng, jajaran Muspida dan Muspida Plus Mimika, para tokoh masyarakat dan pejabat terkait di lingkungan Pemkab Mimika.

Usai upacara, digelar defile pasukan terdiri dari Brigif 20 Ima Jaya Keramo, Batalyon Infanteri 754 Eme Neme Kangasi, Detasemen III Kaveleri Timika, pasukan TNI AL, pasukan TNI AU, pasukan Satuan Radar Timika, pasukan Brimob Detasemen B Polda Papua, pasukan Polres Mimika dan unsur terkait lainnya.

Sejumlah alutsista TNI berupa panzer ikut serta dalam defile tersebut.

Rabu, 08 Oktober 2014 00:48

Pemda Gelontorkan Dana Rp5 M Per-Bulan

Ditulis oleh

Tunjang Kinerja PNS di Pedalaman

MERAUKE – Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke mengalokasikan dana senilai Rp5 miliar perbulan untuk menunjang kinerja pegawai negeri sipil (PNS) yang ditugaskan di daerah pedalaman Merauke. Hal tersebut merupakan upaya yang dilakukan Pemda untuk meminimalisir terjadinya kekosongan PNS di daerah pedalaman.

Wakil Bupati Merauke, Sunarjo S.Sos, mengatakan untuk membedah jumlah tunjangan yang diterima PNS yang ditugaskan di daerah pedalaman dengan PNS yang bertugas di daerah kota dan sekitarnya, beberapa waktu lalu Pemda Merauke telah melakukan pendataan terhadap sejumlah PNS yang ditugaskan didaerah pedalaman. Agar tunjangan yang didapatkan disesuaikan dengan beban kerja berdasarkan kondisi geografis.

“Kemarin telah dihitung, untuk kebutuhan perbulan ada sekitar 5 miliar tunjangan untuk pegawai-pegawai yang ada di kampung-kampung,” ungkap Wabup saat memberikan arahan kepada PNS di lingkup Pemkab Merauke baru-baru ini.

Halaman 7 dari 180