Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Papua Selatan
Kamis, 12 Maret 2015 01:44

Antara Kuota dan Kebutuhan Pupuk Tidak Berimbang

Ditulis oleh

MERAUKE – Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Merauke, Bambang Dwiatmoko, mengatakan kuota pupuk dari tingkat distributor dan kebutuhan pupuk di tingkat petani Kabupaten Merauke tidak berimbang.
Menurut dia, kuota dan kebutuhan yang tidak seimbang ini yang menyebabkan kelangkaan pupuk di Kabupaten Merauke.
“Yang terjadi sekarang adalah antara kebutuhan dan kuota tidak berimbang. Kuotanya terbatas, kebutuhannya lebih tinggi. Sehingga saya tidak bisa melihat bagaimana kecukupan ini, kalau kuotanya saja tidak mencukupi,” kata Bambang, Rabu (11/3/15).
Dinas Tanaman Pangan, kata Bambang, tidak memiliki kewenangan penuh terkait kuota dan distribusi pupuk. Penanganan pupuk bersubsidi itu langsung ditangani oleh pusat melalui distributor. Dinas Tanaman Pangan hanya bertugas menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
“Saya harus luruskan ya, memang pupuk itu bagi dinas kami berkaitan dengan keberhasilan program. Tapi kewenangan tidak sepenuhnya di kami, tugas kami hanya menyusun kebutuhan berapa sebenarnya melalui RDKK,” ujarnya.

Rabu, 11 Maret 2015 01:01

Polres Mimika Amankan Saksi Kunci Pembunuhan Tukimin

Ditulis oleh

TIMIKA – Tim penyidik Kepolisian Resor Mimika, mengamankan seorang saksi kunci untuk dapat mengungkap kasus pembunuhan keluarga almarhum Tukimin, warga kompleks Irigasi Timika, yang hingga kini pelakunya masih misterius.
Kabag Ops Polres Mimika Komisaris Polisi Arnolis Korowa kepada Antara di Timika, Selasa, mengatakan aparat mengamankan seseorang di Timika pada Sabtu (7/3) malam.
Dari tangan yang bersangkutan ditemukan sejumlah barang bukti dari rumah almarhum Tukimin antara lain sebuah telepon seluler, uang lembaran Rp100 ribu lama (warna merah) dan uang dolar AS senilai 2.000.
”Yang bersangkutan merupakan petunjuk awal untuk kita bisa ungkap kasus pembunuhan warga Timika asal Banyuwangi itu pada 30 Januari 2015,” ujar Korowa.
Menurut dia, saksi yang sementara dalam pembinaan pihak kepolisian tersebut pasti memiliki keterkaitan dengan para pelaku yang membunuh almarhum Tukimin dan putranya.
Namun, yang bersangkutan belum mengetahui secara pasti, apakah barang yang diserahkan kepadanya oleh para pelaku merupakan barang milik korban.
”Kita berharap dia bisa kooperatif membantu kepolisian untuk dapat mengungkap kasus ini,” jelas Korowa.

Mayat ABK  KMN Asean Prima 01 yang ditemukan warga di pantai lampu satuMERAUKE – Gara-gara tak ingin burung piarannya terlepas dan hanyut terbawa arus, anak buah kapal (ABK) KMN Asean Prima 01, Charles Ibrahim (42), nekad melompat dan berenang untuk mengambil burung piarannya tersebut, Minggu (8/3/15).
Akibatnya, Charles Ibrahim terseret arus yang membawanya ke laut. Korban hanyut dan hilang, hingga ditemukan oleh nelayan di pantai Payum Kelurahan Samkai Merauke, Selasa (10/3/15) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi terlungkup dan dievakuasi oleh Tim SAR ke RSUD Merauke.
Kapolres Merauke, AKBP. Sri Satyatama, S.Ik., ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya penemuan sesosok mayat yang terindentifikasi, ABK KMN Asean Prima, Charles Ibrahim yang hilang terseret arus pada Minggu (8/3/15).

Sosialisasi Perda dan Bimtek Penatausahaan Keuangan Pemkab Merauke MERAUKE – Bupati Merauke, Romanus Mbaraka membeberkan kontribusi dari beberapa sektor usaha oleh instansi terkait terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten Merauke masih sangat minim, bahkan ada yang sama sekali belum berkontribusi.
Beberapa sektor yang dimaksud Mbaraka, diantaranya sektor pariwisata, pertanian, perkebunan, dan pajak bumi dan bangunan (PBB). Yang sangat minim adalah dari sektor jasa pariwisata.
“Ada beberapa sektor yang betul-betul masih nol kita kembangkan. Sama sekali belum kita kembangkan, pariwisata kita masih terima dari pengelolaan hotel saja. Dari obyek wisatanya tidak ada. Misalnya retribusi pariwisata Pulau Habe, Pantai Buti, Pemandian Biras,” terang Mbaraka, dalam Sosialisasi Perda dan Bimtek Penatausahaan Keuangan Pemkab Merauke, Senin (9/3/15) kemarin.
Akibat belum terkelolanya beberapa sektor penting itu, kata Mbaraka, PAD Kabupaten Merauke masih sangat kecil. Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) belum terkelola dengan baik.
“Saya harap pegawai semua cerdas berpikirnya. Kesimpulannya PAD kita itu masih sangat kecil. Catatan sementara setelah pendaerahan PBB P2 itu sekitar 4 miliar lebih dalam 3 bulan terakhirnya,” jelasnya.

TIMIKA – Kepolisian Resor Mimika, Papua terus melanjutkan program “mengkandangkan” atau menahan pemabuk untuk meminimalisasi orang-orang mabuk di jalanan Kota Timika dan sekitarnya, terutama pada malam hari.
”Yang kedapatan mabuk di jalan-jalan, kita akan masukkan mereka ke sel selama tiga hari. Ini kebijakan dari Pak Kapolres yang lama (AKBP Jermias Rontini), tetapi masih terus kita tindak lanjuti sampai sekarang. Jadi, konsekuensi kalau berperilaku mabuk maka kita akan ‘kandangkan’ mereka selama tiga hari,” kata Kabag Operasi Polres Mimika Komisaris Polisi Arnolis Korowa kepada Antara di Timika, Selasa.
Kompol Korowa mengakui meski tindakan disiplin tegas telah dilakukan oleh jajaran kepolisian setempat, jumlah orang mabuk di Timika masih cukup banyak, terutama pada malam hari.

Rabu, 11 Maret 2015 00:56

2015, Tanggul Abrasi Pantai Lampu Satu Mulai Dibangun

Ditulis oleh

MERAUKE – Ketua Komisi yang membidangi pembangunan (Komisi C) DPRD Kabupaten Merauke, Hengky Ndiken, mengatakan pemerintah pusat akan memulai pembangunan tanggul pencegah abrasi di pantai Lampu Satu Merauke pada tahun 2015 ini.
Selain pembangunan tanggul abrasi, pusat juga menargetkan relokasi rumah di wilayah pantai Lampu Satu.
“Itu berdasarkan hasil pertemuan anggota DPRD Merauke dengan Kementrian Pekerjaan Umum kemarin. Mereka memberikan sinyal baik untuk pembangunan-pembangunan tersebut,” kata Hengky, Selasa (10/3/2015).
Katanya, Pemerintah Pusat telah menganggarkan dana dari APBN 2015 untuk pembangunan tanggul sepanjang 300 meter dan pembangunan 2000 unit rumah warga yang terkena banjir dan abrasi.

MERAUKE – Bupati Merauke, Romanus Mbaraka mengatakan saat ini Pemerintah Kabupaten Merauke telah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua, terkait pengadaan beras bagi kebutuhan PNS di Pemerintah Provinsi dan Kota Jayapura.
“Saya sudah berupaya mencari market untuk beras. Kemarin, kita kerja sama dengan Provinsi. Pak Gubernur, responnya sangat positif. Ini action-nya akan segera direalisasi,” terang Mbaraka, Selasa (10/3/15).
Bupati meminta agar Sekretariat Daerah Kabupaten Merauke segera menindaklanjuti kesepakatan kerja sama tersebut. Hal-hal terkait administrasi dan prosedur pengiriman beras agar segera direalisasikan.

Selasa, 10 Maret 2015 01:16

KPU: Ditemukan Sejumlah Kejanggalan Terkait SK 16

Ditulis oleh

JAYAPURA - Ketua KPU Mimika Yohanes Keamong menyatakan, pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan dalam SK 16 2014 tentang Calon Anggota DPRD yang diajukan Bupati Mimika Eltinus Omaleng ke Gubernur Papua. “Banyak kejanggalan yang ditemukan dalam SK tersebut sehingga KPU Mimika melaporkan Bupati Eltinus Omaleng ke Polda Papua,” kata Keamong kepada Antara di Jayapura, Senin.
Dikatakan, kejanggalan yang utama adalah dalam SK 16 daftar nama-nama calon anggota legislatif tidak menggunakan kop KPU Mimika. Selain itu surat pengantar yang ditandatangi Bupati Omaleng juga tidak sesuai dengan prosedur surat menyurat yang lazim dilakukan serta nomor surat 170.2 itu nomor surat lama yang dikeluarkan mantan pejabat Bupati Mimika.

Selasa, 10 Maret 2015 01:18

Bupati: Dualisme Caleg Terpilih Diselesaikan di Jakarta

Ditulis oleh

TIMIKA - Masalah dualisme surat keputusan KPU Mimika tentang penetapan caleg terpilih hasil Pemilu 2014 akan diselesaikan di Jakarta, kata Bupati Mimika Eltinus Omaleng. “Gubernur Papua mengundang semua pihak terkait untuk hadir dalam rapat yang akan dilaksanakan di Jakarta tanggal 17 Maret untuk memastikan SK mana yang dijadikan dasar pelantikan DPRD Mimika, apakah SK KPU Mimika Nomor 16A tahun 2014 ataukah SK KPU Mimika Nomor 20 tahun 2014,” ujar Bupati Omaleng di Timika, Senin.
Omaleng mengakui ada persoalan yang sangat rumit yang dibuat oleh KPU Mimika sehingga sampai saat ini 35 orang anggota DPRD periode 2014-2019 belum juga dilantik. Setelah menggelar rapat pleno terbuka pada 29 April 2014 di Gedung Eme Neme Yauware Timika untuk menetapkan rekapitulasi suara Pemilu 2014 yang dihadiri seluruh Muspida, Panwaslu dan 12 parpol peserta Pemilu sehingga melahirkan SK Nomor 16A, KPU Mimika menerbitkan lagi SK Nomor 17 tahun 2014 di Hotel Jasmin Jayapura.
Setelah kembali ke Timika, KPU Mimika menerbitkan lagi SK Nomor 18 Tahun 2014 dan terakhir pada 25 Mei 2014 menerbitkan lagi SK Nomor 20 Tahun 2014. Ironisnya lagi, kata Bupati Omaleng, jumlah perolehan suara parpol peserta Pemilu maupun jumlah perolehan suara caleg pada lima daerah pemilihan (Dapil) berbeda-beda antara satu SK dengan SK yang lain.

MERAUKE – Pemerintah Kabupaten Merauke melalui program utamanya, Program Gerakan Pembangunan Kampungku (Gerbangku) secara tidak langsung telah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di kampung-kampung.
Demikian disampaikan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, Senin (9/3/2015). Katanya, program tersebut telah membawa dampak signifikan bagi kemajuan pembangunan di kampung-kampung.
“Program Gerbangku ini sudah membuka lapangan kerja yang cukup bagi masyarakat. Ketika uang diturunkan, masyarakat ramai-ramai kerja. Upah kerjanya tidak lari ke mana-mana, tapi kembali ke masyarakat,” terang Mbaraka.
Menurut Mbaraka, ada beberapa bidang pembangunan dalam program tersebut, antara lain ekonomi, infrastruktur, pendidikan dan kesehatan. Ketika dana dicairkan oleh pemerintah kampung, masyarakat dilibatkan dalam pekerjaan.

Halaman 7 dari 220