Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081298338027, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Papua Selatan

MERAUKE – Terkait pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-69 pada 17 Agustus 2014, yang jatuh pada hari Minggu, pihak Panitia HUT RI Kabupaten Merauke masih melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Provinsi.

Pasalnya, pelaksanaan upacara itu nantinya bertepatan dengan hari ibadah umat Kristiani, sehingga perlu dilakukan koordinasi apakah upacara bendera pada tanggal 17 Agustus tetap dilaksanakan ataukah bergeser.

Demikian disampaikan Dandim 1707 selaku Ketua Panitia HUT RI Kabupaten Merauke, Letkol Inf. Dedi Hardono kepada wartawan, Kamis kemarin. Menurut Dandim, pihaknya memang sudah berkoordinasi dengan Pempus dan Pemprov.

“Saya juga sudah berkoordinasi baik dengan Pemda dalam hal ini Pak Bupati, Pak Sekda, semua unsur termasuk juga di tingkat provinsi. Ada radiogram dan setelah kita sudah koordinasi ulang kembali, untuk pelaksanaannya tetap dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 17,” terang Dandim.

Jum'at, 15 Agustus 2014 06:00

Ditahan Beberapa Hari, HT Akhirnya Dibebaskan

Ditulis oleh

MERAUKE – Setelah ditahan beberapa hari di tahanan Polsek Merauke Kota, pria berinisial HT (27) akhirnya bernafas lega. HT adalah mantan kepala salah satu Puskesmas di Kabupaten Merauke dibebaskan petugas setelah mendekam di sel, karena dilaporkan tiga karyawan kantornya, Senin 4 Agustus lalu.

Kapolres Merauke melalui Kapolsek Merauke Kota, AKP. Leonardo Yoga, S.Ik., mengatakan HT dilaporkan karena tidak membayar gaji dan insentif tahun 2013 kepada bawahannya dengan total seluruhnya Rp61.600.000.

Langkah penyelesaian antara pihak pelapor dan terlapor, kata Yoga, dilakukan secara kekeluargaan. Kedua belah pihak sepakat untuk mencabut laporan polisi dengan catatan terlapor bersedia membayar uang sesuai dengan besaran gaji dan insentif ke setiap bawahannya.

MERAUKE – Dalam rangka pelaksanaan ‘Susur Perbatasan 2014 dan Fun Bike di Perbatasan RI-PNG’ yang sedianya pada 6 September 2014, Komandan Lantamal XI Brigjen TNI Buyung Lalana dan Wadan Lantamal XI Kolonel Laut (P) Sunarso bersama rombongan turun lapangan (turlap) untuk mengecek kesiapan rute di Jalan Trans Irian Km. 46 Sota, kemarin.

Rute yang diambil untuk Susur Perbatasan 2014 mengambil start dari kilometer (KM) 46 Sota dan finish di Tugu Perbatasan Sabang Merauke di Kampung Sota. Rute tersebut adalah jalan terluar yang dapat dilalui dengan bersepeda yang sejajar dengan garis batas RI-PNG yang jaraknya 15 kilometer, mulai jembatan Sambleber hingga patok perbatasan Sota.

Jum'at, 15 Agustus 2014 05:55

Polisi Lakukan “Sweeping” di Kota Timika

Ditulis oleh

TIMIKA - Ratusan anggota polisi di jajaran Polres Mimika, Kamis, melakukan “sweeping” senjata tajam di sejumlah ruas jalan di Kota Timika, Papua.

”Sweeping ini dilakukan agar masyarakat tidak lagi membawa senjata tajam apa pun alasannya, mengingat situasi sudah berangsur-angsur kondusif,” kata Waka Polda Papua Brigjen Pol Paulus Waterpauw di Timika, Kamis.

Ia menuturkan bahwa pihaknya sudah memerintahkan anggota agar menyita sajam yang dibawa masyarakat.

Ketika ditanya tentang situasi Kota Timika, mantan Kapolres Mimika tahun 2003, itu mengaku sudah lebih kondusif dan masyarakat mulai beraktifitas.

”Aktifitas masyarakat mulai berangsur-angsur normal,” kata Brigjen Pol Waterpauw seraya menambahkan bahwa pihaknya juga sudah memerintahkan Kapolres Mimika untuk mendatangi sekolah-sekolah dan guru-guru agar mengajar seperti biasa.

Kamis, 14 Agustus 2014 05:34

Sambut HUT Pramuka, Kwarcab Keerom Tanam 1.200 Pohon

Ditulis oleh

Para siswa sedang melakukan penanaman pohon di bantaran Kali Ubiyauw, Distrik Arso, Rabu (13/8).KEEROM - Dalam rangka menyambut HUT Pramuka yang ke- 53 tahun, Kwartir Pramuka Cabang Keerom melakukan aksi penanaman pohon sebanyak 1.200 bibit pohon di sepanjang Bantaran Kali Ubiyauw Distrik Arso. Penanaman pohon dilakukan di sepanjang 1 Km, yang dilakukan oleh para anggota pramuka, mulai tingkat SMP sampai tingkat SMU.

Ketua Kwartir Pramuka Ranting Arso, Harun Ibo mengatakan, penanaman pohon yang dilakukan Kwartir Pramuka Cabang Arso salah satunya menyambut HUT Pramuka yang ke-53 tahun dan juga penanaman pohon di sepanjang kali Ubiyauw ini, karena  sering terjadi banjir. 

Sehingga Pramuka Kwartir Cabang Keerom memiliki kepedulian untuk melakukan aksi menaman pohon untuk mengantisipasi bendacan banjir.

Kamis, 14 Agustus 2014 02:37

Oknum Kontributor Plat Merah Diperiksa Sekitar 7 Jam

Ditulis oleh

Kasat Reskrim Polres Merauke, Iptu Agus Siswanto MERAUKE – Terkait pemberitaan Tabloid Plat Merah, seorang oknum kontributor media itu di Merauke, berinisial IT diperiksa oleh penyidik kurang lebih 7 jam lamanya, sejak pukul 11.00-18.00 WIT, Selasa kemarin.

IT diperiksa dengan status saksi atas tulisannya yang dimuat di tabloid itu pada edisi Juli 2014, dimana ada pihak yang merasa dirugikan dan melaporkan oknum kontributor itu ke Polres Merauke.

Kasat Reskrim Polres Merauke, Iptu Agus Siswanto mengatakan IT telah diperiksa sebagai saksi. Terlapor mengakui bahwa tulisan di media tersebut adalah tulisan miliknya dan narasumbernya adalah oknum masyarakat yang tidak dapat ia sebutkan.

IT juga menyampaikan bahwa Tabloid Plat Merah memiliki badan hukum usaha sebagai Perusahan Terbatas (PT) yang berkantor (redaksi) di Bandung. Kartu pers, sertifikat jurnalistik dan kelengkapan lain milik terlapor ada di kantor redaksinya.

AKBP. Sri Satyatama, S.IKMERAUKE – Dalam rangka memberantas peredaran minuman keras, khusus minuman lokal jenis sopi di Kabupaten Merauke, Kepolisian Resor Merauke meminta kerja sama semua pihak (elemen) masyarakat untuk bersama-sama mendorong hal itu.

Demikian disampaikan oleh Kapolres Merauke, AKBP. Sri Satyatama, S.IK kepada media ini, kemarin. Menurut Satyatama, pihaknya telah melakukan berbagai upaya preentif dan preventif pencegahan miras, namun semua itu tidak dapat maksimal apabila tidak ada keterlibatan semua pihak, terutama stake holder masyarakat.

“Dari dulu kita sudah melaksanakan razia-razia, termasuk selain razia minuman-minuman keras yang kita curigai, kita juga melaksanakan patroli rutin malam hari. Apabila ada orang mabuk, kita amankan, lalu kita tanya dia belinya di mana, baru tim kita ke sana,” tutur Kapolres.

Diakuinya, banyak kejadian-kejadian kriminal sebagai dampak atau dipicu karena pelakunya mengkomsumsi minuman keras. Kepolisian sudah mengupayakan penyuluhan kepada masyarakat.

Kamis, 14 Agustus 2014 02:35

Ulukyanan : Banyak Guru Karbitan di Merauke

Ditulis oleh

MERAUKE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke menilai bahwa banyak guru ‘karbitan’ di daerah tersebut. 

Guru karbitan, dalam pandangan dewan ini adalah para guru yang memilih profesi itu bukan sebagai bentuk pengabdiannya, tetapi sekedar untuk mempertahankan hidup atau menjadi pegawai negeri sipil.

Penilaian itu disampaikan oleh Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Merauke, Dominikus Ulukyanan, A.Ma.Pd. Komisi yang membidangi pendidikan, kesehatan dan HAM itu menuturkan banyak guru karbitan di Merauke.

“Dasar untuk kita mengatakan ini sangat jelas, kekosongan guru itu masih terjadi pada umumnya di daerah pedalaman. Mereka tidak mengabdikan diri sepenuh hatinya di kampung. Ini persoalan mentalitas,” tegas Ulukyanan melalui media ini, Rabu kemarin.

Menurutnya, masalah kekosongan tenaga pendidik di kampung-kampung itu sebagai akibat dari perekruitmen guru-guru karbitan. Guru karbitan, dasarnya memilih profesi guru bukan sebagai sebuah pengabdian, namun sekedar mempertahankan hidup atau bisa menjadi pegawai negeri.

“Saya mantan guru di pedalaman selama 27 tahun, saya paham betul. Tidak ada alasan bagi para guru untuk meninggalkan tempat tugas. Memang ada program pusat sertifikasi guru, tetapi bukan berarti semua guru harus ramai-ramai ke kota. Yang sudah sertifikat itu harusnya betah, jadi ini kembali kepada mentalitas juga,” tuturnya.

TIMIKA - Aktivitas belajar-mengajar di persekolahan Sentra Pendidikan Kampung Limau Asri-SP5, Timika, untuk sementara waktu dihentikan sampai situasi keamanan kembali normal pasca kematian Kepala Suku Dani, Korea Waker.

Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Mimika, Nilus Leisubun kepada Antara di Timika, Rabu mengatakan sebanyak lebih dari 300 siswa SD-SLTA yang menghuni asrama Sentra Pendidikan bersama guru-guru dan karyawan sudah dievakuasi ke Kota Timika sejak Selasa (12/8) siang.

Evakuasi siswa, guru-guru, karyawan beserta keluarga mereka menggunakan satu bus dan tiga truk dengan pengawalan ketat anggota Polres Mimika.

”Dengan meninggalnya tokoh masyarakat Dani Pak Korea Waker, kami melihat tidak ada ketenangan di kompleks sekolah. Karena situasinya tidak mendukung maka manajemen Sentra Pendidikan bersama Dinas Pendidikan menyikapinya dengan mengembalikan anak-anak ke keluarga sambil menunggu perkembangan situasi,” jelas Nilus.

Kamis, 14 Agustus 2014 02:32

Soal Kekerasan, Papua Urutan Ketiga di Indonesia

Ditulis oleh

MERAUKE – Pemerintah Daerah Provinsi Papua melalui Badan Pemberdayaan Perempuan Papua melakukan sosialisasi Perda Provinsi Papua Nomor 8 Tahun 2013 tentang Perlindungan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga, kemarin.

Fokus utama regulasi atau proteksi hukum dari Perda tersebut adalah perlindungan perempuan dan anak-anak di Provinsi Papua. Perda itu digodok untuk menjawab persoalan kekerasan di Papua, karena Provinsi Papua masuk dalam urutan ketiga secara nasional terkait verbal dan non verbal.

Staf perwakilan Badan Pemberdayaan Perempuan Papua, Yosefin Wadosa menuturkan, Papua urutan ketiga tertinggi masalah kekerasan di Indonesia, setelah Yogyakarta dan Maluku. 

“Yogyakarta yang adem ayem dengan sistem keraton itu juga memiliki tingkat kekerasan yang tinggi, lalu masuk wilayah timur, Maluku dan diikuti Papua. Kekerasan itu bukan sesuatu yang baru, sejak kehadiran manusia di muka bumi, kekerasan itu sesungguhnya menjadi sebuah prilaku yang melekat dalam diri manusia,” terangnya.

Dikatakan, ada dua jenis kekerasan, yakni kekerasan verbal (tutur kata) dan kekerasan berupa tindakan atau perbuatan yang menyakiti orang lain. Dampak buruk dari kekerasan mematikan karakter manusia dalam jangka waktu yang panjang.

Halaman 7 dari 161