Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Papua Selatan
Jum'at, 05 September 2014 01:13

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Ganja

Ditulis oleh

TIMIKA - Satuan Narkoba Polres Mimika, menetapkan dua orang tersangka pengedar yang tertangkap saat penggerebekan di rumah Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal di kawasan Timika Indah, Selasa (2/9) malam.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Mimika AKP Mursaling di Timika, Kamis mengatakan kedua tersangka itu masing-masing bernama Kifli dan Roni.

Keduanya dijerat dengan pidana berlapis, yaitu pidana primer pasal 111 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana minimal lima tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara serta denda sebesar minimal Rp800 juta dan maksimal Rp8 miliar.

Adapun subsider yaitu pasal 114 ayat (1) UU Narkotika dengan ancaman pidana penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun atau seumur hidup serta denda minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar.

Sementara itu ketiga rekan mereka masing-masing berinisial MRD, IM dan RF masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Mimika.

Kepada penyidik, tersangka Kifli mengaku membeli barang haram tersebut dari seorang bandar narkoba bernama Udin di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan sejak Februari 2014 seharga Rp1 juta per kantong plastik.

Setelah barang terjual habis, Kifli kembali memesan ganja seharga Rp1 juta per kantong plastik pada Mei 2014.

Jum'at, 05 September 2014 01:11

3 Kampung Lokal di Semangga Prioritaskan Pertanian

Ditulis oleh

MERAUKE – Kepala Distrik Semangga, Rekianus Samkakai mengatakan 3 kampung lokal yang ada di Distrik Semangga yakni Waninggap Nanggo, Matara dan Urumb memprioritaskan sektor pertanian melalui Program Gerakan Pembangunan Kampungku (Gerbangku) tahun 2014. 

Hal itu sesuai usulan yang disampaikan ketiga kampung tersebut melihat potensi pertanian yang sangat baik jika dikembangkan. Untuk menopang dan meningkatkan perekonomian masyarakat asli Papua itu sendiri. 

“Jadi mereka sudah usulkan melalui Alokasi Dana Kampung (ADK) gerbangku tahun 2014 untuk pengadaan traktor, mesin pompa, alat penyemprot, pupuk dan lain sebagainya. Memang disana sangat cocok dikembangkan pertanian,”kata Rekianus kepada Papua Selatan Pos baru-baru ini. 

Jum'at, 05 September 2014 01:10

Melalui Ndambu, Masyarakat Berkompetisi Tentang Hasil Alam

Ditulis oleh

MERAUKE – Budaya Ndambu merupakan tradisi turun temurun masyarakat Kepulauan Kimaam Kabupaten Merauke. Budaya itu baru-baru difestivalkan di Distrik Kimaam, hanya saja tidak semua orang memahami dan memaknai budaya Ndambu secara mendalam. 

Beberapa tokoh menyampaikan bahwa pelaksanaan Ndambu baru-baru ini dinilai masih melenceng jauh dan tidak sesuai makna sebenarnya. Mestinya yang di-Ndambu adalah menyangkut potensi alam dari masyarakat tatkala dipanen. 

“Saya orang asli dari Kimaam dan mengetahui makna sesungguhnya dari Ndambu. Ketika dalam festival yang dilaksanakan beberapa waktu lalu di Ibukota Distrik Kimaam, banyak melenceng dari makna sesungguhnya,” kata anggota DPRD Kabupaten Merauke, Soter Kamiawi, kemarin.

Jum'at, 05 September 2014 01:08

Perang Terhadap Narkotika, Tanggung Jawab Semua Pihak

Ditulis oleh

MERAUKE – Kapolres Merauke melalui Kasat Binmas, AKP Salmon Hutahayan mengatakan semua elemen masyarakat (pihak) yang ada di Kabupaten Merauke mempunyai tanggung jawab yang sama untuk memerangi obat-obat terlarang jenis Narkotika. 

Menurut dia, kejahatan Narkoba sudah merupakan kejahatan internasional. Dan dalam hal ini semua pihak bisa menjadi sasaran kejahatan itu. Entah pejabat, pengusaha, masyarakat biasa, remaja dan anak-anak.

Dari data kasus yang ditangani Polres Merauke sudah ada 4 kasus ganja dan kepemilikan sabu-sabu. Menurutnya, jumlah itu memang tidak cukup banyak dibanding dengan kasus yang terjadi di kota-kota lainnya. Namun, tidak tertutup kemungkinan kasus itu akan bertambah, sehingga diperlukan pencegahan.

Jum'at, 05 September 2014 01:05

Emas Senilai Ratusan Juta Rupiah Digasak Maling

Ditulis oleh

MERAUKE – Puluhan perhiasan jenis emas Dubai dan emas biasa milik Nur Afni Taufan (24), warga jalan Gor, Kota Merauke raib digasak maling. Peristiwa yang menimpa wanita asal Makassar ini terjadi di rumahnya pada Rabu (27/8) lalu.

Korban baru melapor ke SPKT Polres Merauke pada Rabu (3/9) kemarin. Akibat kehilangan barang-barang berharganya itu, korban mengalami kerugian materil sekitar Rp261 juta lebih.

Kapolres Merauke melalui Kasubag Humas Iptu Richard Nainggolan membenarkan adanya laporan korban. Kepolisian tengah melakukan penyelidikan terkait peristiwa pencurian itu.

Berdasarkan keterangan Nur Afni Taufan, kata Nainggolan, saat itu korban hendak mengambil perhiasan emas putih untuk digunakan. Begitu masuk kekamarnya, korban melihat pintu lemarinya sedikit terbuka dan tumpukan sajadah sudah bergeser dari tempatnya.

Jum'at, 05 September 2014 00:59

Gagal Panen Tak Kurangi Target Pasokan Beras di Merauke

Ditulis oleh

MERAUKE – Terkait kegagalan panen padi dari lahan seluas 65 hektar di lahan petani SP5 Distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke tidak berdampak pada pengurangan pasokan beras lokal Kabupaten Merauke.

Dari 500 hektar lahan itu yang gagal panen 65 hektar, tetapi kegagalan panen itu tidak berpengaruh terhadap target penyerapan beras lokal tahun 2014. Target penyerapan beras tahun ini sebanyak 29 ribu lebih ton.

“Dari target penyerapan sebanyak 29.200 ton tersebut pemasukan sampai hari ini sudah mencapai kurang lebih sebanyak 17 ribu ton. Kekurangan kurang lebih sebanyak 12 ribu ton lagi. Tapi masa panen gadu masih sedang berjalan saat ini,” kata Kepala Perum Bulog Sub Divre Merauke, Slamet Kurniawan, kemarin.

Kamis, 04 September 2014 05:34

Empat Kampung Warga PNG di Boven Digul Jadi Atensi Pusat

Ditulis oleh

MERAUKE – Empat kampung (pemukiman) baru yang ditemukan oleh prajurit TNI di wilayah Kabupaten Boven Digul dan Kabupaten Merauke yang diduga dihuni penduduk berkewarganegaraan PNG menjadi perhatian pemerintah pusat, dalam hal ini kementerian terkait.

Keempat kampung baru itu yakni, Kampung Deto, Banki dan Digo di perbatasan RI-PNG di Kabupaten Boven Digul, dan Kampung Yahfi di perbatasan RI-PNG di Kabupaten Merauke.

Ketika dimintai tanggapan terkait keberadaan 4 kampung ini, Asisten Deputi Urusan Daerah Perbatasan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, Drs. Krisman Manurung, MM., mengaku Pemerintah Pusat sudah menerima informasi tersebut.

Menurutnya, informasi itu sudah disampaikan oleh Bupati Boven Digul, Yesaya Merasi di Jakarta ketika memberikan gambaran umum permasalahan di Kabupaten Boven Digul kepada 32 kementerian/lembaga.

“Itu salah satu informasi soal permasalahan yang kami dapatkan dari Pak Bupati Boven. Makanya kami mengikutkan 32 kementerian lembaga, salah satunya Kemenhankam atau lembaga terkait,” kata Manurung kepada media ini di Bandara Mopah Merauke, Rabu (3/9).

Kamis, 04 September 2014 05:33

Mengkritisi Ospek, Seorang Mahasiswi Akbid Dianiya Dosen

Ditulis oleh

Direktur Akbid Yaleka Maro MeraukeMERAUKE – Gara-gara mengkritisi pelaksanaan Ospek dikampusnya, seorang mahasiswi semester III Akademi Kebidanan Yaleka Maro Merauke, Maria Lidian Santi diduga dianiaya oleh dosennya, ST, pejabat Pembantu Direktur III (Kemahasiswaan), Senin (1/9/14) kemarin.

Akibat penganiayaan itu, Lidian mengalami memar di bagian dalam mulutnya. Merasa tidak puas, korban pun menempuh jalur hukum dengan melaporkan ke SPKT Polres Merauke, Selasa (2/4/9). Mahasiswi calon bidan itu mengkritisi pola Ospek yang dilakukan panitia melalui pesan singkat kepada seorang temannya.  

Kepada media ini, Lidian mengatakan, kejadian bermula ketika dia mengirimkan pesan singkat (SMS) kepada teman BEM-nya, bahwa mengapa pelaksanaan Ospek dibuat susah karena tidak ada gunanya. SMS itu diteruskan oleh temannya ke panitia Ospek dan dosen M dan ST.

“Saya SMS hari Jumat, terus hari Senin saya dipanggil menghadap Ibu Maria dan di aula itu semua mahasiswa berkumpul. Ketika saya lagi berbicara dengan ibu Maria, ibu Satriani menendang saya, menampar dan menonjok dagu saya,” katanya, Rabu kemarin.

Setelah dihajar, lanjut Lidian, dia diperintah berlutut dan menyampaikan permintaan maaf kepada panitia, dosen dan teman-teman mahasiswanya sambil mencium tangan mereka.  

“Pertama saya ditendang dengan kaki kiri, lalu ditempeleng lima kali, habis itu ditonjok di dagu sebelah kiri. Setelah itu saya disuruh berlutut dan meminta maaf sambil mencium tangan mereka,” ujarnya.

Kamis, 04 September 2014 05:32

4 Sekolah di Merauke Dijadikan Pilot Project BSNP

Ditulis oleh

Kepala LPMP Provinsi Papua, Drs. Saus BleskaditMERAUKE – Salah satu strategi pembinaan mutu pendidikan di sekolah, Badan PSDMPK-PMP melalui pusat penjaminan mutu pendidikan (PPMP) dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Papua mengembangkan sekolah Berbasis Standar Nasional Pendidikan (BSNP) di Papua. 

Kabupaten/kota di Papua yang terpilih untuk dikembangkannya sekolah BSNP itu yakni, Biak Numfor, Merauke dan Kota Jayapura. Sekolah BSNP ini diharapkan dapat menjadi inkubator praktik pengembangan mutu pendidikan dalam memenuhi delapan SNP yang ditetapkan oleh Badan SNP. 

“Jadi di Merauke sendiri itu ada 4 sekolah yang akan dijadikan pilot project sekolah berbasis standar nasional pendidikan ini. Yaitu SMP Negeri 1 Merauke, SMP Negeri 2 Merauke, SMP Muhamadiyah dan SMP Yoanes XXIII,” terang Kepala LPMP Provinsi Papua, Drs. Saus Bleskadit, di Merauke, kemarin.

Pengembangan sekolah BSNP itu mengacu pada peraturan pemerintah RI nomor 32 tahun 2014 yang mengamanatkan setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan. 

Kamis, 04 September 2014 05:30

Belanja Tidak Langsung Dinas Pendidikan Merauke Rp217 Miliar

Ditulis oleh

Benhur Rentandatu : Harusnya Guru Lebih Optimal Bertugas 

MERAUKE – Belanja tidak langsung Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke senilai Rp217 miliar dari alokasi APBD tahun 2014 ini. Dana sebesar itu untuk pembayaran gaji guru, tambahan penghasilan dan sertifikasi. Demikian disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, Benhur Rentandatu kepada media ini, kemarin. 

Katanya, dengan dana sebesar itu, seharusnya para guru lebih optimal dalam bekerja. Karena kesejahteraan para guru sudah terakomodir, yakni gaji guru, tambahan penghasilan dan sertifikasi, termasuk uang lauk pauk.

Dikatakan jumlah guru PNS se-Kabupaten Merauke sebanyak 2565 orang, 202 Sekolah Dasar serta puluhan SMP dan SMA/SMK. 

“Ke depan kami lagi merancang agar kita duduk bersama, melibatkan pemerintah distrik, UPTD, pengawas dan dinas. Kita akan bicara monitoring rutin, biar tugas guru ini optimal. Kita juga akan bahas soal kewenangan distrik untuk menahan gaji guru yang mangkir,” tegasnya.

Halaman 7 dari 168