Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081298338027, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Papua Selatan

MERAUKE – Ketua Komisi DPRD Kabupaten Merauke, Dominikus Ulukyanan, A.Ma.Pd., mengakui bahwa kompleksitas masalah pendidikan tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu komisi, yakni Komisi A DPRD yang notabene membidangi pendidikan.

Hal ini disampaikan Dominikus Ulukyanan dalam rapat DPRD, Pemda dan para guru terkait masalah pendidikan di Kabupaten Merauke, Kamis (23/1) kemarin. 

“Sebenarnya ini hajatnya Komisi A, tapi berkenan dengan permasalahan yang dihadapi oleh para guru dan dalam kompleksitasnya pendidikan ini tidak bisa diselesaikan oleh sebuah komisi. Kelihatannya ini perlu campur tangan dan terus terang dari waktu ke waktu, anggota DPR selalu menyampaikan keluh kesah para guru kepada pihak pemerintah daerah, hanya belum ada tanggapan yang serius,” kata Dominikus Ulukyanan.

Satu hal yang tidak dapat dipungkiri, kata Dominikus Ulukyanan, bahwa ada kesenjangan pendidikan di pedalaman dan di kota yang sangat mencolok. 

“Dewan dalam beberapa kesempatan melakukan kunjungan ke pedalaman, banyak hal yang terjadi, yakni kekosongan guru-guru di daerah pedalaman. Banyak kali alasannya bahwa guru sementara mengikuti pendidikan di kota. Saya pikir ini merupakan satu program nasional dan ini bukan program kaget,” tegasnya.

Sabtu, 25 Januari 2014 08:49

KPU Rekrut Tenaga Relawan

Ditulis oleh

Ketua KPU Nabire Petrus Rumere, S.Sos.,NABIRE – Dengan harapan agar pelaksanaan Pemilu berjalan sesuai mekanisme, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kabupaten Nabire, merekrut 25 orang tenaga relawan untuk  mengawasi jalannya proses demokrasi. Demikian dikatakan Ketua KPU Nabire, Petrus Rumere, S.Sos., kepada Bintang Papua, Kamis (23/1) di ruang kerjanya. 

“Perekrutan dilakukan KPU demi menjaga supaya tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan dalam proses yang berlangsung, tahapan demi tahapan yang dilakukan KPU sebagai komando dalam Pileg dan Pilpres,”ungkapnya. 

Sabtu, 25 Januari 2014 08:49

Keluarga Temukan Nursidik Sudah Tak Bernyawa

Ditulis oleh

Diduga Terjatuh Ketika Mancing

MERAUKE – Nursidik (16), warga Kampung Getentiri Distrik Jair Kabupaten Boven Digoel, yang dinyatakan hilang di Pelabuhan Getentiri, sekitar pukul 09.00 WIT Minggu (19/1) lalu, ditemukan oleh keluarga korban, Rabu (22/1) pagi kemarin. 

Kepala Seksi Humas Kantor SAR Merauke, Darmawan W.B kepada Bintang Papua, kemarin.

Mengatakan, korban ditemukan kurang lebih 100 meter dari lokasi kejadian dan dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi. Korban diduga jatuh ketika sedang memancing di pelabuhan Getentiri. 

“Jadi seperti kita tahu yah, kalau sudah dua atau tiga hari pasti akan muncul yah, seperti layaknya kejadian layaknya musibah seperti biasa orang tenggelam. Biasa kalau dia tenggelam, hari kedua atau ketiga pasti terapung,” terangnya.

MERAUKE – Tim Kaluang yang dibentuk oleh Kepolisian Resor Merauke kembali mengamankan minuman keras (miras) jenis sopi dan senjata tajam (sajam) saat melakukan operasi pada malam hingga pagi hari, Kamis malam.

Wakapolres Merauke Kompol Yudhi Pinem, S.IK., melalui Paur Humas Iptu R Nainggolan kepada Bintang Papua, Jumat kemarin mengatakan, operasi tersebut dilaksanakan Kamis (23/1) malam.

Adapun barang bukti hasil operasi itu berupa, 3 parang, 1 kampak, 3 botol minuman keras jenis sopi, 1 ketapel dan 2 botol lem Aibon.

MERAUKE– Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Asmat mengimbau para pengguna jasa di laut terutama kapal kecil dan sebagainya agar tidak melaut. Pasalnya kondisi cuaca semakin memburuk, yakni badai angin dan gelombang di perairan Kabupaten Asmat lebih dari 2 meter. 

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Asmat Nurdin Manurung, S.Sos., menegaskan hal tersebut. Menurutnya berdasarkan informasi dari BMKG, cuaca sedang memburuk. Hal ini akan membahayakan pelayaran speedboat, longboat dan kapal kecil pada saat melaut.

Jum'at, 24 Januari 2014 06:42

Pemilukada Mimika Putaran Kedua Ditunda

Ditulis oleh

PLT Bupati Mimika, Ausilius Yaouw Jakarta–Pelaksanaan putaran kedua pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Mimika yang rencananya bakal diselenggarakan pada  25 Januari 2014 mendatang, tampaknya  mengalami penundaan. Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas Bupati Mimika, Ausilius Youw kepada wartawan di hotel Marcopolo, Jakarta, Kamis (23/1) kemarin.

Ausilius  mengatakan,  adanya kemungkinan penundaan tersebut karena  kepentingan penyelenggaraan Pemilukada putaran kedua pemerintah daerah telah menganggarkan dana sebesar Rp28 M. Di mana, pada tanggal 31 Desember 2013 lalu pemerintah daerah sudah meminta persetujuan DPRD Mimika melalui Sekretaris Dewan. Sayangnya  hingga kini DPRD Mimika belum mengadakan sidang paripurna untuk membahas hal ini.

“Jadi pelaksanaan Pemilukada putaran kedua ini harus dibuatkan ijin prinsip namun karena menurut aturan yang berlaku tidak boleh maka penganggaran dibuat mengacu pada tahun anggaran lalu atau tahun anggaran 2013,” ungkap Ausilius.

Jum'at, 24 Januari 2014 06:42

Para Guru Aspirasikan Berbagai Persoalan ke DPRD

Ditulis oleh

Sunarjo : Permasalahan akan Terselesaikan Bila Ada Data Base

Suasana rapat para Guru, DPRD, Pemerintah dan Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke di ruang DPRD, Kamis (23/1) MERAUKE– Puluhan perwakilan guru dan wadah PGRI melakukan rapat bersama dengan DPRD, Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, di ruang DPRD Merauke Kamis (23/1).

Rapat ini terkait aspirasi tentang berbagai permasalahan guru dan kompleksitas persoalan pendidikan di Kabupaten Merauke. Dalam rapat tersebut para guru menyampaikan 13 point permasalahannya, antara lain tunjangan-tunjangan yang tidak sesuai, sertifikasi, fasilitas dan masalah kekosongan guru di daerah pedalaman.

Kooordinator Bidang Informasi Dan Komunikasi PGRI Merauke Soleman Jambormias, S.Pd., mengatakan, pihak PGRI mengakui bahwa banyak persoalan guru yang telah disampaikan ke dewan, Dinas Pendidikan dan kepala daerah. Masalah itu antara lain tentang kesejahteraan guru-guru. 

Jum'at, 24 Januari 2014 06:39

Kasus Shabu-Shabu 7 Saksi Diperiksa

Ditulis oleh

AKP Jack Somarwain 		           MERAUKE– Penyidik Satuan Narkoba Kepolisian Resor Merauke memeriksa 7 orang saksi guna melakukan pendalaman penyelidikan dan penanganan kasus dugaan shabu-shabu di Kabupaten Merauke.  Sebagaimana diberitakan sebelumnya, security Bandar Udara Mopah menahan 6 paket (bungkusan) barang yang diduga shabu-shabu pada Jumat (17/1) lalu.

Paket tersebut diselipkan dalam roti boy kemudian dikirim dari Makassar dengan tujuan Merauke melalui maskapai penerbangan Sriwijaya Air.

Kapolres Merauke AKBP Patrige Renwarin, S.H., melalui Kasat Narkoba AKP Jack Somarwain mengatakan ketujuh saksi itu terdiri dari petugas Bandara Mopah, anggota polisi, staf Sriwijaya Air dan seoarang warga kota Merauke.

“Jadi dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik, dari salah satu keterangan saksi, yakni MR (warga kota Merauke) dialah pemilik barang itu. Dan MR sekarang sudah ditahan untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” terang Somarwain kepada Bintang Papua, Kamis (23/1).

Jum'at, 24 Januari 2014 06:34

Dewan Sarankan Pembangunan Sekolah Dilengkapi MCK

Ditulis oleh

MERAUKE– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke menyarankan agar pembangunan gedung sekolah perlu dilengkapi dengan fasilitas lainnya, yakni MCK. Menurut pandangan dewan, eksistensi MCK sangat vital atau merupakan bagian terpenting dari suatu komponen bangunan.

Demikian saran anggota Komisi A, Heni Astuti Suparman, S.H., dalam rapat kerja eksekutif dan legislatif terkait Pra APBD 2014 di ruang sidang DPRD Merauke, Senin kemarin. 

“Sebagai Komisi yang membidangi pendidikan, kesehatan, HAM dan sebagainya, kami sarankan agar pembangunan gedung sekolah di beberapa kampung terutamanya, itu perlu dilengkapi dengan MCK-nya. Itu hal vital dan merupakan kebutuhan,” seru Heni. 

Jum'at, 24 Januari 2014 06:34

Polres Asmat Antisipasi  Kamtibmas

Ditulis oleh

Jelang Pileg dan Pilpres 2014

MERAUKE – Menjelang pesta Demokrasi Pemilihan Umum Legislatif, April 2014 dan Pemilihan Presiden Juni 2014, jajaran Kepolisian Resor Asmat terus meningkatkan dan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Asmat.

Demikian disampaikan Kapolres Asmat AKBP Kamirudin Ritonga melalui Kabag Ops Kompol Laba Simanjorang kepada Bintang Papua melalui pesan singkatnya, kemarin. Menurut dia, peningkatan dan penjagaan kamtibmas agar pesta demokrasi berjalan lancar. 

“Ini kami tingkatkan untuk menghindari sekaligus mencegah hal-hal yang tidak diinginkan yang akan mengganggu situasi kamtibmas di Kabupaten Asmat pada saat pesta demokrasi nanti. Kami tidak melakukan peningkatan patroli maupun pengamanan lainnya, tapi kami melakukan pemeriksaan terhadap pendatang baru,” terangnya.