Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081298338027, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Papua Selatan
Kamis, 13 Februari 2014 06:40

Imigrasi Merauke Tunggu Laporan Pos Imigrasi Kondo

Ditulis oleh

Terkait Masuknya 10 Nelayan di PNG

Pelaksana Tugas Harian Kantor Imigrasi Merauke, Asran Siregar. MERAUKE – Pelaksana Tugas Harian Kantor Imigrasi Merauke, Asran Siregar mengatakan pihaknya belum menerima laporan resmi dari petugas Imigrasi Pos Kondo Merauke terkait penerbitan dokumen pas lintas batas bulan Februari ini. Tujuan mengecek penerbitan pas lintas batas itu guna mengetahui legalitas masuknya 10 WNI  di wilayah PNG pada Kamis lalu.

“Kalau bulan lalu dari laporan yang di sana, tidak ada penerbitan pas lintas batas. Itu dugaan sementara, apakah bulan Februari ini juga tidak ada atau ada? Kami belum terima laporan. Kami laporan sistemnya perbulan. Kalau bulan ini juga tidak ada, berarti logikanya dia masuk PNG secara ilegal,” terang Siregar, kemarin.

Peserta Karnaval yang memeriah kan Hari Ulang Tahun Kota Merauke, Selasa (11/1) kemarin. MERAUKE – Sekitar 10 ribu warga Kota Merauke yang terdiri atas unsur lembaga pendidikan, suku/etnis masyarakat, lembaga pemerintah dan swasta berpartisipasi dalam acara Karnaval keliling kota Merauke, Selasa (11/2).

Partispasi itu menjelang HUT Kota Merauke ke-112 yang akan diperingati pada hari ini (Rabu,12 Februari 2014).  Rute rombongan karnaval dimulai dari Lingkaran Brawijaya, kemudian melalui jalan TMP, jalan Polder dan berakhir di jalan Raya Mandala Merauke.

Wakil Bupati Merauke, Sunarjo, S.Sos., dalam sambutannya pada acara karnaval tersebut mengatakan, Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi partisipasi masyarakat Merauke. Melalui partisipasi tersebut, masyarakat telah menunjukkan kebersamaan, kecintaan dan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Panitia saya minta jangan lakukan stagnan yang terlalu lama, supaya peserta ini juga tidak kelelahan. 1 regu saja terdiri sekitar 400 orang kalau dikali 5 menit, kita membutuhkan waktu yang cukup banyak. Oleh karena itu, meski cuaca mendung, tapi upayakan waktunya efektif,” pesan Sunarjo, kemarin.

Kamis, 13 Februari 2014 06:33

SAR Temukan Puing Perahu Nelayan

Ditulis oleh

JAYAPURA - Tim SAR menemukan puing-puing yang diduga berasal dari perahu naas milik para nelayan yang dibakar tentara Papua Nugini, 6 Februari 2014, di sekitar perbatasan RI-Papua Nugini, Senin (10/2).

Komandan Lantamal XI Merauke Brigjen TNI (Marinir) Buyung Lalana melalui telepon seluler kepada Antara mengakui tim SAR menemukan pengeras suara yang berasal dari perahu dan sobekan celana jeans yang diduga milik korban.

Dia mengatakan dengan adanya temuan tersebut tim SAR akan lebih memfokuskan pencarian lima nelayan berasal dari Merauke itu, di sekitar TKP, yakni di perairan perbatasan RI-PNG.

“Kami akan lebih mengfokuskan pencarian di peairan sekitar RI-PNG ,” katanya.

MERAUKE – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Merauke, Korbianus Topai, mengatakan, terjadi penurunan retribusi kelautan dan perikanan setiap tahunnya. Hal tersebut karena adanya peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.

Menurut Korbianus Topai, penurunan retribusi itu terjadi mulai tahun 2011, 2012 dan 2013 lalu. Pada tahun 2013 lalu, Dinas Kelautan hanya memperoleh PAD bidang perikanan tangkap Rp1,1 miliar lebih dari rencana Rp1,8 miliar. Nilai itu lebih kecil dibandingkan tahun 2012 lalu.

“Tahun 2013 itu rencananya Rp1,8 miliar, tetapi realisasinya hanya Rp1,1 miliar lebih atau hanya mencapai 58,82 persen. Kenapa menurun tiap tahun? Orang bilang kenapa kok tidak bisa lewat target? Karena memang seperti tahun-tahun yang lalu, 2011, 2012 itu terjadi penurunan karena dengan adanya UU 28 tahun 2009 tentang Retribusi dan Pajak Daerah,” terangnya.

Kamis, 13 Februari 2014 06:29

85 Warga PNG Akan Dijaga Ketat

Ditulis oleh

Meriahkan HUT Kota Merauke

MERAUKE – Delapan puluh lima (85) warga Kampung Wangga-Wangga dan Haji Nangge, suku Boase, dari negara Papua New Guinea (PNG), yang direncanakan akan ikut memeriahkan HUT Kota Merauke ke-112 pada hari ini, Rabu (12/2), sebagai upaya pengamanan, mereka dalam pengawasan Kantor Imigrasi Merauke.

Demikian disampaikan Plh. Kepala Kantor Imigrasi Merauke, Asran Siregar, kepada Bintang Papua, kemarin. Menurut Asran, saat ini (kemarin) puluhan warga PNG itu sedang dalam perjalanan dari Kampung Kwell menuju kota Merauke. Mereka didampingi oleh petugas Imigrasi.

“Ini kan undangan Pemda, ini ada pengecualian, dalam acara kegiatan itu pun nanti kita akan awasi ketat. Mereka kan disini tiga hari dan batas waktu pas lintas batas itu kan satu bulan. Jadi nanti setelah satu bulan baru diperpanjang lagi,” terang Siregar.

Kamis, 13 Februari 2014 06:27

Tentara PNG Ambil Uang Nelayan Merauke

Ditulis oleh

JAYAPURA - Tentara Papua Nugini (PNG Deference Force), selain membakar perahu milik nelayan asal Merauke juga mengambil barang dan uang sebesar 160.000 kina atau sekitar Rp750 juta.

“Mereka (tentara PNG) tidak menanyakan apakah kami punya kartu lintas batas atau tidak tetapi langsung membakar perahu dan menyuruh kami melompat dari perahu, dan berenang. sedangkan perahu langsung dibakar,” kata korban tindak kekerasan tentara PNG, Anthon (26) ketika dihubungi Antara dari Jayapura, Selasa (11/2).

Dikatakan, sebelum ditangkap tentara PNG, mereka sempat melarikan diri dari kejaran tentara PNG yang menggunakan tiga perahu motor namun karena salah satu mesin perahu motor mati hingga berhasil ditangkap.

Sesaat setelah ditangkap, para nelayan disuruh melompat dari perahu dan berenang ke pantai pos TNI-AL yang berjarak 5 kilometer, sedang perahu motor dibakar dan berbagai barang yang dibawa seperti uang, rokok dan bensin diambil, kata Anthon seraya mengaku ada empat rekannya yang tidak mahir berenang.

Selasa, 11 Februari 2014 06:10

Korbianus Topai : Dinas Tidak Bisa Keluarkan SKAI

Ditulis oleh

Nelayan Merauke Tergiur Teripang di PNG

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Merauke, Korbianus Topai MERAUKE – Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, banyak nelayan kita (Merauke, Indonesia) yang ditangkap dan ditahan di Pemerintah Papua New Guinea (PNG), gara-gara mencari dan membeli hasil laut berupa teripang di negara tetangga tersebut. Pemerintah PNG menganggap hal itu illegal fishing, karena antara Pemerintah PNG dan Indonesia tidak ada kerja sama perdagangan di bidang komoditas tersebut.

Kepala Pengelola Perbatasan Kabupaten Merauke, Albertus Muyak, S.E., M.Si., kepada Bintang Papua, mengatakan Pemerintah PNG memenjarakan 11 nelayan Kabupaten Merauke yang diduga melakukan pelanggaran berupa pencurian hasil laut (illegal fishing) di perairan negara tersebut pada awal tahun 2012.

Menurut dia, sebenarnya ada 12 nelayan yang ditangkap patroli laut PNG dengan barang bukti di kapal nelayan tersebut. Satu orang diantaranya masih anak-anak sehingga dibebaskan. Sementara 11 nelayan hingga kini masih ditahan.

Selasa, 11 Februari 2014 06:07

KSO Dengan PT Merpati Belum Bisa Dilanjutkan  

Ditulis oleh

Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT MERAUKE – Bupati Merauke Drs. Romanus Mbaraka, M.T., mengatakan hingga saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke belum bisa memastikan kelanjutan Kerja Sama Operasional (KSO) 4 pesawat milik Pemda Merauke yang dikelola oleh PT. Merpati Nusantara Airlines.

Ke empat pesawat tersebut yakni 3 pesawat Boeing dan 1 pesawat Twin otter yang merupakan aset Pemda Merauke, hingga saat ini belum dapat beroperasi kembali, karena belum ada kelanjutan kerja samanya.

Menurut Bupati Romanus, kondisi internal PT Merpati saat ini sedang dalam permasalahan, sehingga Pemerintah Daerah belum dapat melakukan kesepakatan kerja sama yang baru.

“Kita belum bahas KSO, yang kemarin yang saya sampaikan baru tentang kondisi Merpati kepada DPR, agar kita memahami bersama-sama. Langkah yang kita ambil adalah sesudah evaluasi APBD di Jayapura bersama dengan Pemda Provinsi, sekitar Senin tanggal 11 Februari nanti, kita akan lakukan evaluasi bersama. Kita akan audiens dengan pihak Merpati,” terang Bupati Romanus.

Penanaman Pohon Di Trotoar Kota Merauke

MERAUKE – Wakil Bupati Merauke Sunarjo, S.Sos. menegaskan penanaman pohon di atas trotoar sepanjang Kota Merauke seyogyanya tidak ada masalah yang berarti.

Menurut Sunarjo, esensi penanaman pohon di atas trotoar hanya semata-mata untuk penghijauan Kota Merauke. Bahkan, Sunarjo menegaskan, penanaman pohon di atas trotoar bukan baru terjadi di Merauke, di Jawa bahkan di luar negeri pun, pemerintahnya menanam pohon di trotoar sebagai paru-paru kota.

“Di luar negeri semua penanaman pohon di pinggir jalan itu ada di trotoar, dia tidak di kebun rakyat, tidak dimilikkan pribadi per pribadi. Sehingga sudah komitmen kami, yang kita lihat jalan Merauke ini cukup mobilitasnya, polusi terjadi. Menurut saya sampai dengan 5-10 tahun ke depan, masih cukup representatif bagi pejalan kaki,” tegasnya melalui Bintang Papua, baru-baru ini.

Selasa, 11 Februari 2014 05:55

Tidak Ada Rencana Relokasi Warga Payum

Ditulis oleh

Terancam Abrasi Tiap Tahun

Wakil Bupati Merauke, Sunarjo, S.Sos. MERAUKE – Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke tidak berencana untuk merelokasikan warga Payum Lampu Satu Merauke guna mengantisipasi abrasi pantai yang terjadi di pantai Lampu Satu setiap tahunnya.

Demikian ditegaskan Wakil Bupati Merauke, Sunarjo, S.Sos., melalui Bintang Papua, baru-baru ini. Menurut Sunarjo, Pemda Merauke belum memikirkan hal itu, karena dampak relokasi juga akan mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat setempat.

Dia mengatakan, sebagian besar aktivitas masyarakat setempat tergantung pada potensi laut yang ada, sedangkan sebagian kecilnya lagi adalah pelaku usaha. Apabila direlokasi, maka besar kemungkinan masyarakat akan kesulitan mencari nafkah.

“Kalau kita merelokasikan ke tempat baru, syukur-syukur kalau di sana mereka juga beraktivitas normal, kalau tidak? Tidak bisa menyesuaikan keadaan dengan alam, malah timbul masalah baru,” terangnya.