Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081298338027, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Papua Selatan
Kamis, 19 Desember 2013 06:18

Jaksa Teliti Berkas Perkara Adanya Dugaan Korupsi

Ditulis oleh

Pengadaan Kendaraan di BPKAD Kabupaten Boven

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Yasozisokhi Zebua, S.H. MERAUKE - Kejaksaan Negeri Merauke meneliti berkas perkara dugaan korupsi pengadaan kendaraan dinas/operasional roda dua dan pengadaan mobil jabatan menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) Pemda Kabupaten Boven Digoel tahun 2011 dengan tersangka BA di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Tersangka BA adalah rekanan BPKAD dalam pengadaan kendaraan dinas/operasional roda dua dan pengadaan mobil jabatan dengan menggunakan nama PT. Cita Benlomon Pratama. Pekerjaan dengan penunjukan langsung tanpa melalui proses lelang, sehingga menyebabkan kerugian Negara senilai Rp2 miliar lebih.

Kepala Kejaksaan Negeri Merauke melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Yasozisokhi Zebua, S.H., mengatakan penelitian dilakukan berkaitan unsur formil maupun materiilnya sebelum diproses ke persidangan.

“Berkas ini terima dari penyidik beberapa waktu lalu. Setelah diteliti masih ada kekurangan persyaratan yang harus dipenuhi, yakni persyararatan administrasi yang merupakan unsur formil dan keterangan-keterangan saksi, bukti-bukti keterlibatan, serta pasal yang dikenakan yang merupakan unsur meteriil. Jika yang satu terpenuhi, kita belum bisa diproses ke penuntutan, sehingga harus dilengkapi,” jelas Zebua, Rabu (18/12) kemarin.

Kamis, 19 Desember 2013 06:16

Masih Sedikit Pedagang yang Tempati Pasar Wamanggu

Ditulis oleh

MERAUKE - Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke melalui Dinas Pendapatan Daerah akan mengambil langkah tegas untuk mengatasi kekosongan kios dan los Pasar Wamanggu Merauke. Pemanfaatan kios dan los pasar oleh pedagang dinilai masih rendah.

Kepala Dispenda, Dra. Majinur, M.Si., mengatakan berdasarkan data, sebanyak 497 kios yang tersedia di Pasar Wamanggu, yang dimanfaatkan baru 88 kios. Sedangkan 650 los yang disediakan, baru 102 los yang dimanfaatkan oleh pedagang yang terdaftar. Jumlah pedagang yang menempati kios dan los hanya sekitar 9, 5 persen.

Menurutnya, dinas sudah melakukan penertiban dengan memberikan surat teguran pertama dan kedua kepada para pedagang yang tidak memanfaatkan tempatnya tersebut. Pihaknya akan mengambil langkah lebih tegas terkait hal itu. Direncanakan beberapa pekan kedepan diberikan teguran ketiga.

“Khusus untuk pengelolaan pasar saat ini sudah dilakukan dengan Peraturan Bupati nomor 8 tahun 2013, mulai ditertibkan. Karena setelah masa pengundian dan masa penempatan pedagang di Pasar Wamanggu itu sudah diberikan waktu selama 6 bulan, bahwa setiap orang yang mendapat kios dan los dia harus menempati. Nah pasca 6 bulan itu tidak ditempati, maka ada teguran 1, 2 dan 3, dan kami sudah masuk dalam tahapan teguran kedua, Insya Allah dalam minggu-minggu kedepan ini ada teguran ketiga,” kata Majinur, Rabu (18/12) kemarin.

Kamis, 19 Desember 2013 06:16

Jelang Natal, Harga Daging Masih Stabil

Ditulis oleh

MERAUKE - Menjelang Hari Raya Natal 2013 permintaan daging sapi dan ayam di pasar tradisional kota Merauke belum mengalami peningkatan. Harga masih relatif stabil seperti hari biasanya.

“Untuk sementara ini jumlah ekor sapi yang dipotong masih standar untuk memenuhi kebutuhan konsumen sehari-hari di Merauke, ditambah dengan kiriman daging keluar Merauke, seperti ke Jayapura.” Jelas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke, Ir. Hanok Untajana, Rabu (18/11).

MERAUKE - Kepala Kampung Urumb Distrik Semangga, Yakobus Oktavianus Ansanay menegaskan bahwa warganya tidak mensia-siakan program lahan pertanian yang dibantu Pemda Kabupaten Merauke bagi warga Urumb yang notabene penduduk asli Papua. Hanya saja saat ini warganya disibukkan dengan pekerjaan pembangunan jalan kampung yang diprogramkan oleh Pemerintah Pusat melalui Dinas Cipta Karya Kabupaten Merauke.

Dijelaskan Yakobus, warganya tidak bermaksud acuh tak acuh terhadap program pertanian Pemda itu. Guna memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka dari aspek ekonomi, warga saat ini mengutamakan kerja proyek jalan kampung. Dengan proyek itu, warga bisa menerima upah harian Rp65.000 sehari dan membantu ekonomi mereka.

“Pemda sudah kasih pengelolan lahan yang kita ada minta karena mengingat akhir tahun dekat, sehingga pekerjaan ini dia menumpuk, jadi sudah digarap tinggal pelaksanaan. Jadi itu sudah, masyarakat dia mau kesana, sibuk dengan banyak kegiatan disini. Akhirnya, yang disana mau bilang dia terbengkalai bukan, itu yang kemarin kami ada sampaikan ke PPL. Mungkin masyarakat masih ikuti pekerjaan ini untuk penghasilannya sehari-hari,” terang Yakobus, Rabu (18/12) kemarin.

MERAUKE - Kepala Staf  Komando Resort Militer 174/Anim Ti Waninggap Kolonel (Inf) Ardiheri mengingatkan kepada seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia yang bertugas di Kabupaten Merauke untuk menunjukkan netralitas dalam menghadapi pesta demokrasi Pemilihan Umum 2014.

“Kita harus menunjukkan netralitas kepada masyarakat. Jangan berpihak kepada salah satu calon ataupun kandidat. Dengan netralitas Pilpres dapat berjalan dengan tertib dan lancar,” tegas Kasrem dalam sambutannya pada upacara 17-an di Lapangan Mapolres Merauke.

Dengan netralitas yang dimiliki, kata Kasrem, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Merauke yang kondusif semakin tercipta. Hal tersebut juga harus didukung dengan kekompakan antara TNI dan Polri maupun Pemerintah Daerah. Kekompakan tercipta melalui silaturahmi atau kebersamaan dalam setiap kegiatan.

Kamis, 19 Desember 2013 06:12

Pelaku Usaha Perlu Lestarikan WPP Laut Arafura

Ditulis oleh

MERAUKE - Kepala Bidang P2AP Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Merauke, Agustinus Sanda, S.Pi., M.H., mengatakan 20 distrik di Kabupaten Merauke memiliki potensi besar perikanan laut dan perikanan tangkap di perairan umum. Salah satu potensi perikanan laut berasal dari laut Arafura, yang merupakan salah satu Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

“Dari 11 WPP yang ditetapkan Kementerian Kelautan, laut Arafura salah satunya. Laut ini terletak di Indonesia bagian timur dan secara yuridiksi politik terdiri dari 2 jenis perairan, yakni perairan toritorial dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Kekayaan sumber daya ikan strategis, seperti udang, tuna/cakalang, cumi-cumi, ikan demersal dan karang, serta teripang yang melimpah perlu dimanfaatkan secara bertanggungjawab,” kata Agustinus, kemarin.

Dikatakan, potensi sumber daya ikan di laut Arafura sangat melimpah dan beraneka ragam. Apabila dimanfaatkan melebihi daya dukungnya maka dipastikan terancam kelestariannya. 

Kamis, 19 Desember 2013 05:54

Sekolah Harus Evaluasi Kualitas Pendidikan

Ditulis oleh

Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, Baharudin Lahati, S.Pd., M.Pd. MERAUKE - Setiap sekolah harus melakukan evaluasi guna mengetahui kualitas layanan pendidikan yang telah dihasilkan. Evaluasi Diri Sekolah (EDS) diterapkan berdasarkan pada 8 standar nasional pendidikan, diantaranya standar kompetensi lulusan, isi, pendidikan, tenaga kependidikan, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian.

Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, Baharudin Lahati, S.Pd., M.Pd., mengatakan evaluasi sekolah tak hanya menggambarkan peta kualitas layanan pendidikan di masing-masing sekolah, namun di tingkat kabupaten, provinsi dan pusat.

Evaluasi sekolah, kata Baharudin, menjadi pedoman bagi pemerintah untuk mengembangkan program pendidikan dan menyusun rencana kerja kedepan yang benar-benar optimal. Sehingga mampu menjawab kebutuhan sekolah di suatu daerah yang secara spesifik dan layanan pendidikan sesuai standar nasional.

Kamis, 19 Desember 2013 05:49

Sumber Makmur Gelar Pasar Murah

Ditulis oleh

Pimpinan CV. Sumber Makmur Charles Hany Gomar ketika memberikan keterangan.SERUI - Menyambut Hari Raya Natal dan Tahun Baru CV. Sumber Makmur bekerja sama dengan pemerintah Distrik Yapen Selatan akan memberikan pelayanan Sosial berupa pasar murah yang menjual sembako murah kepada warga masyarakat kota Serui dan sekitarnya. 

Hal itu di tegaskan Pimpinan CV. Sumber Makmur Charles Hany Gomar ketika ditemui Bintang Papua di Ruang Kerjanya Rabu (18/12) siang kemarin

Menurutnya, pelayanan pasar murah direncanakan akan diselenggrakan pada tanggal 20 dan 21 Desember mendatang, dan akan laksanakan secara roling di beberapa kampung yang ada di kota Serui antara lain Kampung Turu, Kelapa Dua Warari, Serui Laut dan di lapangan Trikora Serui.

“Kegiatan ini rutin kami lakukan sebagai mitra kerja dengan pemerintah daerah untuk masyarakat khususnya menjelang hari-hari besar keagamanan, seperti menjelang Idul Fitri kemarin dan untuk  menjelang Natal dan Tahun baru, ini kami akan mengelar pasar murah secara roling mengunakan mobil box ke beberapa kampung, seputaran kota seperti daerah Turu, pasir Hitam, pasir Putih, Warari, Anotaurei, Mantembu dan Mariadei atau Banawa ,” jelasnya.

Kamis, 19 Desember 2013 05:49

Eksistensi Perempuan Mendorong Pembangunan Daerah

Ditulis oleh

MERAUKE - Perempuan memiliki peran penting dalam mendorong laju pembangunan di suatu daerah, karena memiliki daya tahan yang lebih untuk mempertahankan komitmen yang digalakan oleh pemerintah daerah, ketimbang laki-laki.

“Pendapat beberapa pakar mengatakan bahwa laki-laki itu gampang mati (meninggal), tapi perempuan sangat bertahan hidup. Dalam menjalankan tugas di bidang kesehatan perempuan sangat kuat,” ungkap Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Merauke, Pastor Miller Senduk, MSC dalam arahannya pada Kegiatan Presentase Riset Demokrasi Merauke, kemarin.

Dikatakan, besarnya peran perempuan dalam pembangunan perlu disadari dan disiasati secara baik oleh pemerintah, masyarakat ataupun lembaga parlemen yang ada. Sehingga keberadaan perempuan di publik dapat berjalan sesuai harapan dan mampu mengisi pembangunan di bidang infrastruktur, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan sebagainya.

Pertemuan kapolres Merauke AKBP Patrige Renwarin Sh bersama masyarakat Sota di Aula Polres Mereauke. MERAUKE - Puluhan warga Kampung Sota Distrik Sota Kabupaten Merauke, Senin (16/12) kemarin, menyambangi Kantor Kepolisian Resort Merauke, di Jalan Brawijaya. Kedatangan warga guna menyampaikan keluhan mereka terkait ulah oknum polisi Polsek Sota. Warga dipimpin oleh Kepala Kampung Sota, Yohanes Ndiken diterima oleh Kapolres, AKBP. Patrige Renwarin, S.H.

Kepada wartawan, Yohanes Ndiken mengatakan ia dan warganya mendatangi Polres guna menyampaikan keluhan terkait pengelolaan taman Tugu Perbatasan Sota yang menjadi tempat rekreasi tersebut yang dikelola oleh oknum dari Polsek Sota.

“Yang kelola selama ini adalah oknum polisi. Jadi harapannya kedepan itu masyarakat minta untuk dikembalikan. Dan permintaan masyarakat, Kapolsek Sota agar dipindahkan karena dinilai tidak mengayomi masyarakat,” kata Ndiken.

Selain masalah pengelolaan taman Tugu Perbatasan, menurut Ndiken, warga juga menuntut terkait adanya pungutan liar (pungli) dalam program pembangunan rumah rakyat oleh salah satu perusahaan pengembang di Merauke, yang melibatkan oknum anggota Polsek Sota.