Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Papua Selatan
Senin, 04 Agustus 2014 04:59

Ingin Pulang ke Negara Asalnya, 16 ABK Bajak KM. Kumana 2

Ditulis oleh

KM Kumana 2 yang ditarik ke Pelabuhan Perikanan MeraukeMERAUKE – Sedikitnya 16 Anak Buah Kapal (ABK) KM. Kumana 2 diduga telah melakukan pembajakan terhadap kapal motor yang mereka tumpangi itu, Kamis (31/7) kemarin. 16 ABK ini adalah warga negara Thailand dan karena ingin pulang ke negara asalnya itu mereka membajak kapalnya sendiri.

Tujuh perwira, termasuk nahkoda diikat di salah satu ruangan dalam kapal tersebut dan mereka mengarahkan kapal untuk mencapai daratan/dermaga sehingga dapat mereka dapat pulang ke negaranya.

Demikian disampaikan Danlantamal XI melalui Asops Ltk Bayu Tri Kuncoro dalam press realese yang dirilis, kemarin. Menurut Asops, pihaknya menerima informasi dari pemilik kapal, bahwa adanya pembajakan KM. Kumana 2 oleh ABKnya sendiri.

“Pada Kamis, 31 Juli 2014, sekitar pukul 15.30 Wit, saya mendapat telepon dari pemilik KM Kumana 2 bahwa kapal tersebut sedang dibajak oleh ABK kapal itu sendiri. Saya lalu menghubungi Letda Agus Artomoro untuk membawa KAL Digul guna mencari posisi KM. Kumana 2,” terang Asops, kemarin.

Senin, 04 Agustus 2014 04:24

Belasan Sekolah Dasar di Jagebob Masih Kekurangan Guru

Ditulis oleh

Kepala Distrik Jagebob	MERAUKE – Empat belas sekolah dasar (SD) yang berada di 14 kampung Distrik Jagebob Kabupaten Merauke masih mengalami kekurangan guru. Jumlah para guru di SD-SD itu tidak lebih dari 5 orang, bahkan ada yang hanya kepala sekolah dan seorang guru pembantu.

Demikian diungkapkan Kepala Distrik Jagebob, Sofyan Matdoan kepada media ini, Minggu (3/8). 

Katanya, kekurangan guru merupakan hambatan pendidikan bagi warganya yang bermukim di 14 kampung.

“Kita di sini memang kurang guru, di Nalkin ini saja hanya kepala sekolah dengan satu guru pembantu. Kalau kepala sekolahnya lagi ke Merauke, tinggal guru bantu. Ya cukup sulit, namanya guru bantu, itu kendalanya di situ,” tuturnya, kemarin.

Menurutnya hampir semua sekolah dasar mengalami hal yang sama, terutama 4 kampung di Jagebob kawasan 11, 12, 13 dan 14 (Jagebob kawasan atas). Sementara untuk Jagebob kawasan tengah dan bawah tidak lebih dari 5 guru.

“Kalau guru-guru yang meninggalkan tempat tugas itu hampir tidak ada, hanya kekurangan guru itu yang menjadi kendala. Itu hampir semua kampung, kalau untuk SMP dan SMK itu aman,” katanya. 

Dikatakan, para guru tidak meninggalkan tempat tugas, tetapi kuota guru yang ditugaskan oleh dinas terkait untuk Distrik Jagebob sangat kurang. Masalah kekurangan guru ini sudah terjadi cukup lama.

“Bukan mereka meninggalkan tempat tugas, tapi memang kurang. Bahkan ada satu sekolah di Jagebob 12 itu tutup, karena tidak ada guru, itu di Kampung Obatrow. Muridnya itu sebagian pindah ke SD Inpres Jagebob 14,” ujar Sofyan.

Katanya, masalah kekurangan guru itu sudah berulang kali disampaikan kepada instansi terkait bahkan kepada pejabat-pejabat ketika menyambangi Distrik Jagebob. Hanya saja hingga saat ini belum terpenuhi.

Kabandara Mopah Merauke, Rajokki Aritonang MERAUKE – Guna mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2020 di Provinsi Papua, sarana dan prasarana serta fasilitas Bandar Udara Mopah Merauke secara bertahap mulai dibangun pada awal tahun 2016.

Sementara ini, pihak Bandara Mopah tengah menyusun master plan perencanaan pembangunan dan pengembangan bandara tersebut. Master plan itu sudah mensosialisasikan guna mendapatkan masukan dari Pemda setempat.

“Kami sudah ada kesepakatan dengan Pemda, nanti kita akan bertahap. Kalau sudah clear soal tanah, kita akan pemancangan pertama itu di awal 2016 atau di akhir tahun 2015,” kata Kabandara Mopah Merauke, Rajokki Aritonang kepada media ini, kemarin.

Menurut Aritonang, Pemkab mendukung pengembangan bandara tersebut dalam rangka persiapan PON 2020 di Papua, di mana, Kabupaten Merauke merupakan salah satu tempat yang dipilih untuk digelarnya beberapa perlombaan cabang olahraga.

MERAUKE – Ketiadaan guru-guru masih terjadi di kampung-kampung pedalaman di Kabupaten Merauke, terutama guru sekolah-sekolah dasar. Kekosongan tenaga pendidik ini ibarat rumah tanpa orang tua. Kegiatan belajar mengajar tidak berjalan dan murid-murid SD pun terlantar tanpa adanya guru.

Di Kampung Yeraha Distrik Tabonji misalnya, keadaan SD Negeri 1 Yeraha sangat memprihatinkan. Bukan fisiknya, tetapi sekolah seakan mati tanpa guru-guru. Anak-anak Sekolah dasar di kampung itu terlantar tanpa adanya kegiatan belajar mengajar (KBM).

Kepala Kampung Yeraha, Eliander Kuacaria ketika dimintai tanggapannya mengenai pendidikan di kampung tersebut, menuturkan kegiatan pendidikan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Sabtu, 26 Juli 2014 01:39

Anggota Dewan Terpilih Harus Lebih Merakyat

Ditulis oleh

MERAUKE – Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Daerah Pemilihan X, Merauke-Boven Digoel, Dominikus Amote meminta agar anggota DPRD Boven Digoel terpilih periode 2014-2019 nantinya bisa bekerja untuk kepentingan rakyat. 

Sebagai wakil rakyat, anggota DPRD bertugas meneruskan aspirasi masyarakat, terutama dalam hal penganggaran, legislasi dan pengawasan terhadap program eksekutif.

“Ketika bekerja harus membicarakan hak dan kepentingan masyarakat. Karena mereka bisa duduk di kursi dewan berdasarkan suara rakyat. Saya juga anggota DPRD, jadi saya tahu apa yang harus  saya kerjakan sesuai dengan kepentingan rakyat. Jangan asal jadi anggota DPRD dan asal uang dapat proyek atau uang saja,” kata Amote melalui media ini, kemarin.

Amote berharap, agar para wakil rakyat ini bisa memperjuangkan aspirasi yang membawa perubahan kehidupan masyarakat ke arah yang lebih baik. Sehingga suara yang diberikan rakyat itu tidak sia-sia, tetapi tugas mereka betul-betul memihak kepada rakyat.

Sabtu, 26 Juli 2014 01:35

Jembatan Kali Bunip Dorong Ekonomi Warga

Ditulis oleh

MERAUKE – Jembatan Kali Bunip yang terletak di Kampung Wanam Distrik Ilwayap Kabupaten Merauke sangat strategis mendorong pertanian masyarakat setempat. Jembatan itu merupakan jalur penghubung transportasi darat dari Kampung Wogekel ke Wanam. 

Pembangunan jembatan tahun 2013 lalu itu berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat dan sekitarnya, yakni mendongkrak ekonomi warga terutama bidang pertanian. 

Komoditas pertanian warga kampung Wanam didistribusikan ke kampung Wogekel atau biasa disebut Wanam Camp sebagai pusat jual beli dan pusat kota Distrik Ilwayap. 

Demikian disampaikan Kepala distrik Ilwayap, Patrisius Maturbongs kepada media ini ketika meninjau jembatan Kali Bunip. Jembatan itu juga menghubungkan Kantor Distrik Ilwayap di Wanam dari pusat kota. 

Sabtu, 26 Juli 2014 01:35

Danlanud Merauke : Operasional Hercules Hanya Untuk TNI

Ditulis oleh

MERAUKE – Pesawat Hercules yang dioperasikan oleh TNI Angkatan Udara seyogyanya untuk keperluan operasional TNI, seperti pergeseran prajurit, pengangkutan logistik maupun keperluan negara lainnya. 

Selain itu, pesawat Hercules jug bisa digunakan untuk perbantuan kepada pemerintah daerah sesuai permintaan dan kebutuhan dari daerah yang bersangkutan. 

Demikian disampaikan Komandan Lanud Merauke, Letkol PNB Muhammad Arwani ketika ditemui media ini, kemarin menanggapi kasus pengiriman teripang yang digagalkan anggota TNI AU di Bandara Mopah, Selasa (22/7). Diduga teripang yang dikirim ke Biak itu tidak berizin.

Sabtu, 26 Juli 2014 01:29

Pelayanan Kesehatan di Ilwayab Berjalan Optimal

Ditulis oleh

MERAUKE – Pelayanan kesehatan di Distrik Ilwayap Kabupaten Merauke oleh tenaga medis di sana mendapat apresiasi oleh Pemerintah Distrik setempat. Pasalnya hingga saat ini dinilai petugas kesehatan telah mampu melaksanakan tugasnya secara optimal. 

Para petugas medis yang ada sangat aktif melayani masyarakat setempat baik di kampung Wogekel yang mayoritas pendatang dan orang asing, maupun kepada warga di tiga kampung lokal, yakni Padua, Wanam dan Bibikem. 

Bupati Merauke Ketika Menyerahkan Dana Tunai bagi masyarakat Yeraha Distrik Tabonji MERAUKE – Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT memberikan bantuan dana tunai senilai Rp75 juta kepada 75 kepala keluarga (KK) di Kampung Yeraha Distrik Tabonji Kabupaten Merauke. Masing-masing KK mendapatkan dana senilai Rp1 juta

Dana tersebut diperuntukkan untuk modal usaha pertanian masyarakat setempat, seperti pengadaan obat hama, bibit dan sebagainya. Masyarakat juga diberi bantuan bibit sayur-mayur, seperti terong, sawi, bayam dan sebagainya.

“Dana ini bukan untuk dihabiskan, meski kecil tetapi harus dimanfaatkan untuk menunjang usaha tani yang ada. Satu kepala keluarga dapat 1 juta rupiah buat beli obat hama dan sebagainya,” kata Mbaraka ketika berdialog dengan warga di Kampung Yeraha, baru-baru ini.

Selain dana Rp75 juta itu, Bupati Mbaraka juga memberikan Rp30 juta bagi mama-mama asli Papua asal kampung Yeraha dan Konjombando. Dana itu juga diperuntukkan untuk mendorong usaha pertanian mama-mama Papua. 

Jum'at, 25 Juli 2014 02:51

Masyarakat Malas Tanam Padi, RMU di Wanam Vakum

Ditulis oleh

MERAUKE – Satu Rice Miling Unit (RMU) atau penggilingan padi yang diberi oleh Pemerintah Kabupaten Merauke melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura bagi warga Kampung Wanam Distrik Ilwayab, hingga saat ini tidak difungsikan sebagaimana mestinya. 

RMU itu dibangun pada pertengahan tahun 2013 lalu, terletak tepat di samping Kantor Distrik Ilwayab. Saat ini terkesan diterlantarkan, karena tidak beroperasi. 

Kepala Distrik Ilwayap, Patris Maturbongs mengatakan eksistensi RMU di Wanam bertujuan mempermudah produksi beras masyarakat. Dengan RMU, padi dapat digiling secara baik dan cepat. 

Dinas Tanaman Pangan melihat panenan padi masyarakat cukup baik dan perlu adanya fasilitas penunjangan. Namun kondisi itu berubah ketika RMU sudah terbangun, masyarakat justru enggan menanam padi.