Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Papua Selatan
Jum'at, 10 Oktober 2014 23:23

Pengobatan Gratis Oleh TNI AD Diapresiasi

Ditulis oleh

Katarak Merupakan Penyakit yang Banyak Diderita Masyarakat 

MERAUKE – Pengobatan masal secara gratis yang digelar oleh Korem 174/ATW dan Kodim 1707/Merauke di Rumah Sakit Umum  Daerah Merauke sangat membantu masyarakat, terutama bagi pasien hernia, katarak dan bibir sumbing.

Demikian diapresiasi Direktur RSUD Merauke, dr. Navile R. Muskita kepada wartawan usai pelaksanaan pengobatan massal, Jumat (10/10). Hanya saja, kata dr. Navile R. Muskita, pengobatan gratis ini hanya dikhususkan untuk 3 penyakit saja.

Menurutnya, dari tiga jenis penyakit tersebut, katarak merupakan penyakit yang masih banyak ditemukan di masyarakat. Diharapkan dengan adanya pengobatan massal secara gratis, masyarakat (pasien) dapat terbantu kesembuhannya dari penyakit itu. 

Jum'at, 10 Oktober 2014 23:22

Masyarakat Bisa Manfaatkan 4 Titik Pasar Air PT Wedu

Ditulis oleh

MERAUKE – Guna mempermudah masyarakat Merauke dalam pelayanan air bersih, PT Wedu Merauke telah menyediakan 4 titik pasar air, antara lain di Mandala I depan Kodim 1707, Mandala II depan Polres lama dan di jalan Gak dan Muli.

Demikian disampaikan Direktur PT Wedu Merauke, Abdul Azis, Jumat (10/10). Katanya, 4 pasar air itu sengaja disediakan di areal terbuka dan strategis sehingga masyarakat lebih mudah mengakses air bersih terutama saat musim kemarau.

“Jadi sekarang ada 3 pasar air bahkan 4 bisa dilakukan, satu berada di Mandala 2 itu di depan Polres lama, silahkan datang tapi hanya yang pake gerobak-gerobak saja. Kedua Mandala 1 di depan Kodim itu kami buka, itu sistemnya sama dengan POM bensin,” terang Azis. 

Terangnya, pasar air yang berada di daerah Muli dapat disuplai airnya dengan mobil tengki. Begitu juga dengan pasar air yang ada di jalan Gak. Pihaknya mengimbau bagi masyarakat yang membutuhkan air bersih bisa segera mengunjungi pasar-pasar air tersebut.

Jum'at, 10 Oktober 2014 23:17

KLH Gandeng Seluruh PT Cegah Kerusakan Lingkungan

Ditulis oleh

MERAUKE – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menggandeng seluruh perguruan tinggi (PT) di Provinsi Papua dan Papua Barat untuk mencegah kerusakan lingkungan.

”Jadi, seluruh perguruan tinggi di Papua akan dilibatkan dalam program kerja sama pencegahan kerusakan lingkungan,” kata Deputi Bidang Kerusakan Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Kementerian LH Arief Yuwono di Merauke, Papua, Jumat.

Arief dan sejumlah pejabat KLH berada di Merauke selama dua hari, guna menyosialisasikan peraturan perundangan lingkungan hidup guna meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang implementasi perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Tanah Papua.

Pertemuan sosialisasi itu dihadiri anggota DPRD, Muspida, Kepala Badan dan Kepala Kantor LH, Kepala Biro Hukum, Tim Penggerak PKK, tokoh adat dan agama, pengusaha, LSM dan Perwakilan Pramuka kabupaten/kota se-Papua dan Papua Barat.

Jum'at, 10 Oktober 2014 23:08

Kodam Selidiki Kematian Kopda Nanan

Ditulis oleh

MERAUKE – Tim dari Kodam XVII Cendawasih saat ini masih menyelidiki kematian Kopda Nanan, anggota Yon 320, yang awalnya diduga meninggal bunuh diri dengan cara menembak diri sendiri, Rabu (8/10) di Pos Makadi, Merauke.

Danrem 174 Brigjen TNI Supartodi kepada Antara di Merauke, Jumat, mengatakan, saat ini tim yang dipimpin Dan Pomdam XVII/Cenderawasih masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah korban meninggal karena bunuh diri atau sebab lainnya.

”Tim baru ke TKP, yakni di Pos Makadi, Jumat (10/10), sehingga kita belum mengetahui hasilnya,” katanya seraya menambahkan tim juga akan memeriksa 24 anggota Yon 320 yang bertugas bersama di pos tersebut.

Jum'at, 10 Oktober 2014 01:00

Perusahaan Tidak Boleh Merusak Hutan Lindung atau Hutan Adat

Ditulis oleh

Ir. Arief Yuwono, M.A.		MERAUKE – Pemerintah secara tegas melarang investor (perusahaan) untuk merambah hutan lindung dalam kegiatan operasionalnya. Hutan lindung sebagai kawasan perlindungan sistem penyangga kehidupan bermanfaat mengatur tata air, mencegah banjir, erosi, intrusi air laut dan memelihara kesuburan tanah.

Masih dalam konteks hutan lindung, hutan adat juga menjadi perhatian pemerintah untuk dilindungi, karena kawasan hutan itu ditetapkan oleh kelompok masyarakat (adat) untuk menjaga agar fungsi-fungsi ekologisnya dapat berjalan.

“Hutan adat merupakan bagian dari hutan nasional, perlu dipertahankan, dijaga, dikelola, dan kalau itu sifatnya memang mengarah ke fungsi lindung, ya harus dilindungi. Apalagi kaitannya dengan masyarakat adat,” kata Ir. Arief Yuwono, MA., Deputi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim, kepada media ini di Merauke, Kamis (9/10).

Jum'at, 10 Oktober 2014 00:55

Hari ini, KASAD Dijadwalkan Berkunjung ke Merauke

Ditulis oleh

Mayjen TNI Fransen SiahaanMERAUKE – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dijadwalkan akan berkunjung ke Kabupaten Merauke-Papua, Jumat 10/10/2014 (hari ini). Kunjungan itu dalam rangka pelaksanaan berbagai kegiatan, antara lain kuliah umum, bhakti sosial dan penanaman pohon.

Demikian disampaikan Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Fransen Siahaan kepada wartawan di Merauke, Kamis (9/10). 

Menurut Pangdam, kedatangannya ke Merauke dalam rangka menyambut kunjungan KASAD yang baru. Sekaligus Pangdam juga bersosialisasi selaku Pangdam baru menggantikan Mayjen TNI Drs. Cristian Zebua, MM.

“Kunjungan saya ke sini adalah sekalian saya selaku Pangdam XVII Cenderawasih yang baru. Itupun karena adanya kunjungan KASAD. Pak KASAD ke sini untuk beberapa kegiatan, beliau itu adalah mantan Komandan Kodim 1707/Merauke tahun 1998/1999,” terang Pangdam.

Jum'at, 10 Oktober 2014 00:52

Bertugas Menjaga Perbatasan Melalui Pendidikan

Ditulis oleh

Serda H. Situmorang, Praka Rahmat dan Praka ImanudinMERAUKE – Kekurangan tenaga guru di sejumlah sekolah di wilayah perbatasan RI-PNG membuat sejumlah personil TNI-AD merasa terpanggil untuk menjadi tenaga guru di daerah itu. 

Serda H. Situmorang, Praka Rahmat dan Praka Imanudin, merupakan tiga personil TNI-AD Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan dari Yonif 320/Badak Putih, yang rela meluangkan waktu mengajar di SMP YPPK Santo Fransiskus Xaferius Kampung Yangandur, Merauke.

“Selain menjaga teritorial kami juga menyempatkan diri untuk mengajar di sekolah sebagai guru bantu. Karena itu panggilan hati yang melihat kondisi pendidikan di daerah perbatasan penuh dengan keterbatasan,” ungkap Seda Sitomorang.

Jum'at, 10 Oktober 2014 00:53

Masyarakat Adat Flobamora Tuntut Keadilan di Polres Merauke

Ditulis oleh

Terkait Pembunuhan Martinus Tonny Isa Gai

MERAUKE – Sedikitnya 200 orang warga yang tergabung dalam ikatan masyarakat adat Flores, Alor, Timor dan Sumba (Flobamora) Provinsi NTT mendatangi markas Kepolisian Resort Merauke, Kamis (9/10) sekitar pukul 14.00 Wit.

Kehadiran masyarakat Flobamora ini terkait kasus pembunuhan terhadap Martinus Tonny Isa Gai (25), seorang warga NTT di jalan Dorem Kai Merauke, Rabu (8/10) kemarin. Masyarakat Flobamora melakukan dialog dengan Kapolres Merauke, AKBP. Sri Satyatama, S.IK, guna meminta keadilan dan mengecek perkembangan kasus tersebut.

“Maksud kedatangan kami untuk mengetahui perkembangan kasus ini, karena anak kami meninggal dunia dan duka menimpa keluarga,” kata Ketua Adat Flobamora, Markus Maro, kemarin.

MERAUKE – Pemerintah Indonesia menduga (baca:tuding) adanya pencemaran kali Fly di wilayah perbatasan RI-PNG yang disebabkan oleh operasionalnya sebuah perusahaan tambang di wilayah negara PNG.

Informasi yang dihimpun media ini, dugaan pencemaran itu bersumber dari sampel air yang pernah diambil oleh Tim Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) beberapa tahun lalu di kali tersebut.   

Pencemaraan sungai fly itu bersumber dari logam berat akibat pembuangan tailing dari pertambangan emas di Negara PNG

“Dugaan pencemaran itu dari hasil uji laboratorium sampel air yang diambil dari sungai tersebut beberapa waktu lalu. selain juga terjadi sedimentasi (pendangkalan) di wilayah sungai fly akibat dari kegiatan pertambangan,” ungkap Asisten Deputi Perjanjian Internasional Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, Yazid Nurhuda, Kamis (9/10). 

Jum'at, 10 Oktober 2014 00:50

Legislator : Elit Politik Pemicu Rusaknya Demokrasi Indonesia

Ditulis oleh

TIMIKA - Legislator DPRD Mimika, Wilhelmus Pigai menilai para elit politik di Jakarta menjadi biang pemicu semakin rusaknya iklim demokrasi di Indonesia karena lebih mengutamakan memperjuangkan kepentingan kelompoknya dibanding kepentingan rakyat.

”Dari proses pemilihan pimpinan DPR maupun MPR, kita bisa menilai bahwa elit-elit politik terutama pimpinan parpol itu hanya berpikir untuk memperjuangkan kepentingan mereka sendiri. Mereka tidak berjuang untuk kepentingan rakyat Indonesia. Elit politik telah merusak dan mencoreng iklim demokrasi di Indonesia,” kata Wilhelmus kepada Antara di Timika, Kamis.

Menurut dia, sangat bijaksana jika dalam pemilihan pimpinan MPR pada beberapa hari lalu itu bisa ditempuh musyawarah-mufakat sehingga lima unsur pimpinan MPR mewakili kepentingan Koalisi Merah Putih, Koalisi Indonesia Hebat dan Dewan Perwakilan Daerah.