Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081298338027, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Papua Selatan
Rabu, 27 November 2013 07:00

WPS Wanam Sulit Dikontrol

Ditulis oleh

MERAUKE - Kepala Distrik Ilwayap, Patris Maturbongs mengatakan keberadaan para Wanita Pekerja Seks (WPS) di kawasan perusahan ikan di Wanam Distrik Ilwayap, Merauke sulit dibendung. Pasalnya para WPS sulit dikontrol karena datang dan keluar silih berganti dan tidak diketahui pasti. Pemerintah dan warga setempat menilai keberadaan para WPS itu cukup ‘liar’. 
Menurut Maturbongs, cukup banyak WPS liar di Wanam. Jumlah WPS tidak pasti, namun diperkirakan mencapai 50 orang lebih.
“Keberadaan mereka pun tidak menetap, datang pergi, datang lagi, pergi lagi, sehingga sulit didata jumlahnya. Kami pemerintah distrik, Komisi Penanggulangan HIV/AIDS, Dinas Sosial dan pihak Kepolisian berupaya membuat salah satu tempat penampungan terhadap WPS itu. Namun banyak kendala diantaranya tak ada tanah yang akan digunakan untuk membangun penampungan. Serta sulit dan mahalnya material bangunan sehingga tak bisa terwujud,” kata Maturbongs ketika ditemui wartawan, Selasa (26/11).
Dikatakan, para WPS dibiarkan saja, tetapi mereka diawasi oleh Dinas Kesehatan dalam hal ini Puskesmas setempat. Puskesmas sudah mendata para WPS itu dan kurang lebih 30 orang dari mereka mendapat pelayanan pemeriksaan kesehatan setiap saat.

Selasa, 26 November 2013 08:38

Brimob Timika Siap Bantu Pengamanan 1 Desember

Ditulis oleh

TIMIKA - Detasemen B Brimob Polda Papua siap membantu mengamankan situasi kamtibmas di wilayah Timika dan sekitarnya menjelang peringatan HUT Organisasi Papua Merdeka pada 1 Desember mendatang.

Komandan Detasemen B Brimob Polda Papua, Kompol Iga Dwi Purwa Nugraha di Timika, Jumat (23/11), mengatakan sejauh ini tidak ada persiapan khusus menjelang 1 Desember yang dianggap hari keramat oleh sebagian orang Papua itu.

“Tidak ada persiapan-persiapan khusus. Pada prinsipnya kami selalu siap jika sewaktu-waktu kewilayahan minta dukungan,” kata Iga Dwi Purwa.

Ia berharap situasi kamtibmas di wilayah Timika dan sekitarnya tetap aman-aman saja menjelang 1 Desember 2013.

TIMIKA - Tokoh pemuda Mimika, Decky Mirino mempertanyakan sikap anggota DPRD setempat yang hingga kini terkesan enggan membahas APBD-Perubahan 2013.

Berbicara kepada Antara di Timika, Sabtu, Decky mengatakan sangat aneh atas sikap DPRD Mimika yang belum juga membahas materi APBD-Perubahan 2013, meskipun dokumen RAPBD-Perubahan 2013 yang sudah lama diajukan oleh pemerintah daerah setempat.

“Ada apa dengan DPRD Mimika. Mana tanggung jawab mereka sebagai lembaga legislatif yang bertugas membahas dan mengesahkan anggaran daerah. Jangan politisasi pembahasan anggaran untuk ‘bargaining’ kepentingan tertentu,” kritik Decky.

Sesuai radiogram yang diterima Pemkab Mimika dari Pemprov Papua, batas waktu pembahasan RAPBD-Perubahan 2013 sampai 25 November 2013.

Jika sampai pada 25 November 2013 DPRD Mimika belum juga membahas dan menetapkan APBD-Perubahan 2013 maka Kabupaten Mimika akan kembali kepada APBD induk 2013.

Selasa, 26 November 2013 08:26

Dewan Usulkan Sistem Kontrak Guru

Ditulis oleh

Prihatin Nasib Jebolan KPG Khas Papua

Ketua Komisi A DPRD Merauke yang membidangi Pendidikan, Kesehatan dan HAM, Dominikus Ulukyanan. MERAUKE – Dampak kebijakan Pemerintah Pusat yang mewajibkan guru Sekolah Dasar di Indonesia minimal berijazah strata satu (S1), sontak membuat keresahan Komisi A DPRD Merauke. Pasalnya, para lulusan KPG Khas Papua Merauke tidak memenuhi kriteria itu, meski secara defacto lulusan KPG memiliki kualitas yang baik.

Ketua Komisi A DPRD Merauke yang membidangi Pendidikan, Kesehatan dan HAM, Dominikus Ulukyanan, mengatakan pihaknya akan mengusulkan sistem kontrak guru ke Pemda Kabupaten Merauke. Sistem itu guna memberdayakan lulusan KPG sambil memperjuangkan nasib mereka ke jenjang pendidikan S1.

“Saya ajukan ke Pemda nanti ketika pembicaraan pra anggaran dengan pak Bupati, kita sampaikan harus adakan kontrak guru. Kita Merauke mengalami kesulitan besar karena ke depan ini tamatan KPG kita ini tidak dipakai lagi, karena sekarang dipakai ijazah minimal untuk guru sekolah dasar, diangkat dari S1. Kriteria ini tidak dipenuhi oleh anak-anak kita,” kata Dominikus, Jumat (22/11).

Menurutnya,  lulusan KPG berkualitas mengajar di daerah pedalaman. Dan mereka juga telah membantu instansi terkait yang mengisi kekosongan guru yang umumnya terjadi di wilayah pedalaman.

Selasa, 26 November 2013 08:24

Buronan Kejaksaan Akhirnya Tertangkap

Ditulis oleh

4 Bulan Kabur Saat Mau Disidang

MERAUKE – Donatus Bapaimu alias Doni (20) kembali digiring ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Merauke, Rabu (20/11) lalu, setelah kabur selama 4 bulan pada 29 Juli 2013 lalu, ketika hendak menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Merauke atas kasus penganiayaan berat terhadap Saveria Marpemo.

Terdakwa Doni ditangkap aparat Polres Merauke dengan kasus berbeda, yakni pencurian dengan kekerasan.

Jaksa Peneliti pada Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Merauke, Joshua R Mandim Wanma, S.H., mengatakan saat diproses penyidik dengan kasus pencurian itu, Donatus Bapaimu alias Doni telah berganti identitas dengan nama Rivaldo Kaitemu alias Valdo (17). Hal itu diketahui ketika Jaksa meneliti berkas perkara pencurian dengan kekerasan yang dikirim penyidik (tahap I).

Rivaldo Kaitemu memiliki kesamaan fisik dan wajah yang menyerupai Donatus Bapaimu yang merupakan buronan kejaksaan.

MERAUKE – Kepolisian Resort Merauke, selama tiga bulan terakhir (September, Oktober, dan November 2013) menangani 37 kasus pencurian. Demikian disampaikan Kapolres Merauke AKBP Patrige Renwarin melalui Paur Humas Iptu R Nainggolan saat merilis data kasus pencurian di wilayah hukum Polres Merauke, Jumat (22/11).

Dijelaskannya, pada September 2013 pencurian ada 12 kasus, Oktober 2013 ada 18 kasus, dan November ini sudah ada 7 kasus.  “Ini masih Polres saja, belum di Polsek-polsek,” kata Nainggolan.

Menurut Nainggolan, jumlah pelaku yang telah berhasil diringkus sudah 8 orang. Tiga diantaranya perkaranya sudah diproses Kejaksaan, sementara lima lainnya masih dalam pembenahan berkas untuk diproses lebih lanjut ke Kejaksaan.

MERAUKE – Ketua PGRI Provinsi Papua, Eliseus Fasak menegaskan empat pilar kesejahteraan guru perlu diprioritaskan oleh Dinas Pendidikan Dan Pengajaran kabupaten/kota di Provinsi Papua.

Alasannya, guru adalah pelaku utama pembangunan dunia pendidikan melalui perannya dalam kegiatan belajar mengajar. Dan empat pilar yang dimaksud itu, yakni pelatihan peningkatan profesionalisme guru, sertifikasi, insentif daerah dan penyediaan rumah tinggal guru.

“Pelatihan profesionalisme ditingkatkan, karena diera globalisasi guru tidak tak banyak tahu tentang informasi, terutama di Merauke, yang kondisi geografisnya sulit dijangkau informasi dan teknologi. Pengetahuan guru perlu diasah melalui pelatihan,” ujarnya, Jumat kemarin. 

Menurutnya, kesejahteraan sertifikasi diperhatikan karena pemerintah pusat telah memberikan terobosan pada peningkatan pendapatan guru dengan menambah insentif dana. Khusus di Merauke, belum semua guru mendapat sertifikasi karena keterbatasan dana, di mana  jumlah dan waktu penyalurannya disinyalir tidak tepat.    

Selasa, 26 November 2013 08:12

Pengendara Mega Pro Mabuk, Tewas Tabrak Rekannya

Ditulis oleh

Kabid Humas Polda Papua  AKBP Sulistyo Pudjo H, S.I.K. JAYAPURA — Seorang  pengendara sepeda motor Honda Mega Pro DS 3908 GM  yangdipengaruhi  miras bernama Kaspar alias Kono (21), warga  Kampung Sokanggo, Distrik Mandobo, Kabupaten Boven Digoel, dilaporkan  tewas, setelah menabrak  sepeda motor  Suzuki  Thunder yang ditunggangi  rekannya berinisial MK (30) di Jalan Aiwot PDAM,  Kampung Wet, Distrik   Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel.

Kabid Humas Polda Papua  AKBP Sulistyo Pudjo H, S.IK., ketika dikonfirmasi diruang kerjanya, Jumat (22/11) membenarkan pihaknya telah  menerima laporan  kasus kecelakaan lalu lintas. Di mana korban yang dipengaruhi  miras, dilaporkan  tewas, setelah sepeda motor Honda Mega Pro DS 3908 GM yang  dikendarai korban menabrak  sepeda motor  Suzuki  Thunder tersangka di Jalan Aiwot PDAM,  Kampung Wet, Distrik  Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua, Minggu  (17/11)  sekitar pukul 05.00 WIT.

Selasa, 26 November 2013 08:10

Enam Anggota DPRD Mimika Diperiksa Kasus Majalah

Ditulis oleh

TIMIKA - Kepolisian Resor Mimika, Papua, telah meminta keterangan dari enam anggota DPRD setempat terkait kasus dugaan korupsi penerbitan majalah legislatif tahun anggaran 2011 senilai Rp777 juta.

Kapolres Mimika AKBP Jermias Rontini melalui Kasat Reskrim AKP Adithia Bagus Arjunadi di Timika, Jumat (22/11), mengatakan baru enam dari 25 anggota DPRD Mimika yang memenuhi panggilan penyidik unit Tipikor Satreskrim Polres Mimika, namun ia menolak menyebut identitas mereka.

Mereka dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi yang melibatkan tiga tersangka yaitu BS selaku Sekretaris DPRD Mimika, Mi selaku Kabag Keuangan DPRD Mimika dan HI selaku kontraktor yang merupakan Direktur CV Ardian Grafika yang beralamat di Jalan Pendidikan Timika.

Beberapa waktu lalu penyidik telah melimpahkan Berita Acara Pemeriksaan (BPA) tiga tersangka tersebut ke Kejari Timika. Setelah diteliti oleh jaksa, berkas BAP ketiga tersangka dikembalikan untuk dilengkapi.

TIMIKA - Aparat Kepolisian Kawasan Pelabuhan Paumako Timika, Papua, memperketat razia barang bawaan para penumpang yang baru turun dari Kapal PT Pelni.

Kapolsek KP3 Laut Paumako Timika Iptu Frits Erari di Timika, Jumat (22/11), mengatakan dalam beberapa kali operasi di kawasan pelabuhan tersebut setiap ada kapal masuk selalu ditemukan minuman keras beralkohol yang dibawa para penumpang dari luar Timika.

Pada Kamis (21/11) siang, aparat KP3 Laut Paumako menemukan sekitar satu ton miras jenis sopi dan cap tikus yang dibawa penumpang menggunakan KM Kelimutu.

Operasi penertiban miras tersebut melibatkan pihak Administratur Pelabuhan Paumako, Balai Karantina Hewan dan Tumbuhan Timika, dan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Paumako.

Setiap penumpang yang turun dari kapal diperiksa satu per satu beserta barang bawaannya.