Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Kamis, 14 Maret 2013 07:08

Mantan Kadis PU Papua Barat Jadi Tersangka Korupsi

Taksir item ini
(1 Pilih)

Nikolaus KondomoJAYAPURA—Seakan  tak  ingin  ketinggalan  dari  penyidik  Polda Papua   yang  rutin  mengungkap  dugaan kasus  korupsi di Papua  dan  Papua  Barat.  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua  kini  berhasil menetapkan  mantan Kepala Dinas Pekerjaan  Umum  (PU)   Provinsi  Papua Barat inisial  ES  dan  Direktur PT. Putra Papua Perkasa inisial SS  sebagai   tersangka  dugaan kasus  korupsi  proyek jalan  Sorong-Manokwari  memanfaatkan APBD  Pemerintah Daerah setempat   tahun anggaran 2008-2010  senilai  Rp 47 Milliar.   
Demikian disampaikan  Asisten Pidana Khusus  Kejati Papua  Nikolaus Kondomo,  SH  diruang kerjanya, Rabu (13/3). Dikatakannya,  dugaan kasus  korupsi  proyek jalan  Sorong-Manokwari  senilai  Rp 47 Milliar ini  sesuai  hasil audit  BPKP Jayapura. Selanjutnya,   Kejati  Papua  didukung   Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelidikinya, ternyata  aggaran  untuk   proyek ini  telah dicairkan. Tapi  pekerjaannya  tak sesuai   perencanaan.


“Kami telah  mengumpulkan dokumen-dokumen terkait proyek jalan ini sekaligus memanggil sejumlah saksi untuk  alat bukti penyelidikan  lanjutan,” tukasnya.
Menurutnya, kendatipun  pihaknya  menjumpai  kendala  dalam membongkar ini yakni keterbatasan   saksi dan barang bukti, tapi dalam waktu tak lama  lagi  kedua  tersangka   masing-masing  ES dan SS  segera  dipanggil untuk  menjalani pemeriksaan lebih lanjut  di Kantor  Kejati Papua di Jayapura.
“Kami bersama KPK  bertekat  terus mengembangkan dan membongkar  kasus ini  hingga  akar-akarnya,” ungkap  dia.
Adakah  tersangka lainnya   yang  terlibat  kasus  ini, tegasnya, pihaknya  masih  prioritas    memeriksa  kedua  tersangka  yang  terindikasi  melakukan tindak pidana korupsi. Tapi, kemungkinan ada tersangka  lain masih  dilakukan pengembangan. (mdc/don/l03)

Baca 958 kali

1 komentar

  • Pranala Komentar david Kamis, 14 November 2013 22:23 diposting oleh david

    untuk mendapatkan informasi yg lebih akurat, sebaiknya Polda dan Kejati Papua memeriksa juga pemilik Perusahaan Putra Papua Perkasa, karena perusahaan ini ada pemiliknya.dan tidak mungkin kalau pemilik perusahaan tdk mengetahui aliran dana dari perusahaannya.

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.


Anti-spam: complete the task