Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Rabu, 27 Februari 2013 03:08

Tak Ada Kaitan Isu Papua Merdeka

Taksir item ini
(0 pilihan)

Kapolda Soal Penyerangan
di Puncak dan Puncak Jaya

M. Tito KarnavianJAYAPURA—Kapolda Papua, Irjen (Pol) Drs. M. Tito Karnavian, MA menegaskan aksi penembakan  yang  menewaskan 8 prajurit TNI dan 4 warga sipil di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, dan Distrik Sinak, Kabupaten  Puncak, Kamis (21/2), tidak ada kaitannya dengan isu Papua Merdeka. Hal ini sekaligus menepis pernyataan Sekjen TPN/OPM Teryanus Sato sebelumnya yang menyatakan kasus penembakan itu, karena isu Papua merdeka.
Kapolda Papua menandaskan tidak menutup kemungkinan aktor intelektual dibalik penyerangan dan penghadangan disertai penembakan di dua tempat yakni Tingginambut Puncak Jaya dan Sinak Puncak, adalah salah satu kandidat bupati yang bertarung dalam Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak. Pasalnya, dari analisis Kepolisian aksi itu sangat erat kaitannya dengan tahapan Pemilukada setempat.


“Penembakan di  Tingginambut dan Sinak lebih disebabkan Pemilukada Puncak dan tak ada kaitan isu Papua merdeka,”  tandas
Karena itu,  Kapolda mengutarakan,  pihaknya tengah menyelidiki dugaan keterlibatan salah-satu Calon Bupati dan Cawabup Puncak ketika  aksi  penembakan, yang menyebabkan  tewasnya  8 prajurit TNI dan 4 warga sipil di Tingginambut dan Sinak, Kamis (21/2) lalu.     
“Bisa saja terjadi  dan  menjadi  bagian dari penyelidikan kita juga,” tutur Kapolda usai melantik  Siswa  Brigadir Dalmas   di Lapangan SPN, Pasir Dua, Jayapura, Selasa (26/2) pagi.
Dikatakan,  aksi  penembakan di  Tingginambut dan Sinak lebih banyak dipicu  masalah Pemilukada Kabupaten Puncak. Apalagi   sesuai  rekapitulasi  dan perhitungan suara Pemilukada Kabupaten Puncak Kantor KPU  Puncak di Ilaga  pada Sabut (23/2) lalu.  
Katanya, pasangan  Calon Bupati dan Cawabup Puncak masing-masing Willem Wandik—Repinus Talenggeng dan  Elvis Tabuni—Heri Dosinaen  memiliki  perbedaan suara  tipis.
“Kami menyimpulkan ada  kerawanan di pasca  Pemilukada Puncak,”  katanya.
“Penembakan  terjadi  dua  hari menjelang pleno Pemilukada Puncak, kenapa  terjadi  serempak  antara  Tingginambut  dengan Sinak. Padahal  waktu  pencoblosan Pilgub Papua   tak ada masalah,”  tandas dia.
Karena  itu,  lanjutnya,  pihaknya   tak mau  ada  resiko, sehingga perlu menguasai    wilayah Sinak  dan  tetap  waspada  situasi  di Ilaga, karena di Sinak masih ada kelompok bersenjata itu, tapi kita   sudah  tambah kekuatan dari TNI dan  Brimob dan Polres setempat. Masing-masing Ilaga 250 personil dan  70-80 personil di  Sinak.
Ditanya  jumlah  anggota  di Sinak,  katanya,  sekitar  30-40 orang dan memiliki   tak lebih 15-20 pucuk  senjata. “Tapi  jangan  lihat ukuran senjata dan orang, tapi  ukurannya adalah  medan yang mereka kuasai dan  berada pada ketinggian. (mdc/jir/don/l03)

Baca 717 kali

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.


Anti-spam: complete the task