Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Senin, 11 Februari 2013 08:39

Tim Lukmen Keluarkan Data Hasil Pilgub Lagi

Taksir item ini
(0 pilihan)

Ramses: Kemenangan Kali ini Cerminan Kemenangan Pilgub Tujuh Tahun Lalu yang Tertunda

Ramses Wally, SHJAYAPURA - Berapa surat suara sah yang diperoleh masing-masing kandidat gubernur dan wakil gubernur Papua dalam pemungutan suara 29 Januari 2012 lalu terus menjadi perhatian publik. Masing-masing tim sukses pun sibuk menghitung-hitung berapa suara diperoleh kandidat yang diusungnya.
Kali ini, kolaisi Papua bangkit untuk mandiri dan sejahtera sebagai pendukung pasangan kandidat Lukas Enembe-Klemen Tinal kembali mengeluarkan hasil tabulasi dari pemungutan suara.
Kalau sebelumnya melalui  wakil ketua koalisi bangkit untuk mandiri dan sejahtera, Ramses Wally,SH pernah mengeluarkan data dari 19 kabupaten/kota, Sabtu (9 Februari 2012) dengan presentasi perolehan yang signifikan untuk kemenangan pasangan Lukmen, kali ini data dari 24 kabupaten/kota, dengan persentasenya masih sama.

Data dari 2.065.178 suara sah dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2.713.465 pemilih tersebut, adalah : untuk kandidat nomor urut 1 (Noakh Nawipa-Johanis Wob) dengan perolehan 142.499 suara (6,90 persen), kandidat nomor urut 2 (Kambu-Pakage) dengan perolehan 278.049 suara (13,46 persen), kandidat nomor urut 3 (Lukmen) dengan  perolehan 1.090.049 suara (52,83 persen), kandidat nomor urut 4 (WW-WW) dengan perolehan 140.127 suara (5,02 persen), kandidat nomor urut 5 (Alex-Marthen) dengan perolehan suara 67.677 suara (3,28 persen), dan kandidat nomor urut 6 dengan perolehan 345.677 suara (16,75 persen).
Dengan data yang cukup meyakinkan akan kemenangan kandidat Lukas Enembe-Klemen Tinal, bagi koalisi pendukungnya menganggap sebagai satu kemenangan yang seharusnya terjadi pada Pemilukada Tahun 2005 lalu.
"Dari hasil seperti ini, maka sebenarnya 7 tahun yang lalu Lukas yang menjadi gubernur Papua," ungkap Ramses Wally kepada Bintang Papua di Kotaraja, Sabtu (9/2).
Hal itu diungkapkannya karena pada Pilkada 7 tahun lalu suara yang diperoleh Lukas Enembe yang saat itu berpasangan dengan Aroby Auitarauw juga memperoleh suara yang sangat signifikan. Dan kekalahan Lukan Enembe waktu itu karena terjadi manipulasi suara yang diperolehnya di Kabupaten Yahukimo.
"Ternyata suara dari Yahukimo adalah suara yang telah dimanipulasi," tandasnya.
Dengan kepemimpinan Lukmen nanti, ia menghimbau kepada pendukung Lukmen untuk bersama membawa Papua menuju perubahan dan membangun Papua untuk bangkit menuju kemandirian dan kesejahteraan.
"Selain itu, kami juga menghimbau kepada seluruh kandidat (lima kandidat yang lain), bahwa mari kita bergandengantangan, bahwa kemenangan yang diberikan rakyat, bukan kemenangan Lukas Enembe dan Klemen Tinal tapi kemenangan rakyat dengan dukungan suara yang signifikan," himbaunya.
Sedangkan bila ada yang tidak puas dan mengajukan gugatan ke MK, meski itu hak politik setiap kandidat, namun dengan perolehan suara tersebut, menurtnya akan mengulur-ulur waktu saja.
"Kalau mau melanjutkan ke MK, kami juga punya data-data juga untuk sama-sama kita menyelesaikan persoalan ini ke MK," ungkapnya lagi.
Disinggung mengapa begitu percaya diri ti koalisi dengan data yang dimilkinya akan tidak meleset dengan hasil pleno KPU Provinsi Papua 13 Februari lusa, ditegaskan bahwa data yang dimilikinya sangat akurat.
"Karna data ini kami dapatkan mulai dari tingkat TPS, PPD, pleno-pelno KPU kabupaten, yang langsung dilaporkan oleh saksi kami di lapangan. Jadi ini tabulasi kami, yang kami yakin bahwa tabulasi yang kami keluarkan ini tidak meleset dari apa yang dikeluarkan KPU nanti," tandasnya.(aj/don/l03/@dv)

Baca 609 kali

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.


Anti-spam: complete the task