Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Senin, 19 Agustus 2013 01:29

Bupati Terima Rekomendasi Pansus DPRD

Ditulis oleh

Bupati Keerom, Yusuf Wally, S.E., M.M., saat bersalaman dengan Ketua Pansus DPRD Keerom usai mengikuti Penutupan Sidang LKPJ Bupati Keerom Tahun 2012, (16/8).KEEROM- Kurang lebih sebulan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Keerom telah bekerja secara bertahap dalam mempelajari Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Keerom Tahun Anggaran (TA) 2012.
Pada Jumat malam (16/8), rekomendasi Pansus DPRD Keerom telah diserahkan ke Pemda Keerom dan diterima langsung oleh Bupati Keerom Yusuf Wally, penyerahan tersebut dilakukan dalam Penutupan Sidang Paripurna 1 Masa Sidang III  DPRD Keerom Tentang LKPJ Tahun 2012.
Berdasarkan hasil temuan dan pembahasan Pansus DPRD Keerom terhadap LKPJ Pemerintah Daerah Keerom untuk mendapatkan perhatian serius diantaranya, mendesak Kepala Daerah untuk memberikan perhatian serius dalam menyelesaikan permasalahan keuangan daerah dengan memberikan dukungan kebijakan anggaran untuk menyelesaikan permasalahan keuangan yang dihadapi oleh Pemerintah Daerah, terutama pada hutang daerah.
 Selain itu, mendesak Pemda Keerom segera menyusun agenda agar perbaikan rasionalisasi APBD Perubahan 2013 untuk menyusun langkah-langkah konkret dalam penyelesaikan permasalahan keuangan, termasuk penyelesaikan seluruh hutang daerah dan juga mendesak pemerintah untuk melakukan koreksi SP2D yang dilaporkan sebagai komponen sember pembiayaan masuk serta menyusun laporan realisasi APBD berdasarkan kerangka.

Senin, 19 Agustus 2013 01:26

Di Keerom Terima CPNS

Ditulis oleh

Bupati Yusuf Wally: Penerimaan Disesuaikan dengan Kebutuhan

Yusuf Wally, S.E., M.M.KEEROM - Bupati Kabupaten KeeromYusufWally, S.E., M.M., menyikapi rencana Pemerintah Pusat yang akan membuka penerimaan calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dilakukan serentak diseluruh Indonesia.
“Maka khusus untuk Kabupaten Keerom pihaknya akan melakukan pendataan terlebih dahulu berapa CPNS yang akan direkrut berdasarkan kebutuhan yang ada di Kabupaten Keerom saat ini sehingga yang menjadi PNS melalui seleksi terserap sesuai dengan apa yang dibutuhkan,” lanjutnya.
“Jadi untuk penerimaan CPNS yang baru nanti, kami sesuaikan dengan apa yang menjadi kebutuhan dari kabupaten Keerom, ini berguna agar daya serap di semua SKPD disesuaikan dengan apa yang menjadi kebutuhannya selama ini dan kami pemerintah juga tidak asal-asalan dalam melakukan seleksi terhadap CPNS yang ikut dalam tes nanti,” ungkapnya saat ditemui Bintang Papua di Kantor Bupati Keerom, pekan lalu.
Menurutnya bahwa kemungkinan saat ini yang akan menjadi prioritas tenaga CPNS yang benar-benar mengabdikan dirinya di Kabupaten Keerom.

JAYAPURA-Ketua Pokja Perempuan MRP, Rode Muyasin mengatakan, telah terbentuk kepanitiaan yang bekerja menyiapkan proses musyawarah Dewan Adat Keerom. 
Dengan terbentuknya kepanitiaan ini diharapkan tanggung jawab yang sudah diberikan kepada panitia dapat dikerjakan sesuai limit waktu yang direncanakan dalam rangka pelaksanaan musyawarah.
Seluruh proses musyawarah Dewan Adat perlu dipersiapkan baik, sehingga keberadaan lembaga Dewan Adat ini dapat mengakomodir hak-hak dasar masyarakat adat dalam rangka proses pembangunan berjalan. Kelembagaan adat ini menjadi mitra kerja Pemerintah Kabupaten Keerom, dimana posisi kelembagaannya ada dalam posisi sebenarnya mengingat lembaga Dewan Adat ini mempunyai otoritas wilayah adat, yang mempunyai masyarakat adat. “Hingga untuk melindungi wilayah adat serta masyarakat adat lembaga ini benar benar punya wibawa denga posisi keberadaan sebenarnya, “ujarnya di ruang kerja Pokja Perempuan MRP, Rabu( 14/8)
Mengacu pada proses pembangunan yang tengah berlangsung dimana momen saat ini adalah momen legislatif yaitumasyarakat adat terlibat dalam dinamika legislatif 2014 mendatang. Untuk dapat memposisikan masyarakat adat pada proses pemilu legislatif, maka wadah Dewan Adat Keerom ini harus punya posisi dalam mengakomodir masyarakat adat Keerom yang terlibat dalam pembangunan bidang politik.

Jum'at, 16 Agustus 2013 06:31

BK3 Bukan Untuk Membodohi Masyarakat

Ditulis oleh

Para kepala Kampung saat melakukan penyambutan Bupati Keerom, Yusuf Wally, S.E., M.M., saat tiba di Kampung Wembi, Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom.KEEROM- Bupati Kabupaten Keerom Yusuf Wally, S.E.,M.M., menjelaskan bahwa penyaluran dana Bantuan Keuangan Kepada Kampung (BK3) sebesar Rp1 Milyar per kampung se-Kabupaten Keerom harus digunakan untuk kepentingan bersama bukan untuk kepentingan pribadi atau segelintir orang.
“Jadi saya harap jangan ada penyalahgunaan dana BK3 untuk kepentingan pribadi atau golongan, sebab dana ini Pemerintah turunkan untuk mengembangkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kampung. Perlu dicatat ya, bukan bukan golongan atau perorangan, oleh sebab itu apabila ada Kepala Kampung yang tidak mengelola dana tersebut secara baik maka akan diberhentikan,” ungkap Bupati Yusuf Wally saat hadir dalam tatap muka bersama masyarakat kampung Wembi, Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom, pekan lalu.
Karena itu, dirinya selaku orang nomor satu di Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom, sampai saat ini belum mengetahui secara persis penggunaan dana BK3.Pelaksanaan sudah sampai dimana, dananya apakah sudah diambil atau belum, apakah BK3 sudah dikerjakan atau belum? Ini akan dilakukan oleh Pemda Keerom untuk melakukan pemantauan langsung.

Jum'at, 16 Agustus 2013 06:31

Bupati Resmikan Pasar Yemofi Kampung Piyawi Wembi

Ditulis oleh

Bupati Keerom Yusuf Wally, S.E., M.M., dan Danyon 321/ GT saat meresmikan pasar Yemofi Enduente di KampungPiyawi Wembi Senin (12/9).KEEROM - Bupati Kabupaten Keerom Yusuf Wally, S.E., M.M., meresmikan Pasar Tradisional Yemofi Enduente, Kampung Piyawi Wembi, Distrik Arso Timur,Kabupaten Keerom.
Bupati Keerom mengungkapkan, peresmian pasar tradisional di Kampung Wembi ini merupakan dukungan dari masyarakat dan anggota TNI yang bertugas di Kabupaten Keerom selama ini, dan juga untuk mengembangkan ekonomi masyarakat yang selama ini tidak berjalan efektif.
“Jadi Pasar Tradisional Piyawi ini dibangun oleh TNI bekerjasama dengan bantuan dan dukungan masyarakat setempat. Karena itu Pemerintah Daerah mengucapkan banyak terima kasih apa yang dilakukan oleh pihak TNI, karena telah membantu Pemerintah Keerom dan masyarakat setempat,” ungkapnya saat ditemui Bintang Papua di Kampung Wembi, Distrik Arso Timur usai melakukan silaturahmi, pekan lalu.
Menurutnya bahwa dengan berdirinya pasar tradisional tersebut maka masyarakat harus menjaga apa yang telah diberikan oleh anggota TNI yang bertugas di Kabupaten Keerom, sebagai upaya mendekatkan diri kepada masyarakat.Pasar ini berfungsi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dimana lewat dana BK3 masyarakat dapat memutar uang yang beredar dalam masyarakat sehingga apa yang menjadi tujuan utama dari Pemerintah mempercayakan masyarakat kampung untuk mengelola keuangan Negara sendiri itu berhasil.

Jum'at, 16 Agustus 2013 06:28

Polres Keerom Cipta Kondisi yang Aman

Ditulis oleh

Menjelang HUT RI yang ke 68 Tahun di Wilayah Keerom

AKPB. Pasero, S.H., M.H.KEEROM- Menjelang Hari Ulang Tahun  RI yang ke 68 Tahun, Polres Keerom selama lima hari melakukan antisipasi Cipta Kondisi baik menjelang maupun setelah pasca 17 Agustus. “Sesuai Inpres Nomor 2 tentang penanganan konflik sosial, Polres Keerom melakukan kegiatan selama lima hari di wilayah Keerom dan berdasarkan informasi yang diperoleh ada pihak tertentu yang ingin membuat gerakan–gerakan pada saat Peringatan 17 Agustus,” ungkap Kapolres Keerom, AKBP. Pasero, S.H., M.H., saat ditemui Bintang Papua di Kantor Bupati Keerom, Kamis (15/8).
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya melakukan berbagai macam kegiatan antara lain, rasia, patroli gabungan dan kegiatan- kegiatan kemitraan dengan masyarakat. “Seperti dilaksanakan kegiatan bakar batu di dua tempat antara lain, Arso Kota dan Distrik Skamto di alang-alang 6,” ujar Kapolres.

Jum'at, 16 Agustus 2013 06:28

Gerakan Pramuka Membentuk Karakter Kaum Muda

Ditulis oleh

Wakil Bupati Keerom, MUH Markum, S.H., saat bersalaman para pembina Pramuka usai memperingati Hari Pramuka yang ke 52 Tahun, di Halaman Kantor Pemuda Olahraga dan Pariwisata, (14/8).KEEROM- Peringatan Hari Pramuka yang ke-52 ini diharapkan dapat mendorong perkembangan dan kemandirian Gerakan Pramuka untuk mempercepat keberhasilan dalam upaya membentuk karakter kaum muda yang lebih baik, sehingga dapat menjadi warga negara yang bertanggung jawab serta calon pemimpin bangsa yang handal dimasa depan.
“Jadi Gerakan Pramuka membentuk karakter kaum muda yang lebih baik agar dapat menjadi pemimpin dimasa akan datang yang handal dan bertanggung jawab,” ujar Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Saenal Asrul Anwar, M.Ph., yang disampaikan oleh Ketua Kwartir Cabang Kwarcab Keerom, MUH Markum, S.H., dalam Peringati Hari Pramuka yang ke-52 Tahun di Kabupaten Keerom, di Halaman Kantor Dinas Pemuda Olahraga dan Kebudayaan Keerom, (14/8) kemarin.

Jum'at, 16 Agustus 2013 06:28

Idul Fitri, RSUD Kwaingga Tetap Layani Masyarakat

Ditulis oleh

KEEROM- Direktur RSUD Kwaingga dr. Ramon Ridhoto,M.Kes., mengungkapkan bahwa selama libur Idul Fitri 1434 H kemarin, pihak RSUD tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang ada di Kabupaten Keerom. Pelayanan tersebut,diberikan kepada masyarakat Keerom agar tetap sehat.
“Jadi Idul Fitri 1434 H, dan seperti yang sudah pernah saya komentari bahwa kami (RSUD Kwaingga) akan tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kabupaten Keerom yang ingin berobat ke RSUD Kwaingga dan ini telah kami buktikan, dimana selama libur kami tetap memberikan pelayanan kesehatan lewat UGD sebab kami rolling sementara untuk petugas kami dilapangan,” ungkapnya saat dihubungi via telepon gengamnya (handpone,red) Kamis (15/8).

Ondoafi Frans KimberKEEROM - Sejak terjadinya penembakan Kepala Kampung Sawiyatami, Johanes Yanufron oleh orang tidak dikenal (OTK) pada 1 Juli 2012 silam, yang membuat warga Kampung Sawiyatami sebanyak 38 orang mengungsi ke hutan pada tanggal 19 September 2012, mereka telah kembali ke Kampung Sawiyatami. Dan itu semua masyarakat hanya mengetahui bahwa yang mengeluarkan warga Kampung Sawiyatami adalah dari ELSHAM dibantah keras oleh Ondoafi Bagia, Frans Kimber.
Dari pengakuan Ondoafi Bagia, Frans Kimber bahwa dari 38 orang yang mengungsi ke hutan karena ketakutan pasca 1 Juli 2012 silam, yang menewaskan Kepala Kampung Sawiyatami, dirinyalah yang mengeluarkan warga langsung dari hutan. “Bukan dari pihak LSM ELSHAM Papua. ELSHAM Papua yang mengaku bahwa mereka  yang mengeluarkan warga, itu tidak benar, mereka sabotase menjembut di Kampung Workuana maupun Kampung Sawiyatami,” aku Frans Kimber kepada Bintang Papua.
“Perlu diketahui bahwa  yang memperjuangkan warga keluar dari hutan adalah saya, bukan LSM ELSHAM Papua, mereka hanya mengaku-ngaku yang mengeluarkan dan LSM ELSHAM Papua, justru mereka melakukan sabotase menjembut di Kampung Workuana dan Kampung Sawiyatami lalu  membawa warga ke Pastoran serta mengaku kepada Pemerintah, TNI dan Polri bahwa dia yang mengeluarkan warga dari hutan. Itu semuanya bohong,” ujarnya dengan nada tinggi saat ditemui Bintang Papua di Arso, Selasa (13/8).