Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081298338027, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

KEEROM - Kepala Dinas Pendapatan, Keuangan dan Aset Kabupaten Keerom, Freddy H Wona mengatakan, untuk kampung-kampung yang belum memasukkan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) penggunaan dana Bantuan Keugangan Kepada Kampung (BK3) Tahun Anggaran 2013, minggu depan telah bisa diproses juga setelah kampung memasukan SPJ ke Badan Pemberdayaan dan Masyarakat Kampung (BPMK) dan ke  Sekertaris Daerah (Sekda) lalu ke Keuangan Daerah.
Menurutnya, hingga saat ini masih ada 8 Kampung se Kabupaten Keerom yang belum memasukkan SPJ dan diharapkan dari kampung itu kembali melakukan rapat melalui Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) apa yang kurang.

*Melakukan Pembinaan Dengan Hati, Bukan Dengan Emosi

KEEROM - Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P dan P) Kabupaten Keeron, Drs. Bambang Suhartawan,M.MT mengatakan, pemerintah daerah sangat memperhatikan pendidikan di wilayah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) di areal wilayah perbatasan.
Selain itu, untuk tenaga pendidik maupun tenaga pendidikan yang ada di Kabupaten Keerom dengan momen hari peringatan pendidikan nasional agar menyatukan sikap, melakukan pembinaan terhadap anak-anak didik dengan hati, buka dengan emosi.
“Bagi guru-guru di Kabupaten Keerom maupun masyarakat termasuk para orang tua yang namanya pendidikan bukan satu-satunya tugas pemerintah, karena yang namanya pendidikan ada tiga sentra, pertama pemerintah, masyarakat dan orang tua,” ungkapnya saat ditemui Bintang Papua usai peringatan hari pendidikan nasional Tahun 2013, di SMUN 1 Arso, Kamis (2/5).

*Melakukan Pembinaan Dengan Hati, Bukan Dengan Emosi

KEEROM - Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P dan P) Kabupaten Keeron, Drs. Bambang Suhartawan,M.MT mengatakan, pemerintah daerah sangat memperhatikan pendidikan di wilayah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) di areal wilayah perbatasan.
Selain itu, untuk tenaga pendidik maupun tenaga pendidikan yang ada di Kabupaten Keerom dengan momen hari peringatan pendidikan nasional agar menyatukan sikap, melakukan pembinaan terhadap anak-anak didik dengan hati, buka dengan emosi.
“Bagi guru-guru di Kabupaten Keerom maupun masyarakat termasuk para orang tua yang namanya pendidikan bukan satu-satunya tugas pemerintah, karena yang namanya pendidikan ada tiga sentra, pertama pemerintah, masyarakat dan orang tua,” ungkapnya saat ditemui Bintang Papua usai peringatan hari pendidikan nasional Tahun 2013, di SMUN 1 Arso, Kamis (2/5).

Jum'at, 03 Mei 2013 10:23

Pendidikan Merupakan Vaksin Sosial

Ditulis oleh

*Untuk Mengatasi Penyakit Sosial yang Sangat Besar Dampak Negatifnya

KEEROM - Ibarat tubuh, agar tahan terhadap berbagai macam penyakit haruslah memiliki daya imunitasnya, dan satu diantara upayanya adalah melalui vaksinasi.
Dalam perspektif sosial kemasyarakatan ada tiga penyakit sosial yang sangat besar dampak negatifnya, yaitu, kemiskinan, ketidaktahuan dan keterbelakangan peradaban. Untuk meningkatkan daya tahan agar terhindar dari tiga macam penyakit social tersebut, pendidikan dapat menjadi vaksin pencegahnya.
Selain vaksi sosial, pendidikan juga merupakan elevator sosial untuk dapat meningkatkan status sosial.  “Hal itulah yang dapat melatarbelakangi tema perigatan hari pendidikan nasional Tahun 2013 ini, yaitu meningkatkan kualitas dan akses berkeadilan,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI  2013, Mohammad Nuh dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Bupati Keerom, MUH Markum,SH dalam peringatan hari pendidikan nasional Tahun 2013 di Kabupaten Keerom, di SMU Negeri 1 Arso, Kabupaten Keerom, Kamis (2/5). Dikatakan, UUD 1945 mengamanatkan bahwa setiap warga negara Indonesai berhak memperoleh pendidikan dan wajib membiayainya. Oleh sebab itu, pemerintah pusat dan daerah bersama masyarakat telah berusaha memenuhui amanat tersebut melalui membangun sekolah-sekolah di seluruh Indonesai, termasuk di daerah 3T (Terdepan,Terluar dan Tertinggal).

Jum'at, 03 Mei 2013 10:23

Pendidikan Merupakan Vaksin Sosial

Ditulis oleh

KEEROM - Ibarat tubuh, agar tahan terhadap berbagai macam penyakit haruslah memiliki daya imunitasnya, dan satu diantara upayanya adalah melalui vaksinasi.
Dalam perspektif sosial kemasyarakatan ada tiga penyakit sosial yang sangat besar dampak negatifnya, yaitu, kemiskinan, ketidaktahuan dan keterbelakangan peradaban. Untuk meningkatkan daya tahan agar terhindar dari tiga macam penyakit social tersebut, pendidikan dapat menjadi vaksin pencegahnya.
Selain vaksi sosial, pendidikan juga merupakan elevator sosial untuk dapat meningkatkan status sosial.  “Hal itulah yang dapat melatarbelakangi tema perigatan hari pendidikan nasional Tahun 2013 ini, yaitu meningkatkan kualitas dan akses berkeadilan,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI  2013, Mohammad Nuh dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Bupati Keerom, MUH Markum,SH dalam peringatan hari pendidikan nasional Tahun 2013 di Kabupaten Keerom, di SMU Negeri 1 Arso, Kabupaten Keerom, Kamis (2/5). Dikatakan, UUD 1945 mengamanatkan bahwa setiap warga negara Indonesai berhak memperoleh pendidikan dan wajib membiayainya. Oleh sebab itu, pemerintah pusat dan daerah bersama masyarakat telah berusaha memenuhui amanat tersebut melalui membangun sekolah-sekolah di seluruh Indonesai, termasuk di daerah 3T (Terdepan,Terluar dan Tertinggal).

KEEROM - Kepala Dinas Kesejateraan dan Masyarakat Terisolir Kabupaten Keerom, Baginda Sitompul mengatakan, masyarakat miskin dikarenakan cacat, negara harus memberikan perhatian untuk memelihara serta memberikan tanggung jawab untuk membatunya. Karena mereka juga bagian dari masyarakat Indonesai.
“Bagi masyarakat yang cacat pemerintah terus memberikan perhatian dan juga cacat kerana kecelakaan seperti kakinya bermasalah akan diberikan tongkat serta masyarakat yang tidak bisa melihat atau tuna netra dikirim ke Makassar untuk diberikan keterampilan sesuai kemampuannya,” ungkapnya saat ditemui Bintang Papua di Kantor Bupati keerom, Rabu (1/5).
Selain itu, Dinas Sosial Kabupaten Keerom memberikan perhatian bagi anak-anak yang berada di pondok panti asuhan untuk memberikan perhatian dalam hal memberikan bantuan-bantuan dan ini sesuai arahan Bupati Keerom dengan Dana Bantuan Keuangan Kepada Kampung (BK3) ke kampung-kampung untuk kesejahteraan masyarakat di kampung, apabila masyarakat telah sejahtera pastinya mereka bisa merasakan kesenangannya.

Kamis, 02 Mei 2013 06:27

1 Mei, di Keerom Aman

Ditulis oleh

Kapolres Keerom, AKPB. Pasero, SH.MHKEEROM - Kapolres Keerom, AKPB Pasero,SH.MH mengatakan, peringatan 1 Mei Kembalinya Papua barat kedalam Kesatuan Republin Indonesai, untuk wilayah Keerom selama 1 kali 24 jam di wilayah Hukum Polres Keerom dalam keadaan aman dan kondusif, dan tidak ada kasus-kasus yang menonjol, baik itu kejadian maupun peristiwa.
Menurutnya, hingga saat ini jajaran Polres Keerom beserta TNI masih terus meningkatkan patroli gabungan, dalam hal ini melakukan razia di Jalan Trans Irian Arso 7, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, agar tidak terjadi hal yang diiginkan terkait kemungkinan adanya masyarakat yang igin melakukan aksi demo ke Kota Jayapura dan Sentani serta tujuan lain.

Terkait Pencairan Dana Program Bantuan Keuangan Kepada Kampung (BK3)

Bupati KeeromKEEROM - Bupati Kabupaten Keerom,Yusuf Wally,SE.MM menegaskan dana BK3 tidak akan dicairkan apabila Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) belum dimasukkan dan harus melengkapi dokumen lengkap atas dana-dana yang telah digunakan pada program BK3.
“Harus lengkap baru dana BK3 Tahun 2013 dicairkan oleh keuangan dan hingga Bulan Mei 2013 masih ada 29 kampung belum memasukkan SPJ BK3 Tahun 2012,” ungkap Bupati Keerom saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, pekan lalu.
Oleh sebab itu, diharapkan dari 29 kampung yang belum memasukkan SPJ Tahun Anggaran 2012, untuk segera memasukkan ke Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) Kabupaten Keerom.

Kamis, 02 Mei 2013 06:13

Semangat Gotong Royong Perlu Ditingkatkan

Ditulis oleh

KEEROM - Kepala Dinas Sosial dan Masyarakat Terisolir Kabupaten Keerom, Baginda Sitompul menghimbau program semangat kegotong royong pada saat jaman perjuangan kemerdekaan hingga memasuki Tahun 1990 masih berharga.
Artinya, semangat kegotong royongan dalam arti sosial bisa menanggulangi secara kebersamaan pada akhirnya mengatasi kemiskinan dengan pemanfaatan lahan-lahan di sekitar rumah masing-masing.
Oleh sebab itu, semangat kegotong royongan adalah semangat kebersamaan yang tumbuh dengan iklas dan tulus yang perlu dibangun kembali ditengah-tengah masyarakat untuk mengatasi kemiskinan.