Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Iwan Siswanto, S.H.KEEROM- Setelah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Keerom menggelar Rapat Badan Musyawarah (Bamus) untuk menentukan Rapat Sidang Paripurnan DPRD Keerom pada triwulan ketiga dan kempat Tahun Anggaran (TA) 2013.
Pasalnya, masih ada beberapa agenda DPRD yang harus segera dilaksanakan dalam tiga bulan terakhir ini. Yang sangat mendesak diantaranya pada Pembahasan Laporan Hasil  (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) untuk dilakukan agenda sidang APBD Perhitungan.
“Jadi masih ada beberapa agenda Dewan yang harus dilaksanakan selama tiga bulan ini,” ungkap Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Keerom, Iwan Siswanto, S.H., saat ditemui Bintang Papua diruang kerjanya, (30/8) kemarin.
Setelah agenda sidang APBD Perhitungan dilanjutkan sidang berikutnya pembahasan Raperda Non APBD, selain pembahasan tentang Peraturan Daerah Minuman Keras (Perda Miras) dan juga perda-perda yang diajukan oleh Pemerintah Daerah, hanya saja materi tersebut belum sampai di Dewan, sehingga DPRD Keerom berharap ke Pemerintah Daerah, dalam hal ini Bupati Keerom agar materi Raperda Non APBD segerah didorong ke DPR dari apa yang diusulkan.
“Dilihat dari waktu yang ada ini tinggal tiga bulan efektif sehingga Pembahasan sidang APBD Perhitungan dan Raperda Non APBD tentang Perda Minuman Keras (Miras) harus dilaksanakan di bulan September 2013 ini,” ujar Iwan Siswanto. 

Senin, 02 September 2013 05:41

Perkembangan UKM di Keerom Terus Meningkat

Ditulis oleh

KEEROM- Terkait perkembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) di wilayah Keerom,Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan(Diskop Perindag) Kabupaten Keerom, Hulman Sitinjak, S.E., M.M., mengatakan, dari data yang ada terus mengalami peningkatan yang signifikan pada usaha UKM baik ditingkat distrik maupun tingkat kampung.
Artinya, dari UKM di kampung–kampung terus meningkat serta mengalami peningkatan ditengah-tengah masyarakat Kabupaten Keerom. “Jadi UKM di wilayah Keerom dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang positif,” ungkapanya saat ditemui Bintang Papua diruang kerjanya, (30/8).
Selain juga, para pedagang yang ada dipasar-pasar yang telah tersedia dari  data-data pelaku pedagang dari tahun 2011 Oktober dan Oktober 2012 juga meningkat angka pedagang meningkat dua kali lima dari jumlah pedagang yang ada pada di Tahun 2011 lalu.

Iwan Siswanto, S.H.,KEEROM - Adanya pemberitaan di Media Bintang Papua pihak Universitas PGRI Palangkaraya, Kalimantan Tengah turut prihatin.  Melalui berita tersebut, yang nama menyebutkan salah satu alumni Universitas PGRI Palangkaraya a.n Siswanto yang telah diduga oleh beberapa kawan-kawan di Kabupaten Keerom Papua masuk bursa Caleg diduga menggunakan menggunakan ijazah palsu.
Oleh sebab itu melalui telpon seluler Kabag Kepegawaian Universitas PGRI Palangkaraya Ana Suheri, S.H., M.H., Atas restu Rektor dan Dekan Fakultas Hukum Universitas PGRI P. Raya menghubungi Siswanto yang dangan maksud ingin meluruskan serta mengklarifikasi permasalahan dan berita dimedia yang telah menduga dan menyebutkan bahwa Siswanto telah menggunakan ijazah S1 Palsu dari Universitas PGRI Palangkaraya seperti yang diduga di Keerom Papua.
“Melalui Kabag Kepegawaian Universitas PGRI Palangkaraya Ana Suheri, S.H., M.H., mengatakan bahwa Ijazah S1 yang ada pada Saudara Siswanto resmi didapat dari pendidikan akademik dan yang bersangkutan telah memenuhi semua persyaratan yang ditentukan, dan kepadanya dilimpahkan segala wewenang dan hak yang berhubungan dengan ijazah yang dimilikinya, serta berhak memakai gelar akademik,” ujarnya saat menyampaikan press realise kepada Bintang Papua di kerjanya Iwan Siswanto, S.H., Jumat (30/8).
Selain itu pihak Universitas PGRI Palangkaraya memang tidak ada menghubungi redaksi Bintang Papua secara langsung lantaran menganggap bahwa permasalahan yang terjadi antara Siswanto dan kawan-kawan di Keerom Papua, hanya merupakan persaingan politik saja, jadi hal itu sudah diluar ranah perguruan tinggi.

Kepala Sekolah SMP YPPK Taruna Tegasa, Sr. Lina, KSFLKEEROM - Sekolah SMP Yayasan Pendidikan Persekolahan Kristen (YPPK) Taruna Tegasa Kabupaten Keerom ikut tampil di  perlombaan Adiwiyata Tingkat Nasional di Tahun 2013, berbagai persiapan yang telah dilakukan.
Sekolah YPPK Taruna Tegasa berharap bisa lolos pada seleksi tingkat Nasional serta harus dipersiapkan sebelum ke tingkat Nasional dan tetap mempertahankan apa yang menjadi keinginan sekolah bahwa bagaimana sekolah harus benar-benar bersih dan aman.
“Kami telah mendapatkan Piagam Adiwiyata Tingkat Provinsi dari tingkat Kebersihan, pembuatan pupuk kompos, menghemat kertas yang telah kita terapkan pada anak- anak dan juga kebesihan pada anak- anak sendiri. Dengan lingkungan bersih kita bisa hidup dengan sehat,” ungkap Kepala Sekola SMP YPPK Taruna Tegas Arso, Sr. Lina, KSFL., saat ditemui Bintang Papua diruang kerjanya, Jumat (30/8).
Di jelaskan , Sekolah SMP YPPK Taruna Tegasa telah mengikuti perlombaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia  tingkat Provinsi Papua  mendapat Juara 1 pada tingkat SMP setelah itu pihaknya mendapat surat dari Bapesdal dari Lingkungan Hidup bahwa, SMP YPPK Taruna Tegasa mengikuti peserta Adiwiyata.
“Pertama-tama Sekolah YPPK Taruna Tegasa hanya mengikuti lomba-lomba Hari Lingkungan Sedunia tingkat Provinsi Papua dan juga mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada pada Bapesdal yang dilaksanakan dan di Tahun 2011 Sekolah YPPK Taruna Tegasa mendapat Juara 1 di  Tingkat Provinsi pada Perlombaan Hari Lingkungan Hidup sedunia,” ujarnya.

MUH Markum, S.H.KEEROM - Hingga saat ini Pemerintah Daerah Keerom belum juga menyerahkan pupuk pada masyarakat Keerom, khususnya petani kakao di wilayah Kabupaten Keerom yang sangat mengharapkan bantuan dari Pemerintah Daerah dalam membantu memberikan pupuk terhadap petani kakao.
Pasalnya, pengadaan pupuk tahun 2012 lalu yang dianggarkan belum disalurkan hingga tahun 2013 ini sehingga masyarakat Keerom mempertanyakan kembali dimana pengadaan pupuk dari Pemda Keerom.
Menyikapi hal tersebut, Wakil Bupati Keerom, MUH Markum, S.H., mengatakan, Kabupaten Keerom akan menganggarkan pengadaan pupuk pada APBD 2013.
“Jadi kita tahu bersama masalah pupuk ini memang ada sedikit masalah dimana rekanan para pengusaha tidak mampu untuk melaksanakan tugasnya yang diberikan oleh Pemda Keerom untuk melakukan pengadaan pupuk untuk petani kakao di wilayah Keerom, dengan masalah ini kami Pemerintah Daerah tetap menganggarkan kembali pada Pengadaan Pupuk di  APBD perubahan Tahun 2013 ini,” ungkapnya Kepada Bintang Papua diruang kerjanya.

Sabtu, 31 Agustus 2013 07:28

Keerom Sambut Positif Porprov

Ditulis oleh

KEEROM - Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Kebudayaan Kabupaten Keerom, Andi Rahman Nonsy, S.Pd, M.M., mengatakan bahwa menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Papua, maka Pemerintah Daerah (Pemda) Keerom menyambut positif kegiatan tersebut, dimana kegiatan ini merupakan kegiatan yang  sangat strategis untuk pembinaan olahraga di Kabupaten Keerom.
Untuk di Papua telah 25 tahun lalu kegiatan Porda tidak ada lagi, sehingga tahun 2013 ini dilaksanakan kegiatan kembali Pekan Olahraga Tingkat Provinsi Papua, oleh karena itu setiap Kabupaten mewakili dengan kegiatan Porkab. “Setelah 25 tahun berakhir tidak adanya Porda, Keerom yang pertama melakukan kegiatan Porkab dan saya sangat berbangga yang memulai kegiatan Porda dan kegiatan Pekan Olahraga Provinsi Papua merupakan kegiatan yang sangat strategis untuk mempersiapkan atlet-atlet kedepan sebagai mana Visi Bupati Keerom dan Wakil Bupati Keerom akan menumbuh kembangkan atlet-atlet dari Keerom,” ungkapnya saat ditemui Bintang Papua di Kantor Bupati Keerom, Jumat (30/8).

Jum'at, 30 Agustus 2013 07:58

Pemkab Bentuk Tim Pengamanan Hutan Terpadu

Ditulis oleh

IR. Joko Susilo, M.M.,KEEROM - Kepala Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Keerom IrJoko Susilo, M.M., mengatakan, sesuai arahan Bupati Keerom, Yusuf Wally, S.E., M.M., agar segera membentuk tim pengamanan hutan terpadu di wilayah Keerom yang dilibatkan seluruh masyarakat Keerom beserta komponen baik itu masyarakat Adat Keerom, Polri, TNI maupun Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Balai Besar Sumber Daya Alam Provinsi Papua.
“Dengan pembentukan Tim Pengamanan Hutan Terpadu di Kabupaten Keerom, penebangan liar di hutan mulai menurun baik dilakukan oleh masyarakat maupun dan lain sebagainya, karena kami terus melakukan patroli oleh Polisi Kehutanan Keerom,” ungkapnya saat ditemui Bintang Papua di Kantor Bupati Keerom.
Menurutnya, pengamanan hutan di Keerom dan hasil hutan selama ini jenis komoditi yang harus diawasi sehingga diperlukan prosedur dan peraturan yang cukup rumit. “Jadi kami melakukan sosialisasi agar pemegang ijin melaksanakan kegiatan pengolahan hutan secara tertib, lancar dan tidak bermasalah dengan hukum,” katanya.

Jum'at, 30 Agustus 2013 07:56

Iwan Siswanto Terancam!

Ditulis oleh

Bawaslu dan KPU Provinsi Perintahkan Partai Pengusung Berhentikan Iwan Siswanto

Iwan SiswantoKEEROM - Masyarakat intelektual Kabupaten Keerom, Piter Gusbager, Hut Mu. Plan yang juga akademisi Universitas Negeri Papua (UNIPA) merangkap sebagai Pembantu Dekan II Fakultas Kehutanan mempertanyakan lolosnya nama Iwan Siswanto sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Calon Anggota Legislatif DPRD Keerom Periode 2014- 2019.
Pasalnya, dalam nama individu adalah nama Iwan Siswanto tetapi di dalam ijasah atas nama  Siswanto dan ini dianggap tidak benar dan tidak sah, sehingga menimbulkan kejanggalan di  dalam negara hukum di Indonesia. Nama yang ada pada DPT pada Calon Anggota DPRD Keerom tidak sah. “Nama di ijasah Siswanto, tetapi di nama individu Iwan Siswanto yang sekarang ini digunakan sebagai Wakil Ketua II DPRD Keerom. Inikan dianggap aneh,” ujarnya saat dihubungi Bintang Papua via telepon, (Kamis (29/8) kemarin.
Oleh karena itu, berbagai data telah dimasukkan ke Bawaslu Tingkat Provinsi Papua dan sebagai masyarakat pemuda adat Keerom maupun masyarakat intelektual Keerom mendesak pihak Bawaslu maupun KPU Provinsi Papua segera memerintahkan Partai Pengusung untuk memberhentikan Iwan Siswanto sebagai Calon DPT dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Keerom. “Bawaslu tidak mempunyai kewenangan untuk memberhentikan tetapi memerintahkan kepada Partai Pengusung untuk memberhentikan Iwan Siswanto dari Pencalonan DPT,” tegasnya.

Jum'at, 30 Agustus 2013 07:56

Percepat Ekonomi, Masyarakat harus Dilibatkan

Ditulis oleh

KEEROM - Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Keerom, Hulman Sitinjak, S.E., M.M., mengatakan bahwa untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Keerom, masyarakat adat dan lembaga adat adalah salah satu mitra kerja Pemerintah Daerah.
Hal ini terkait dengan untuk membangun sarana dan prasarana pada Bidang Koperasi dan Usaha Menengah untuk mengelola hasil ekonomi yang ada di daerah Keerom.
“Jadi masyarakat adat harus dilibatkan untuk mempercepat majunya pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Keerom,” ungkapnya saat ditemui Bintang Papua diruang kerjanya, Kamis (29/8).
Menurutnya, apabila masyarakat adat mampu mengelola SDM, tidak menutup kemungkinan dipercaya mengelola sarana prasarana. Namun apabila masyarakat adat belum mampu mengelolanya , Pemkab Keerom akan bersama mengelolanya dan hasil pengolahannya dibagi, maka itu masyarakat akan mendapat bagian dari hasil pengelolaan usaha itu dan sebagian didapatkan oleh Pemerintah.