Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Senin, 08 Juli 2013 06:51

BK3 Salah Satu Program Energi Listrik

Ditulis oleh

Yusuf Wally, SE, MM.KEEROM - Bupati Keerom, Yusuf Wally,SE, MM mengatakan, Bantuan Keuangan Kepada Kampung (BK3) yang telah dikucurkan ke kampung-kampung s ebesar Rp1 Miliar per kampungnya agar bisa memprogramkan pada energi listrik dengan menggunakan Bio Etahnol dengan menggunakan bahan singkong yang telah dilakukan oleh beberapa warga terbaik Keerom lulusan Yohanis Surya Institute.
“Bio Etahnol di proses menjadi etahnol,kemudian etahnol masuk kedalam generator,generator yang telah dibeli dimodifikasi alatnya lalu dimasukkan, maka lampu bisa menyala. Ini ide dari Yohanis Surya,” ungkapnya saat ditemui Bintang Papua di Kantor Bupati Keerom, (5/7).

Senin, 08 Juli 2013 06:49

20 Besar Calon Anggota KPU Keerom Diumumkan

Ditulis oleh

Ketua Timsel Calon Anggota KPU Kab. Keerom, Silvester Lobya, S.Sos bersama anggota Timsel lainnya dengan latar belakang para Calon Anggota KPU Kab.Keerom yang sedang mengikuti tes Psikologis.JAYAPURA - Ketua Tim Seleksi (Timsel) Calon Anggota KPU Kabupaten Keerom, Silvester Lobya, S.Sos, mengatakan, tahapan yang sudah menjadi rencana kerja Timsel sebagaimana yang ditetapkan bahwa sesuai dengan jadwal yang ada, Timsel telah melaksanakan tahapan administrasi, tahapan tes tertulis, tahapan tes kesehatan, dan tahapan psikologis yang meliputi tahapan psikotes tertulis, psikotes diskusi, dan psikotes wawancara.
Dijelaskannya, tahapan tes tertulis, tes kesehatan dan tes psikologis akan dijadikan satu tahapan yang diumukan satu kali, yakni tidak berdiri sendiri hasil tesnya melainkan digabungkan menjadi satu penilaian.
“Semua tahapan sudah kami laksanakan yang mana berakhir pada Jumat, (5/7) dan Sabtu, (7/7) lalu,” ungkapnya kepada Bintang Papua usai tes Psikologi di SMA YPPK Taruna Tegasa Arso Kota, Sabtu, (7/7).

Senin, 08 Juli 2013 06:42

Serapan APBD Tahun 2012 Masih Rendah

Ditulis oleh

Iwan Siswanto: Karena Adanya Sempit yang Dimainkan Sejumlah Oknum

Iwan Siswanto,SH.KEEROM - Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Keerom,Iwan Siswanto,SH mengatakan, terkait rendahnya serapan APBD Tahun Anggaran 2012 ini pada masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Keerom.
Untuk itu, diminta semua SKPD segera menyingkirkan kepentingan-kepentingan sempit dan mulai menandatangani kontrak dan pengeluarkan Surat Perintah Kerja (SPK), agar serapan dana Tahun anggaran  belanja dapat ditingkatkan dan masyarakat mulai dapat merasakan manfaatnya.
“Serapan Dana APBD Tahun Anggaran 2012 di masing-masing SKPD masih rendah dan diminta segara mengerjakan pekerjaan dilapangan, jangan ditunda-tunda,” ujarnya saat ditemui Bintang Papua diruang kerjanya, pekan lalu.

Sabtu, 06 Juli 2013 06:42

Proyek Dinas PU di Keerom Tidak Jelas

Ditulis oleh

Bupati Keerom, Yusuf Wally, SE, MM beserta rombongan Komisi C DPRP saat melakukan meninjau sangai jembatan Skamto yang putus, Jumat (5/7). KEEROM - Ketua Komisi C  Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Yan Ayomi menilai bahwa, normalisasi sungai Skamto, di Kampung Skamto, Distrik Skamto Kabupaten Keerom yang dilakukan  Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Papua yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2012 lalu dari Dana APBD Perubahan sebesar Rp 14,8 Milyar, untuk wilayah Arso 13 Rp 9,8 milyar, untuk wilayah Arso 12 Rp 14,9 milyar dinilai tidak sesuai dan pekerjaan itu tidak jelas.
“Normalisasi yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi Papua pada Sungai Skamto tidak ada tanda-tanda normalisasi dan pekerjaanya tidak jelas, jembatan Skamto ini telah putus dan sedikit lagi roboh,” ungkapnya kepada wartawan saat ditemui di Jembatan Skamto, Kampung Skamto, Distrik Skamto Kabupaten Keerom saat melakukan kunjungan kerja dari Komisi C DPRP bersama Pemerintah Kabupaten Keerom, Jumat (5/7).

Sabtu, 06 Juli 2013 06:35

Tanaman Shorgun Hasilkan Energi Listrik

Ditulis oleh

Yusuf Wally, SE, MMKEEROM - Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom mengembangkan tanaman Shorgun, di mana Tanaman Shorgun bisa dikembangkan atau dipresentasikan menjadi bahan bakar, sehingga bisa menghasilkan tenaga listrik.
Pasalnya, sebelum menjadi energi listrik mengeluarkan alat yang di kenal dengan nama Konventer yang bisa merubah cairan etanol menjadi listrik.”Kami telah membeli alat sebagai aset Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom agar bisa dikembangkan oleh seluruh masyarakat Keerom,” ungkap Bupati Keerom, Yusuf Wally, SE, MM saat ditemui Bintang Papua, Jumat (5/7). 
Menurutnya, alat konverter temuan dari beberapa pakar sehingga bisa diaplikasikan berbagai jenis ukiran generator,inilah cara untuk mengatasi kebutuhan bahar bakar di kampung-kampung, sehingga Pemerintah Daerah membeli alat tersebut dan juga bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Keerom.

Sabtu, 06 Juli 2013 06:34

Materi LKPJ Diserahkan ke Dewan

Ditulis oleh

KEEROM -  Sesuai instruksi Bupati Keerom pekan lalu, yang mendesak semua SKPD bahwa untuk segera menyerahkan LKPJ, maka materi LKPJ Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom telah siap dan dan Minggu ini pihaknya menyerahkan materi LKPJ ke DPRD.
“Jadi, Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom menyerahkan Materi Laporan Keterangan Pertanggung-jawaban (LKPJ) Bupati Keerom Tahun Anggaran (TA) 2012 ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Keerom,” ungkap Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Keerom, Drs. Syaharuddin Ramli saat ditemui Bintang Papua di Kantor Bupati Keerom Jumat (5/7).
Setelah materi LKPJ Bupati Keerom diserahkan ke Dewan, maka DPR akan mempelajari pada materi tersebut serta dilakukan pembahasan pada masing- masing Komisi Dewan. “Dewanlah yang menentukan kapan pelaksanaan Pembukaan Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Keerom,” ujarnya.

Jum'at, 05 Juli 2013 07:11

Bupati Wally Akan Tertibkan Perusahaan Tambang

Ditulis oleh

Yusuf Wally,SE, MM.KEEROM - Bupati Keerom Yusuf Wally, SE, MM mengatakan, masalah pertambangan di Keerom saat ini pihaknya sedang melakukan evaluasi baik tambang pendulangan oleh masyarakat maupun para perusahaan yang bergabung dengan masyarakat maupun yang telah berjalan yang menerima ijin Kawasan Pertambangan (KP), tetapi tidak pernah melapor kembali kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom. Sehingga pihaknya melakukan evaluasi, apakah perusahaan tambang ini berjalan sesuai ijin diperoleh.
“Dari pemantauan sekarang ini perusahaan telah memiliki ijin tetapi tidak melaksanakan kewajiban-kewajiban sebagaimana yang diatur dalam peraturan–peraturan juga yang dipersyaratkan oleh perijinan,” ungkapnya saat ditemui Bintang Papua di Kantor Bupati Keerom,Kamis (4/7).
Oleh karena itu,perusahaan yang bergerak masalah tambang berada di Keerom dipanggil untuk melakukan presentase sejauh mana proses ijin yang diberikan tetapi juga kesungguhan mereka sehingga bisa memberikan arahan yang harus dipatuhui terhadap perusahaan sesuai aturan yang ada.

Jum'at, 05 Juli 2013 07:11

Masyarakat Keerom Butuh Badan Publik

Ditulis oleh

Roni DF.KEEROM - Dalam mendorong terciptanya transparansi Informasi yang berkaitan dengan perencanaan dan Penganggaran daerah untuk perbaikan pada pelayanan publik, pusat telah dan informasi regional (PATTIRO) selaku Implementasi patner AIPA yang sedang dilaksanakan program dukungan AIPD terhadap penguatan kapasitas dan pendampingan akses masyarakat untuk mendapatkan informasi dan selanjutnya disebut Program Community Access to Information (CATI) dalam Pembentukan Commuditiy Center di Kabupaten Keerom.
Ketua Program Penguatan Masyarakat Program Cati- Pattiro Aird Kabupaten Keerom, Roni DF mengatakan, Pattiro akan melakukan dua program besar antara lain, CSO bagi budgeting dan Program Commudity Access to Information (CATI) dengan tujuan untuk mendorong badan publik bisa memberikan informasi publik terhadap masyarakat. “Agar masyarakat aktif untuk mencari informasi ke badan publik dan badan publik sebagai tempat informasi ini sebagai penyedia atau disebut suplay said dan masyarakat sebagai pemohon yang disebut dimansaid,” ungkapnya saat ditemui wartawan di Pemancingan Pertama Hijau Koya Barat dalam Kegiatan Lokakarya pembentukan Commudity Center di Kabupaten Keerom, Kamis (4/7).

Jum'at, 05 Juli 2013 06:51

Harga Bapok Masih Normal

Ditulis oleh

KEEROM - Sejak Pemerintah Pusat memutuskan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh Indonesia, maka daerah pun menaikkan harga sembilan bahan pokok (Sembako) dinaikkan tanpa ada keputusan resmi dari Pemerintah.
Untuk di wilayah Kabupaten Keerom, sejumlah harga Sembako hingga saat ini belum menaikkan harga dagangannya dan masih menjual dengan harga yang lama, tidak terpegaruh dengan daerah lain seperti di Jawa. Hal ini sebagimana diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Keerom, Hulman Sitinjak, SE, MM saat ditemui Bintang Papua di Kantor Bupati Keerom, Kamis (4/7).
Menurutnya, langkah yang diambil para pedagang di wilayah Keerom sangatlah tetap untuk tidak menaikkan harga Bapok dan lebih baik memilih untuk tetap berlakukan harga yang lama. “Apabila para pedagang menaikkan harga pasti tidak laku dan siapa yang mau membeli,” katanya.