Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Kamis, 12 September 2013 06:46

Dua Kampung Distrik Waris Telah Masuk Tahap ke-2 BK3

Ditulis oleh

KEEROM- Kepala Distrik Waris, Herman Kofit, S.Sos., mengatakan, Pelaksanaan Dana Bantuan Keuangan Kepada Kampung (BK3) Tahun 2013 ini telah berjalan sesuai yang diharapan, hanya saja hingga Bulan September, baru Dua Kampung yang telah melaksanakan Tahap Kedua terhadap pelaksanaan Dana BK3 Tahun 20134,  4 Kampung belum menyelesaikan Tahap Pertama.
“ Jadi 6 Kampung se-Distrik Waris baru dua Kampung yang telah malaksanakan Program BK3 tahap kedua antara lain, Kampung Yabanda dan Kampung Ampas . 4 kampung masih tahap proses pencairan,” ungkapnya saat ditemui Bintang Papua di Kantor Bupati Keerom, Rabu (11/9).

KEEROM- Pemda Keerom melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) terhadap para Bendahara Bantuan Keuangan Kepada Kampung (BK3), Fasilisator dan kepala Kampung terhadap Program BK3 Kabupaten Keerom Tahun 2013. Bimtek  tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Masyarakat Papua (LP2M Papua ).
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) Kabupaten Keerom, Drs. Fabeno Badu Lambaran mengatakan, BK3 telah berjalan tiga tahun,  namun selalu mengalami berbagai kekurangan sehingga perlu diupayakan dibenahi.
“ Salah satu upaya untuk membenahi kekurangan adalah diselenggarakannya Bimtek  bagi Bendahara BK3, Fasilitator dan Kepala Kampung terhadap Program BK3. Dengan Bimtek ini agar dipahami secara baik dan program di Kampung dapat berjalan lebih baik sesuai harapan,” ujarnya saat menyampaikan arahannya dalam Bimtek terhadap Bendahara BK3, Fasilitator dan Kepala Kampung se- Kabupaten Keerom, di Balai Diklat Sosial Tanah Hitam, Rabu (11/9).
Menurutnya, dari tahun-ketahun dan hal–halyang belum dipahami secara baik bisa dipelajari pada kegiatan Bimtek yang tidak dimengerti bisa dimengerti tentang mengelola program Dana BK3 di Kabupaten Keerom.

Kamis, 12 September 2013 06:45

Kehadiran PNS Perlu Terus Ditingkatkan

Ditulis oleh

Bupati: Absensi Mempengaruhi Karier PNS

KEEROM –  Setelah Bupati Kabupaten Keerom Yusuf  Wally, S.E.,M.M., menginstruksikan bahwa Pemda Keerom tidak menerima formasi umum dalam penerimaan PNS ditahun 2013 ini, maka  yang terpenting saat ini bagi PNS adalah memperhatikan absensi untuk peningkatan karier.
Dikatakan,apabila PNS datang ke kantor pastinya akan menandatangai absen sebelum bekerja, sehingga masalah kehadiran ini juga merupakan penilaian dan kinerja dalam melaksanakan tugas dan tangung jawabnya begitu juga dengan honorer K2 yang nantinya akan ikut dalam seleksi penerimaan.
“Jadi tunjangan Kesejahteraan yang dihitung nantinya itu merupakan perhitungan dari absensi, sehingga untuk saat ini kami masih memberlakukan absensi bersama agar dalam Peraturan Pemerintah No 35 itu apabila dalam 1 tahun lebih dari 45 tidak melakukan tugas dan tangung jawab sebagai PNS maka sanksinya yaitu pemecatan,” ungkapnya kepada Bintang Papua di Kantor Bupati Keerom, Rabu (11/9).

Selasa, 10 September 2013 06:46

Di Keerom, 36 Orang Mengidap HIV/AIDS

Ditulis oleh

drg. Yohana Tanteo, M.Kes.KEEROM - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom drg. Yohana Yanteo, M.Kes., mengatakan, data pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Keerom sampai tahun 2012 sebanyak 36 orang, hanya saja data tersebut baru diambil di 2 distrik yang berbatasan langsung PNG, yaitu Distrik Arso Timur dan Distrik Senggi. Sedangkan tahun 2013 ini pihaknya belum melakukan pendataan kembali.
Hal itu diungkapkannya kepada Bintang Papua di Kantor Bupati Keertom, (9/9). Menurutnya, dari keseluruhan 36 orang pengidap HIV/ AIDS tercatat kebanyakan laki–laki yaitu 20 orang sisanya 16 orang perempuan.
Hal itu berdasarkan tes VCT yang telah dilakukan. Namun untuk melakukan tes VCT tersebut itu pihaknya tidak bisa memaksakan warga sebab jika ingin memeriksakan diri maka itu harus dari kesadaran masyarakat sendiri sebab jika pihaknya memaksakan untuk melakukan pemeriksaan VCT maka itu melanggar HAM.

Selasa, 10 September 2013 06:42

20 Anggota DPRD Keerom Kunker

Ditulis oleh

KEEROM - Sekwan  Kabupaten Keerom, Triwarno Purnomo, S.S.Tp mengatakan, sesuai Program Kerja DPRD Kabupaten Keerom Tahun 2013 ini, 20 Anggota Dewan Kunker  melakukan konsultasi di Pemerintah Kabupaten Keerom antara lain, menyangkut Penerimaan CPNS Tahun 2013 ke Kementerian PAN Reformasi Birokrasi dan Direktur kepangkatan dan Mutasi Direktorat Pusat.
“Jadi 20 Anggota Dewan melakukan Kunjungan Kerja di Jakarta, salah satunya melakukan konsultasi menyangkut Penerimaan CPNS
Tahun 2013,”ungkapnya saat ditemui Bintang Papua diruang kerjanya, Senin (9/9).
Selain itu Kunker Dewan juga, terkait aspirasi masyarakat tentang Pemekaran Kabupaten Yapi pada Wilayah Pembangunan Tiga sehingga pimpinan Dewan dan Anggota dalam waktu yang sama akan melakukan konsultasi di Komisi 2 DPR RI dan DPD RI.

KEEROM – Bupati Kabupaten Keerom Yusuf Wally, S.E., M.M., mengungkapkan kelayakan untuk membentuk suatu daerah Pemekaran baru di daerah 3 Distrik Waris , Senggi, Web dan Towe itu tidak ada masalah, hanya saja saat ini harus mengikuti aturan yang mengatur paling tidak jumlah distrik itu minimal harus 5, sehingga itu terlebih dahulu dibenahi agar dalam pengusulan nanti tidak ada masalah atau hambatan nantinya.
“ Jadi kelayakan untuk membentuk suatu daerah pemekaran baru itu tergantung dari jumlah distrik dan kampung, sehingga jika kita usulkan ke Kementrian atau DPRD itu akan menjadi suatu pertimbangan yang menyakinkan untuk melakukan pemekaran itu, sehingga jika distriknya tidak memenuhi syarat maka sia–sia aja kita mengusul untuk pembentukan wilayah kabupaten baru,” ungkapnya Kepada Bintang Papua di Kantor Bupati Keerom, (9/9).
Selain itu, untuk kelayakan pembentukan daerah kabupaten baru ini perlu dilengkapi dulu semua persyaratan untuk membentuk daerah pemekaran barulah akan diusulkan dan pasti pihaknya akan mengusulkan karna ini pemerintahan namun peryaratannya harus dilengkapi terlebih dahulu sehingga pihaknya tidak akan mempersulit masyarakat yang ingin membagi wilayah kabupaten Keerom menjadi Kabupaten yang baru akan.

Jum'at, 06 September 2013 08:21

Cegah Bentuk Ancaman dan Gangguan

Ditulis oleh

Suasana pengukuhan Pengurus FKDM Kabupaten Keerom,di Aula Badan Perbatasan Kamis (5/9).KEEROM- Wakil Bupati Keerom, Muh Markum,S.H., mengungkapkan pengukuhan 9 anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Tingkat Kabupaten Keerom adalah bertujuan untuk mencegah bentuk ancaman dan gangguan, sehingga dapat diidentifikasi lebih awal dan dapat pula diantisipasi serta diminimalisir dampak negatifnya.
“Jadi berbagai bentuk konflik yang selama ini terjadi, baik itu konflik vertikal maupun horizontal diupayakan agar dapat memecahkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa, kita sebagai bangsa yang majemuk sehingga dibutuhkan perhatian dan keseriusan,” ungkapnya saat membuka acara pengukuhan FKDM, di Aula Badan Perbatasan Rabu (5/9) kemarin.
Menurutnya, seluruh anak bangsa dalam hal ini pemerintah dan masyarakatmerupakan barisan yang sinergis guna melakukan upaya pencegahan terhadap gejala-gejala timbulnya konflik serta akan permasalahan yang merupakan sumber konflik guna diatasi secara cepat, tepat dan terukur sebab forum FKDM merupakan wadah bagi elemen masyarakat dalam rangka menjaga dan memelihara kewaspadaan dini masyarakat.

Jum'at, 06 September 2013 08:21

Wakil Bupati Lepas Calon Jamaah Haji Keerom

Ditulis oleh

Wakil Bupati Keerom, Muh Markum, S.H., saat melepas Calon Jamaah Haji Keerom, Kamis (5/9).KEEROM- Kabupaten Keerom yang telah memberangkatkan Jamaah Haji sejak tahun 2010 hingga 2013, sebanyak 57 orang daftar tunggu hingga saat ini mencapai 181 orang, hal ini dikarenakan sistem pendaftaran secara online. Dengan begitu otomatis keluar nomor porsi yang menjadi acuan keberangkatan, siapa yang cepat daftar tentunya menjadi peluang cepat berangkat dan saat ini jumlah Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Keerom akan memberangkatkan  6 orang dari jumlah 11 orang yang ada, dua orang meninggal dunia dan dua orang lansia.
Wakil Bupati Keerom, Muh Markum, S.H., mengungkapkan, CJH sudah yang akan berangkat telah mendapatkan pembekalan lewat manasik Haji oleh pemateri profesional yang cukup berpengalaman dibidang perhajian.
Selain itu diharapkan kepada CJH telah mendapatkan gambaran, sehingga mampu menjadi calon haji yang mandiri. Sesampainya di Tanah Suci tidak tergantung pada petugas yang menyertai tetapi telah mampu mempraktekkan sebagian besar dari apa yang telah pernah didapatkan pada manasik di Tanah Air.

Muh Markum, S.H.KEEROM- Adanya keluhan staf Kantor Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Keerom bahwa di tahun 2013, Pemerintah Daerah (Pemda) Keerom tidak menganggarkan anggaran dana operasional KPA Keerom, sehingga pegawai KPA mengeluhkan dan mempertanyakan apakah dianggarkan kembali atau tidak.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Keerom, Muh Markum, S.H., sekaligus Ketua KPA Keerom mengatakan bahwa anggaran di KPA Keerom bukan tidak ada, tetap ada. Tetapi tentunya disesuaikan dengan anggaran yang ada. Sebab bantuan hibah dan sosial Pemda Keerom tetap ada, tapi Komisi Penanggulangan Aids (KPA) harus mengajukan dan melaporkan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) Tahun Anggaran (TA) 2012, agar di tahun  2013 bisa dikucurkan.