Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081298338027, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

KEEROM- Ketua Lembaga  Gabungan Pengusaha Asli Papua (Legapas) Kabupaten Keerom, Herman.AT.Yoku,S.IP kembali mengigatkan kepada  Pimpinan SKPD di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom  agar kiranya membagikan pekerjaan pengadaan barang dan jasa Pemerintah Daerah Keerom Tahun Anggaran 2013 ini ke pengusaha Asli Papua.
“Sesuai Peraturan Presiden Republik Indonesai Nomor 84 Tahun 2012 tanpa kecuali, jadi Pengusaha Asli Papua harus diberikan pekerjaan dari dinas-dinas,tanpa alasan,”ungkapnya saat ditemui Bintang Papua di ruang kerjanya,Senin (10/6).
Pasalnya, selama dari 11 tahun dalam penyelenggaraan UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua telah membuat Presiden Republik Indonesia mengambil sebuah kebijakan khusus Peraturan Presiden Nomor 84 Tahun 2012,guna memproteksi dan memberikan kesempatan peluang yang lebih singnifikan bagi perkembangan pengusaha asli Papua untuk turut secara aktif sebagai subyek dalam Program Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat.”Kepedulian Presiden Republin Indonesia  harus dilaksanakan tanpa kecuali,” tegasnya.

KEEROM – Satu tersangka kasus Narkoba jenis ganja berinisia PM (16) diserahkan Polres Keerom kepada pihak kejaksaan lantaran tersangka masih berusia muda dan masih duduk sebagai pelajar di salah satu SMU di Kabupaten keerom, dimana masa penahanannya untuk anak di bawah umur itu hanya 30 hari sesuai ketentuan yang berlaku .
“ Jadi satu tersangka ini sudah kami serahkan kepada pihak kejaksaan untuk diproses secara hukum dan saat ini hanya tersisa 1 tersangka WG (23)  dimana yang menjadi bandar besar yang kemungkinan akan kita serahkan juga dalam waktu dekat ini kepada pihak kejaksaan ,” ungkap Kapolres Keerom, AKBP Pasero, SH, MH melalui Kasat  Narkoba, Iptu Asep Rahmat SH, kepada wartawan di ruang kerjanya,Senin (10/6).

Selasa, 11 Jun 2013 06:00

Bupati Minta Program Perikanan Dioptimalkan

Ditulis oleh

Untuk Meningkatkan PAD

KEEROM- Bupati Keerom, Yusuf Wally,SE.MM mengatakan, untuk meningkatkan sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Tahun Anggaran 2013 ini yang ada di wilayah Kabupaten Keerom harus terus ditingkatkan. Salah satunya Bidang Perikanan yang harus lebih dioptimalkan secara baik, sehingga melayani masyarakat tetapi juga sebagai investasi untuk melakukan bisnis serta menghasilan PAD daerah.
“Jadi tulang punggung pertama Otonomi adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam hal ini Peningkatan Perikanan harus ditingkatkan,”ungkap Bupati Keerom saat ditemui wartawan di Kantor Bupati Keerom,(10/6).
Oleh karena itu, dengan adanya Beni Ikan yang dibuat oleh Dinas terkait di Kampung Wembi,distrik Arso Timur Kabupaten Keerom bisa terus ditingkatkan baik dari sisi kapasitasnya kolam, sarana dan prasaran maupun tenaga pengelola sehingga bisa menjadi sumber PAD di Kabupaten Keerom.

JAYAPURA - Setelah melalui proses dan tahapan yang ada, akhirnya Tim Seleksi (Timsel) Calon Anggota KPU Kabupaten Keerom akhirnya dibuka.
Ketua Timsel Calon Anggota KPU Kabupaten Keerom, Silvester Lobya, S.Sos, mengatakan, pembukaan pendaftaran Calon Anggota Seleksi Anggota KPU Kabupaten Keerom akan dibuka selama 3 hari, yakni, sejak 10 s/d 14 Juni 2013, bertempat di Sekretariat Timsel  Jl.Poros Kampung Yuwanain Arso 2, Distrik Arso Kota, Kabupaten Keerom.
Mengenai persyaratan pendaftaran  diantaranya, Pertama, warga Negara Indonesia. Kedua, pada saat pendaftaran berusia 30 tahun. Ketiga, setia kepada Pancasila sebagai dasar Negara, UUD 1945 dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945.
Ketiga, mempunyai integritas, pribadi yang kuat, jujur dan adil. Keempat, memiliki pengetahuan dan keahlian yang berkaitan dengan penyelenggaraan  Pemilu,  terutama dari bidang ilmu politik/pemerintahan, hukum, atau manajemen.

Kakesbang Keerom: Budaya Indonesia Harus Dijaga dengan Baik

Kepala Kesatuan Bangsa dan Lindungan Masyarakat Keerom, Drs.N.Kareth,MM saat bersalaman dengan Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bantul, DR.Drs.Suyoto, SH,Msi,MMA, usai melakukan pertemuan.KEEROM - Menyikapi banyak budaya daerah Indonesai yang dicaplok masuk ke negara lain, maka Menteri Dalam Negeri (Mendagri) bersama Menteri Pertahanan dan Keamanan (Menhamkan) mendiskusikan  sesuai dengan kewenangan yang ada pada mereka, untuk membuat suatu Bidang yang berada Kesbang dan Linmas khusus untuk menangani kebudayaan.
Keragaman budaya,  baik itu dari Budaya Seni yang berada di wilayah Indonesia secara khusus harus diawasi dari sisi aturan, sehingga di setiap daerah melalui Kesbang dan Linmas harus melindungi aset-aset dari kekayaan-kekayaan negara yang berada di Indonesia.
Hal ini diungkapkan Kepala Kesatuan Bangsa dan Lindungan Masyarakat (Kesbang-Linmas) Kabupaten Keerom, Drs.N.Kareth,MM saat ditemui Bintang Papua di Hotel Melia, Yogyakarta, Jumat pekan lalu.

KEEROM - Kapolres Keerom AKBP Pasero,SH.MH mengatakan, terkait dugaan kasus korupsi dana raskin Distrik Skanto, kini  pihaknya baru melakukan pemeriksaan saksi, dan belum  ada langkah penahanan tersangka, karena belum diterimanya daftar audit dari badan pengawasan, keuangan dan pembangunan (BPKP) Provinsi Papua. BPKP baru mengirim hasil audit tersebut ke BPKP Pusat. “Yang jelas untuk hasil audit investigasi dari BPKP perwakilan Provinsi Papua itu menyatakan jika jumlah kerugian negara itu  Rp 3,1 milyar dari dana raskin tersebut dan itu sedang dalam proses penyelidikan sesuai mekanisme yang ada,” ungkap Pasero kepada Bintang Papua di ruang kerjanya, Sabtu (8/6)
Menurutnya dari data tersebut pihaknya baru mendapat informasi jika data tersebut baru dikirim ke BPKP pusat dan akan kembali dikirim lagi pada Mabes Polri , kemudian ke Polda Papua barulah akan diserahkan ke Polres Keerom  untuk ditindaklanjuti . “ Kami belum bisa memberikan status sebagai tersangka dan melakukan penahanan sebelum hasil audit itu kami terima, namun apabila hasil audit itu telah kami terima, maka kami akan langsung mengambil tindakan penahanan kepada calon tersangka yang saat ini masih kami periksa sebagai saksi,” jelasnya .

Senin, 10 Jun 2013 07:27

Pasca Libur Banyak PNS Membolos

Ditulis oleh

Hanya 50 Persen yang Hadir

KEEROM - Setelah libur sehari (6/6)  ternyata banyak Pengawai Negeri Sipil ( PNS ) yang bertugas di Kabupaten Keerom tidak masuk kantor, mereka lebih memilih menambah waktu liburnya. Hal ini terungkap lewat sidak yang dilakukan Plt Sekda Kabupaten Keerom Drs. Syaharudin Ramly dijajarannya  Pemkab Keerom,Jumat (7/6).
“Jadi ini oknum PNS yang tidak melakukan tugas dan tangung jawabnya sebagai PNS di lingkungan Pemkab Keerom kadang-kadang libur satu hari bisa menjadi libur 2 hari, padahal sebagai Pegawai Negeri itu sangat tidak diperbolehkan dan ini memang tugas yang harus dijalankan ,” ungkap Plt Sekda Keerom,Drs. Syaharudin Ramli kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (7/6).
Menurutnya, seharusnya sebagai  PNS tidak perlu melakukan hal seperti itu karena semua ini berpegang pada aturan yang mengikat sehingga aturan itu harus diikuti saja jangan dibuat sendiri seperti saat ini terjadi banyak yang mengambil keputusan sendiri, sehingga apabila ada sanksi yang diberikan harus bisa diterima karena hal ini oknum PNS yang melakukannya sendiri dengan mengambil keputusan sendiri untuk tidak masuk kantor .

JAYAPURA—Seorang pria  yang  tengah  mabuk miras bernama W. Jikwa (29), warga   Arso IV, Kabapaten Keerom tewas  ditempat, setelah  sepeda motor   Honda Legend No.Pol. DS 4918 AN yang ditungganginya menabrak sepeda  motor   Honda  Mega Pro DS2921 AN yang  dikendarai  Neta Loar (19) di  Pasar Arso III Kabupaten Keerom, Selasa (4/6) sekitar 14.30 WIT.
Kabid Humas Polda Papua  Kombes (Pol) I Gede Sumerta Jaya, SIK ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (7/6)  membenarkan pihaknya  telah menerima laporan kecelakaan lalu lintas, dimana korban W. Jikwa yang tengah mabuk miras mengendarai  Honda Legend No.Pol. DS 4918 AN menabrak Honda  Mega Pro DS2921 AN yang  dikendarai  Neta Loar  di Pasar Arso III Kabupaten Keerom. Selasa (4/6) sekitar 14.30 WIT.
I Gede mengatakan, pasca  kecelakaan lalu lintas yang  menewaskan W Jikwa pihaknya 

MUH Markum,SHKEEROM - Rencana pemerintah daerah untuk membuat sekolah berpola asrama di daerah - daerah terpencil sudah mulai terealisir, seperti yang di SMA Kalibom Distrik Waris yang telah mengembangkan sekolah pola asrama . Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Keerom Muh. Markum, SH kepada wartawan diruang kerjanya,pekan lalu.
” Jadi pola asrama seperti ini yang sangat cocok digunakan untuk meningkatkan pendidikan di Kabupaten Keerom, khususnya untuk daerah pedalaman ,” ungkap markum
Dikatakan,  pihaknya akan mengembangkan sistem pendidikan seperti asrama di kampung kali Bom ini karena dengan adanya asrama ini para siswa dapat diperhatikan dari waktu belajar hingga waktu makan dan bantuan pemerintah terhadap pendidikan dapat dipusatkan di satu tempat agar ini juga mempermudah pemerintah dalam dalam penyaluran bantuan.
“ Kami akan membuat beberapa sekolah yang berpola asrama dengan tempat yang strategis di daerah kampung -kampung di daerah terpencil yang berada di tengah - tengah agar mudah diakses dari kampung -kampung dan distrik yang lain ,” jelasnya .