Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081298338027, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Bupati: Kerjasama dengan Surya Institute Jakarta  

JAYAPURA—Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Keerom membutuhkan dana senilai Rp 200 Miliar untuk bangun sekolah satu atap  atau sekolah berpola asrama  tingkat  SD-SMP di 5 Distrik  terpencil, termasuk Distrik  yang berbatasan dengan Papua Nugini (PNG). Masing-masing  Distrik Arso Timur, Waris, Senggi, Web dan Towe.
Demikian disampaikan Bupati Keerom Yusuf Wally, SE,MM di Arso, Jumat (5/7). Dikatakan Bupati, untuk membangun  seluruh fasilitasnya  asrama, ruang makan, ruang belajar, ruang dapur, rumah guru, aula, sport  centre, perpustakaan, laboratorium, Information Technologi (IT), dan lain-lain. “Jadi dia bisa telewicara  dari  jarak jauh dengan murid. Jadi pada ruang   itu murid akan dikumpul  pada jam tertentu. Lalu ada tenaga profesional akan berbicara  dari  Arso ke sekolah itu dan mereka duduk belajar lewat Televisi menggunakan IT,” ujar Bupati.
Karena itu, kata Bupati, pihaknya tengah mencari dana  sekitar  Rp  200 Miliar  baik di Departemen Pendidikan  dan Departemen lainnya termasuk Pemprov Papua dan DPRP  untuk  memberi bantuan  dukungan pendanaan.

Kamis, 11 Juli 2013 10:47

Joko Susilo Diperiksa Sebagai Saksi

Ditulis oleh

Terkait Kasus Pengadaan Pupuk NPK Fiktif di Keerom

Ir Joko Susilo, MM.KEEROM - Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Keerom Ir Joko Susilo,MM mengungkapkan, dalam kasus Pengadaan Pupuk NPK fiktif yang merugikan negara hingga miliran rupiah. Dimana kasus tersebut saat ini sedang ditangani oleh Polres Keerom. Dengan terkuak kasus tersebut, selaku Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Keerom, yang telah diperiksa sebagai sebagai saksi sudah dilakukan pemeriksaan bersama dengan pihak rekanan (pengusaha). Tetapi dirinya tidak tahu sejauh mana kasus proyek fiktif tersebut.
“Dalam kasus ini, saya telah diperiksa sebagai saksi untuk memberikan keterangan bahwa memang dalam Dokumen Anggaran Tahun 2012 itu ada kegiatan pengadaan Pupuk NPK dalam rangka penanganan penyakit hama kakao, namun dalam perjalanan rekanan ini belum memenuhi kewajibannya sebagai pihak yang ditunjuk dan telah mengikat kontrak untuk melakukan pengadaan pupuk tersebut ,” ungkapnya saat ditemui Bintang Papua di Kantor Bupati Keerom, Rabu (10/7).
Menurutnya, dari kasus pengadaan Pupuk tersebut pihaknya telah memberikan hak-haknya kepada rekanan namun sampai saat ini belum juga untuk memenuhi kewajibannya sehingga hal ini menjadi ranah hukum untuk menyelesaikan masalah tersebut sehingga bisa segera dilaksanakan diusut tuntas.
“Dari pemeriksaan dilapangan memang ada bukti fisik dan foto-foto, berita acara ada, dan juga memiliki kontrak sehingga saya tidak ada alasan untuk menghambat kegiatan pengadaan pupuk tersebut tapi dalam perjalanannya rekanan ini belum melaksanakan kewajibannya untuk menyediakan pupuk tersebut ,” jelasnya.

Kamis, 11 Juli 2013 10:40

Jadwal Sidang LKPJ Belum Ditetapkan

Ditulis oleh

Isack Yuman, SH.KEEROM - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Keerom, Isack Yunam mengatakan, Setelah Pemerintah Daerah menyerahkan Materi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Keerom Tahun Anggaran 2012 ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah pekan lalu, hingga saat ini Dewan belum tetapkan jadwal Pelaksanaan Pembukaan Sidang LKPJ Bupati Keerom.
“Kami DPRD Keerom belum menetapkan Jadwal Pembahasan Sidang LKPJ Bupati Keerom Tahun Anggaran (TA) 2012,” ungkapnya saat ditemui Bintang Papua diruang kerjanya, Rabu (10/7).
Penetapan jadwal Pelaksanaan Sidang Paripurna DPRD keerom tentang Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Keerom TA 2012, karena pihaknya belum melakukan Rapat Badan Musyawarah (Bamus) dari 20 Anggota Dewan, sehingga penetapan jadwal Sidang LKPJ belum bisa ditetapkan.

Inilah sungai Skamto yang setiap saat mulai melebar akibat aliran air yang sangat deras sehingga menimbulkan Jembatan Skanto Putus diterjang Banjir.KEEROM – Bupati Kabupaten Keerom Yusuf Wally, SE,MM mengungkapkan, bahwa tata ruang kabupaten Keerom yang baru tidak dibenarkan adanya bangunan atau perumahan yang dibangun di daerah aliran sungai agar bisa terhindar dari bencana banjir setiap kali sungai skamto meluap dimusim penghujan karena daerah Keerom sendiri cuaca sulit untuk ditebak dan selalu berubah-ubah .
“ Jadi daerah aliran sungai itu yang didomisili oleh sekelompok masyarakat itu selalu terkena bencana banjir dan memang itu satu kesalahan yang memang  dilakukan oleh masyarakat karna tinggal didaerah yang rawan banjir dan peraturan tata kota yang baru untuk kabupaten Keerom ini tidak boleh lagi ada bangunan atau perumahan yang ada di aliran sungai guna mencegah terjadinya bencana,” ungkapnya saat ditemui Bintang Papua di Kantor Bupati Keerom, Pekan lalu.

Kamis, 11 Juli 2013 10:32

Warga Keerom Diminta Buka Rekening

Ditulis oleh

Pabeno : Khusus yang Mendapatkan Bantuan Perumahan Rakyat

KEEROM - Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) Kabupaten Keerom,Drs. Pabeno Lambaran mengungkapkan, bahwa untuk merealisasi bantuan perumahan rakyat dari Kemenpera untuk Distrik Arso, maka setiap warga yang mendapatkan bantuan tersebut agar diwajibkan membuka rekening di bank BRI guna memudahkan proses pencairan dana bantuan rehablitasi rumah yang memang telah diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Keerom kepada Kemenpera.
“Jadi ada 874 rumah yang akan mendapatkan bantuan tersebut di Distrik Arso dan nominal dana yang dicairkan untuk rehablitasi rumah tersebut sebanyak Rp 15 juta, karena saat ini dana yang disediakan pemerintah pusat untuk bantuan di distrik arso ini mencapai Rp 15 milyar lebih,” ungkap Pabeno kepada wartawan saat ditemui dikantor Bupati keerom, rabu (10/7) kemarin.
Menurutnya, bantuan dana untuk merehablitasi rumah yang diperuntukan untuk masyarakat di Distrik Arso merupakan data yang telah dikirimkan dari BPMK Keerom kepada Pusat lalu diverifikasi barulah dana tersebut dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat kepada masyarakat.

Kunjungan DPRP berserta Bupati Keerom ke Jembatan Skamto yang Putus.KEEROM - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Keerom, Farel Simamora, mengungkapkan bahwa untuk menindak lanjuti jembatan Skamto yang putus di Arso 13 Kampung Skamto,  Distrik Skamto Kabupaten Keerom, akibat diterpa banjir beberapa waktu lalu, sehingga pihak BPBD Kabupaten Keerom setelah mendapatkan tanggap darurat yang telah dikelurkan oleh Bupati Keerom maka pihaknya langsung mengambil langkah untuk meminta bantuan pada BPBD Pusat .
“Jadi kami telah memasukan proposal bantuan ke BPBD Pusat setelah mendapatkan tanggap darurat dari Bupati Keerom, namun secara kebetulan semua pejabat dari BPBD pusat sedang berada di Riau untuk mengatasi masalah hutan yang terbakar disana, tetapi proposal bantuan untuk jembatan skamto sudah kami masukan dan pasti akan dijawab untuk melakukan berbaikan jembatan tersebut,” ungkapnya saat ditemui wartawan saat melakukan peninjauan jembatan Skamto yang putus, pekan lalu.

KEEROM – Dalam melaksanakan Operasi patuh yang beberapa hari yang lalu di buka oleh Kapolda Papua maka, Polres Keerom menggelar Razia di dua titik yang berbeda dengan sasaran pengendara roda 4 dan roda 2 untuk memeriksa kelengkapan kendaraan baik itu surat–surat kendaraan maupun atribut yang digunakan dalam mengemudi. Dalam Sweeping dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Keerom, AKP Wehelmus Ayomi.
“Operasi patuh ini dilakukan khususnya pada kendaraan dan kelengkapan pengguna jalan raya dalam arti harus memiliki surat-surat kendaraan dan dari beberapa kali razia yang lalu kami hanya mengingatkan agar selalu melengkapi kendaraannya, namun untuk saat ini siapapun yang tidak memiliki kelengkapan surat kendaraan maka akan kami tilang,” ungkap Kapolres Keerom AKBP Pasero ,SH,MH kepada wartawan di Jalan Poros Arso 7, Distrik Arso Kabupaten Keerom, Selasa (9/7).

Rabu, 10 Juli 2013 06:23

Warga Keluhkan Lampu Sering Padam

Ditulis oleh

KEEROM - Hari- hari ini lampu di wilayah Keerom, khususnya di Arso Dua seringnya terjadi pemadaman lampu, padamnya lambu tersebut tidak diketahui apa yang menjadi penyebabnya, karena mesin PLN Ranting Arso Dua dalam keadaan hidup dan tidak padam, sehingga warga mempertanyakan padamnya Lampu serta mengeluhkan seringnya pemadaman lampu.
“Lampu di Keerom hampir setiap hari padam, tidak tahu apa penyebabnya. Pemadaman lampu bukan satu atau dua jam tapi biasanya satu hari non stop lampu tidak menyalah,” ungkap Ferdinand Tawa saat ditemui Bintang Papua di Kantor Bupati Keerom, Selasa (9/7).
Akibat seringnya lampu padam menimbulkan banyak yang menjadi korban seperti alat- alat elektronik menjadi rusak serta melakukan kegiatan di rumah semuanya terbelengkalai. “Saat ini kami membutuhkan air, tapi lampu padam akhirnya tidak bisa karena kami memakai dinamo untuk mengambil air dari sumur,” katanya.

Selasa, 09 Juli 2013 07:32

Di Keerom, Pengadaan Pupuk Fiktif Terkuak

Ditulis oleh

Bekerja sama dengan 5 Perusahaan, AH Dijadikan Tersangka Kerugian Mencapai Rp 8,17 Milyar

Kasat Reskrim Polres Keerom, AKP. Ahmad Andy Suryadi, ST, SH, MM. KEEROM - Polres Keerom memeriksa lima perusahaan terkait kasus pengadaan pupuk NPK Tahun 2012 dari Dana APBD Perubahan di Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Keerom. Dari lima perusahaan yang telah melakukan tender proyek tersebut satu perusahaan telah dijadikan tersangka berinisial AH yang diduga melakukan pencairan dana pengadaan pupuk NPK sebesar Rp 8,17 Milyar lebih, namun pupuk tersebut ternyata fiktif yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. “Saat ini kami telah memeriksa 5 perusahaan yang telah bekerjasama dengan tersangka AH sebagi saksi dalam melakukan proyek pengadaan pupuk yang diduga fiktif dan kami memiliki cukup bukti untuk melakukan proses hukum lebih lanjut terhadap tersangka AH yang telah kami tetapkan sebagai tersangka beberapa waktu lalu,” ungkap Kapolres Keerom, AKBP Pasero, SH, MH melalui Kasat Rekrim Polres Keerom, AKP Ahmad Andy Suryadi, ST, SH, MM melalui via teleponnya, Senin (8/7).