Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Bano LambaranKEEROM–Dalam menggunakan dana Bantuan Keuangan Kepada Kampung (BK3), ternyata masih ada sejumlah kampung yang belum atau masih sulit melakukan pertanggung jawaban penggunaan anggarannya.
   “Sesuai dengan tujuh program prioritas yang tertuang didalam petunjuk teknis (Juknis) pelaksanaan dana BK3 itu dan juga masih ada yang belum bisa melakukan pertanggungjawaban,sehingga pelaksanaan BK3 tidak bisa berjalan dengan baik dan normal,” demikian diungkapkan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) Kabupaten Keerom,Drs.Fabeno Badu Lambaran saat ditemui Bintang Papua di Kantor Bupati Keerom kemarin.
Ia menjelaskan, sebenarnya tidaklah sulit menggunakan dana BK3 itu, karena telah ada Juknisnya. Yang mana dana BK3 itu dapat digunakan untuk pemberdayaan ekonomi rakyat, air bersih, penerangan listrik, pendidikan dan kesehatan, dan infrastruktur terutama pada persoalan perumahan rakyat dan jembatan penyeberangan yang menghubungkan jalan produksi pertanian/perkebunan rakyat. Dari salah satu yang dipilih dianggap penting sesuai kebutuhan masyarakat.
“Jadi dana BK3 itu tepat pada sasarannya, maka sebaiknya aparat kampung duduk bersama dengan warga di kampung untuk berdiskusi dengan mengikuti pedoman yang sudah ada di dalam Juknis itu, supaya dalam pelaksanaan program kegiatannya benar-benar menyentuh kepentingan mendasar warga di kampung,” katanya.

Sabtu, 03 Agustus 2013 06:36

Perusahaan Wajib Memberikan THR Bagi Karyawan

Ditulis oleh

Wakil Bupati Keerom, MUH Markum,S.H.KEEROM - Wakil Bupati Keerom, MUH Markum, S.H., meminta kepada seluruh perusahaan wajib memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawannya. Pemberian THR tersebut tampa alasan. “Sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku perusahaan wajib memberikan hak-hak bagi karyawan seperti memberikan THR,” ungkapnya saat ditemui Bintang Papua diruang kerjanya, Jumat (2/8).
Menurutnya, Pemberian THR menjelang hari raya Idul Fitri 1434 H bagi umat muslim di Keerom sudah harus 7 hari sebelum hari H. “Pembayaran THR Idul Fitri harus dibayarkan,karena Bupati Keerom juga telah memerintahkan dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja dan Pemukiman Keerom memberikan surat edaran kepada seluruh perusahaan. Dan lain itu juga saya akan melakukan sidak ke perusahaanapakah mereka sudah membayar THR atau belum dan itu harus sesuai UMP,” ujar Wakil Bupati.

Sabtu, 03 Agustus 2013 06:35

Pendidikan Berpola Asrama Sangat Penting

Ditulis oleh

Yusuf Wally, S.E., M.M.KEEROM- Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom telah membangun pendidikan berpola asrama di Waris dengan perkembangan cukup pesat.   Hal ini apabila pendidikan berpola asrama berfungsi secara baik.
Sekolah yang telah berjalan ditiga kelas tingkat SD berjalan baik karena bahan baku sumber masuk dipola asrama direkrut dari sekolah- sekolah yang berada ditiga kampung di wilayah perbatasan Keerom-PNG. Yang masuk ke sekolah unggulan tersebut adalah siswa yang berpotensi dan menggunakan sistem belajar di zaman Belanda.
“Jadi dari tiga kelas pendidikan berpola asrama di tingkat SD ini diambil dari sekolah-sekolah di wilayah Perbatasan yang merupakan pilihan unggulan,” ungkap Bupati Keerom, Yusuf Wally, S.E., M.M., saat ditemui Bintang Papua di Kantor Bupati Keerom, Kamis (2/8).
Selain itu fungsi pendidikan berpola asrama anak–anak diajarkan dengan tingkat pendidikan kerohanian agar menjadi manusia yang berakhlak baik.
 Untuk itu Bupati Keerom mengharapkan sekolah berpola asrama ini tidak perlu ditempatkan pada tingkat SMU maupun tingkat Perguruan Tinggi, cukup tingkat SD dan SMP dengan tatanan anak-anak usia produksi agar kelak menjadi baik. “Anak yang akan melanjutkan tingkat SMU Negeri tidak usah dikuatirkan lagi akhlaknya, dia sama di sekolah luar, karena guru-guru yang ditempatkan di pendidikan sekolah berpola asrama adalah guru yang diseleksi memiliki kemampuan baik,” ujar Bupati.

Jum'at, 02 Agustus 2013 09:16

Dana BK3 Kampung Skofro Tuntas

Ditulis oleh

Soleman RomKEEROM - Setelah Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom menyerahkan dana Bantuan Keuangan Kepada Kampung (BK3) Tahap pertama Rp1 Milyar per Kampung Tahun 2013 terhadap kampung-kampung se-Kabupaten Keerom. Setelah dana BK3 Tahap pertama cair seluruh kampung berlomba-lomba melakukan kegiatannya, salah satunya Kampung Skofro, Distrik Arso Timur.
Menurut Kepala Kampung Skofro, Distrik Arso Timur, Soleman Rom mengatakan, sesuai hasil Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) tingkat Kampung Dana Bantuan Keuangan Kepada Kampung (BK3) untuk Kampung Skofro digunakan untuk Bantuan Rumah Ibadah dan Meningkatan Ekonomi Rakyat dalam hal ini membantu masyarakat pengembangan Tanaman Kakao.
“Jadi Dana BK3 Tahap pertama di Kampung Skofro digunakan pada Bantuan Rumah Ibadah dan pengembangan tanaman Kakao. Saat ini Dana BK3 Tahap pertama di Kampung Skofro tuntas pelaksanaanya .apa yang kami kerjakan telah sesuia Kebijakan Bupati Keerom,Yusuf Wally,SE.MM dan Wakil Bupati Keerom,MUH Markum,SH dan Petunjuk Teknis yang ada ,” ujarnya saat ditemui Bintang Papua di Kantor Bupati Keerom, Senin (1/8).

Jum'at, 02 Agustus 2013 09:13

RSUD Kwaingga Kekurangan Obat

Ditulis oleh

Dari Sidang Pansus DPRD Keerom di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kwaingga, Kamis (1/8).

Ketua Pansus DPRD keerom, Kundtar Gusbager,M.Si di dampingi direktur RSUD Kwaingga, Dr. Ramon Ridhoto,M.Kes saat memperlihatkan ketersediaan obat- obatan di RSUD Kwaingga, Kamis (1/8).KEEROM - Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Keerom terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Keerom Tahun Anggaran 2012 ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kwaingga, yang diketuai, Kundrat Gusbager,M.Si, dan Wakil Ketua Pansus, Kanisius Kango, S.Sos, dan anggota Pansus lainnya antara Lain, Damasus Kebelen, B.A, Triyono, S.H. serta anggota lainnya.
Ketua Pansus LKPJ Tahun 2012, Kundrat Gusbager, M.Si, mengatakan, dari kegiatan sidang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kwaingga hal yang sangat emergensi dan dibutuhkan oleh Rumah Sakit adalah obat sehingga obat yang ada di Rumah Sakit Umum Kwaingga ketersediaannya hanya tinggal sebulan, sedangkan di Tahun 2013 ini masih tinggal 6 Bulan kedepan.
Untuk itu, Pansus DPRD Keerom akan menyampaikan ke Pemerintah Daerah untuk secepatnya mengambil langkah-langkah agar hal-hal yang tidak diinginkan terjadi masalah besar di Rumah Sakit Umum Kwaingga.

Jum'at, 02 Agustus 2013 09:13

RSUD Kwaingga Kekurangan Obat

Ditulis oleh

Dari Sidang Pansus DPRD Keerom di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kwaingga, Kamis (1/8).

Ketua Pansus DPRD keerom, Kundtar Gusbager,M.Si di dampingi direktur RSUD Kwaingga, Dr. Ramon Ridhoto,M.Kes saat memperlihatkan ketersediaan obat- obatan di RSUD Kwaingga, Kamis (1/8).KEEROM - Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Keerom terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Keerom Tahun Anggaran 2012 ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kwaingga, yang diketuai, Kundrat Gusbager,M.Si, dan Wakil Ketua Pansus, Kanisius Kango, S.Sos, dan anggota Pansus lainnya antara Lain, Damasus Kebelen, B.A, Triyono, S.H. serta anggota lainnya.
Ketua Pansus LKPJ Tahun 2012, Kundrat Gusbager, M.Si, mengatakan, dari kegiatan sidang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kwaingga hal yang sangat emergensi dan dibutuhkan oleh Rumah Sakit adalah obat sehingga obat yang ada di Rumah Sakit Umum Kwaingga ketersediaannya hanya tinggal sebulan, sedangkan di Tahun 2013 ini masih tinggal 6 Bulan kedepan.
Untuk itu, Pansus DPRD Keerom akan menyampaikan ke Pemerintah Daerah untuk secepatnya mengambil langkah-langkah agar hal-hal yang tidak diinginkan terjadi masalah besar di Rumah Sakit Umum Kwaingga.

Pelayanan di RSUD Kwaingga tetap berjalan Normal.KEEROM - Sejak memasuki Bulan Suci Ramadhan 1434 H, Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kwaingga Kabupaten Keerom berjalan normal baik di Poliklinik maupun Ruang Unit Gawat Darurat (UGD) berjalan normal dalam melayani masyarakat.
Hari Raya Idul Fitri 1434 H pelayanan kesehatan di RSUD Kwaingga ada sedikit perubahan seperti Poliklinik sementara tertutup tetapi masyarakat bisa dilayani di Ruang Unit Gawat Darurat (UGD),  sedangkan ruang rawat Inap tetap diatur untuk perawat bidan yang beragama muslim diliburkan dan bergantian dengan bidan yang berada di non muslim, begitu juga pada  saat Hari Natal bidan bergantian bekerja.
“Jadi pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kwaingga sejak bulan Puasa masih berjalan seperti biasa dan pada saat Hari Raya Idul Fitri 1434 H ada perubahan jadwal, untuk Bidan Muslim diliburkan dan digantikan dengan bidan non muslim tapi pada saat Hari Natal Bidan non muslin libur dan digantikan dengan bidan muslim secara bergantian dan ini sesuai kesepakatan,” ungkap Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kwaingga Kabupaten Keerom, Dr. Ramon Ridhoto, M.Kes saat ditemui Bintang Papua diruang kerjanya, Kamis (1/8).

Jum'at, 02 Agustus 2013 09:13

Pemda Keerom Kembangkan Tanaman Sorgun

Ditulis oleh

Yusuf Wally, SE. MM.KEEROM - Bupati Kabupaten Keerom Yusuf Wally, SE,MM mengungkapkan, Pemerintah Keerom saat ini sedang mulai mengembangkan tanaman sorgum dinama langkah ini diambil untuk mencari alternatif lain setelah BBM fosil dinaikan oleh pemerintah pusat, sehingga bisa dikembangkan menjadi Bioethanol dan tanaman shorgum ini bertipe hampir sama dengan gandum yang nantinya akan dikembangkan menjadi bahan bakar Bioethanol yang nantinya akan digunakan oleh masyarakat.
“Jadi salah satu potensi yang kita temukan di Kerom adalah pengembangan shorgum, sebenarnya sorgum ini telah banyak dikembangkan diluar daerah dan skarang ini kita coba kembangkan di Keerom karena tanaman ini bisa diproses lanjut biji,batang, daun, difermentasi sehingga bisa menghasilkan bioethanol,” ungkapnya saat ditemui Bintang Papua di Kantor Bupati Keerom, Kamis (1/8).
Menurutnya, tanaman sorgum apabila dibandingkan dengan singkong yang juga bisa di fermentasi, tetapi sorgum lebih efisien dan efektif  tanaman sorgum untuk menghasilkan ethanol, sehingga pihaknya memilih tanaman shorgum untuk dikembangkan di Kabupaten Keerom dan untuk fermentasi sorgum  telah dijalin kerjasama dengan Surya Institut di Serpong Jawa Barat untuk mentransfer teknologi yang akan digunakan untuk memfermentasikan teknologi tanaman sorgum ini menjadi Bioethanol.

Jum'at, 26 Juli 2013 10:57

Petrus Solossa Resmi Jadi Sekda Keerom

Ditulis oleh

Bupati Keerom, Yusuf Wally, SE.,MM., saat melantik Sekretaris Daerah Keerom, Petrus Solossa,S.E., M.Si., di Aula Kantor Bupati Keerom, Kamis (25/7).KEEROM - Bupati Keerom, Yusuf Wally, S.E., M.M., pada hari Kamis (25/7) kemarin, melantik Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Keerom yang baru, Petrus Solossa, S.E., M.Si., pelantikan tersebut dilakukan di Aula Kantor Bupati Kabupaten Keerom. Bupati Keerom menyampaikan bahwa Sekda adalah salah satu motor penggerak utama Birokrasi dan akan menjadi nahkoda dari birokrasi.
“Kita menginginkan sosok aparatur Pemerintah Daerah yang benar- benar mampu dalam bidang tugasnya dan nantinya mampu menjalankan tugas jabatan dengan sebaik- baiknya serta memberikan kontribusi kinerja dalam penyelenggaraan daerah,” ujar Bupati.
Bagi Bupati,”Aparatur yang profesional adalah mereka yang bekerja secara efektif dan efisien serta mempu melayani dalam berbagai kepentingan masyarakat secara pro aktif. Saat ini masyarakat semakin kritis untuk menuntut perubahan dalam berbagai sendi kehidupan, tuntutan tersebut hendaknya memberikan informasi yang kuat bagi aparatur pemerintah untuk selalu meningkatkan profesionalisme dan kinerja dari waktu kewaktu,” ujar Bupati saat menyampaikan arahannya dalam acara pelantikan tersebut.