Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

KEEROM - Wakil Bupati Keerom, MUH Markum, S.H., mengatakan, Bantuan Keuangan Kepada Kampung (BK3) Tahun Anggaran 2013 untuk tahap kedua hingga saat ini belum bisa dicairkan. Hal ini mengingat masih ada sejumlah kampung yang belum memasukkan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) tahap pertama.
“Dengan adanya Sistem Informasi Manajemen Daerah (Simda), maka dana yang telah dipergunakan dalam program dan kegiatan pada pelaksanaan BK3 harus terlebih dahulu dana dipertanggungjawabkan agar dana BK3 selanjutnya bisa dicairkan. Dan apabila dana belum dipertanggungjawabkan, maka Pemda melalui Dinas Keuangan tidak akan mencairkan dana BK3,” ungkap Markum saat ditemui Bintang Papua diruang kerjanya, (2/8) pekan lalu.

KEEROM - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kwaingga, dr. Ramon Ridhoto, M.Kes., mengatakan, pelayanan masyarakat di RSUD Keerom dalam program jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) maupun Jaminan Kesehatan Masyarakat Papua (Jamkespa) sudah berjalan dengan baik dan tidak ada masalah.
Selain itu juga kebutuhan obat maupun alat habis pakai di laboratorium masih tercukupi hingga saat ini, hanya saja terkadang dari sekian jumlah pasien yang ada biasanya obat tidak ada dan harus mencari ke apotek luar tetapi harga murah kecil.
“Jamkesmas maupun Jamkespa di RSUD Kwaingga hingga saat ini masih berjalan lancar tanpa kendala dan diharapkan pelayanan masyarakat yang menggunakan Jamkespa maupun Jamkesmas terus- menerus berjalan baik,” ungkapnya saat ditemui Bintang Papua diruang kerjanya, Senin (5/8).

Selasa, 06 Agustus 2013 08:46

BLSM di Distrik Arso Timur Tuntas

Ditulis oleh

KEEROM - Setelah melakukan pengecekan data dari Pemerintah Pusat ke daerah-daerah dalam pembagian dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di Kabupaten Keerom. Maka di Wilayah Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom langsung melakukan membayarkan ke masyarakat yang berhak mendapat BLSM.
Pembayaran BLSM di Distrik Arso Timur dibayarkan di dua tempat antara lain, Kampung Wonorejo Pir 4 dan di Kantor Distrik Arso Timur.
“Jadi pembayaran BLSM di Distrik Arso Timur sudah selesai dari 11 Kampung se-Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom,” ungkap Kepala Distrik Arso Timur Keerom, Malensius Musui, S.H., saat ditemui Bintang Papua di Arso 2, Senin (5/8).

Senin, 05 Agustus 2013 08:00

Membangun Keerom Melalui Pendidikan

Ditulis oleh

Terlihat siswa-siswa Sekolah Menegah Agama Katolik Santo Arnol Seansen di Kampung Wulukubun Arso 14, Distrik Skamto Kabupaten Keerom, (4/8).KEEROM - Pembangunan sekolah berpola asrama yang dilaksanakan oleh SMA Katolik Santo Arnol Seansen di  Kampung Wulukubun Arso 14 , Distrik Skamto Kabupaten Keerom sebagai bentuk keprihatinan bagi umat Katolik di Keerom.
Bersama pemerhati Pendidikan untuk mencoba membangun sebuah sekolah serta menangkap peluang yang ditawarkan oleh Pemerintah Daerah Keerom, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 yang mengatur sekolah agama dan keagamaan.
“Dengan adanya peluang ini maka bagi umat Katolik yang berada di Keerom dan para pemerhati pendidikan menangkap langsung yang ditawarkan oleh Pemerintah untuk mengelola pendidikan,” ungkap Pastor Maryanus, Koba. Toto, SVD - Paroki Penyelenggaraan Pendidikan SMA Katolik Santo Arnol Seansen.
Ditemui Bintang Papua di Asrama Putri di Kampung Wulukubun Arso 14 Distrik Skamto Kabupaten Keerom, Minggu (4/8).
Untuk membangun Keerom maupun masyarakat Papua bisa dibangun melalui proses pendidikan, oleh karena dibantu beberapa tokoh dan pemerhati pendidikan mencoba berkumpul bersama dan langsung menyalurkan ide tersebut dilanjutkan ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Keerom dan ditanggapi positif.

Senin, 05 Agustus 2013 08:01

Pemerintah Tidak Serius Tangani Jembatan Skamto

Ditulis oleh

Panjang Jembatan yang Putus Mencapai 20 Meter

Kondisi Jembatan Skamto yang Putus dan saat ini Putusnya Jembatan Skanto mencapai 20 Meter, Minggu (4/8).KEEROM – Pemerintah Papua maupun Pemerintah Kabupaten Keerom dinilai tidak serius menangani putusnya jembatan yang putus di Distrik Skamto. Demikian disampaikan Anggota DPRD Keerom Kanisius Kango, S.Sos.,
Menurut dia bahwa, ketidakseriusan tersebut dikarenakan penanganan terhadap jembatan yang putus dengan panjang mencapai 20 meter tersebut belum ada tanda-tanda pengerjaannya. Sehingga jembatan tersebut kondisinya semakin memperhatikan.
Kendati pihak DPR Papua maupun Pemerintah Keerom telah melakukan peninjauan langsung di lokasi. Namun tidak bisa berbuat banyak.
Yang menariknya lagi, justru masyarakat kampung dengan melakukan swadaya sendiri membangun jembatan darurat agar bisa melakukan aktivitas sehari-hari.
Kango yang juga masyarakat Kampung Wulukubun Arso 14 Distrik Skamto mengharapkan, Pemerintah Keerom segera bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Papua agar bisa secepatnya menyelesaikan persoalan ini.
Menurutnya, apabila jembatan yang putus ini tidak ditangani secara cepat maka urat nadi perekonomian masyarakat terganggu.

Senin, 05 Agustus 2013 07:46

Wabup : Pimpinan SKPD Harus Hadir

Ditulis oleh

KEEROM - Adanya sorotan dari Wakil Ketua 1 DPRD Keerom, Nahum Wonda bahwa setiap kali pembahasan LKPJ, hampir semua Kepala SKPD tidak hadir serta meminta para pimpinan SKPD di Lingkup Pemerintah Daerah Keerom untuk hadir dalam pembahasan LKPJ Bupati Keerom Tahun 2012.
Untuk itu Dewan mengharapkan pada Pembahasan Sidang LKPJ Bupati Keerom Tahun 2012  berikutnya harus menghadiri agar bisa mendengarkan langsung apa yang disampaikan oleh Dewan maupun Bupati Keerom dalam Pembahasan LKPJ itu sendiri, sehingga apa menjadi sorotan Dewan bisa dicermati secara baik.

Senin, 05 Agustus 2013 07:46

Pemkab Keerom Salurkan Bantuan Bama

Ditulis oleh

KEEROM - Ditahun 2013 ini, Pemkab Keerom telah menyalurkan bantuan bahan makanan(Bama) terhadap asrama-asrama mahasiswa asal Keerom yang berada di Kota Jayapura dan sekitarnya melalui Dinas Kesejahteraan Sosial dan Masyarakat Terisolir Kabupaten Keerom
Bantuan yang diserahkan salah satunya untuk membantu beban para mahasiswa yang sedang melanjutkan sekolahnya di perguruan tinggi dan meringankan biaya sekolah. Serta sudah tidak memikirkan lagi membeli makanan.
“Bantuan yang disalurkan sebanyak empat asrama mahasiswa Keerom,” ungkap Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial dan Masyarakat Terisolir Kabupaten Keerom, Baginda Sitompul saat ditemui Bintang Papua diruang kerjanya, (2/8).

Sabtu, 03 Agustus 2013 06:37

Sidak Tiga Hari, Ditemukan Barang Kadaluarsa

Ditulis oleh

Hulman Sitinjak, S.E., M.M.KEEROM–Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Keerom, Hulman Sitinjak,S.E, M.M., mengatakan, sebagai tugas dan pokok Dinas Perdagangan dan Koperasi, salah satunya adalah melakukan sidak dan monitoring terhadap berbagai barang sembilan bahan pokok (Sembako), apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1434 H.
“Hal ini dilakukan agar bisa terpantau ketahanan dan stabilitasnya harga Sembako di Kabupaten Keerom,” katanya.
Oleh karena itu, pihaknya menurunkan tim langsung ke tiga distrik antara lain, Distrik Arso, Skamto dan Arso Timur. Hal ini untuk memastikan sejauh mana ketahanan bahan pokok (Bapok) yang sangat dibutuhkan masyarakat.
“Dari sidak tim selama tiga hari di tiga distrik tersebut dapat disimpulkan bahwa ketahanan stok Bapok menjelang Idul Fitri 1434 H cukup aman. Sementara untuk harga Bapok di Keerom masih dalam batas kewajaran,” jelasnya.
Selain itu, juga selama melakukan pengawasan barang-barangyang beredar di Kabupaten Keerom, ternyata masih ditemukan yang menjual barang makanan yang telah kadaluarsa. Untuk itu Pemkab Keerom meminta kepada pedagang untuk segera menarik barang–barang kadaluarsa.

Bano LambaranKEEROM–Dalam menggunakan dana Bantuan Keuangan Kepada Kampung (BK3), ternyata masih ada sejumlah kampung yang belum atau masih sulit melakukan pertanggung jawaban penggunaan anggarannya.
   “Sesuai dengan tujuh program prioritas yang tertuang didalam petunjuk teknis (Juknis) pelaksanaan dana BK3 itu dan juga masih ada yang belum bisa melakukan pertanggungjawaban,sehingga pelaksanaan BK3 tidak bisa berjalan dengan baik dan normal,” demikian diungkapkan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) Kabupaten Keerom,Drs.Fabeno Badu Lambaran saat ditemui Bintang Papua di Kantor Bupati Keerom kemarin.
Ia menjelaskan, sebenarnya tidaklah sulit menggunakan dana BK3 itu, karena telah ada Juknisnya. Yang mana dana BK3 itu dapat digunakan untuk pemberdayaan ekonomi rakyat, air bersih, penerangan listrik, pendidikan dan kesehatan, dan infrastruktur terutama pada persoalan perumahan rakyat dan jembatan penyeberangan yang menghubungkan jalan produksi pertanian/perkebunan rakyat. Dari salah satu yang dipilih dianggap penting sesuai kebutuhan masyarakat.
“Jadi dana BK3 itu tepat pada sasarannya, maka sebaiknya aparat kampung duduk bersama dengan warga di kampung untuk berdiskusi dengan mengikuti pedoman yang sudah ada di dalam Juknis itu, supaya dalam pelaksanaan program kegiatannya benar-benar menyentuh kepentingan mendasar warga di kampung,” katanya.