Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Kamis, 25 Juli 2013 06:42

Pedagang Jangan Naikkan Harga Berlebihan

Ditulis oleh

Hulman Sitinjak, SE., MMKEEROM - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1434 H Dinas Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Kabupaten Keerom mengimbau kepada pelaku perdagangan untuk tidak menaikkan harga barang secara berlebihan dan meningkatkan ketahanan stok bahan pokok kebutuhan masyarakat dalam menghadapi Hari Raya Idul fitri .
“Pemerintah daerah melalui surat edaran dari Bupati Keerom telah mengimbau kepada pelaku usaha di Kabupaten Keerom untuk selalu meningkatkan ketahanan stok bahan pokok dan juga tidak menaikan harga barang diluar kewajaran, termasuk didalamnya pelaku usaha dan masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan konsumen,” ungkap Kepala Dinas Perdangangan dan Koperasi Kabupaten Keerom, Hulman Sitinjak, SE., MM., saat ditemui Bintang Papua diruang kerjanya, Rabu (24/7) kemarin .
Untuk itu, pihaknya meminta untuk meningkatkat kewaspadaan konsumen guna untuk memeriksa barang - barang yang diperjual-belikan, apakah batas kadarluarsa masih berlaku, sehingga pihaknya berharap pada pedagang dan masyarakat di Kabupaten Keerom untuk meningkatkan kesadaran dalam rangka peningkatan pengawasan konsumen agar bisa terhindar dari hal - hal yang tidak diinginkan bersama.
“Pedagang harus menjamin keamanan dan keselamatan dari konsumen dalam membeli keperluan sembako menjelang hari raya di Kabupaten Keerom ini, dan masyarakat juga bisa lebih teliti dalam melihat barang yang dibeli, karena dengan begitu kita bisa sama - sama meningkatkan kewaspadaan konsumen di Kabupaten Keerom,” jelasnya.

Drs. Pabeno Badu LambaranKEEROM - Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) Kabupaten Keerom, Drs. Pabeno Badu Lambaran menengaskan Dana Bantuan Keuangan Kepada Kampung (BK3) yang dikucrukan oleh Pemerintah Daerah senilai Rp1 Milyar perkampung, se- Kabupaten Keerom, tidak akan dicairkan apabila tidak dipertanggung-jawabkan.
“Dana Bantuan Keuangan Kepada Kampung (BK3) tidak akan dicairkan apabila SPJ tidak dimasukkan atau belum lengkap, harus lengkap pertanggung-jawabannya baru dana BK3  dicairkan, dan jika tidak melangkapi, maka jangan berharap Dana itu bisa cair,” ungkapnya saat ditemui Bintang Papua di Kantor Bupati Keerom, Rabu (24/7) kemarin.
Oleh sebab itu, diharapkan agar Kampung- kampung  yang belum memasukkan SPJ Tahun Anggaran 2013 atas penggunaaan BK3 tahap pertama, diminta untuk segera memasukkan ke Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) Kabupaten Keerom untuk dilakukan Pemeriksaan, apakah telah sesuia dengan program dan kegiatan dilapangan atau tidak.
Selain itu, hingga saat ini masih ada kampung yang belum menerima Dana Bantuan Keuangan Kepada Kampung (BK3) Tahap Pertama Tahun Anggaran 2013, hal tersebut dikarenakan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) Tahun Anggaran 2012 bbelum diserahkan ke Pemerintah Daerah, sehingga Pemerintah Daerah tidak mencairkan dana tersebut.

Bupati Keerom, Yusuf Wally,S.E., M.M.KEEROM - Bupati Kabupaten Keerom, Yusuf Wally, S.E., M.M. menjelaskan bahwa untuk penyaluran Dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) ini beberapa minggu lalu pihaknya telah melakukan sosialisasi dan koordinasi antara Statistik, Kantor Pos, Masyarakat dan Kepala Distrik, sehingga saat ini tinggal pelaksanaan saja.
Bupati juga berharap agar dana Bantuan tersebut nantinya benar-benar diterima oleh warga masyarakat yang membutuhkan, dan jangan sampai mereka yang mampu juga ikut mendapatkan dana bantuan tersebut.
“Jadi untuk penyaluran BLSM  saya kira mekanismenya mungkin sudah akan dilakukan, karena hal ini telah disosialisasikan kepada masyarakat sehingga mungkin saat ini sedang dilakukan pendataan bagi warga di Kabupaten Keerom yang memang pantas untuk untuk mendapatkan bantuan tersebut,” ungkap Bupati Keerom saat ditemui di Kantor Bappeda, Selasa (23/7) kemarin.
Menurutnya, untuk saat ini pihaknya belum mengecek secara langsung kendala-kendala yang memungkinkan terjadi hingga membuat penyaluran BLSM agak sedikit mengalami keterlambatan, karena di daerah lainnya sudah terlaksana.

Rabu, 24 Juli 2013 10:29

Lingkungan Tanggung Jawab Bersama

Ditulis oleh

Masyarakat sedang mengikuti Sosisalisasi Amdal di Balai Kampung Wonorejo Pir 4, Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom, Selasa (23/7).KEEROM - Pengerusakan pada Lingkungan Hidup terjadi karena dua faktor, baik faktor alam ataupun dari tangan - tangan manusia.
Untuk faktor alam, banyaknya bencana alam dan cuaca yang tidak menentu terjadi penyebab terjadinya kerusakan lingkungan hidup seperti bencana banjir, Tanah Lonsor, Tsunami, Angin Pitung Beliung dan lain sebagainya.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Analisa Dampak Lingkungan dan Laboratorium, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Keerom, Joko Wabiager, S.E., M.Si. saat ditemui Bintang Papua usai Sosialisasi Keterlibatan Masyarakat Adat dan Lembaga Keagamaan Dalam Mengelola Lingkungan Hidup, di Balai Kampung Wonorejo, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Selasa (23/7).
Selain itu, pengrusakan Lingkungan Hidup di Keerom telah ada indikasi sehingga Pemerintah Daerah Keerom dalam hal ini Badan Lingkungan Hidup (BLH) Keerom menyelenggarakan sosisalisasi tentang bagaimana masyarakat memahami tentang Amdal, pengelolaan lingkungan Hidup dengan baik.
“Lingkungan Hidup Tanggung Jawab kita bersama, bukan hanya Pemerintah semata tetapi juga Masyarakat, Adat, Agama dan lain- lain,” ujarnya.

Rabu, 24 Juli 2013 10:29

Pemda Keerom Serahkan Bantuan Keagamaan

Ditulis oleh

Wakil Bupati Keerom, MUH Markum,S.H. saat menyerahkan Bantuan Keagamaan bagi Ummat Muslim di Masjid Baitul Muttaqin Arso 10, Kampung Yatu Raharjo, Distrik Arso Kabupaten Keerom, Senin (22/7).KEEROM - Setiap Tahunnya Pemerintah Daerah terus memberikan perhatian bagi umat beragama yang berada di Kabupaten Keerom, dan untuk Tahun 2013 Pemerintah Keerom kembali menyerahkan bantuan Keagamaan bagi Umat Muslim dalam Kegiatan Safari Ramadhan Bupati Keerom dan Wakil Bupati Keerom.
Dalam penyerahan Bantuan Keagamaan tersebut diserahkan langsung Wakil Bupati Keerom, Muhammad Markum, S.H. didampingi sejumlah Pimpinan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Kabupaten Keerom. Pada Pembukaan Safari Ramadhan Bupati Keerom dan Wakil Bupati Keerom berlangsung di Masjid Baitul Muttaqin, Arso 10, Kampung Yatu Raharjo.
Wakil Bupati Keerom, Muhammad Markum dalam arahannya mengungkapkan, Bantuan keagamaan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom setiap tahun tersebut terus dilakukan, baik itu bagi umat Muslim, Nasrani dan Agama lainnya, akan tetapi bantuan ini jangan terus-menerus mengharapkan dari Pemerintah Daerah semata, tetapi juga bagimana cara untuk mengembangkan pembangunan maupun melakukan pembinaan- pembinaan terhadap umat Muslim.

Rabu, 24 Juli 2013 10:26

Polres Keerom Terima Hasil Audit BPKP

Ditulis oleh

KEEROM - Setelah menunggu kurang lebih selama 3 bulan, akhirnya Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan  (BPKP) Provinsi Papua mengeluarkan Hasil Audit Kerugian Negara kepada Polres Keerom sesuai permintaannya dalam penyelidikan kasus Dana Block Grand untuk SD YPPK Skopro, Distrik Arso Timur dan Kasus penyalahgunaan Dana Raskin untuk Distrik Skanto, Kabupaten Keerom.
“Kami akan melakukan pemeriksaan saksi akhir dan akan melakukan upaya penangkapan dan penahanan kepada 2 pelaku dengan kasus yang berbeda karena kami telah mendapat Hasil Audit BPKP,” ujar Kapolres Keerom AKBP Pasero, S.H., M.H. melalui Kasat Reskrim Polres Keerom AKP. Ahmad Andi Suryadi, S.T., S.H., M.M. saat ditemui Bintang Papua diruang kerjanya, Selasa(23/7) kemarin.
“Untuk  kasus Pengelolaan Dana Raskin di Distrik Skanto Kabupaten Keerom ini kerugian negaranya adalah senilai Rp3.153.606.300,- kemudian karena hasil audit ini telah selesai dan telah kita terima maka rencana tindak lanjut kita akan melakukan pemeriksaan saksi ahli yaitu pada BPKP, kemudian pemeriksaan terhadap tersangka TB, setelah itu kita akan melakukan tindakan kepolisian yaitu upaya penangkapan dan penahanan,” ungkapnya.

Selasa, 23 Juli 2013 13:38

Tuntut Hak, PNS Keerom Demo

Ditulis oleh

Terlihat Kepala Dinas Pendapan, Keuangan dn Aset Keerom, Freddy H. Wona saat memberikan penyelesaian, didepan kantor Bupati Keerom,  Senin (22/7).KEEROM - Puluhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemda Kabupaten Keerom  melakukan aksi demo yang menuntut kejelasan dari pembayaran tunjangan kinerja dan lauk pauk di tahun 2013 ini, karena kebutuhan mereka yang harus dipenuhi dan  para PNS juga menuntut trasportasi yang telah dihentikan oleh Bupati Keerom yang dinilai cukup menjadi keprihatinan karena banyaknya PNS yang tinggal di Kota Jayapura.
“Jadi kami menunggu pembayaran tunjanga kinerja kami untuk triwulan tahun ini, sebab selama ini kami belum mendapat kejelasan dari  pemerintah kapan akan dibayarkan, sehingga kami melakukan aksi demo ini dengan tujuan untuk meminta kejelasan dari pemerintah kapan gaji kinerja PNS ini mau dibayarkan, dan masalah bus atau angkutan juga harus beroperasi lagi untuk melayani PNS yang ada di Kota Jayapura, sebab banyak PNS yang tinggal di Kota Jayapura,” ungkap Koordinator pendemo, Anna Maria Borotian, saat melakukan aksi demo di Kantor Bupati Keerom, Senin (22/7) kemarin.
Menurut Kepala Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Kabupaten Keerom, Freddy H Wona yang mewakili Bupati dan Wakil Bupati Keerom dalam menerima PNS yang melakukan aksi demo tersebut, bahwa aspirasi yang disampaikan oleh PNS yang terkait dengan tunjangan kinerja dan lauk pauk dinilai merupakan hal yang wajar karena pihaknya di bagian keuangan akan membayarkan tunjangan kinerja dan laun pauk setelah ada pengesahan absensi dari Kepala SKPD.

Selasa, 23 Juli 2013 13:38

Kasus Pengadaan Pupuk Masih Tahap Proses

Ditulis oleh

KEEROM -  Hingga saat ini pihak Reskrim Polres Keerom telah memeriksa lima Perusahaan terkait Kasus Pengadaan Pupuk NPK Tahun 2012 dari Dana APBD Perubahan di Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Keerom. Dari Lima Perusahaan yang telah melakukan tender proyek tersebut satu perusahaan telah dijadikan tersangka atas nama AH yang diduga melakukan pencairan Dana Pengadaan Pupuk NPK sebesar Rp8.17 milyar lebih, namun pupuk tersebut  ternyata fiktif dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.
 “Saat ini masih dalam proses pemeriksaan, dan kami telah memeriksa lima perusahan, dan salah satunya sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” Jelas Kapolres Keerom, AKBP. Pasero, S.H., M.H., melalui Kasat Reskrim Polres Keerom, AKP. Ahmad Andi Suryadi, S.T.,S.H.,M.M., diruang kerjanya, Senin (22/7).
Oleh karena itu, rencana tindak lanjut kedepan akan dilakukan Pemeriksaan terhadap saksi ahli, sambil menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keungan, kemudian dilanjukkan pemeriksaan terhadap tersangka dan selanjutanya dilakukan tindakan Kepolisian, yakni upaya penangkapan dan penahanan tersangka.

Selasa, 23 Juli 2013 13:38

Kasus Narkotika Tersangka GW Telah P21

Ditulis oleh

Iptu Asep Rahmat, S.HKEEROM - Beberapa waktu lalu Jajaran Kepolisian Resor Keerom berhasil meringkus pengedar Ganja di Jalan Perkebunan Sawit antara PIR I ke Kampung Kwimi, Distrik Arso Kabupaten Keerom, kini setelah melalui proses pemeriksaan, tersangka WG diserahkan ke Kejaksaan.
Selain itu, pihaknya telah memberitahukan kepada Orang tua tersangka WG, pada saat Polres Keerom serahkan tersangka ke kejaksaan ada orang tuanya yang mengetahui, sehingga pada saat di Kejaksaan ada pemberitahuan dari jaksa ke orang tua tersangka.
“Artinya telah ada pelimpahan berkas dari Kepolisian kepada Kejaksaan, dan kasus penyelidikan narkoba di Polres Keerom telah selesai, tinggal tidak lanjut kedepan,” ungkapnya saat ditemui Bintang Papua diruang kerjanya, Senin (22/7).