Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Selasa, 22 Januari 2013 07:28

SHALAT DAPAT MENANAMKAN SIKAP DISIPLIN ANAK

Ditulis oleh  Nafisah, S.Ag
Taksir item ini
(0 pilihan)

Oleh : Nafisah, S.Ag
Guru Pendidikan Agama Islam
SD N Inpres Dok VIII Jayapura

Secara  bahasa shalat  artinya  do’a, sedangkan menurut  syariat, yang dimaksud dengan shalat adalah ibadah khusus yang telah dijelaskan batas-batas waktunya dalam syariat. Menurut sebagian ulama mendefinisikan shalat sebagai ibadah yang terdiri atas perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan khusus yang dibuka dengan takbir  ( takbiratul ihrom ) dan ditutup dengan salam.
Shalat merupakan tiang agama, juga merupakan barometer terhadap semua amal manusia. Artinya jika shalat seseorang itu baik maka baiklah seluruh amal orang tersebut tetapi seandainya shalatnya buruk maka buruk pula amal seseorang tersebut dalam kehidupannya.

Membiasakan diri anak untuk shalat sejak anak masih kecil akan membawa dampak yang cukup baik bagi diri anak ataupun kedua orang tuanya. Tanpa harus di suruh lagi ketika tiba waktunya maka dengan sendirinya anak akan mengerjakan shalat dengan kesadarannya sendiri. Tanpa harus dengan paksaan anak akan belajar disiplin akan waktu shalat yang sudah ditentukan.Belajar shalat sejak dini sangatlah penting, pepatah mengatakan ‘belajar sedari kecil bagai menulis di atas batu, sedangkan belajar sesudah dewasa laksana menulis di atas air’.

 Ada beberapa hikmah shalat secara umum dapat diuraikan  diantaranya :
Terbiasa hidup bersih dan sehat.
 Hal ini tampak dalam syarat sahnya shalat yang harus bersih, suci dari najis dan hadats, serta dari kotoran yang menempel baik pada jiwa, raga, pakaian maupun tempat shalat. Orang yang akan sholat harus bersuci terlebih dahulu dengan air wudu.”sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan membersihkan diri” ( QS. Al Baqoroh  : 222 ).Kebiasaan semacam ini akan membentuk sikap mencintai pada kebersihan dan berusaha untuk senantiasa dalam kondisi bersih.
Budaya disiplin dan tepat waktu
Pelaksanaan shalat telah ditentukan batas-batas waktunya. Orang yang tidak memperhatikan dengan tepat waktu-waktu shalat, bisa menyebabkan shalatnya tidak syah. Hal ini akan melatih kepada anak untuk taat asas, dan patuh pada aturan. Di samping itu, orang yang terbiasa melaksanakan di awal waktu dialah yang akan mendapatkan seutama-utamanya sholat. Pembiasaan semacam ini akan membentuk sikap prilaku anak untuk disiplin dan tepat waktu dalam setiap kesempatan. “Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya bagi orang-orang yang beriman ( QS. An Nisa : 103 )

Mencegah dari perbuatan keji dan munkar
Orang-orang yang mampu mendirikan shalat dengan ihlas, penuh kekhusyukan atau dengan sangat, mewujudkan bisikan kalbu suara hati orang tersebut menembus ke angkasa menuju langit yang tinggi menemui Allah SWT. Dengan demikian orang akan memperoleh pencahayaan rohani yang setinggi-tingginya.
 Dalam situasi hidup seperti itu maka akan sangguplah manusia mempertahankan martabat sebagai manusia, dan hidup dengan akhlakul karimah. Mereka akan mempertahankan posisinya sebagai mahluk yang mulia dan segala aktivitas serta dinamikanya selalu sanggup merealisir, mengkordinir, mengintegrasikan dan kemudian memanifestasikan segala yang membawa manfaat besar bagi diri dan umat. “Sesungguhnya shalat dapat mencegah perbuatan keji dan munkar”
Semoga anak didik kita kelak menjadi generasi yang menjadi penerus   tongkat estafet pembangunan bangsa yang mempunyai karakter dan mental  yang bisa diandalkan. Kekuatan dan keselamatan bangsa akan terjaga oleh generasi yang disiplin dan penuh tanggung jawab.  Sebab  kita menggantungkan nasib bangsa ini pada generasi penerus kita.

Baca 1080 kali

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.


Anti-spam: complete the task