Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Rabu, 16 Januari 2013 11:47

Problem pembelajaran Ipa di Sekolah

Ditulis oleh  Mery R Situmeang
Taksir item ini
(0 pilihan)

Oleh: Mery R Situmeang
Guru SD Negeri 2 Hamadi

Mata Pelajaran IPA pembela jarannya memiliki bahasan tersendiri yang ikut andil menjadi sebuah problematika wajah pendidikan kita. Masalah ini seolah membuka tabir sejarah pendidikan yang tak pernah berubah seiring kemajuan dan perubahan kurikulum. Memang pada dasarnya kurikulum hadir bukan untuk menghilangkan masalah tetapi apakah problematika ini menjadi identitas pendidikan kita?
Banyak permasalahan pembelajaran IPA yang diangkat ke media, tapi pembelajaran di kelas,  tetap bertahan tanpa adanya inovasi dari guru selaku pelaku pembelajaran yang langsung berhadapan dengan siswa. bahkan  lebih buruk lagi pesroalannya, lantas bagaimana dengan kemajuan yang kita inginkan?

Selain itu pemberian materi pembelajaranpun harus diperhatikan dengan baik, sehingga kesalahan/kekurangan  pada anak  terhadap penerimaan konsep. Diperlukan juda untuk memperhatikan aspek psikologi anak yang dimulai dari pembukaan, sampai evaluasi di akhir pembelajaran pertama ini. Pembelajaran bermakna dimana penyampaian materi dengan contoh yang terdekat dengan anak sehingga akan lebih mudah memahami dan dirasakan lebih bernilai, maksudnya lebih bisa berguna bukan hanya sekedar teori tapi  menyenangkan.
Media pembelajaran yang kurang memadai menjadi persoalan lain. Misalkan untuk menjelaskan suatu konsep diluar praktikum dan observasi jika tidak didukung media yang memadai akan mengkaburkan konsep yang disampaikan. Jadi  guru harus kreatif dan inovatif.
Berdasarkan beberapa pengamatan di kelas pada saat pembelajaran IPA, banyak masalah yang muncul yang dialami  guru, diantaranya :
1. Guru belum memahami konsep materi yang diajarkan.
2. Guru kesulitan memancing minat belajar siswa
3. Metode pembelajaran yang dipakai tidak optimal.
4. Alat peraga tidak sesuai dengan materi yang diajarkan.
5. Konsep yang disampaikan masih bersifat verbal.
Usaha untuk menumbuhkan motivasi dan prestasi merupakan bagian kegiatan awal pembelajaran. Kegiatan itu perlu dirancang sebaik mungkin guna mengkoordinasikan siswa-siswi untuk “siap” belajar, menerima pelajaran dengan bertanya dan menggali ilmu pengetahuan yang akan dipelajari. Kegiatan yang bisa memberikan motivasi dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai metode dan pendekatan, misalnya metode ceramah (bercerita), peragaan, demonstrasi, dan sosiodrama dengan bermain peran, serta metode tanya jawab. Pada kegiatan memberikan motivasi, guru hendaknya memberikan pertanyaan awal yang mengarahkan pada materi yang akan dibahas, sehingga muncul berbagai opini anak tentang bebagai macam pelajaran. Hal ini penting sekali bagi siswa untuk menghilangkan pola pembelajaran duduk, dengar, catat dan hapal (DDCH). Pola pembelajaran DDCH punya kelemahan, yaitu :
1.  kurangnya interaksi guru  dengan siswa sehingga  dapat menurunkan motivasi  belajar
2.  tidak ada keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.
3. siswa kesulitan memahami konsep materi pelajaran.
4. ketakutan siswa pada guru
5. konsep yang diserap siswa masuk dalam ingatan jangka pendek
6.  prestasi pembelajaran IPA cenderung menurun.
Untuk mengatasi problem diatas, guru dapat mengembangkan pendekatan pembelajaran “PAIKEM” (pembelajaran aktif, inovativ, kreatif, enak, dan menyenangkan.) Pendekatan pembelajaran PAIKEM  memberikan arah baru pada  pembelajaran, yaitu :
1. guru dan peserta didik sama-sama aktif dan terjadi interaksi timbal balik antar keduanya.
2. guru dan peserta didik dapat mengembangkan kreatifitasnya dalam pembelajaran.
3. peserta didik  merasa senang dan nyaman dalam pembelajaran
4. munculnya pembahasan dalam pembelajaran di kelas.
Pembelajaran yang dilaksanakan jika ingin mencapai “Sukses” sangat bergantung pada beberapa faktor, yaitu : guru, murid, tujuan yang akan dicapai, penggunaan media pembelajaran, metode diterapkan dan sistem evaluasi, pengetahuan yang tepat yang dimiliki siswa mengarahkan perhatiannya pada satu atau dua hal tertentu dari seluruh materi yang sedang dipelajari. Selamat untuk mencoba untuk menerapkan metode PAIKEM. Semboga pembelajaran di kelas suskses. Mari sama-sama membangun asset bangsa ini dengan sepenuh hati dan bertanggung jawab.

Baca 3122 kali

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.


Anti-spam: complete the task