Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Selasa, 09 April 2013 07:20

Dampak Normalisasi Sungai Tami

Ditulis oleh  Redaksi Binpa
Taksir item ini
(0 pilihan)

Rubuhnya Bronjong Jembatan  Skanto yang Tergerus oleh Derasnya Air

KEEROM - Rubuhnya bronjongan di Jembatan Kampung Skanto, tepatnya di perbatasan antara Kampung Skanto dan Kampung Hulukubun Arso 14, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, diakui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Keerom, Farel Simamorang, dampak upaya normalisasi Sungai Tami, yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Papua yang belum tuntas.
“Jadi hal ini perlu ditinjau kembali oleh instansi terkait dari provinsi yang membangun normalisasi di pinggiran Kali Tami ini, sehingga apa yang telah dikerjakan oleh Pemerintah Kabupaten Keerom bisa bertahan untuk digunakan masyarakat,” jelasnya saat ditemui Wartawan di Kantor Bupati Keerom, Senin (8/4).
Apabila jembatan tersebut dibuat baru, ia yakin APBD Keerom belum bisa mencukupi.

Tentang rubuhnya bronjongan jembatan Skanto tersebut, diakui juga akibat hantaman air kali yang meningkat sewaktu hujan dan kondisi tanah di tempat tersebut yang mudah longsor.
“Setelah melakukan peninjauan memang benar bronjongan yang dipasang beberapa waktu lalu itu sudah rubuh dan tanah di sekitar bronjongan tersebut juga mulai longsor sehingga dapat memicu putusnya jembatan skanto lagi,” jelasnya.
Terkait normalisasi Sungai Tami yang belum selesai, dikataknnya bahwa aliran airnya masih terbentuk seperti berputar sehingga debit air yang turun juga cukup tinggi dan langsung bertemu dengan jembatan Skanto serta mengikis tanah dipinggiran sungai, akibatnya bronjongan tidak bisa bertahan.
Untuk itu pihaknya akan melakukan pembenahan dan meminta bantuan dari Provinsi Papua untuk memperbaiki bronjongan yang sudah rubuh, sehingga jembatan Skanto masih bisa untuk digunakan oleh masyarakat karena merupakan salah satu akses tercepat untuk menuju ke Distrik Skanto hanya melewati jembatan tersebut dan pihaknya akan berusaha keras untuk mencegah agar air kali Tami tersebut tidak membuat Skanto terputus lagi. (rhy/aj/lo2)

Baca 403 kali

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.


Anti-spam: complete the task