Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Jum'at, 01 Februari 2013 07:50

Pentingnya Bahan Ajar dalam Kegiatan Pembelajaran

Ditulis oleh  Risma Hutajulu .S.Pd
Taksir item ini
(1 Pilih)

Oleh : Risma Hutajulu .S.Pd
(Guru SMA Neg 1 Jayapura)

Bahan ajar merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pendidikan disekolah. Melalui bahan ajar guru akan lebih mudah dalam melaksanakan pembelajaran dan siswa akan lebih terbantu dan mudah dalam belajar. Bahan ajar dapat dibuat dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik materi ajar yang akan disajikan.
Dalam PP nomor 19 tahun 2005 pasal 20, diisyaratkan bahwa guru diharapkan mengembangkan materi pembelajaran,  yang kemudian dipertegas melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional ( Permendiknas ) nomor 41 tahun 2007 tentang standar proses, yang antara lain mengatur tentang perencanaan proses pembelajaran yang mensyaratkan bagi pendidik pada satuan pendidikan untuk mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

Salah satu elemen dalam RPP adalah sumber belajar. Dengan demikian, guru diharapkan untuk mengembangkan sumber belajar dan bahan ajar. Dalam melaksanakan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan prosedur pelaksanaan pembelajaran, termasuk penyusunan pedoman pelaksanaan kurikulum dipandang perlu menyusun panduan bagi guru SMA sehingga dapat dijadikan salah satu referensi dalam pengembangan bahan ajar.
Lebih lanjut bahan ajar berfungsi sebagai :
Ø Pedoman bagi Guru yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya diajarkan kepada siswa.
Ø Pedoman bagi siswa yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaranm sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya dipelajari / dikuasainya.
Ø Alat evaluasi pencapaian / penguasaan hasil pembelajaran.
Pengembangan bahan ajar harus memperhatikan tuntutan kurikulum , dalam hal ini , guru dituntut untuk mempunyai kemampuan mengembangkan bahan ajar sendiri. Bahan ajar bisa saja menempati posisi sebagai bahan ajar pokok atau suplementer. Bahan ajar pokok adalah bahan ajar yang memenuhi tuntutan kurikulum, Sedangkan bahan ajar suplementer adalah bahan ajar untuk memperkaya , menambah ataupun memperdalam isi kurikulum.
Pertimbangan lain adalah bahan ajar dapat memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran , disamping itu guru juga dapat memperoleh manfaat lain, misalnya tulisan tersebut dapat diajukan untuk menambah angka kredit atau dikumpulkan menjadi buku dan diterbitkan.
Dengan tersedianya bahan ajar , maka siswa akan lebih banyak mendapatkan kesempatan untuk belajar secara mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap kehadiran guru . Siswa juga akan mendapatkan kemudahan dalam mempelajari setiap kompetensi yuang harus dikuasainya.

Baca 3711 kali

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.


Anti-spam: complete the task