Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081298338027, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Jum'at, 25 Januari 2013 08:33

PENDEKATAN PENGAJARAN PROGRAM KHUSUS BAGI ANAK TUNA RUNGU WICARA

Ditulis oleh  Etiningsih Sudaryanti, S.Pd
Taksir item ini
(0 pilihan)

Oleh :  Etiningsih Sudaryanti, S.Pd

Siswa tuna rungu belajar program khusus ( bina persepsi bunyi dan irama )Sebelum membahas lebih jauh tentang program khusus bagi anak tuna rungu wicara alangkah baiknya bila terlebih dahuli saya memberikan sedikit gambaran mengenai siapa anak tuna rungu wicara itu ?
Anak tuna rungu adalah anak yang mempunyai keadaan kemampuan dengar yang kurang atau tidak berfungsi secara normal sehingga tidak mungkin lagi diandalkan untuk belajar bahasa dan bicara tanpa dibantu dengan metode dan peralatan khusus.
Manusia bagaimanapun keadaaannya adalah makluk individu dan makluk sosial, demikian pula anak tuna rungu sesuai dengan kodratnya mereka senantiasa mengadakan interaksi dengan yang lain dalam pelaksanaannya dibutuhkan alat komunikasi. Alat komunikasi yang mereka gunakan telah mereka sepakati sehingga karenanya komunikasi dalam arti sederhana yang satu mengerti yang lain dapat berlangsung.

Bila kita perhatikan secara seksama alat komunikasi yang paling dominan di masyarakat adalah bentuk wicara atau berbicara, sebagai akibat cacat yang dideritanya anak tuna rungu kurang dapat atau tidak mampu mengadakan komunikasi dengan sesama dan atau dengan lingkungannya. Mereka kurang atau tidak dapat menerima dan menyampaikan pesan-pesan dari dan kepada sesamamnya melalui bicara secara memadai. Berdasarkan kekurangan tersebut maka tugas pokok pendidikan bagi anak tuna rungu adalah sosialisi. Agar sosialisasi dapat terlaksanan sebaik-baiknya maka harus memiliki kemampuan berkomunikasi terutama dengan media bicara sebagai modalnya. Anak tuna rungu sebagai insan pemata dengan indera matanya mereka belajar menangkap kejadian-kejadian di sekitarnya. Kemampuan menangkap dan mengartikan kejadian-kejadian atau pengalamannya itu sangan ditentukan oleh sisa pendengaran yang dimilikinya dan derajat kemampuan bicaranya di samping ketajaman pengelihatannya.

Pendekatan pengajaran apa yang sesuai bagi mereka ?
Bina Persepsi bunyi dan irama merupakan khusus yang wajib diberikan pada setiap anak tuna wucara yang bersekolah di SLB
Bina persepsi bunyi dan irama adalah pembinaan dalam penghayatan bunyi yang dialakukan dengan sengaja atau tidak sehingga pendengaran serta vibrasi yang dimiliki anak tuna rungu dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk berintegrasi dengan dunia disekelilingnya yang penuh bunyi.
Bina Persepsi bunyi dan irama merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pelajaran bahasa, Oleh karena itu sebaiknya digunakan metode yang juga dipergunakan dalam pelajaran bahasa.
Pengajaran bahasa kepada anak tuna rungu pada umumnya berorientasi kepada kebutuhan anak. Anak membutuhkan komunikasi secara langsung dengan dunia disekelilingnya, mereka ingin bercakap. Jadi pendekatan percakapan yang dalam hal ini anak dapat secara langsung aktif menggunakan bahasa adalah cara yang terbaik. Dalam percakapan ini anak akan menemukan sendiri aturan dalam berbahasa, penemuan sendiri merupakan pengalaman yang tak ternilai karena pada suatu hari nanti anak akan mencoba menggunakan penemuannya itu pada situasi yang sama. Lewat percakapan anak tuna rungu terus menerus mendapat kesempatan memproses bahasanya karena kemampuan berbahasa merupakan hasil perjuangan yang tiada henti-hentinya atas dasar kesalahan dan koreksi-koreksi. Inilah cara belajar siswa aktf ( CBSA ) dengan pendekatan ketrampilan memproses perolehan, jadi bila ingin berhasil dalam melakasanakan bina persepsi bunyi dan irama hendaknya menggunakan metode yang berorientasi pada cara belajar siswa aktif dan pendekatan ketrampilan memproses perolehan.
Adapun cara mengaktifkan anak dalam bina persepsi bunyi dan irama adalah anak diberi tugas dan kita  buat bermacam-macam demonstrsi sehingga anak dapat menemukan sendiri adanya berbagai macam bunyi.
Penemuan ini akan mendorong anak untuk semakin ingin mencari dan ingin tahu terhadap seluk beluk dunia bunyi karena anak mengalami sesuatu yang menyenangkan.

Baca 2945 kali

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.


Anti-spam: complete the task