Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Kamis, 14 Maret 2013 07:48

KURIKULUM 2013 MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF

Ditulis oleh  SUDARTO, A.Ma.Pd.
Taksir item ini
(0 pilihan)

Oleh : SUDARTO, A.Ma.Pd.
(Guru SD YPPK St. Maria Domande Distrik Malind)

SUDARTO, A.Ma.Pd. Belum lama rasanya mendengar kurikulum Ka Te eS Pe. Ada banyak plesetan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ini. Ada yang bilang Kate siape, dan lain sebaginya. Padahal rasanya kita sebagai guru belum sepenuhnya melaksanakan kurikulum ini, bahkan di beberapa tempat baru mulai dilaksanakan. Tapi ternyata sekarang sudah ada Kurikulum 2013.
Sebagai pendidik kita tidak boleh berprasangkan negatif dulu. Kita lihat isinya, kita praktekan baru boleh kita berkomentar. Sebenarnya kurikulum 2013 tidak beda jauh dari KTSP, hanya ada penyempurnaan-penyempurnan disana-sini. Salah satunya adalah pendekatan yang digunakan. Yaitu pendekatan Pembelajaran tematik integratif.
Kurikulum SD/MI menggunakan pendekatan pembelajaran tematik integratif dari kelas I sampai kelas VI. Pembelajaran tematik integratif merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema.
Pengintegrasian tersebut dilakukan dalam dua hal, yaitu integrasi sikap, keterampilan dan pengetahuan dalam proses pembelajaran dan integrasi berbagai konsep dasar yang berkaitan. Tema merajut makna berbagai konsep dasar sehingga peserta didik tidak belajar konsep dasar secara parsial. Dengan demikian pembelajarannya memberikan makna yang utuh kepada peserta didik seperti tercermin pada berbagai tema yang tersedia.

Dalam pembelajaran tematik integratif, tema yang dipilih berkenaan dengan alam dan kehidupan manusia. Untuk kelas I, II, dan III, keduanya merupakan pemberi makna yang substansial terhadap mata pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni-Budaya dan Prakarya, serta Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Di sinilah Kompetensi Dasar dari IPA dan IPS yang diorganisasikan ke mata pelajaran lain memiliki peran penting sebagai pengikat dan pengembang Kompetensi Dasar mata pelajaran lainnya.
Dari sudut pandang psikologis, peserta didik belum mampu berpikir abstrak untuk memahami konten mata pelajaran yang terpisah kecuali kelas IV, V, dan VI sudah mulai mampu berpikir abstrak. Pandangan psikologi perkembangan dan Gestalt memberi dasar yang kuat untuk integrasi Kompetensi Dasar yang diorganisasikan dalam pembelajaran tematik. Dari sudut pandang transdisciplinarity maka pengotakan konten kurikulum secara terpisah ketat tidak memberikan keuntungan bagi kemampuan berpikir selanjutnya.
Dari sisi pendekatan, ternyata kurikulum 2013 ini sangat memudahkan guru dalam mengajar. Karena kurikulum ini menganggap anak masih belum bisa berpikir abstrak. Sehingga pendekatan pembelajaran tematik integratif dipandang sebagai penyempurnaan kurikulum 2013.

Baca 6051 kali

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.


Anti-spam: complete the task