Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Sabtu, 02 Februari 2013 07:17

METODE BELAJAR ‘MIND MAP’

Ditulis oleh  Alfonsina Samber, M.Pd.
Taksir item ini
(0 pilihan)

Oleh : Alfonsina Samber, M.Pd.
Guru Bahasa Indonesia – SMAN2 Kota Jayapura

Kata ‘belajar’ sering menjadi ‘momok’ bagi sebagian anak. Terutama jika(1) anak dipaksa belajar terus menerus, (2)anak dimarahi jika tidak belajar, (3)anak diikutkan dalam banyak les, (4)orangtua terlalu mengandalkan bombingan belajar, dan (5) anak dipak-sakan masuk di sekolah unggulan. Kelima hal tersebut biasanya dilakukan orangtua terhadap si anak karena orangtua tidak ingin anaknya gagal.
Sebenarnya orangtua dapat menjadi guru ‘terhebat’ bagi anaknya sendiri jika orangtua tersebut dapat melakukan hal-hal berikut: (1) memberitahukan bagaimana cara orangtua dulu belajar terutama meng-hadapi ujian, (2) menceritakan kebodohan yang pernah dialami dan prestasi apa yang pernah diraih, (3) menginspirasi anak ten-tang bagaimana cara belajar yang dapat digunakan, dan (4)menghargai keunikan otak anak  serta mengaktifkannya melalui cara-cara yang menyenangkan anak.

Percayalah! Anda sebagai orangtua dapat melakukannya dengan cinta dan kasih sayang. Perlakuan seperti itu akan selalu dikenang anak di sepanjang hayat-nya. Anda sebagai orangtua dapat menjadi guru terhebat jika Anda mengenal, memahami dan dapat menerapkan metode ‘mind map’. Metode ini dapat diterapkan pada anak usia PAUD sampai perguruan tinggi. Metode ini, oleh penemunya Tony Buzan, dikatakan mampu menaklukkan ‘momok’ yang menyebabkan anak tertekan dalam belajar. Ayo kita buktikan!
‘Mind map adalah suatu teknik grafis yang memungkinkan kita untuk mengeksplorasi seluruh kemampuan otak untuk keperluan berpikir dan belajar’(Windura, 2008:16). Metode ‘mind map’ mengandalkan ke-mampuan kerja otak manusia yaitu otak kiri dan otak kanan. ‘Mind Map’ atau peta pikiran dibentuk oleh kata, warna, garis dan gambar. Otak kiri berfungsi dalam hal pengembangan kemampuan analisis. Otak kanan berfungsi dalam hal pengembangan kemampuan kreatif manusia. Menurut Tony Buzan, penemu konsep ini, ‘Otak manusia tidak terbatas. Otak seperti otot, semakin dilatih semakin kuat dan terampil. Oleh sebab itu anak perlu dibiasakan menggunakan teknik belajar ‘mind map’ sejak dini dalam setiap kegiatan bel-ajarnya’. Meskipun demikian, tidak ada kata terlambat bagi yang ingin menco-banya.
Bila anak terbiasa dengan teknik belajar ‘mind map’ maka kapasitas otak-nya pun akan bertambah. Otak adalah organ paling vital dalam belajar. Otak didesain untuk mencari makna. Sel-sel saraf otak akan tumbuh hebat jika diberi tantangan dan rangsangan-rangsangan baru. Bahkan menurut Roger Sperry, seo-rang pakar biologi sekaligus peraih hadiah nobel dalam bidang fisiologi dan kedok-teran tahun 1981, menyatakan bahwa ‘otak memiliki dua belahan yakni otak kiri yang bersifat rasional dan otak kanan yang bersifat lebih emosional (Olivia, 2008:6). Dikatakan pula bahwa otak sangat be-respon terhadap kata-kata kunci, gambar, warna dan asosiasi secara langsung.
Kebiasaan menggunakan teknik ini akan membantu anak menghasilkan ide-ide kreatif serta terlatih menemukan solusi atau pemecahan masalah. Bahkan peta pi-kiran atau ‘mind map’ dapat membantu anak membuat catatan pelajaran yang menarik, mudah diingat sekaligus mudah dimengerti, baik oleh pembuatnya maupun orang lain.
Prinsip utama dalam penerapan teknik belajar ini menurut penemunya adalah ‘Learn must be fun. Use both sides ofyour brain. Your brain is like a sleepinggiant’ (Belajar harus menye-nangkan. Gunakan kedua belahan otak Anda. Otak Anda ibarat seekor gajah sedang tidur) (Windura, 2008:xx). Belajar harus menjadi sebuah kegiatan yang me-nyenangkan. Hanya dalam kondisi menye-nangkanlah anak dapat memperoleh hasil belajar yang maksimal.
Jadi, teknik ‘mind map’ atau peta pi-kiran dapat menjadi solusi terbaik dalam mengatasi kesulitan belajar anak-anak kita. Dalam pelajaran bahasa Indonesia, misal-nya, teknik ini sangat membantu anak dalam belajar meringkas pelajaran dengan struktur yang lebih kompleks dan menarik. Berikut adalah beberapa hasil karya siswa.

Baca 3098 kali

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.


Anti-spam: complete the task