Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Senin, 11 Februari 2013 09:06

Atraksi Barongsai dan Liong Pukau Pengunjung Vihara Arya Dharma

Taksir item ini
(1 Pilih)

Atraksi Barongsai di Vihara Arya DharmaJAYAPURA - Perayaan Tahun Baru China 2564/2013 (Imlek, red) yang dirayakan oleh lebih dari lima ratusan umat Buddha di Kota Jayapura dan sekitarnya, dimeriahkan dengan atraksi Barongsai dan liong.
Peringatan Imlek di Vihara Arya Dharma – Skyline itu diawali dengan misa Imlek yang dipimpin oleh Pdt. Arya Boddhi Jasmani.
Selanjutnya, sekitar 12 orang dari Sanggar atau Perguruan Barongsai Papua Golden Tiger 239 tersebut, menggelar pertunjukkan barongsai maupun liong sebagai keseniaan khas negera Tiongkok - China dibawah pimpinan Irwan Sjaiful.
Peringatan Imlek di Vihara Arya Dharma tersebut, merupakan agenda tahunan yang selalu dilakukan oleh umat Buddha saat menyambut perayaan Imlek di Kota Jayapura.
Sebelum peringatan Imlek berakhir, ratusan umat Buddha mendapatkan angpao (amplop merah berisi uang) yang menjadi kebudayaan khas masyarakat Tionghoa sebagai wujud syukur menyambut datangnya Tahun Baru Imlek 2564 yang jatuh pada 10 Februari 2013 (kemarin, red). “Peringatan Imlek memang menjadi agenda rutin setiap tahun. Terlebih lagi, ummat Buddha keturunan Tionghoa yang berada di Kabupaten/Kota Jayapura sering melaksanakan perayaan Imlek dengan melakukan ibadah misa di Vihara Arya Dharma ini dan juga diramaikan oleh atraksi barongsai maupun liong,” kata Pimpinan Perguruan Barongsai Golden Tiger, Irwan Sjaiful kepada wartawan, usai pertunjukan barongsai dan liong, Minggu (10/2) kemarin siang.
Selain itu, kata Irwan Sjaiful, atraksi barongsai dan liong ini juga dipertunjukkan di Sentani City Square (SCS) dan pameran PIS yang dilaksanakan oleh PT. Telkomsel di Kabupaten Jayapura hari ini (kemarin sore, red). “Berdasarkan informasi yang saya ketahui bahwa atraksi barongsai dan liong ini akan dimasukkan dalam even Pekan Olaharag Nasional (PON) mendatang, maka itu saya meminta dukungan dari semua pihak agar kesenian barongsai ini lebih berkembang lagi dan kalau bisa putra – putri daerah menjadi atlit barongsai maupun liong ini,” pinta Irwan sembari mengatakan bahwa atlit – atlit maupun pelatih barongsai dan liong ini banyak didatangkan dari luar Papua khususnya dari Pulau Sulawesi (Menado dan Makassar) yang mana semuanya kami berjumlah sebanyak 15 yakni pemain 12 orang, atlit 1 orang dan pelatih 3 orang.

Ketika wartawan menanyakan terkait makna dalam atraksi Barongsai dan Liong, menurut Irwan, sebenarnya tidak terlalu mengetahui apa makna dari permainan barongsai dan liong itu, tapi kalau berdasarkan yang ia ketahui bahwa gerakan yang ditampilkan menggambarkan perjalanan Barong yang keluar dari dalam goanya untuk mencari makan di hutan.
“Jadi, sang Barong menghadapi berbagai rintangan dan tantangan, dimana harus setiap perjalanan si Barong itu harus meewati sungai dan setiap bebatuan yang ada di sungai harus dilompati oleh si Barong. Makanya dalam gerakan – gerakan yang ditampilkan juga ada gerakan melompat, termasuk gerakan dalam memantau setiap jalan yang akan dilalui si Barong tersebut,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan, agar semua pihak bisa melestarikan atraksi barongsai dan liong ini karena permainan atau kesenian dari warga Indonesia keturunan Tionghoa ini juga merupakan hasil kekayaan seni dan budaya yang akan melengkapi khasanah wajah kesenian Indonesia secara umumnya.
Dia mengharapkan, tahun kedepannya di Kota Jayapura atau umumnya di Papua semakin banyak sanggar kesenian Barongsai dan Liong ini, sehingga kita bisa mengadakan even tingkat daerah, nasional maupun tingkat internasional. “Karena selama ini Papua lebih dikenal sebagai daerah rawan konflik, padahal Papua ini aman – aman saja kok, dan saya sangat tidak setuju sekali kalau Papua dikatakan seperti itu. Maka itu saya harap supaya di tahun – tahun mendatang banyak sanggar atau klub yang bermunculan, dimana dengan kita bisa mengadakan even – even bisa menambah jumlah pemasukan daerah kita dan menjadi kebanggan bagi Papua tersendiri,” harapnya.
Irwan Syaiful mengatakan berdasarkan Shio Cina, dimana Tahun 2013 ini adalah tahun ‘Ular Air’. Sehingga ia berharap di Tahun 2013 ini membawa kedamaian, mendatangkan rejeki dan diberikan kesehatan. (mir/bom/lo2)

Baca 427 kali

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.


Anti-spam: complete the task