Imigrasi: Jumlah TKA di Manokwari Berkurang

0
2

Manokwari- Jumlah tenaga kerja asing di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat, mulai berkurang menyusul selesainya pekerjaan konstruksi pabrik semen oleh investor luar negeri di daerah tersebut.

Kepala Kantor Imigrasi Manokwari Budiono di Manokwari, Jumat, mengatakan, pembangunan pabrik semen di Kampung Maruni, Distrik Manokwari Selatan ini melibatkan cukup banyak TKA asal Tiongkok.

Jumlah mereka mendominasi dibanding daerah lain yang menjadi wilayah kerja kantor Imigrasi Manokwari.

“Dulu tenaga kerja asing di pembangunan pabrik semen ini 700 orang lebih. Setelah tahap konstruksi selesai jumlah mereka berkurang sekitar 300 orang dan kini tersisa empat ratusan,” kata dia.

Dia menyebutkan, pengawasan akan dilakukan sesuai prosedur dengan bekerjasama dengan pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, baik provinsi maupun kabupaten.

Menjelang pengoperasian pabrik semen milik PT SDIC Papua Cement Indonesia tersebut, Budiono menyarankan pemerintah daerah merancang peraturan daerah untuk mengatur pembagian kuota tenaga kerja antara tenaga kerja lokal dengan tenaga kerja asing.

“Barang kali terkait pelibatan tenaga kerja lokal sudah terakomodir dalam nota kesepahaman. Namun menurut kami, adanya perda penting agar putra-putri kita memperoleh kesempatan dan terjamin secara aturan untuk bekerja di pabrik tersebut,” katanya.

Dia mengutarakan, pabrik tersebut beroperasi di wilayah kerja pemerintah daerah dan dicsisi lain akan banyak sumber daya alam di daerah yang akan diekplorasi untuk menunjang produksi semen.

Menurut dia, pemerintah daerah cukup memiliki kekuatan untuk mendorong penyusunan raperda tersebut bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Hal ini penting untuk menekan angka pengangguran daerah.

Budiono juga mengajak pemerintah daerah untuk terus bersinergi dalam mengawasi tenaga kerja asing di perusahaan tersebut.

“Imigrasi tidak bisa bekerja sendiri. Ayo kita bekerjasama melakukan pengawasan. Jika ada pelanggaran mari kita tindak sesuai kewenangan masing-masing,” ujarnya. (ant/don)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR


*